30

ftds-thumb
Pagi harinya Lucas mendengarkan pesan itu, yang diantarkan langsung oleh Ronald, orang kepercayaannya yang sangat setia kepadanya. Ronald bertubuh ramping dan pucat, tetapi lelaki itu memiliki keahlian membunuh yang sangat hebat. Lucas pernah menyelamatkan nyawanya dalam satu insiden dan lelaki itu mengabdikan kesetiaannya kepada Lucas. Kepada Lucas, bukan kepada Darren. Kalaupun dia melaksanakan perintah Darren, itu karena dia tahu Lucas ada di dalam diri Darren. Ronald adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu bahwa Darren Leonidas memiliki kepribadian ganda.

"Apakah kau sudah tahu di mana wartawan bodoh bernama Ricky itu tinggal?"

"Saya sudah tahu."

"Bagus. Kau dapat nomor kontaknya?"

Ronald mengangguk dan tanpa kata meletakkan sebuah kertas bertuliskan nomor ke meja Lucas,

Lucas menelepon nomor itu. Suara Ricky terdengar ragu menjawab di telepon itu.

"Ya?"

"Ini Darren Leonidas." Suara Lucas dingin dan tenang. "Katakan penawaranmu."

"Sebentar saya keluar dulu." Ricky tampak keluar dengan hati-hati, membuat Lucas langsung tahu, Sharin ada di situ, bersamanya. Senyumnya langsung mengembang.

"Aku menerima tawaranmu untuk wawancara ekslusif itu. Info apa yang kau punya tentang Sharin?"

Ricky begitu senang hingga tidak menyadari nada kejam dari suara Lucas, "Baiklah. Jam berapa saya harus siap ke rumah anda? Oke." Dia mencatat dalam hatinya, besok jam sembilan pagi di rumah Darren Leonidas. Dia akan mewawancari lelaki itu secara ekslusif. Dan malam ini dia punya kesempatan mewawancari Sharin. Betapa beruntungnya dirinya.

"Saya tahu di mana Sharin berada."

"Di mana?"

"Maaf tidak bisa saya katakan. Saya harus mewawancarai anda dulu, setelah saya mendapatkan berita baru saya beritahukan informasi itu."

"Dan bagaimana aku tahu kau tidak membohongiku?"

Suara lelaki ini, meskipun lewat telepon begitu mengintimidasi. Pantas Thomas tampak ketakutan kepadanya, Ricky mengerutkan keningnya, "Thomas..." gumamnya, "Anda mengenal kepala pelayan anda kan? Jadi anda tahu saya tidak berbohong."

Hening yang lama dan menyeramkan. Lalu Lucas bersuara.

"Besok jam sembilan." Dan teleponpun ditutup.

Lucas masih merenung dalam senyuman sinis sambil menatap telepon itu ketika Ronald bertanya,

"Anda akan menerima permintaan wawancara itu?"

Lucas mengangkat matanya dan menatap Ronald, tatapan membunuh ada di sana, meskipun bibirnya tersenyum, "Tentu saja tidak. Lelaki bernama Ricky itu bertindak bodoh dengan mengira bisa mempermainkanku. Dia tidak akan hidup sampai besok jam sembilan untuk mewawancaraiku." Lucas terkekeh, "Malam ini kita akan memberikan kunjungan kejutan untuknya".

***

"Kita tidak jadi pergi?" Sharin mengerutkan keningnya. Dia sudah bersiap untuk pergi menemui teman lelaki bernama Ricky ini yang katanya akan membantunya melarikan diri ke luar negeri.

"Temanku sedang ada urusan ke luar kota, jadi kita harus menunggu besok untuk menemuinya." Mereka sedang sarapan kopi dan mie instant, karena hanya itu yang dipunyai Ricky di lemari dapurnya.

Sharin gelisah. Itu berarti dia akan tertahan di tempat ini satu hari lagi. Firasatnya mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk. Semoga saja Lucas tidak dapat melacak mereka. Tetapi Thomas pasti sudah mengusahakan yang paling aman untuknya bukan? Lucas pasti tidak akan bisa menghubungkan dirinya dengan Ricky.

