37

bj-thumb
Kenyataan bahwa diagnosanya adalah suamiku impoten, iya IMPOTEN, bukan important – Disfungsi Ereksi nama kerennya - membuatku bingung. Di luar perkiraan. Diluar skenario.

Perlu beberapa hari bagiku untuk mencerna lagi kejadian ini.  Suatu kerumitan bagi seorang gadis tidak berpengalaman sepertiku.

"Ben…..kalau boleh tahu…..apakah kamu pernah ke dokter?" aku bertanya hati-hati, masalah ini adalah kiamat kecil bagi seorang laki-laki, yang menjadi kiamat besar bagi pasangan wanitanya…..

"Pernah, tapi nggak berhasil…semua obat juga pernah aku pakai….." Benny menjawab lemah. "Aku sudah putus asa Liana…..maafkan aku….."

Aku memeluk Benny-ku erat, merasakan kerentanannya, kegalauannya…..

"Nggak ada yang perlu dimaafkan Ben. Aku mengerti, kita coba untuk mencari solusinya nanti…." Aku menghibur matahariku yang redup….

"Mama Lia dan papa tahu masalah ini Ben?" tanyaku lagi.

"Nggak, aku terlalu pengecut untuk memberitahu mereka. Makanya aku memanipulasi darah perawan kamu Liana, pakai darah dari jempol tangan yang aku tusuk pakai jarum…" Benny menyingkap teka-teki kecil setahun yang lalu.

"Jangan khawatir Ben, kita pasti bisa melalui ini…." Aku tersenyum memberi semangat.

"Makasih Liana, aku sekarang merasa lega sudah berterus terang sama kamu…..Aku terlalu takut kamu akan pergi dari sisiku karena ketidak mampuanku ini….." Benny memelukku. "Maafkan aku sayang…." Benny berbisik di telingaku.

Kami berpelukan lama sekali, tapi otakku terus berputar. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Positive thinking.

Jadi setiap kali aku punya waktu setelah bersosialisasi dengan mamer, aku cepat-cepat masuk kamar, menjelajah dunia maya yang berisi informasi tidak terbatas. Ku ketik kata kunci di jendela mbak gugel: impotensi pada pria

Buka artikel – baca – bikin catatan.
Buka artikel lain – baca – bikin catatan.
Buka artikel lainnya lagi – baca – bikin catatan.

Siap membuat rencana berikutnya.

Hmmmm….

KEDUA: APA PENYEBABNYA?
AKU HARUS TAHU SEJAK KAPAN DIA MENYADARI MASALAH INI DAN MENCARI TAHU PENYEBABNYA.

CARANYA: MENANYAKAN LANGSUNG KE BENNY


Sip. Aku mulai merangkum daftar pertanyaan buat Benny.

###

Aku menunggu Benny pulang dari kantor, siap-siap dengan beberapa pertanyaan.

Setelah melakukan ritual penyambutan seorang istri untuk suaminya yang baru pulang kerja, aku mulai memijat bahunya. Benny tersenyum, memelukku.

"Aku bangga punya istri seperti kamu Liana….kamu sangat tahu bagaimana melayani suami…"

Aku balik memeluk Benny.

"Kita coba mengatasi masalah kamu sama-sama ya Ben….aku juga nggak mau kamu tersiksa terus……"

Benny hanya mengangguk. Aku lanjutkan memijat pundaknya, sesekali meremas-remas rambutnya.

"Sejak kapan kamu mulai merasa mister Pi kamu pingsan terus?" aku mulai memasukkan pertanyaanku dalam percakapan kami.

"Sejak puber, kelas 1 es em pe. Teman aku yang lain heboh menceritakan mister Pi mereka yang selalu tegak berdiri setiap kali melihat cewek bohay atau gambar porno…tapi aku nggak pernah merasa mister Pi ku seperti yang mereka ceritakan….Di leher Li, tekan lebih keras, kaku banget rasanya…."

Benny bercerita sambil memberikan instruksi pijatan.

Aku memindahkan tanganku ke lehernya.

"Tapi kamu merasa terangsang gak Ben?" aku tekan saraf utama Benny di leher, aku urut sampai ke pangkal kepalanya. Benny terlihat menikmatinya.

"Iya sedikit, nggak sedahsyat waktu lihat kamu telanjang waktu itu Li…aku sangat bernafsu waktu itu, tapi entah kenapa mister Pi – ku tidur dengan nyenyak…."

Aku tersenyum di belakang Benny, kuciumi leher belakangnya dengan gemas. Benny menoleh, mengejar bibirku…

Aku pura-pura menghindar, tapi langsung mengulum bibirnya yang berasa semanis buah lengkeng…..

