27

Sebuah kejutan bahwa kakakku membawa asisten eksekutif barunya dan adiknya pada makan malam keluarga. Aku sedang berada di Denver untuk sembilan minggu terakhir menyelesaikan satu dari proyek bangunan, jadi aku belum pernah bertemu dengan asistennya secara langsung, tapi ini aneh. Dante bertindak di luar kebiasaannya dengan memasukkannya dalam malam keluarga.

Ini bukan seperti kakakku untuk membuka kehidupannya untuk orang luar. Sebenarnya, dia tidak pernah melakukan hal seperti ini. Memperkenalkan kami kepada asisten baru adalah satu hal. Aku akan bekerja dengannya juga, jadi itu hal yang wajar. Tapi Dante memasukkan adik asistennya dan membawa mereka ke dalam makan malam keluarga benar-benar sebuah kejutan.

Asisten terakhir Dante, Helen, sudah bersamanya selama tiga tahun. Mereka bekerja dengan baik, dan dia adalah wanita yang menyenangkan, tapi aku tidak pernah sekalipun melihatnya di luar kerjaan, apalagi di makan malam keluarga. Aku hanya tahu Helen memiliki saudara karena foto yang ada di meja kerjanya. Aku belum pernah bertemu dengan mereka, dan Dante tidak pernah mencoba untuk membawa mereka keluar bersama keluarga kami.

Dante berbicara tentang asisten barunya, Sabrina, seperti dia menakjubkan. Jika aku tidak tahu, dengan kepastian, bahwa kakakku tidak akan mengijinkan dirinya untuk jatuh cinta...aku akan khawatir. Jenis wanita yang berhubungan dengannya tidak tertarik dengan sebuah hubungan, dan jika ada wanita yang menginginkan lebih dari itu Dante takkan menghabiskan waktunya dengannya. Lebih aman menjauhkan wanita yang seperti itu.

Pikiranku diganggu oleh kedatangan adik kembarku, Dominique dan Delilah. Berdiri dari meja, aku memeluk dan mencium mereka sebelum kami duduk. Setelah duduk, kami bertiga menghabiskan menit berikutnya berbicara tentang kelas kuliah mereka dan kegiatan yang dilakukan.

Adik-adikku adalah dua orang yang paling penting dalam hidupku. Setiap keputusan penting yang aku buat sejak hari mereka lahir adalah mengutamakan mereka di benakku. Aku dan Dante selalu mengutamakan mereka, kami berdua membuat keputusan dewasa jauh sebelum kami remaja.

Orangtua kami adalah bajingan pengguna obat-obatan parah, dan keburukan mereka meninggalkan noda gelap pada kakakku dan aku. Aku dan dia bekerja keras untuk memastikan kegilaan orang tua kami tidak meninggalkan noda sama pada para gadis.

Aku selalu tahu bahwa aku tidak akan pernah menikah, jadi membantu membesarkan adik-adikku adalah hal terdekat aku  bisa mengasuh. Kenyataan  bahwa mereka menjadi normal dan menyesuaikan dengan baik adalah penghargaan terbaikku.

Waktu bersama kami terhenti saat sahabat baikku, Spencer Cross, muncul. Mengambil tempat duduk di meja, ia tidak membuang-buang waktu mengatakan apa yang sedang kupikirkan.

"Angkat tanganmu jika kalian sangat terkejut Dante menbawa asisten dan adiknya saat makan malam."

Aku menganggukkan kepala menyetujui, tapi para gadis tidak melakukannya sama sekali. Delilah berbicara  pertama kali. "Spence, kau kadang-kadang brengsek. Kenyataan bahwa dia membawa mereka berdua menurutku  dia membuat pertemanan yang nyata, dan seorang wanita juga. Beberapa pria sebenarnya bisa dewasa dan berhenti menyetubuhi semua yang lewat kau tahu. Kau mungkin bisa mencobanya sesekali, cerdik."

Dominique mengangguk setuju. "Tepat sekali! Sudah waktunya Dante memiliki hubungan dengan wanita yang bukan seks sebagai pendukung atau murni profesional. Seolah-olah dia takut berdekatan dengan wanita. Ini mungkin bisa jadi langkah ke jalan yang benar. Mungkin sekarang dia cukup nyaman memiliki teman seorang wanita, dia akhirnya akan menemukan seseorang dan mulai berkencan. Masalah orang asing sudah  terjadi."