"Ngomong-ngomong, aku seorang wartawan."

Sharin hampir tersedak kopinya ketika Ricky mengatakan hal itu, "Apa?" Dari semua orang di dunia ini, kenapa Thomas meminta tolong kepada seorang wartawan.

"Hei jangan memandangku seperti itu. Tidak semua wartawan jahat. Aku contohnya. Aku punya koneksi yang luas dan aku bisa membantumu." Meskipun Thomas harus menyogokku dengan berita eksklusif tentang ayah kandungmu dan segepok uang, lanjut Ricky dalam hati.

Sharin termangu. Thomas pasti memilih Ricky karena lelaki ini punya banyak koneksi. Dan mengingat Lucas dan Darren sangat menghindari wartawan, mereka pasti tidak akan berpikiran bahwa Thomas akan meminta tolong kepada seorang wartawan untuk membantu Sharin melarikan diri. Thomas memang cerdik, batin Sharin dalam hati.

"Lagipula kenapa kau lari dari Darren Leonidas?" Ricky menatapnya dengan menyelidik, "Biarpun dia kedengarannya arogan, dia pria yang kaya dan tampan. Kalau aku jadi perempuan aku tidak akan menolaknya."

Sharin diam saja, tidak terpancing dengan pertanyaan Ricky. Lelaki itu tidak tahu, betapa mengerikannya sisi lain Darren Leonidas. Betapa mengerikannya seorang Lucas. Kalau lelaki itu tahu, dia pasti tidak akan sesantai ini.

Ricky menatap Sharin yang mengabaikan pertanyaan-pertanyaannya. Gadis ini langsung bersikap defensif ketika Ricky menyatakan bahwa dirinya seorang wartawan. Dia menyesal mengatakannya, seharusnya tadi dia diam saja dan berpura-pura menjadi teman baik, mungkin dia bisa mengorek lebih banyak informasi.

"Bagaimana rasanya menjadi anak seorang artis terkenal yang disembunyikan? Apakah kau merasa tersiksa dan ingin berteriak agar diakui? Kenapa kau bersembunyi selama ini?" Ricky tidak mau menyerah. Besok mungkin gadis ini sudah diambil oleh Darren Leonidas, dia harus mendapatkan informasi sebanyak yang dia bisa.

Tetapi Sharin hanya menatapnya tajam dari atas cangkir kopinya. Kemudian meletakkan cangkirnya dan menatap Ricky bermusuhan,

"Aku rasa aku sudah selesai sarapan. Terima kasih. Aku lelah, mungkin aku akan beristirahat seharian di kamar." Dan kemudian gadis itu melangkah pergi dan memasuki kamarnya.

Sialan. Ricky mengumpat dalam hatinya. Sepertinya susah mengorek informasi secara sukarela dari Sharin. Ricky hanya bergantung pada Darren Leonidas kalau begini caranya.

***

Sharin baru membuka amplop cokelat yang diletakkan Thomas ke dalam tangannya. Isinya uang dalam bentuk dolar, dan banyak sekali. Dia tidak mau menghitungnya, jadi dimasukkannya uang itu kembali ke dalam amplop dan dijejalkannya ke dalam tas pakaiannya.

Thomas sudah menyiapkan uang itu sejak lama. Uang investasi katanya. Berarti Darren sudah menyiapkan rencana ini sejak lama.

Darren....Sharin tidak bisa menahan diri untuk menyebut nama Darren berulang-ulang di benaknya. Apa kabarnya dia? Apakah dia baik-baik saja? Ataukah dia terkubur dalam-dalam, ditidurkan dengan paksa oleh Lucas?

Dia masih mengingat jelas percintaannya dengan lelaki itu. Darren begitu lembut, memperlakukannya penuh kasih sayang. Dari semua hal yang dilakukannya, Sharin tidak pernah menyesal menyerahkan keperawanannya kepada Darren. Meskipun percintaan berikutnya.... Sharin menghela napas, berusaha menghilangkan kenangan akan percintaan liar dan brutal yang dilakukan oleh Lucas kepadanya.