Aku lanjutkan memijat lehernya, sambil mengingat-ingat  apa saja yang aku harus tanyakan.

Tentang rokok, hmmm, suamiku bukan perokok.

"Kamu pernah cek gula darah kamu Ben?"

"Pernah, normal," jawab Benny.

Bukan diabetes.

"Kalo keluarga kamu ada bakat penyakit berat seperti kolestrol atau ginjal, sakit jantung, Parkinson, hipertensi, stroke, kanker de el el gitu, Ben?"

"Kamu tuh kayak agen asuransi aja nanyanya. Papa Hipertensi, tapi sekarang dah normal. Mama ada sedikit kolestrol. Kalau aku, hmmm…panu stadium 4, Li!"

Aku gigit bahu Benny mendengar dia menggodaku.

Aku tarik kepalanya hingga terlentang di pangkuanku. Aku mulai memijat, me-relaksasi wajah mulusnya seperti yang selalu dilakukan karyawan salon langganan mamer.

Benny memejamkan matanya, menikmati setiap pijatan jariku di seluruh wajahnya.

"Kamu pernah di operasi ga? Prostat kek, atau di kandung kemih, di usus besar atau di pembuluh darah utama?"

"Nggak pernah."

Kata salah satu artikel, kegagalan ereksi penis karena pembuluh darah yang ke arah penis tidak lancar. Salah satu hal yang bisa melancarkan pembuluh darah adalah olahraga. Benny selalu main bulutangkis tiap Selasa malam dan berenang tiap Jumat malam. Seharusnya lancar dong….pikirku.

Aku menarik-narik rambut di kepalanya secara tidak beraturan. Pengalaman pribadi mengatakan, hal ini akan membuat kepala terasa lebih 'ringan'.
   
Benny terlihat sangat rileks….

Pijatanku berpindah ke tangannya. Jarinya aku tarik satu persatu hingga mengeluarkan bunyi di sendi-sendinya.

"Lagi banyak kerjaan di kantor ya Ben?"

"Hmmm." Benny mengangguk.

"Stress ya Ben?"

Benny menggeleng, "Nggak juga…udah terbiasa…" jawabnya singkat.

Aku yang mulai stress…..

Aku tercenung, sebenarnya mengharapkan ada salah satu pertanyaanku yang akhirnya mengarah ke penyebab impotensinya, kalau semua baik-baik saja, apa dong penyebabnya? Kerasukan??

Tidak pernah aku dengar sebuah penis kerasukan setan yang doyan tidur…..

Aku mengingat-ingat lagi, hal yang mungkin menyebabkan impotensi ini, hmmm, alkohol dan ganja…..tapi aku yakin Benny tidak pernah mengkonsumsi barang ini, tidak ada indikasi sedikitpun suamiku seorang pecandu.

Ok, satu pembuktian lagi!

Aku mengambil bantal dan menyelipkannya di bawah kepala Benny, menggantikan pahaku.

Aku meringsuk, mendekati pangkal pahanya. Benny terkejut ketika aku tiba-tba menarik lepas celana pendeknya.

"Ssst…diam…..lagi pengen ngobrol sama mister Pi " Aku berkata serius. "Pejamkan mata kamu Ben, bayangkan sesuatu yang erotis…..nikmati Ben…."

Aku membuka baju atasanku.

Aku menunduk, bibirku menghampiri mister Pi nya yang terkulai lemah. Aku sentuhkan kedua bukitku di pahanya. Pinggulnya bergerak, memberi reaksi.

Mulutku mulai meraih batangnya, aku kulum dengan sejuta perasaan…….kalau loyo aja membuat aku merasa ada yang berputar-putar dalam perutku, apalagi kalau sudah tegak perkasa ya?

Aku hisap seluruh batangnya, aku elus bagian dalamnya dengan ujung lidahku. Hore! Ada sedikit reaksi…batangnya mulai terbangun, seperti balon yang mulai diisi udara pakai sedotan, pelan….pelan…pelan…

Sebagai panduan, otakku mengingat-ingat jenis indeks ereksi: loyo seperti peuyeum singkong bandung kematengan, agak keras seperti pisang mateng, lebih keras seperti sosis bockwurst, lalu keras banget seperti timun Jepang…..

Mister Pi Benny sekarang ada di indeks….agak keras seperti pisang mateng…eh bukan…loh.. loh… loh… kok jadi loyo seperti tape singkong?? Aku merasakan batang Benny perlahan tapi pasti pingsan dengan sukses lagi dalam mulutku…..

