19
1h3s-thumb

Magnus memang benar, pindah ke apartemen Magnus sangat membantuku memulihkan sisa-sisa luka hati.

Suasana baru dan kehadiran Magnus disisiku setiap hari mencerahkan warna rona-ku.

Mora juga terlihat sangat menikmati lingkungannya. Setiap sore Mora selalu bermain di playground yang ada di lingkungan apartemen.

Sudah sebulan lebih aku di apartemen bersama Magnus, banyak sekali hal yang aku baru ketahui tentang dia.

Makanan apa yang dia sukai, kebiasaan sehari-harinya, hal-hal yang dibencinya, keromantisannya…….

Sore ini Magnus pulang tiba-tiba. Wajahnya berseri-seri, mencium tengkukku mesra.

"Mag! Aku belum mandi, nih masih bau!" aku kegelian dan mencoba mengelak. Magnus nggak perduli, bahkan meletakkan di meja dapur pisau dan sayur bayam yang sedang aku pegang.

Magnus memutar tubuhku, menghadapnya.

Aku mengerjabkan mata melihat dia menyodorkan sebuah kotak panjang dengan bahan beludru berwarna soft pink.

"Apaan Mag?" tanyaku penasaran.

"Bukalah."  Magnus menyuruh Aline.

Aku buka celemek dapur, duduk di sofa ruang tamu. Magnus mengekor dan duduk di lengan sofa tetap di belakangku.
   
Dalam hati teruntai doa indah…..

Aku buka kotak pink itu perlahan……di dalamnya ada bunga mawar warna pink, masih lengkap dengan tangkai tunggal dan dua lembar daun hijau.

Tapi bunga ini sudah kering, walaupun warnanya masih terlihat jelas.

"Mag, ini….?"

Magnus tiba-tiba berjongkok di hadapanku. Mata indahnya menatapku mesra.

Duniaku terasa berhenti berputar!

"Mawar ini adalah mawar yang sama ketika dulu aku berniat menyatakan cinta ke kamu Aline……saat kamu masih kelas 1 SMA….aku mengawetkan bunga mawar itu…aku nggak pernah sanggup untuk membuangnya……."

Aku terbelalak kaget!

"Oh Mag….." aku kehabisan kata. Mataku berkaca-kaca, membelai kelopak bunga yang terlihat kering rapuh….

"WOULD YOU MARRY ME, ALINE?"

Aku membelalakkan mata, air mata jatuh nggak tertahankan lagi. Magnus mengeringkan air mata yang mengalir di pipiku dengan tangannya.

Aku hanya mengangguk – berkali kali, memeluk leher Magnus erat……

Magnus tersenyum lebar, mencium bibirku dengan serakah!

Bibir kami berpagutan lama sekali. Tangan Magnus mulai menggerayangi dadaku. Tangannya yang lain membelai pinggulku, lalu menelusup masuk ke dalam celana dalamku.

Magnus tersenyum puas melihat aku sudah siap menerima dia! Aku selalu siap untuk dia….

Magnus menurunkan celana dalamku, mendudukkan aku di sofa, menyuruhku bersandar. Lalu dia menekuk kedua lututku, hingga pangkalku terbuka lebar.

Dia mendekatkan mulutnya ke pangkalku, kedua tangannya membuka lebar-lebar area itu.

Ketika lidahnya menyentuh clit dan liangku, aku mengerang keras, rasa nikmat yang luar biasa membuatku lupa kami tengah berada di ruang tamu!

Dia memasukkan kedua jarinya ke dalam ku, menekan intens titik kenyamanan disana.

Perpaduan luar biasa antara lamaran, permainan lidah dan jarinya, membuatku merasa mendapatkan 'Jackpot' hari ini!

Aku mengerang lebih keras lagi, ketika klimaks menyambutku, aku tarik rambut kepalanya keras!

Aku terkulai dalam kepuasan.

Magnus melepaskan celana panjang nya sendiri, sekaligus underwear-nya. Dengan sekali dorongan dia memasukkan dirinya dalam diriku yang masih dengan posisi yang sama.

Aku tersenggal – senggal lagi merasakan lubangku yang penuh.

Magnus mengatur ritmenya, Aku tenggelam lagi dalam hitam matanya. Sesekali bibirnya memagut bibirku dan tangannya bergerilya di dadaku yang tertutup.

Kami mencapai klimaks bersamaan…..

Aku merasa badanku 'ringsek' oleh gempurannya sore itu.

Tiba-tiba Magnus mengangkat tubuhku.

"Mag! Mau kemana?" jeritku.

"Mandi bareng….." Magnus mengeluarkan senyum nakalnya, matanya masih kelam hitam. Ohhh Pinus-ku……

###

Hari Minggu, Magnus mengajak aku dan Mora jalan-jalan. Magnus nggak memberi sedikit petunjuk pun kemana dia akan membawa kami.