Aku menggelengkan kepalaku. "Tidak, masalah orang asing tidak terjadi. Dante tidak akan berkomitmen. Dia tidak akan pernah memiliki pacar, dan dia pasti tidak akan menikah. Kalian berdua tahu itu, dan kalian juga tahu itu menjadi  tekanan batin saat kalian mengatakan padanya untuk menemukan seseorang. Itu tidak ada di kartu kita, dan itu bukan untuk Spencer, juga. Inilah kita dan bagaimana cara kita hidup, jadi mari kita bahagia dengan kebahagiaan hidupnya. Kalian berdua adalah satu-satunya yang akan keluar suatu hari nanti dan menemukan cinta. Kami bertiga akan menjadi bujangan tua yang akan memanjakan anak-anak kalian."

Tak ada satu pun yang menjawab. Malah, Specer dan para gadis berdiri, yang memberitahukanku bahwa Dante sudah datang. Bangkit berdiri, aku berbalik untuk bertemu dengan kakakku dan tamunya.

Hal pertama yang aku perhatikan bahwa asisten eksekutifnya yang baru, Sabrina Tyler, menakjubkan. Saat berjabat tangan dengannya, aku sedikit mempertimbangkan untuk mendekatinya. Sayangnya, kenyataan bahwa akan menjadi masalah untuk bertatap muka dengan  seorang wanita  setelah aku menidurinya. Aku biasa  maksimal tiga kali berhubungan, dan hampir tak ada satupun yang membuatnya lebih. Aku lebih senang dengan satu dan selesai.

Kakakku sepertinya tahu bahwa aku berpikir betapa seksinya Sabrina, karena ia menatapku dan menggelengkan kepalanya dengan tajam. Jelas, Ms. Tyler yang menyenangkan tidak ada dalam menu.

Dia bergerak untuk memperkenalkan adik Sabrina. Berbalik padanya, aku merasa jantungku berhenti berdetak beberapa kali. Dia benar-benar cantik. Rambutnya panjang dan berwarna coklat kemerahan, mata hazel pekatnya, kaki panjangnya, tubuh yang berlekuk dan kulit coklat keemasan. Sungguh sangat sensual.

Gadis ini adalah poster Playboy yang nyata, dan maksudku poster yang terbaik; satu-satunya sebelum operasi plastik, implan dan kelaparan. Manis, matang dan indah, dia adalah pemandangan yang harus dilihat.

"Damien, ini adalah adik Sabrina, Brooke Tyler. Brooke, ini adikku Damien. Dia juga bekerja dengan kami di Hart."

Aku melihat banyak wanita cantik setiap hari, dan semua yang bisa kulakukan malah tidak tahan dengan kecantikan. Aku melihat sesuatu dengan cara sinis, dan aku tahu itu. Di luar keluargaku, emosi tak bisa melakukan apa-apa dengan caraku hidup. Aku kacau, dan memang begitu. Tapi gadis ini memberi kesan. Aku tidak tahu apa ini yang membuatnya berbeda, tapi ya. Aku terpesona olehnya.

Ketika dia menatap mataku dan tersenyum saat  berjabat tangan, aku merasa seperti ada yang menendang dadaku. Suaranya sesempurna seluruh dirinya.

"Hallo Damien. Senang bertemu denganmu."

Aku berjuang untuk tetap tidak terpengaruh, dan gagal total. Dengan susah payah, aku berkenalan sebelum duduk di meja, lega bahwa ada taplak meja untuk menyembunyikan ereksiku yang tumbuh.

Membutuhkan seluruh kemampuanku untuk tidak mengerang saat Dante menarik kursi di sebelahku dan mengarahkan Brooke untuk duduk. Berbalik padaku, dia tersenyum. Ereksiku membengkak tidak nyaman saat wanginya  terhirup lubang hidungku. Bukan parfum yang menguasai pada gadis ini. Baunya ringan dan enak. Seperti rasberry, pikirku.

Adikku mulai bicara dengan Brooke, dan ia berbalik untuk melihatnya. Seharusnya melegakan bahwa ia tidak melihatku lagi, tapi ternyata tidak. Aku ingin dia fokus padaku. Apa yang terjadi padaku malam ini? Tidak perduli siapapun yang aku ajak bicara di meja itu, hanya Brooke yang mendapat  perhatianku sepenuhnya. Aku mengawasi setiap gerakannya, setiap bahasa tubuhnya dan setiap tawanya.

Ternyata Brooke dan adik-adikku bergabung di UCLA, jadi mereka mulai mencoba menebak jika mereka tahu orang-orang yang sama. Mendengarkan percakapan mereka, aku menemukan bahwa Brooke beberaapa minggu lagi berumur dua puluh dua dan seorang single.

Ya Tuhan, dua puluh satu. Dia hampir seumuran dengan adikku- terlalu muda untukku. Aku dua puluh lima, terlalu tua untuk besama gadis yang masih kuliah. Secara mental menghukum diri sendiri untuk menyerah, aku membuat diriku bergabung dengan percakapan itu dan mulai berperilaku normal, bercanda dan semuanya.