Tidak. Dia tidak boleh memikirkan Darren lagi. Dia tidak bisa mencintai Darren, karena mencintai Darren berarti harus bisa menerima Lucas. Sharin tidak bisa, dia takut dan benci. Takut atas semua kekejaman yang tega dilakukan oleh lelaki itu. Dan benci atas kejahatan lelaki itu, yang merenggut semua keluarganya dari sisinya.

***

Malam sudah datang dan Ricky mengintip dengan hati-hati di pintu kamar tidur Sharin, perempuan itu sedang tidur lelap. Ricky menelan ludahnya. Dia harus mendapatkan informasi sebelum besok pagi.

Ricky melihat bahwa malam itu Sharin membawa tas dan menggenggam erat-erat sebuah amplop cokelat. Dia harus bisa mengorek tas itu, mungkin saja ada informasi rahasia di dalamnya.

Setelah mengintip lama, Ricky yakin bahwa Sharin sudah benar-benar tertidur pulas. Dia membuka pintu kamar Sharin pelan-pelan dan mengendap-endap melangkah masuk ke dalam kamar Sharin. Gadis itu sedang tidur dan miring membelakanginya sehingga Ricky mulai leluasa bergerak.

Dia melihat tas itu. Tas cokelat berukuran sedang yang diletakkan di atas kursi di samping ranjang. Dengan hati-hati diambilnya tas itu dan diangkatnya ke atas meja. Dibukanya resleting tas itu pelan, berusaha tidak menimbulkan suara.

Isi tas itu terbuka. Menampakkan pakaian-pakaian perempuan yang tidak seberapa jumlahnya. Dan ada amplop cokelat yang terselip di sana.

Uang atau dokumen..?

Dengan ingin tahu Ricky mengambil amplop itu dan membukanya. Isinya uang. Dalam bentuk dolar. Pelayan itu ternyata kaya juga. Ricky tergoda untuk memilikinya. Dia kemudian memutuskan untuk mengambil uang itu. Toh Sharin tidak akan membutuhkannya lagi. Besok Darren Leonidas mungkin akan menjemputnya dan membawanya pergi, dan Ricky yakin Darren Leonidas bisa memberi Sharin lebih banyak uang daripada yang di amplop ini.

Dia berusaha memasukkan amplop itu ke dalam saku belakang celana jeansnya karena dia masih ingin membuka-buka isi tas Sharin, siapa tahu ada dokumen-dokumen penting tersembunyi di sana. Tetapi karena terburu-buru, amplop itu meleset dan jatuh ke lantai, menimbulkan bunyi jatuh yang cukup mengganggu.

***

Sharin membuka matanya waspada ketika mendengar bunyi itu. Sejak tahu bahwa Lucas mengejarnya, Sharin membiasakan diri untuk selalu waspada, malam ini dia tertidur pulas mungkin karena kelelahan lahir dan batin. Tetapi suara berisik benda jatuh di lantai itu membuatnya terbangun.

Matanya terbuka dan dia langsung terduduk kaget, menangkap basah Ricky yang sedang mengaduk isi tasnya dengan amplop uangnya terjatuh di lantai.

"Apa yang kau lakukan di sini?" Sharin berteriak panik karena ketakutan. Dia hanya berdua di rumah ini bersama Ricky dan dengan bodohnya dia mempercayai lelaki ini, karena Thomas mengatakan lelaki ini akan menolongnya. Seharusnya dia curiga. Ricky seorang wartawan dan semua wartawan selalu mempunyai maksud di balik tindakannya.

Ricky sendiri panik karena ketahuan, dia menyergap Sharin dan membekap mulutnya.

"Jangan berteriak." Suara Ricky terdengar mengancam, "Aku cuma berusaha mencari informasi tentangmu, karena kau sangat pelit membagi informasi. Mata Ricky menelusuri tubuh indah di bawah tindihannya. Dia baru menyadari bahwa Sharin sangat cantik. Dengan matanya yang lebar bagai rusa dan kulitnya yang lembut menyentuh kulitnya. Bahkan tubuh di bawah tindihannya ini terasa begitu menggairahkan.