Ketika dia berbelok masuk ke sebuah real estate di daerah selatan, aku makin bingung.

Magnus berhenti di depan sebuah rumah besar, dua lantai,  berwarna kombinasi warna Salem dan Merah maroon. Aku bertanya-tanya dalam hati rumah siapa yang kami datangi hari ini.

Magnus menuntun tangan kananku, jemari nya memainkan cincin pernikahan kami tiga bulan yang lalu.

Mora molompat-lompat kegirangan melihat sebuah mainan ayunan dan seluncuran yang ada di halaman.

Di depan pintu, Magnus merogoh kantong celananya, menyodorkan sebuah kunci ke tanganku.

"Silahkan dibuka pintunya, Mrs. Magnus Dinata. Selamat datang di rumah baru kita…."

Aku terperangah, mengangah melihat dia….

Magnus tersenyum melihat kekagetanku.

"Mag….ini….."  aku nggak sanggup melanjutkan kalimatku.

"Rumah kita sayang…..ayo bukalah…." Magnus mencium kepalaku menenangkan.

Aku agak gemetar ketika memutar anak kunci ke pintu rumah itu.

Sebuah rumah yang luas bagiku, perabotan di dalamnya sudah lengkap. Semua ruang sudah memiliki furniture masing-masing!

"Kalau ada yang kamu nggak suka, kamu boleh menggantinya sesuai kemauan kamu Aline….Aku sendiri yang mendesign rumah ini untuk kita….."

Aku hanya mampu menggelengkan kepalaku….Semuanya terlihat indah….

"Aku suka banget, Mag, banget!" aku mulai bisa tersenyum. Aku peluk Magnus dan memanggut bibirnya dalam.

"Ayo aku tunjukkan semua ruangan disini!" Magnus menarik tanganku dan menggendong Mora.

Mulai menunjukkan ruang tamu, ruang keluarga, dapur basah, dapur kering, kamar mandi tamu, ruang tidur untuk tamu…..

Di sebuah kamar besar bernuansa pink, Magnus menurunkan Mora. Berjongkok dan menunjukkan kepada Mora sebuah istana plastik mainan di sudut ruangan.

"Ini kamar tidur Mora, Aline."

"Oh Mag, ini sangat indah!" aku mengagumi design kamar Mora yang sangat imajinatif.

Kami meninggalkan Mora di kamarnya bersama pengasuhnya.

Magnus menarik tanganku, menunjukkan dua ruangan lainnya.

"Ini untuk anak kita yang ke dua dan ke tiga….Aku ingin rumah ini ramai Aline…."

Aku tersipu malu mendengar kata-kata Magnus.

"Sekarang ini yang terakhir….kamar kita Aline….."

Sebuah kamar dengan dinding berwarna kuning pucat, perabotan kayu berwarna coklat tua.

Aku menutup mulutku, nggak bisa berkata-kata lagi….

Sebuah foto berukuran kanvas, foto pernikahanku dengan Magnus + Mora sebagai pengiring terpajang dengan manis di atas tempat tidur.

Bahkan di meja rias sudah tertata rapi semua alat kosmetik yang biasa aku pakai.

"Kita akan pindah segera dalam beberapa hari ini Aline…." Magnus mengecup punggung tanganku…..

####

Sejak pindah ke rumah baru, usaha Magnus makin berkembang pesat. Banyak proyek-proyek besar yang dia tangani sekarang.

Beberapa kali Magnus mengajak aku dan Mora ke kantornya. Pandangan mata beberapa karyawan wanita disana memandangku dengan tatapan ilmu-pelet-apa-sih-yang-dipakai-wanita-ini-??

Dengan bangga aku berjalan disisi Magnus yang nggak pernah melepaskan genggamannya dari jariku.

Pagi ini aku berdiri tegang di kamar mandi sendirian. Di depanku ada sebatang alat tes kehamilan dan segelas kecil urine yang baru saja aku celupi alat itu. Aku deg-deg an menanti hasilnya……

Sejak pindah ke rumah baru aku belum mendapatkan  'tamu bulanan' ku…..

###

Setelah tahu hasil tes ku, aku buka account emailku, sebuah pikiran iseng melintas. Aku merogoh-rogoh lemari pakaianku, mengambil sebuah kotak kecil tersembunyi di sudut.

Aku buka dan sedetik aku merasakan panas di wajahku…

Bola kecil yang kenyal, dengan benjolan-benjolan kecil diseluruh permukaannya…..aku menemukan ini di kamar Magnus ….Aku pernah memakai ini dulu…..

Aku mengulum bola itu, membasahi seluruh permukaanya, dan mencari angle yang sempurna untuk difoto.