Melegakan bahwa makan malamnya menyenangkan. Adik-adikku jelas terbawa dengan Brooke, dan aku bisa melihat pertemanan bisa terbentuk. Semuanya bercanda dan menggoda, seperti biasa. Aku kecewa saat makan malam selesai. Bersama dengan keluargaku selalu menjadi yang terpenting dalam seminggu. Sabrina dan Brooke cocok dengan sangat baik, yang mengejutkan.

Sekecewanya diriku bahwa makan malam telah selesai, aku lega bahwa aku tidak akan melihat Brooke lagi beberapa hari. Itu bukanlah hal yang sulit kami akan mempunyai kesempatan untuk saling bertemu setiap kali. Berhasil untuku, karena aku merasa ditarik olehnya yang merupakan hal yang tidak ingin kukejar. Kecantikannya, kemurnian dan belas kasihnya, mengalir keluar darinya bagaikan gelombang.

Dengan kata lain, Brooke bertentangan dengan wanita yang aku pilih.

Brooke adalah orang terakhir yang kuajak berpamitan, dan aku bercanda dengannya bahwa keluargaku  seperti  orang gila karena kami berisik dan liar, selalu bercanda dan saling menggoda.

Tersenyum, ia menggelengkan kepalanya padaku. "Kalaupun benar, itu membuatku merasa benar-benar ringan untuk pertama kali dalam seumur hidup. Aku dan kakakku kehilangan orang tua tahun kemarin. Rasa cinta dan dinamika kesenangan mengingatkanku bagaimana keluarga kami saat mereka masih hidup. Hanya ada Rina dan aku sekarang. Kami sangat dekat, tapi tanpa adanya keluarga, terasa berbeda. Aku merindukan ini."

Brooke mengatakan semuanya dengan lancar, tanpa tipuan atau menginginkan simpati, tapi jantungku menegang dengan tidak nyaman di dada. Satu-satunya hal yang aku bisa andalkan pada keluargaku adalah  kakakku, Spencer dan aku mengendalikan  bersama dengan kendali kami. Kalau ini semua hilang, aku tidak akan pernah sembuh. Pikiran bahwa ia kesakitan membuat ketidaknyamanan yang ganjil. Tidak ada kata-kata, tapi aku harus mengatakan sesuatu.

"Maaf Brooke, aku tidak tahu. Pasti sangat mengerikan untuk kehilangan orang tua yang luar biasa. Aku yakin mereka akan sangat bangga dengan kailan berdua. Jelas terlihat bahwa kalian luar biasa."

Mengambil tanganku, ia tersenyum padaku saat otakku berjuang untuk memproses kesempurnaannya.

"Kata-kata yang indah untuk dikatakan. Terima kasih Damien."

Tangannya menyentuhku mengirim darahku dari kepala mengalir di paha dalamku, dan kutarik tanganku kembali yang aku harap tidak terlihat. Ya Tuhan. Darahku mendidih hanya karena sentuhan ringan, menggairahkanku lebih dari saat aku menyentuh puting gadis untuk pertama kali. Kalau saja aku tetap dan bicara pada Brooke lebih lama, aku akan sulit berjalan. Berbicara soal hal memalukan.

Dengan cepat mengatakan salam perpisahan, mempercepat jalanku keluar dari restoran dan melangkah di udara malam, berharap ini akan menjernihkan kepalaku. Masuk ke mobil, keluar dari tempat parkir dan menuju malam untuk menemukan wanita untuk pelepasanku.

Aku mencoba melupakannya dari pikiranku saat aku pergi ke bar yang aku dan Spencer bertemu malam ini. Itu bar minum kecil di Valley, tapi selalu ada wanita cantik disana. Keberuntungan ada padaku, disana tidak ada satupun wanita yang kuinginkan. Membuatku frustasi dengan tidak adanya wanita yang menarikku seperti yang dilakukan Brooke Tyler. Tak satupun dari mereka menggugahku bahkan sama seperti Brooke lakukan.

Bahkan tidak membantu lagi kala setiap satu dari mereka datang dengan singkat  saat pikiranku memeluk mereka sedangkan Brooke dipikiranku. Ada apa ini? Aku bahkan tidak mengenalnya. Kalau saja, aku menemukan kekurangannya. Tak ada orang yang sempurna. Mungkin dia seorang pelacur atau klepto. Menggelengkan kepalaku, aku dengan segera mengabaikan  opsi kedua. Tidak mungkin dia adalah salah satu dari itu semua. Tapi tunggu! Mungkin dia mengerikan di tempat tidur, dingin, frigid dan tidak bergerak. Pikiran itu membuatku tertawa. Aku bisa melihat sensualitas darinya, jadi itu tidak mungkin.