Ricky lelaki normal, dan berada di kamar yang temaram, dengan seorang perempuan yang cantik dan sexy tentu saja membangkitkan gairahnya. Aku akan mencoba gadis ini. Toh tidak ada ruginya, gadis ini akan menjadi gundik Darren Leonidas, dan Ricky akan rugi kalau tidak mencicipinya.

Sharin melihat di mata itu. Mata lelaki yang mulai dirayapi oleh nafsu, dia meronta sekuat tenaga, berusaha melepaskan diri. Tangannya mencoba mencakar, kakinya mendendang sekuat yang dia mampu. Tetapi dia hanyalah perempuan mungil di bawah kuasa lelaki bertubuh besar. Sharin hanya melukai dirinya sendiri, ketika Ricky menggunakan kekuatannya untuk menahannya. Kaki dan tangannya serta beberapa bagian tubuhnya mulai memar-memar.

Dengan penuh nafsu Ricky merobek gaun tidur Sharin di bagian dada, robekannya begitu kasar hingga tanpa sadar tangannya mencakar pundak Sharin, menimbulkan bilur kemerahan yang perih. Sharin melindungi dadanya sekuat tenaga, dia memeluk dadanya agar tidak terlihat oleh Ricky sementara salah satu tangan Ricky membekap mulutnya dan tangan yang lain dengan kasar mencengkeram tangannya berusaha menyingkirkan tangan Sharin yang melindungi dadanya.

Paha Ricky mencoba membuka paha Sharin yang tertutup rapat, napas keduanya terengah-engah atas pergulatan itu. Dalam suatu kesempatan, Sharin menggigit tangan Ricky yang sedang membekap mulutnya, membuat Ricky marah, lalu menamparnya keras-keras hingga darah mengalir di sudut mulutnya.

"Diam dasar pelacur!! Aku tahu kau sudah menjadi pelacur Darren Leonidas, dan sekarang aku akan mencicipi tubuh pelacurmu yang menggiurkan." Ricky berseru sambil menahan kedua tangan Sharin, lelaki itu menyeringai mengamati dada Sharin yang ranum, "Wow.... aku akan sangat puas malam ini, merontalah pelacur, dan aku akan sangat menikmatinya...."

Lelaki itu berusaha mendekatkan bibirnya untuk melumat bibir Sharin. Sharin memejamkan matanya jijik, berusaha memalingkan kepalanya menghindari ciuman itu. Kedua tangannya ditahan dan kedua kakinya ditindih hingga dia tidak dapat bergerak. Dan Sharin bersumpah, dia akan bunuh diri kalau lelaki itu berhasil memperkosanya.

Tubuh lelaki itu makin berat menindihnya. Semakin berat.... lalu.... tidak terjadi apa-apa. Kenapa lelaki itu hanya menindihnya dan kemudian terdiam? Apakah lelaki itu tertidur? Sharin membuka matanya pelan-pelan. Lalu memekik ketakutan.

Sebuah pisau besar telah menancap di punggung Ricky, dan sepertinya tidak hanya sekali menancap, tetapi lebih dari dua kali, karena bajunya terkoyak oleh beberapa tusukan dan darah memancar luar biasa deras dari punggung yang tertusuk pisau itu. Wajah Ricky tampak sangat kaget, matanya melotot dan bibirnya menganga, lelaki itu sepertinya tidak sadar apa yang terjadi ketika ajal menjemputnya. Darahnya begitu banyak, dan mulai menetes menyebarkan cairan panas berbau anyir dan lengket, dan menetes ke bawah, membasahi tubuh Sharin. Sharin menjerit, berusaha menyingkirkan mayat Ricky yang menindihnya.

