19

ftf-thumb
Ada catatan yang terjepit dibawah wiper kaca depan truk. Aku menariknya keluar dan membaca:

"Besin sudah penuh. Grant."

Grant sudah mengisi bensinku. Dadaku tiba tiba terasa hangat. Dia sangat baik. Kata kata Rush tentang "menjadi benalu" terngiang di telingaku dan aku menyadari aku perlu membayar Grant secepat mungkin. Aku tidak mau dianggap sebagai benalu seperti ayahku.

Masuk ke truk, aku memutarnya dengan mudah dan mundur dari jalan masuk. Beberapa mobil masih diluar, meskipun tidak sebanyak tadi malam. Aku bertanya-tanya siapa yang menginap semalam. Apakah mereka selalu berada disini? Aku tidak melihat siapapun pagi ini selain Rush dan gadisnya yang dia buat marah tadi.

 Rush bukanlah orang yang baik tapi dia adil. Itu yang ku sampaikan padanya. Dia juga seksi. Aku hanya harus belajar untuk mengabaikannya. Ini seharus nya cukup mudah. Aku tidak mengharapkan Rush akan sering berada disekitarku. Dia tampaknya juga tidak ingin berada disekitarku.

Aku memutuskan bahwa aku akan mendapatkan pekerjaan di Rosemary untuk menghemat bensin. Lalu aku bisa pindah dari rumah Rush lebih cepat. Aku telah menemukan sebuah koran lokal dan aku akan melingkari beberapa pekerjaan yang berbeda. Dua diantaranya adalah menjadi pelayan di restoran lokal dan aku berhenti untuk melamar. Aku yakin aku akan mendapatkan panggilan kembali dari salah satu atau keduanya tetapi aku tidak yakin ingin bekerja di sana. Aku mau jika hanya itu semua yang tersedia sekalipun. Itu hanya tidak terlihat seperti ada tips yg akan lebih baik tentunya dan dengan pekerjaan seperti itu yg kubutuhkan adalah tips. Aku juga berhenti di apotek setempat untuk melamar posisi pendaftaran didepan tapi mereka sudah mengisinya. Lalu aku pergi ke dokter anak setempat untuk melamar pekerjaan resepsionis tapi mereka butuh yg  berpengalaman dan aku tidak punya.

Ada satu pekerjaan terakhir yg kulingkari dan aku telah menundanya karena aku pikir itu akan menjadi pekerjaan yg sulit untuk ditangkap, posisi melayani di klub lokal. Gajinya  tujuh dolar lebih per jam ditambah tips akan jauh lebih baik. Aku bisa keluar mendapatkan tempat sendiri lebih cepat. Plus adanya keuntungan. Asuransi kesehatan  yg juga lebih bagus.

Iklan yg membutuhkan pekerjaan mengatakan untuk datang ke kantor utama dibelakang  lapangan golf club house untuk melamar pekerjaan. Aku mengikuti arah dan memarkir trukku disamping Volvo mewah. Aku menyesuaikan kaca spion untuk memeriksa wajahku. Aku telah mengambil tabung mascara kecil saat aku berada di apotek. Hanya sedikit mascara membantu wajahku terlihat lebih tua. Aku mengusap rambut pirang pucatku dan mengucapkan doa singkat bahwa aku mampu untuk mendapatkan pekerjaan ini.

Aku telah berganti dari celana pendek dan atasan tanpa lenganku ketika aku pergi untuk mengambil tasku. Aku pikir gaun lebih membantuku mendapatkan pekerjaan. Rush bilang aku tampak seperti anak kecil. Aku ingin terlihat lebih tua. Mascara dan pakaian kelihatannya membantu.

Aku tidak repot-repot mengunci truk. Mobilku tidak dalam bahaya untuk dicuri disini. Tidak ketika sebagian besar mobil yg diparkir didekatnya biayanya lebih dari enam puluh ribu dolar. Langkah menuju kepintu kantor sangat dekat. Mengambil napas dalam dalam di saat terakhir aku membuka pintu dan melangkah masuk.

Seorang wanita mungil dengan ranbut bob pendek coklat dan sepasang kacamata berbingkai kawat sedang berjalan melintasi ruang tamu saat aku melangkah masuk. Dia menatapku sambil berjalan ke salah satu kantor tetapi berhenti  ketika dia melihatku. Dia memandangku sekilas diseluruh tubuhku dan kemudian menganggukkan kepalanya ke arahku.