Jenis orang seperti apapun dia, satu hal yang kutahu dengan pasti bahwa ia berbahaya untukku. Rencanaku adalah untuk menjauhinya. Untungnya itu tidak menjadi masalah.

***

Penerjemah: Trifosa Zafo
Editor: Eno 

Poskan Komentar

27 comments

Haha...Damien bener2 galau :p

Woaaahh udah tertarik sama Brooke dari awal ketemu ini namanya Damien :t

thanks mbak trifoza, mbak eno and mas yudi buat postingan ini... Thanks banget nget nget...
Emang klo kita baca dr sudut pdt cwok,,, berasaaaa banget ngena #apaan sih?
Damien frustasi krna tiba2 ada seorang wanita berusia 21 yg membuatnya bergairah hanya dg mendengar suaranya, menyentuh tangannya dan memangdang wajahnya... Oh damien...! Ayo kejar tyler sister aka brooke #keinget kate brooke

Its going to be my fav novel apalagi povnya laki2

Org yg tkt n g mau jatuh cinta...mlhan ngalamin love at first sight..ciyeeee

wow, Damien uring-uringan... makasih mba Zafo, mba Eno & mas Yudi :)

yang bikin demien galau gegara soal umur,,,:c

eaaaaaa.. baru ketemu lgsg tegang aja damien..
gini ya cowok klo udah suka di pandangan pertama, bingung, salh tingkah, mata ga bisa kemana-mana selain ke si cewek.. dan bisa jd mulai cari perhatian atau malah diem aja, dengerin ceweknya dengan terpesona.. disntuh dikit lgsg merasa melayang2 terbang ke langit ketujuh.. hahaaa...
wait for next chap, mudah2an ada pencerahan lbh jelas lagi....
makazzziiih mbak zafooo, mbak eno, dan PN crew..

baru bab 1 udah gerah euy...thanks mba trifoza n' mba eno...cemunguuuudhhh yah...

Asyiikkkk banget dech kalo POVnya dari tokoh cowok, berasa ngga biasa cowok ngeluarin isi hati.
Duhh, abang Damien maniessss banget dech bkin senyum* pas baca+ngebayangin. :D

Thanks PN, thanks mbak trifosa, thanks eno, thans mas yudi.

akhirnya yg ditunggu tunggu udah muncul. yeah!
thanks a lot mba trifoza, mba eno & mas yudi :)) *bow

Thanks bgt @Mbk Trifosa...lanjuuut.
DAMIEN mulai jatuh cinta....!
Romantis.

Seru nih ceritanya :)

Paling suka bca nvl yg beginian,,
Plgi si cwok itu lngsng ngalamin Love at first sight,,
Mengalau, galau di buaty
mksh mba zafo+ €no+ PN

Thanks mba zafo,eno and PN bakal setia nungguin lanjutnnya...

Yeee!! Pandangan pertama...
Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati hihihi

Lanjut !!
Thanks pN

abang damien akirnya di TL :m... Thanks angel :p

abang damien akirnya di TL :m... Thanks angel :p

abang damien akirnya di TL :m... Thanks angel :p

Ooh... jatuh cinta pada pandangan pertama ya. Sepertinya Demien tipe orang yang akan melakukan apa aja demi orang yg dia cintai bahagia. Dilihat dr Prolognya, Demien cinta mati ama Brooke tp entah apa yang dilakukan dia ampe Brooke jadi benci.

Ga sabar ma lanjutannya.

kyanya sya pernah baca ini tapi dr sudut pandnag berbeda ya??? ;;)

Brooke membahayakan y bagi Damien...hadech...lebih bahaya mna sma harimau lapar?
Mkasih angel n PN...

Point of view nya akan seterus nya damien engga nih ya ?
soal nya sweet gini nih di bab satu aja.. aduh kya nya ngomong 4 huruf dg awal kata L itu udah jd pantang ya buat duo D..

keren dan bgs.. thanks a lot for zafo and eno. Atas kerja keras kalian untuk bab 1 ini.
Moga lancar dan sehat selalu ya..

yeay!!! akhirnya muncul jg yg ditunggu tunggu ;) gak sabar nunggu kelanjutannya :p

suka bagaimana dia menceritakan, tangannya lebih merangsang di banding puting wanita untuk pertama kali

Deuuhh demian cinta pettemuan pertama nih,keluarga tylr buat hart family nih haha

wahh seperti'a cinta pada pandangan pertama nhe.

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top