Dengan perasaan tegang, aku kirim fotoku yang terlihat erotis……ke email pribadi Magnus, langsung ke smartphone dia.

Aku lihat jam dinding menunjukkan waktu jam sepuluh pagi. Magnus sedang meeting dengan para kepala divisi mengenai proyek baru mereka. Aku tahu itu karena semalam Magnus bercerita tentang mega proyek yang sudah dia dapatkan dengan susah payah.

Nggak sampai dua menit, aku mendapatkan email balasan Magnus!

"O o…….." aku agak ketir membuka email balasannya. Marahkah dia atas tindakanku?


MRS. MAGNUS DINATA, KAMU SUDAH BERHASIL MEMBUAT MR. MAGNUS KEHILANGAN KONSENTRASINYA.

AKU AKAN PULANG SESEGERA MUNGKIN, DAN AKAN LANGSUNG MENGAJARI KAMU DIMANA BOLA INI SEHARUSNYA BERADA! 


Oh my….ancamannya sungguh membuatku tergelitik, darahku mendesir kencang…

Aku memencet tombol reply.


MR. MAGNUS, AKU SELALU SIAP MENGIKUTI PELAJARAN INI, AKU AKAN MEMBERI  EKSTRA XXX KALAU KAMU BISA SAMPAI DI RUMAH SEBELUM JAM 12 SIANG! DARI MRS. MAGNUS DINATA YANG SEDANG BASAH……


Aku membayangkan ekspresi Magnus membaca pesanku. Nggak berhenti aku tersenyum sendiri memikirkannya.

Nggak ada balasan dari Magnus setelah itu. Mungkin dia sedang serius di tengah meeting yang penting itu.

Jam sebelas siang lebih, aku memanggil pengasuh Mora, menyuruh dia untuk mengirimkan sekotak makanan hangat untuk makan siang Mora di sekolah.

Aku sedang di kamarku membaca majalah  ketika pintu kamar di buka tiba-tiba!

MAGNUS DATANG!

Dia terlihat misterius, dasinya sudah terlihat longgar, dan matanya…..sehitam jelaga….

Aroma Pinusnya semakin tajam…

"Kamu kan sedang meeting, Mag?" tanyaku bingung.

"Well, aku harap Mrs. Magnus menepati janjinya untuk pelajaran ekstra yang dia janjikan karena aku meninggalkan 15 orang di ruang meeting tiba-tiba dan tanpa alasan! I hope it's worth!"

Magnus menyeringai, menyentak lepas dasinya dan melemparkannya asal.

Oh my…..

"Dan aku menunggu petunjuk dari Mr. Magnus yang selalu membuat Mrs. Magnus bergairah, tentang posisi yang tepat meletakkan bola kenikmatan itu…." Aku mendesah menggoda.

Magnus menggeram dan langsung memberiku ciuman panas di bibirku. Aku mambalas menghisap lidahnya kencang.

Satu persatu aku buka kacing baju kemejanya, ikat pinggangnya dan memelorotkan celananya ke bawah. Kejantanannya yang selalu membuatku puas berdiri kencang.

"Aku akan memberi pelajaran ekstra itu Mr. Magnus. Anda hanya perlu diam dan menikmati saja….." aku berbisik dengan desahan di telinganya. Matanya menyipit makin gelap….

Aku dorong tubuh telanjangnya ke ranjang kami. Lalu aku mulai melakukan fellatio

Berkali-kali Magnus mendorong kepalaku agar seluruh batangnya berada dalam mulutku.

Aku menggerak-gerakkan lidahku disepanjang urat batangnya, dengan iraman tetap. Magnus semakin menggelinjang, dan akhirnya kurasakan aliran deras menyemprot tenggorokanku.

Magnus melenguh mendorongkan batangnya lebih dalam lagi!

Aku telan semua semen yang ada di mulutku, mengingatkanku aroma buah alpukat mentah……

Magnus menatap liar kepadaku yang sedang mengusap mulutku dengan tangan.

"Mana bola itu?" tanyanya langsung.

Ini dia.

Aku menyerahkan bola kenyal itu ke Magnus, lalu membuka helai demi helai pakaianku sendiri hingga telanjang bulat.

Magnus menyentuhkan jarinya ke pangkalku.

"Aku puas kamu selalu siap Aline. Sekarang tengkurap!" Magnus memerintahku.

Aku tengkurap di guling, aku angkat pantatku agak tinggi, dan Magnus meletakkan bola itu di atas clitku. Ohhh…. Pelan-pelan aku gerakkan pinggulku, menggesekkannya ke guling. Bola itu mulai intens memberi kenikmatan di pusatku.

Dari belakang Magnus membelai seluruh pantatku lalu memasukkan kedua jarinya ke dalam ku! Mengorek daerah sensitifku!