"Anda disini untuk pekerjaan?" pertanyaannya memerintah.

Aku mengangguk, "Ya mam. Aku disini untuk melamar pekerjaan."

Dia memberiku senyum yang erat. "Bagus. Anda memiliki daya tarik. Para anggota akan mengabaikan kesalahan dengan wajah seperti itu. Dapatkah anda mengendarai mobil golf dan anda dapatkah anda membuka botol bir dengan pembuka botol ?"

Aku mengangguk.

"Anda diterima. Aku membutuhkan seseorang di lapangan sekarang. Ikuti saya, kami akan mengganti seragam anda."

Aku tidak membantah, ketika ia berputar kembali dan mulai berjalan menuju ruangan yang lain aku mengikuti di belakangnya. Dia adalah seorang wanita yang punya misi. Dia membuka pintu dan melangkah masuk.

"Anda memakai ukuran tiga untuk celana pendek? Atasan anda akan menjadi lebih kecil dari apa yg anda kenakan. Para pria akan menyukai nya. Mereka menyukai ukuran dada yangg lebih besar. Mari kita lihat…" dia berbicara tentang payudaraku. Ini memalukan. Dia meraih sepasang celana pendek putih dari rak dan menyodorkan padaku. Lalu ia meraih kaus polo biru pucat dari rak dan menyodorkan nya kearahku. " Atasannya kecil. Butuh yang ketat. Kami adalah perusahaan berkelas disini tapi para pria suka   seseorang yangg menarik juga. Oleh karena itu kami menawarkan sepasang celana pendek putih dan baju ketat polos. Jangan khawatir tentang laporan. Aku akan memilikinya, anda akan mengisi semuanya setelah selesai bekerja. Anda melakukan ini selama seminggu dan kerjakanlah dengan baik, dan kami akan memikirkan kepindahanmu ke bagian ruang makan. Kami kekurangan staf disana juga.Wajah seperti anda tidak mudah untuk ditemukan. Sekarang bergantilah dan aku akan menunggu untuk membawa anda ke kereta minuman".

Dua jam kemudian aku berhenti disemua delapan belas lubang, di lapangan golf dua kali dan semua minumam terjual habis. Semua para pegolf bertanya padaku apakah aku masih baru dan mengomentari pelayananku yang sangat baik. Aku bukanlah orang bodoh. Aku melihat cara pria yg lebih dewasa melirik padaku. Untungnya mereka semua tampak berhati hati untuk tidak melampaui batas.

Wanita yang mempekerjakanku akhirnya memberitahu namanya saat dia mendorongku naik keatas kereta dan mengirimku pergi. Namanya Darla Lowry .Dia bertanggung jawab dalam mempekerjakan staf. Dia juga cepat seperti angin puyuh. Dia mengatakan kepadaku bahwa aku harus kembali dalam waktu empat jam atau ketika aku kehabisan minuman, mana yg lebih dulu. Aku kehabisan minuman dalam dua jam.

Aku berjalan ke dalam kantor dan Darla melongokkan kepalanya keluar di salah satu ruangan. "Kau sudah kembali?," dia bertanya, sambil berjalan keluar dengan tangan  berada dipinggang nya.

"Ya msm aku kehabisan minuman."

Alisnya terangkat, "Semuanya?"

Aku mengangguk. "Ya. Semuanya."

Senyum tampak diwajahnya yang kaku dan dia tertawa." Yah, tentu saja. Aku tau mereka menginginkanmu, tapi para pria yang bernafsu itu bersedia untuk membeli apapun yg kau punya hanya untuk membuatmu tinggal lebih lama."

Aku tidak yakin itu terjadi. Di luar sana sangat panas. Setiap kali aku berhenti disebuah lubang pegolf tampak lega.

"Ayo, aku akan menunjukkan tempat untuk mengisi kembali. Kau harus tetap melayani sampai matahari terbenam. Kemudian kembali kesini dan kita akan mendapat dokumen yang sudah terisi".