Saat itulah Sharin menyadari Lucas berdiri di pinggir ranjang, lelaki itu menatap mayat Ricky dengan kemarahan yang menakutkan. Tatapannya tampak begitu puas karena telah menancapkan pisau berkali-kali di punggung Ricky. Lucas mencabut pisau itu dengan dingin dari punggung Ricky tampak puas melihat darah segar mengalir dari lubang yang dia buat. Pisaunya berkilat dan bersimbah darah. Dan dengan tenang lelaki itu mengelapnya dengan sapu tangannya, lalu memasukkan ke wadahnya, dan menyimpannya ke dalam saku jaketnya. Lucas mengalihkan pandangannya dengan dingin ke arah Sharin yang berusaha menyingkirkan tubuh Ricky yang terkulai mati dari atas tubuhnya.

"Ronald."

Seorang lelaki Asia yang ramping dan pucat melangkah masuk. Tatapannya sepertinya biasa saja ketika melihat mayat Ricky.

"Bereskan mayatnya."

Tanpa kata, Ronald menyingkirkan mayat Ricky yang bersimbah darah dan memanggulnya keluar kamar.

Sharin terbaring dengan tubuh gemetaran di atas ranjang sambil menatap Lucas. Dia hampir saja diperkosa dan telah melawan sekuat tenaganya. Pakaiannya sobek dari leher bajunya sampai ke pinggangnya  dan dalam usahanya untuk menutupi dirinya, Sharin menggunakan lengannya untuk melindungi buah dadanya dan memeluk dirinya sendiri, dan ada bekas cakaran dan memar-memar merah di tangan dan kakinya. Ujung bibirnya masih mengeluarkan darah segar, luka akibat tamparan Ricky yang sangat keras, dan dia ketakutan setengah mati, menyaksikan pembunuhan keji yang dilakukan Lucas di depan matanya.

Lucas mendekat. Dan Sharin langsung beringsut mundur ketakutan. "Ja.. jangan mendekat..." Matanya terasa panas oleh air mata frustasi yang mengancam akan turun, dan tubuhnya terasa sakit. Dia sungguh takut dan tidak mampu lagi melawan. Tetapi setidaknya dia masih bisa bertahan.

Lucas tersenyum, lelaki itu tidak mengatakan apa-apa. Dia menatap luka-luka di tubuh, pundak, dan bibir Sharin dengan tidak senang. Ada kemarahan membakar di sana. Tetapi Lucas tetap menjaga kemarahannya tetap di dalam. Lelaki itu membuka jasnya, dan kemudian menyelimutkannya ke tubuh Sharin yang setengah telanjang

"Ayo kita pulang."

Sharin ingin melawan, tetapi dia sudah kehilangan tenaga. Dia hanya pasrah ketika Lucas mengangkatnya dan menggendongnya keluar kamar itu.

Ronald  sudah menunggu, mayat Ricky sudah di bungkus dengan rapi di dalam kantong mayat warna hitam yang entah darimana. Apakah mereka memang datang untuk membunuh, hingga sudah menyiapkan kantong mayat itu?

"Bereskan kekacauan di kamar itu sebelum kau singkirkan mayat itu. Pastikan semua bersih seolah-olah kita tidak pernah datang. Aku akan pulang dengan supir. Kau menyusul nanti."

Sharin merasakan tubuhnya teayun-ayun dalam gendongan Lucas. Dan kemudian dia kehilangan kesadarannya.

***

Dia tersadar kemudian ketika merasakan mobil sedikit beruncang. Dibukanya matanya dengan bingung, dia berada di dalam mobil. Tubuh bagian depannya tertutup oleh jas Lucas dan dia berbaring di pangkuan Lucas. Tangannya menggantung di leher lucas. Lelaki itu memeluknya dengan kaku, menyangga kepalanya dengan lengannya.

Sharin merasakan aroma itu. Dan kenangan akan Darren menyeruak di benaknya. Dia mencoba mengusir kenangan itu. Ini sudah pasti Lucas. Bukan Darren. Hanya Lucaslah yang mampu menancapkan pisau ke punggung orang berkali-kali, lalu setelah orang itu mati, dia mencabut pisau itu dengan tenang, mengelap darahnya seolah membersihkan kotoran biasa, dan menyimpan pisaunya kembali. Lelaki ini kejam dan sedikit gila. Dan sekarang Sharin kembali terperangkap ke dalam cengkeramannya..