Setelah beberapa saat tidak ada perubahan lagi di penisnya, aku kecup kedua bolanya yang menggantung pasrah.

Benny masih memejamkan matanya, telapak tangannya mengepal kencang sampai terlihat buku-buku jarinya memutih!

Aku menaiki badannya, mencium lehernya, memeluknya erat….

"Bersambung ya sayang…." bisikku mencoba mencairkan es yang meliputi wajahnya.

Butuh satu tes lagi. Besok pagi harus aku kerjakan.

Kupakaikan selimut untuk kami berdua, masing-masing terdiam, terpaku…..

###

Pagi subuh ini sengaja aku nyalakan weker setengah jam lebih awal dari jam biasa aku bangun. Setelah mandi, dandan, aku baca artikel lagi.

…………….

Yak!

Aku mendekati Benny yang masih tidur telentang dengan dengan pulas…..perlahan aku duduk didekat pahanya. Dengan sangat perlahan aku tarik karet celana piyamanya…..aku harus melihat mister Pi nya bangun atau tidak.

Kata Suhu Gugel, mister Pi laki-laki normal akan bangun tegak menantang langit, bukan karena keinginannya untuk buang air kecil sebenarnya, tetapi berhubungan dengan lancarnya peredaran darah ke arah mister Pi selama tidur yang pulas.

Aku tahan karet celana piyamanya dengan tangan kiri, sekarang tinggal menarik karet celana dalamnya saja.

Aku berusaha tidak menyentuh kulit perut ataupun rambut pubis dia.

Berhasil!

Aku sudah mengangkat cd nya!

Aku menunduk, mengintip……ternyata…….mister Pi nya……. tidur sama pulas nya seperti Benny!

Aku kembalikan posisi celananya ke semula. Lalu berpikir keras.

Ok. Kesimpulannya: impoten yang di derita Benny sudah absolute! Artikel mengatakan, DE yang berlangsung lebih dari 6 bulan, itu sudah pertanda bahaya, Benny 20 tahun…..armagedon!!

Sekarang aku harus mengumpulkan informasi apa saja yang bisa dilakukan untuk menghentikan gencatan 'senjata' yang tidak perlu ini.

Beberapa kali aku mengajak Benny ke dokter lagi atau mencoba minum obat atau ramuan, tapi Benny selalu menolak.

Harus memakai cara lain!

###

Setiap pagi di depan kompleks perumahan rumah Benny ada penjual sayur keliling. Mamer kadang menyuruhku untuk berbelanja ke Mpok Saidah – si pedagang sayur keliling itu.

Seperti pagi ini aku semangat sekali memilih beberapa sayuran bersama dengan 3 orang ibu-ibu yang lain.

Aku tersenyum kecil sembari menyapa mereka semua.

Khas ibu-ibu, belanja 1 macem aja perlu waktu 30 menit. 1 menit buat ngambil belanjaan dan bayar, 29 menit sisanya buat ngegosip.

Satu percakapan membuatku tertawa geli dalam hati:


Mpok A: "Ngomong-ngomong khinatan anak lu minggu kemaren kok kagak jadi sih pok?"

Mpok B: "Iye, kagak jadi. Padahal gue udeh siapin kambing dua, tenda ame korsi udeh numplek di rumah. Baju baru buat si otong dah gue siapin!"

Mpok C: "Nah, pan udeh siap, emang ade ape?"

Mpok B: "Si mantri kagak mau nyunatin anak aye!"

Mpok A: " Eee…..Belagu amat tuh mantri yak!"

Mpok C: "Emang dia kagak kasi lu alesan?"

Mpok B: "udeh sih….si Mantri udeh siap-siap ngegunting burung si otong waktu itu. Trus  tiba-tiba dia keluar kamar, teriak ame aye: mpookkk anak elu tuh kegendutan!!! Apanye nyang mau digunting??? Dipegang aje suseh!!!"

Mpok A+C: (muka ke abu-abuan  nahan ketawa)


Aku ingin ngakak, tapi mengingat harus jaga perasaan tuh mpok, aku pasang muka dingin, walaupun perut rasanya kayak di obok-obok kegelian…..jagung sayur yang imut seakan-akan burung mungilnya si otong di mataku…..

Mataku menjelajah ke segala penjuru gerobak sayur. Begitu melihat terong, aku teringat Mama di rumah yang masakan balado terongnya uennaaakk banget! Aku akan minta mbak Ina masakin, biar Benny juga nyobain nanti malam.