***

Hari sudah gelap saat aku kembali ke rumah Rush. Aku sudah pergi sepanjang hari. Mobil mobil lain di jalan masuk sudah hilang. Ketiga garasi mobil ditutup dan satu mobil merah yang mahal terparkir di luar. Aku memastikan untuk memarkir truk ku keluar dari jalur jalan. Rush mungkin masih memiliki teman teman yang akan datang dan aku tidak mau truk ku menjadi masalah. Aku sangat lelah. Aku hanya ingin pergi tidur.

Aku berhenti di pintu dan bertanya tanya apakah aku harus mengetuk atau langsung masuk ke dalam. Rush mengatakan aku bisa tinggal disini selama satu bulan. Tentunya itu berarti aku tidak harus mengetuk setiap kali aku datang kembali.

Aku memutar kenop dan berjalan kedalam. Di jalan masuk lorong sepi dan  mengejutkan tampak bersih. Seseorang telah membereskan kekacauan disini. Lantai marmer bahkan tampak mengkilap. Aku mendengar suara tv datang dari ruangan tamu besar yang terbuka. Tidak ada banyak suara lainnya. Aku berjalan ke dapur. Aku punya kasur yang sudah menungguku. Aku benar benar ingin mandi tapi aku belum bicara dengan Rush tentang kamar mandi mana yang harus ku gunakan dan aku sedang tidak ingin menganggunya malam ini. Aku akan menyelinap keluar besok dan aku akan memakai sama dengan yang ku gunakan pagi ini ketika aku bangun besok.

Bau bawang putih dan keju tercium di hidungku saat aku melangkah kedapur. Perut ku keroncongan meresponnya. Aku punya satu kotak kraker kacang mentega di tasku dan sekotak kecil susu yang kubeli di swalayan dalam perjalanan pulang. Aku mendapat uang tips hari ini tapi aku tidak bisa membuang buang uangku untuk makanan. Aku perlu menyimpan semua yang aku bisa.

Ada panci tertutup diatas kompor dan botol anggur terbuka diatas dimeja. Dua piring dengan sisa-sisa hidangan pasta yang menggoda juga ada di meja. Rush masih punya tamu.

Sebuah erangan datang dari luar di ikuti dengan suara keras.

Aku berjalan ke jendela tetapi ketika sinar bulan mennyinari bagian belakang tubuh telanjang Rush aku membeku. Itu adalah pantat yang sangat bagus. Sangat, sangat bagus. Meskipun aku tidak pernah benar benar melihat bagian belakang pria yg telanjang sebelumnya. Aku membiarkan mataku menelusuri sampai ke punggungnya dan tato yg tertutupi itu mengejutkan aku. Aku tidak tahu apa yg mereka lakukan. Cahaya bulan itu tidak cukup  terang dan ia bergerak.

Pinggulnya bergerak maju mundur dan aku melihat dua kaki panjang yang menekannya ke sisi tubuhnya. Suara erangan yang keras muncul kembali saat ia bergerak lebih cepat. Aku menutup mulutku dan melangkah mundur. Rush sedang berhubungan seks. Di luar. Di beranda rumahnya. Aku tidak bisa berpaling darinya. Tangannya meraih kaki di kedua sisi dan ia mendorongnya membuka agar lebih lebar. Teriakan keras menyebabkan aku melompat. Dua tangan muncul di sekitar  punggung dan kuku panjang mencakar tato yang menutupi kulit kecoklatan itu.

Aku tidak seharus menonton ini. Menggelengkan kepalaku untuk menjernihkan pikiranku aku berbalik dan bergegas kedapur dan kamar tidurku yang tersembunyi. Aku tidak boleh berpikir tentang Rush seperti itu. Dia sangat seksi. Melihat dia sedang berhubungan seks membuat hatiku melakukan hal hal yang lucu. Tidak seperti aku ingin menjadi salah satu dari gadis gadis yang berhubungan seks dengannya dan kemudian di campakkan. Melihat tubuhnya seperti itu dan mendengar bagaimana ia membuat gadis itu puas membuatku merasa sedikit cemburu. Aku tidak pernah tahu itu. Berusia sembilan belas tahun dan masih perawan adalah menyedihkan. Cain mengatakan ia mencintaiku tapi ketika aku sedang membutuhkannya dia menginginkan seorang kekasih yang menyelinap keluar dan berhubungan seks tanpa harus mengkhawatirkan ibunya yang sakit. Dia ingin pengalaman sma yang normal. Aku terhalang oleh hal itu jadi aku membiarkannya pergi.

