24

tangled-thumb
Aku sudah pernah mencium ratusan cewek. Tidak—anggap saja ribuan. Aku hanya ingat beberapa dari mereka. Tapi ciuman ini? Ini adalah salah satu ciuman yang tidak akan kulupakan dalam waktu dekat.

Dia terasa...Oh Tuhan, aku belum pernah memakai narkoba, tapi aku membayangkan rasanya seperti ini saat pertama kali menghirup kokain. suntikan pertama dari heroin. Sungguh membuat ketagihan.

Bibir kami beradu dan bergerak satu sama lain. Marah dan basah.

Aku tidak bisa berhenti menyentuhnya. Tanganku ada di mana-mana: wajahnya, rambutnya, turun di punggungnya, mencengkeram pinggulnya. Menariknya lebih dekat, sangat ingin untuk merasakan lebih—mengharapkan Kate untuk merasakan persis apa yang dia lakukan terhadapku.

Membutuhkan udara, aku merenggut mulutku dari bibirnya dan menyerang lehernya, aku menikmati dirinya, seperti pria kelaparan. Dan itulah diriku yang sebenarnya—rakus—akan dirinya. Aku menarik nafas saat aku menjilat, menghisap, dan menggigit dari rahang menuju ke telinganya.

Dia merintih dengan suara tak jelas, tapi aku mengerti. Suaranya, liar dan seksi, membuatku mengerang. Dan aroma tubuhnya. Ya Tuhan. Dia berbau seperti...bunga dan gula. Seperti salah satu hiasan berbentuk mawar pada bagian atas kue.

Sungguh Lezat.

Dan tangannya juga tidak tinggal diam. Tangannya mencengkeram bisepku, panas dari tangannya merembes melalui kemejaku. Dia menggoreskan kukunya dipunggungku dan jari-jarinya turun ke bawah pinggang celana panjang longgarku. Pertama menyentuh kemudian menangkup pantatku.

Aku sekarat. Aku terbakar. Darahku berubah menjadi api, dan aku merasa seakan kami akan berubah menjadi asap sebelum kami sampai di sofa. Kate terengah saat aku menarik daun telinganya ke dalam mulutku dan lidahku menari melintasi daging di bawahnya.

"Drew? Drew, apa yang kita lakukan?"

"Aku tidak tahu," aku mengerang dengan suara datar. "Hanya...jangan berhenti menyentuhku."

Kate tidak berhenti.

Dan aku kembali ke bibirnya. Meluncurkan lidahku kedalam mulutnya. Menggesernya masuk ke dalam bibirnya dengan cara yang sama seperti aku sangat ingin meluncurkan kejantananku kedalam tubuhnya yang basah dan siap menyambut. Aku merasa pinggulnya mendorong kearahku. Dan setiap darah yang tersisa dalam tubuhku mengalir ke bawah, membuat kejantananku menjadi lebih keras dibanding yang pernah kualami seumur hidupku.

Berminggu-minggu perasaan rindu dan frustasi mengalir melalui tubuhku. Aku sudah terlalu lama menyikat gigi dengan colgate—dan rasanya seperti sampah.

"Apa kau tahu betapa aku menginginkan ini? menginginkanmu? Oh Tuhan, Kate...aku sudah bermimpi tentang ini...memohon agar ini terjadi. Kau membuatku...ah, aku tak pernah...bisa puas akan dirimu."

Tangannya berada di dadaku sekarang, mengusap, menggaruk, turun di perutku, sampai salah satu tangannya menyenggol bagian depan celanaku, dan aku mendesis dalam kenikmatan murni yang menyakitkan. Sebelum aku bisa menarik napas, Kate membelai kejantananku melalui celanaku, dan aku mendorong ke depan. Segala kendali atau kemampuan menghadapi situasi hilang seketika.

Tanganku naik ke payudaranya, dan Kate melengkungkan punggungnya untuk membawanya lebih dekat, aku meremasnya, dan dia mengerang lagi. tanganku meluncur menuju di mana kutahu putingnya berada, frustasi karena blus dan bra miliknya. Aku ingin menarik dan mencubit payudaranya yang indah, sampai dua puncaknya mengeras. Mulutnya di leherku, mencium, dan aku mengangkat daguku.

Rasanya tidak pernah seperti ini, aku belum pernah merasakan seperti ini, aku belum pernah punya perasaan sebesar ini pada seorang wanita, tidak peduli jika ini adalah campuran dari amarah dan nafsu.

"Drew, Drew aku tidak bisa melakukan ini, aku mencintai Billy." Dia terengah.

Pengakuan Kate tidak mempengaruhiku, seperti yang kalian pikir. Terutama karena salah satu tangannya masih memegang kejantananku ketika dia mengatakannya. Tindakan Kate bertolak belakang dari kata-katanya. Tangan dan pinggulnya menarikku lebih dekat. Membelaiku, memohon lebih banyak lagi.

"Itu bagus, Kate. Silahkan. Cintai Billy. Nikahi Billy. Tapi kumohon...Oh Tuhan...kumohon bercintalah denganku."

Aku bahkan tak tahu apa yang kukatakan. Bahkan aku tak tahu apakah kata-kataku masuk akal. Satu-satunya pikiran yang berdentam di kepalaku seperti melodi primitif adalah:

Lagi!