Lalu aku ambil cabe besar dan bumbu-bumbu pelengkapnya, dan beberapa lauk sebagai teman. Tiba-tiba aku dengar 'kata kunci' dari percakapan para ibu itu lagi, yang sangat tidak asing di telingaku. Loyo! salah satu dari mereka mengatakan "loyo". Diam-diam aku mendekat ke arah mereka, aku pasang kuping seperti mulut ikan sapu-sapu nempel dikaca akuarium…

"Bener mpok….kasihan pan si Wati itu…."

"Kebanyakan makan terong…."

Mereka tertawa mesum.

Terong??

"Tapi bener pok, kebanyakan makan terong tuh bikin lemes senjata suami kite lhooooo."

What?!?!

Pelan-pelan dan terorganisir rapi, aku letakkan kembali semua terong-terong ungu yang cantik dalam pelukanku….goodbye terong…..demi keamanan bersama……

"makanya aye sering masak leunca, wuih…..tancep gas terus…."

Mereka terkikik bersama. Aku lirik ibu itu memperlihatkan sayuran yang dia pegang.

Aku pura-pura mencari sesuatu di dekat dia…. yes! Masih ada seplastik. Sip. Menu hari ini adalah leunca. Aku pernah beli di warung nasi dekat rumah, dulu.

"Hei, tumben belanja nih…." Sebuah suara tepat disampingku.

Aku menoleh. Seorang wanita muda, lebih muda dari kelompok ibu-ibu rumpi dekatku.

Aku tersenyum.

"Aku Liana, C-18 depan itu." aku memperkenalkan diri.

"Aku Rista, C-11." wanita itu juga memperkenalkan diri.

Merasa seumuran, percakapan kami 'nyambung'. Akhirnya aku ada teman di sini.

Aku merasa sudah kenal lama dengan yang namanya Rista ini, orangnya 'nyambung' kalo ngobrol. Suaminya adalah kepala cabang sebuah bank swasta nasional.

Mereka punya bayi kembar cewek.

Setelah ngobrol pendek dan saling tukar nomer telpon, aku cepat pulang ke rumah.

Oh dewa leunca….tunjukkan kekuatanmu….!!

Aku memberi beberapa instruksi ke mbak Ina untuk mengolah dan menyisakan seporsi untuk Benny nanti malam.

Somehow, mbak Ina nyengir memegang sayur leunca itu…aku bengong, segitu kuatkah pesona leunca?

Walaupun informasi ini bersumber dari pihak yang kurang bisa dipertanggung jawabkan, namun semua usaha dan cara harus ditempuh!

###

Program sehat bersama leunca gatot – gagal total!

Benny marah – marah karena setiap hari selalu ada si hijau sayur leunca di meja…hampir sebulan….terakhir kali dia walk out dari meja makan, karena mau muntah!

"Kamu lagi ngidam Liana?" mamer bertanya begitu melihat di atas meja ada leunca – lagi.

Aku hanya nyengir "Nggak Ma, cuma lagi pengen."

"Liana, kapan kalian merencanakan punya anak? Kalian sengaja KB?"

Aku tertunduk, agak bingung untuk menjawab.

"Nggak ma, nggak pakai kb-kb an."

"Iya, baguslah. Kamu kan tahu Benny sudah mau 35 tahun sekarang, jangan terlalu telat hamilnya…." mamer menguliahiku.

Aku mengangguk perlahan. Bagaimanapun, kehormatan suami harus aku junjung tinggi….itu pelajaran mamaku. Aib suami adalah aibku juga…


Poskan Komentar

37 comments

thanx mas mimin&mb ky

sabar ya liana,
thanks mbak KY and mas mimin *lope*

thanks semuanya...

antara geli dan kasihan.,
dukung dah program sehat ala liana. Wkwkwkkk

ngakak.com
gokil abiiissss...
sabar y liana,smoga berhasil ntar
wakakkakakkaaa
tks smuanya

Bahasa lucu n critae mengalir.... Wah klo mr.p lemes terus bs berabe tuh... Hahahaha tetap ◦°•§έέmŪáªЙga††◦°•(`-´)ง liana... Wkwkwkwk makasih mas n mbak admin

Positifnya bnr2 thingking hehehe

Makasih makasih

Yaaah

Bnrn g bs ini?

Waduh ben, ben

Ayo dong brobat.

Wwakakkkkkk....ironis tp di kemas komedi... mbak KY jenius bgt sich meramu cerita, bisa memgambarkan karakter "Liana" yang polos umur 19 thn dengan bahasa cerdas tapi segar ini namanya cerita "berbobot"....Thanks Miss KY & Mas mimin

Hahahah
Sumpah, lucu banget mb kaye
Kesian tapi lucu juga hihihihi

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

kasian bgt liana... ,
Positive thinking

Maju terus...
Pantat eh pantang mundur liana
Jd penasaran nich.....
Mksh mba KY....