Nggak perlu waktu lama bagiku untuk mencapai orgasme…..

Magnus membalikkan badanku yang berkeringat, mencium bibirku dalam, dan mulai membuka kedua kakiku lebar-lebar. Satu kakiku dia gantung di bahunya….

Hah? Lagi?? batinku bertanya spontan, aku lirik kejantanan Magnus yang ternyata sudah tegak perkasa…lagi.

Magnus sangat paham bagaimana membuatku 'bangkit' lagi….

Dan akhirnya yang kedua ini membuatku benar-benar lemas……

###

Menjelang sore kami berdua terbangun, aku cium pipinya sekilas. Lalu ke kamar mandi.

Magnus sudah memakai baju santainya ketika aku keluar dari kamar mandi.

Aku mendekati Magnus, memeluk dia dari belakang.

"Mag….aku perlu bicara…."

Magnus menoleh kaget, memandang aku yang tertunduk.

"Ada apa sayang….." tanyanya.

Aku menyodorkan sesuatu ke tangannya.

Dia bengong menatap benda kertas kecil panjang dengan dua buah garis ungu disana.

"Aku hamil Mag…" aku menjelaskan.

Beberapa detik berikutnya Magnus hanya membelalakkan matanya seakan akan nggak percaya!

"Sungguh Aline???"

Aku mengangguk mantab.

"YIHAA!!!" Magnus tiba-tiba berteriak dan melompat-lompat kegirangan……memelukku erat, menghujani wajahku dengan ciumannya, mengelus-elus perut ku penuh Cinta……


I have died everyday waiting for you

Darling don't be afraid

I have loved you for thousand years

I'll love you for thousand more

And all along I believe I would find you

Time has brought your heart to me

I have loved you for a thousand years

I'll love you for a thousand more


Poskan Komentar

19 comments

Si magnum pujaan cwe bgt sii.

My fave song...I love that song since Bella and Edward's wedding ceremony

Yihaaaaaaaa menikah mreka, hamil lgi,xixixxi
º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya smuanya

Huaaah~ akhirnyaa
Happy ending
So sweet nyaaa
Makasih mb kaye, mas yudi :D

Aakkkkk,,Mbaaaa KY suksessss bkin air mata haru Vie kluar deras,,pluuussss background liriknyaaaa.. Paaasss bgtz...
Aliiineee brntungny dirmu mndptkan Magnum eh Magnus..
Pinuuus ku diambil Aline...
*menatap nanar ke Aline*
Mksh Mba KY n Mas Yudi,, *peyuk2*

oh god...s aline nakal yah..ngegoda s magnus..aihh good job aline..s magnus jd stress gtuh...hihihi
thanks berat mb KY..n para mimin..mas yudi..zia..helda..

Aaahhhh.... Soooosweettttt.....panasssssss

sweet bgt,like this song,story and my hot magnus :*

akhrx Aline n Magnus brsatu. .g sia2 penantian Magnus. . .
Wah. . .bs jg si Magnus smpn bungax slama it. . .
Ada g ya d dunia nyata yg kyk Magnus. . .kalo ada mau dong. . . . . . . .
Mksh mba KY. .d tngu Karya2nya yg laen. .mksh Mas Yudi. . .

end kah??
so sweeeeeeet xD
Akhirnya~~ mereka brsatu :)
ada ga yah co yg kaya magnus, pesen 1 donk mba KY :D
kkk~~~

ditunggu cerita barunya mba KY *kedipkedip*

mkasii PN :*

howreee,,,
Pesta,,pesta,,pesta,,
Kawiin,, kawiin, kawiin,,,
Si Mora bakal dpt adek,,,
Makasih mbak KaYe,,
Makasih Mas Yudi,,

So sweet magnus super romantis, mawar yg dulu bngt msh disimpan, ending yg bahagia. Thanks mb KY, ms Yudi.;-)

Happy...makasih mbak KY, jempol bgt ceritax, ini masih ada lanjutannya kan? --- berharap :)

Jar of heart 4 Sandy :)

kok jadi serasa baru aja selesai nonton breaking dawn ya.. hehe..
banyak bagian uhuk-uhuk nya.. bacanya jadi loncat-loncat.. >_<

Yihaaaa...
Lengkap bgt deh ni cerita dari penasaran, putus asa, susah, sedih, haru, happy semuanya ada
trims mbak ky n pn

mksh mbak ky ud berbagi kisah indah ini.mksh pn

Magnus ROMANTIS garis besar!!
Aaaarrgg,want to have husband like him. XD

Cerita romantis Kas Pinus dh habis ya.. Dlanjut dong mba KY smpe aline punya anak dri Magnus. Hehehh.

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Dlm rangka vote lomba cerpen komen anonim sementara kami disable.

 
Top