Ketika aku pergi kemarin pagi untuk datang kesini dia telah memintaku untuk tetap tinggal. Dia mengaku dia mencintaiku. Bahwa ia tidak pernah melupakanku. Bahwa setiap gadis yang pernah menjadi kekasihnya hanyalah pengganti yang buruk. Aku tidak percaya semua itu. Aku menangis sampai tertidur sendirian dan ketakutan sepanjang malam. Aku membutuhkan seseorang untuk memeluk ku. Dia tidak ada disana saat itu. Dia tidak mengerti cinta.

Aku menutup pintu kamarku dan ambruk di tempat tidur. Aku bahkan tidak menarik selimut. Aku butuh tidur. Aku harus berada di tempat kerja pukul sembilan pagi. Aku tersenyum sendiri karena rasa bersyukur. Aku sudah punya tempat tidur dan pekerjaan

***

Penerjemah: +Tutex Keyna
Editor: +Wulan Finlay

Poskan Komentar

19 comments

Makkkkk @ hemm aq baru tau klo bermaskara itu bikin wajah kita lebih tua ya? Yg aku tau kita wawa (?) wa : dan, dandan maksudku itu bikin kita lebih tua emng. Loh apa bedanya? kan sama aja dandan, macak, sil? Hihihihi untung aq jarang make maskara, yowes maskara q tak buang wae, lagian udah waktunya beli baru ;) thanks sarannya Maakkkk.

"Teriakan keras menyebabkan aku melompat." Mengingatkanku pada kecoak teriak2 haha

Waduhh komen gaje Gak penting ...

Semangat & thanks ya Maakkkk tlnya & Mrs. Finlay as editornya, mantabz wes *kechup 1-1 muach

Thanks mas Yudi postnya :e kamsa


Utk Rush...no comment. Utk si gadis...tetep semangat(namanya lupa, apa Blair ya??? )

omg..,, bisa" dy lihat film horor tiap malam..,,
hehehehe

suka cerita.a cwek.a kuat,, tp aq gga terlalu suka rush lebih respect sama grant

thanks buat mimin

Makassi mas mimin.. :*

Yeaaayyyy....thanks Maakk, bebeb, masYud...PortNov dan smuanyaaaaaa....


Isshhh, i wanna licky2 punggungnya si Rush..#plaaaakkk
:-*:-*:-*:-*:-*:-*:-*

sabar y blaire,,
pangen getok rush,,
uh geregetan sm rush,
makasih mba tutex & bos portnov
semangat all

Suka ma Blaire ,dia cwek yg kuat
Hmmm '''Rush ??? kebiasaan ya ! :i

Blaire karna hidupnya sulit jadi dia kuat,tapi aku sukaaaaa cewek kaya gini

:-j ya ampun si blaire kenapa harus liat rush lg ml -_-

aduh malangnya blair harus nyaksiin rush ama kecoak ngesot ngerang2 kayak kucing laper...
Grant baik banget ngisiin blair bensin.. Blair tetap semangat...

itsssss a greatt,,,,,
walopun bisa ditebak bakal gimana nie cerita....
tapiiii alurnya kayanya bakal luar biasa dahhhh
kereeennn pornovv
thengqyuuuu angelerssss
thengqyuuuu mas yudiiiiiiii
salam kenal pembaca semuaaaaa :e

Setelah tiap hari ngintipin neh blog ,
Akhirnya...

Mlm ini posting ga..

omaigod rush, tiap malam ganti cewek..
jd pensaran gmn proses jatuh cintanya sama blaire..
keep calm and wait..
thank PN..

kapan nich sambungannya,q tnggu2 ga muncul2 jg...penasaran ma kelanjutannya...

jwban atas semua comment udh d set secara otomatis..

oh tidak.. blaire kau tidak mungkin cemburu.. kau tidak mungkin jatuh cinta pada pria itu.. apalagi saat ia sedang begituan sama wanita lain.. astaga.. ini salah.. ini aneh.. gila.. :o
makasih mas yudi.. emak tutek dan mbak wulan.. :-*

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top