Liana kocak abiss...xoxoxo.;D

mas yudi mb kaye tengtengku.':)

Bukannya sisi negative buah leunca dipercaya menurunkan kadar sp*rma ya... so di jadikan u/ kontrasepsi hehehe

inti cerita ini adalah, bsok suami tersayang aq ksh leunca ah..

trims mba ky...sumph crita belahan jiwa mba yg is te best dr jdul crta mba yg laen. ketawa ngkak dan sedih juga. trms mas yudi

hadeuh,leunca oh leunca.wkakakak

eh liana terong malah bikin tancap abieeezzzz lhoo... :-P

sumpah ngakak mulu
sampe hubby lirik2 :-D
(tenang sayang istrimu masih waras wkwkwkwkwkwkek )

thx mas yudi n mbak KaYe yg makin gokil...

eh liana pake rebusan putri malu aj djamin tokcer tp syaratna jgn dpegang ea :-D

sumpah ngakak mulu
sampe hubby lirik2 :-D
(tenang sayang istrimu masih waras wkwkwkwkwkwkek )

thx mas yudi n mbak KaYe yg makin gokil...

Eh..ada bpk- bpk ikutan komen !!!
Peristiwa langka nih hehe..

Tengkiu mba kayr n mas yudi
Leunca thu sayur apa sih?? Daku koq gak tau.
..

Liana hebat positive thinking trs..†ђąηk ўσυ mba KY n mas Yudi

Tetep semangat ya Liana :)

Duuhh,,mb kaye~~
Aku ga tahan jd silent rider di ceritamu yg ini.ga ada kalimat lain selain serruuuuuuuu

Duuhh,,mb kaye~~
Aku ga tahan jd silent rider di ceritamu yg ini.ga ada kalimat lain selain serruuuuuuuu

Duuhh,,mb kaye~~
Aku ga tahan jd silent rider di ceritamu yg ini.ga ada kalimat lain selain serruuuuuuuu

Duuhh,,mb kaye~~
Aku ga tahan jd silent rider di ceritamu yg ini.ga ada kalimat lain selain serruuuuuuuu

selalu ngakak nih..
kasihan yah benny dan lia, moga bisa dapt sosuli scpt'y..
makasih mbk KY dan mas yudi....

Parah!!!!
Gokil abieeesss!!!
Dilema bgt nih si liana..
Kasian..
#tapi Ъќ>:/ berhenti senyum ngebayangin nya..
:D
Thank u so much buat mbak KY and mas mimin..
Luph u all..

wait,,,Rista yg di C-11 itu bukanny si Adys pan??? #mikir,,,

Makassiih mbak KaYe,,,mas Yudi,,
Makassiih smuanyaaa,,,

wait,,,Rista yg di C-11 itu bukanny si Adys pan??? #mikir,,,

Makassiih mbak KaYe,,,mas Yudi,,
Makassiih smuanyaaa,,,

sumpah gak bisa tahan tawa sampai sakit ini perut ..

semangat liana tapi jangan terus2an makan leunca

makasih mbak K.Y ceritanya sangat menghibur banget

gak sabar nunggu kelanjutanya

pertanyaan ku adalah apakah penyakit impoten bisa di sembuhkan? mbak mimin klo tau jawa ya ,hehehehh

=DH̶̲̥̅̊α̩̩̩̩̥ά̲̣̥α̇̇̇..h̶̲̥̅̊α̇̇̇ɑ̤̥̈̊α̣̣̥..​​​​H̶̲̥̅̊α̩̩̩̩̥ά̲̣̥α̇̇̇ɑ̤̥̈̊=D ... Bab ini seru bgt mba KY.. Benny sma Liana hrs sma2 brusha mcri jln mngobati Mister Pi spya ga pingsan trus.. Dokter, Herbal, pijat smua dech... Smoga berhasil ya Liana...

waduuhhh ...baca ini langsung ngakak !!lucu yah klo si benny di kasih leunca ampe muntah gitu hihihi ...
tanks mba ky ...di tunggu part slanjutnya

waw...menarik...ditunggu lanjutannya

benarkah makan terong bikin itunya cowok lembek?. hmmm, bagaimana ya caranya supaya mister Pi benny sadar.. hmmmm..
nah lho kok aku jadi ikutan strees mikirinnya.. :D

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top