Aku menurunkan daguku, ingin merasakan bibirnya lagi. Tapi bukannya bertemu bibirnya...bibirku malah menyentuh telapak tangannya. Aku membuka mataku dan mendapati tangannya menutupi mulutku, menghalangiku. Dadanya tersengal, naik dan turun dengan cepat, terengah-engah.

Dan kemudian aku melihat matanya. Dan aku merasa seperti menerima hantaman bola penghancur di dadaku. Karena matanya melebar oleh kepanikan...dan kebingungan. Aku mencoba menyebut namanya, tapi teredam oleh tangannya.

Aku mendengar isakan dalam suaranya saat Kate berkata, "Aku tidak bisa melakukan ini, Drew. Maafkan aku. Billy...pekerjaan ini...ini adalah hidupku. Seluruh hidupku. Aku...aku tidak bisa melakukannya."

Kate gemetar. Dan mendadak, kebutuhanku, nafsuku, dan kejantananku yang masih berdiri tegak semuanya dikesampingkan, di belakang keinginan yang besar untuk menghiburnya. Untuk mengatakan padanya bahwa ini tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja.

Apa pun. Aku akan mengatakan apa pun untuk menghilangkan ekspresi itu dari wajahnya.

Tapi dia tidak memberiku kesempatan. Begitu ia melepas tangannya dari mulutku, ia berlari keluar pintu. Dan Kate menghilang sebelum aku bisa menarik nafas. Aku seharusnya mengejarnya. Aku seharusnya mengatakan padanya tidak apa-apa kalau dia menghentikannya. Bahwa kejadian ini belum—dan tidak akan—merubah apa pun. Meskipun ini satu kebohongan besar, dan kami berdua tahu itu, benar kan?

Tapi aku tidak mengejar Kate, dan alasannya sederhana: Apakah kalian pernah mencoba berlari dengan ereksi mengacung kearahmu?

Belum pernah?

Well, ini nyaris mustahil.

Aku ambruk di atas sofa dan menyandarkan kepalaku. Sambil menatap langit-langit, aku mencubit batang hidungku dengan jemariku. Bagaimana mungkin sesuatu yang sederhana seperti seks bisa menjadi begitu rumit. Aku juga tidak tahu.

Ya Tuhan, kejantananku begitu keras—Aku ingin menangis—Aku akan mengakuinya. Aku tidak malu. Aku ingin menangis oleh rasa nyeri yang berdenyut di selangkanganku karena tidak mendapat pelepasan. Gagasan pergi keluar dan menemukan pengganti Kate bahkan tidak pernah masuk ke dalam pikiranku. Karena kejantananku tahu apa yang baru saja disadari oleh otakku.

Tidak ada pengganti untuk Kate Brooks. Bukan untukku. Bukan sekarang.

Aku menunduk menatap tonjolan yang ada di pangkuanku. Tonjolan yang tidak menunjukkan indikasi akan segera turun dalam waktu dekat.

Ini akan menjadi malam yang sangat, sangat panjang.

***

Edit: +portalnovel

Poskan Komentar

24 comments

:a
:))
Kasian ya,gak tersalurkan.
Makasih ayank Yudi :e

thanks pn..haha..drew tahan dulu y.??

bwahahahaha seribu juta kali!sk kate!yeay.thx admin

drew kali kali yaa digituin..kan kate spesial *nasgor kali spesial* ;))

waahh..udah tayang nih...

Thankies yo mas...

:a :b :c :d :e :f :g :h :i :j :k :l :m :n :o :p :q :r :s :t :u :v :w :x :y :z

#smuanya dpajang...wwkwkkwwkkw

:)) :a
kacian deh........

wwkwkwkwk..
Blueballs all nite long??? Sungguh menyakitkan...

Whuahahahahaahahahhahhahaaa...

Hmm...Drew mulai sadar kalo Kate tak tergantikan :p

ya ampun kasian drew udah mencapai puncaknya tiba " jatuh tanpa di duka jg, sabarrr belm saatnya drewww

Drew...yg sbr yah..haha

"Apakah kalian pernah mencoba berlari dengan ereksi mengacung kearahmu?" ini sumpah kocak abis bikin ngakak aja bacanya, huhu kok pendek yaa ? Apa perasaan aja ? Sabar yaa Drew ga tersalurin gairahnya :i

ini pendek... Huhuhu.. Kasian drew,, huh.. Gak bisa ngebayangin betapa berdenyutnya kau..sabar sayang... Kate spesial makanya nunggu waktu yg spesial pula. Thnks banget PN..

Hehehehehehehe drew apa adanya,,

Bab ini singkat tp bkin nagih...waaah, 2 hri lagi...thx PN
:d

Bab ini singkat tp bkin nagih...waaah, 2 hri lagi...thx PN
:d

:k pasti nyeri bgt :))

Hah? Blue ball again maskuuu? Kasiaaannnnn *pukkpukkk bntr, sabar yacchhhh setelah malam ini lewat kan segera sembuh kok *eh ... Haha #peace


:e

Drew ohhh blueballs?kacian ~X

mas dreeewwwww :) :-p

makasih PN

Kasihan skli kamu drew.. :'(
Makssiiiii mas yudi :-*

kasian kate,, d sisi lain dy cinta tunangan'y, dsisi lain, dy jga ingin andrew..

Ak sedih liat andrew
thank mz yudi

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Dlm rangka vote lomba cerpen komen anonim sementara kami disable.

 
Top