Sharin merasakan mobil itu berhenti. Mereka sudah berada di gerbang rumah Darren. Dia masih terdiam berpura-pura tidur, meski jantungnya berdebar kencang. Sharin ketakutan dan berharap Lucas tidak merasakan debaran jantungnya.

Begitu pintu gerbang itu tertutup, maka kesempatan Sharin untuk keluar tidak akan ada lagi. Sharin tidak akan pernah bisa lepas untuk yang kedua kalinya dari cengkeraman Darren Leonidas....

Lelaki itu menundukkan kepala, dan kemudian menggunakan ujung jarinya untuk mengangkat dagu Sharin, memaksa perempuan itu menatapnya, ada senyum kejam di sana yang tidak mungkin dilakukan oleh Darren,

"Well, Sharin, selamat datang di rumah." Gumamannya mengerikan, bergema di kegelapan. Bagaikan sebuah janji tak terbantahkan, sama seperti ketika dia bersumpah bahwa Sharin akan menjadi miliknya.


Poskan Komentar

30 comments

Wah... Wah...
Kok balik lgi ke lucas....
But thks for all

gara2 si Ricky mata duitan n kurang ajar.. Sharin g' jdi lepas.. Aah :'(
Ayang Darren kpan bangun???

Thanks mba santhy..
Thanks mas yudi..

Oh ya Ampuunnn...
Mksh Mba Santhy n Mas Yudi

ow, lucas bisa lembut jga ama sharin :D
thanks mbak santhy and mas mimin *lope*

Apa yang akan terjadi selanjutnya?? ​​​-̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Ŧђąηk.{^⌣^}.¥ou•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶.

hmmmm.... intinya lucas sayang sama sharinnn.... i like it

mksh mb shanty n mas mimin..
ricky ngeselinnnn..
gara2 dia sharin ga bsa kabur..sia2 kerjaan thomas..

Mungkin hnya sharinlah y bisa menyelamatkan Darren dri lucas
Unt itu dia emg hrs kembli ke rumah itu ~¶¶~

Thanx $hanthy, mas mimin

~ happy weekend~÷

Huftt.. Pembunuhan lagi..:\
Sbar ya sharin...

Thx mas yudi mb santhy ..^^

haduh....aq bacanya kok makin kasihan ma sharin...kayknya bakal makin kejam nih...tp maksih ya min...

Sharin mau diapain ya????
mudah2an Lucas ga marah sama sharin.. kasihan dia, udah disiksa gitu sama ricky.
dan Ricky, makanya jgn buta sama uang..

mbak santhyyy.. makin gregetan nungguin next nyaaa...
mas yudi makasiiih...

Smga sharin bisa merubah sikap kejam lucas kmbali menjdi dareen yg hangat dan penyayang

astaga seandainya lucas tobat pasti ganteng banget dah kaya darren,,, kakang darren kama bae kang,,, tulungin atuh si sharin



mimin di PN lope lope dah

Ayo Sharin kalahkan Lucas dg cintamu pd Darren...

Pasti bisa....!!!!
betul tidak??????

Lucas jangan kasar ma sharin ya, kasihan.
Thanks mbak santi n mas yudi

tuhh kan gara2 si ricky kurang ajar.. Dibunuh dhh dia.. Dn gara2 dia jg sharin balik lagi ke rumah darren/lucas.

Aduh moga2 sharin gpp.. Darren ayo muncul.. Om lucas masa berkuasa terus..
Yakkk.. ><" Lucas-sshi ayoo pulang.. Jangan main sm sharin terus.. *tarik2 lucas pulang* xixixi..

Makasih mas yudi, mb cherry, kak santy canti.. *kecyup mesra* muachh.. :*

yeay~ si ricky akhirnya mati ^0^
wah..suka adegan pas lucas nyelimutin jasnya ke sharin >.<

next chapter moga aja di post secepatnya..biar gak uring-uringan nunggunya

entah kenapa aku lebih suka sharin balik ke rumah darren.
haha
itu sesuatu bgt.

aduh ricky
trnyata km jg berpikiran kotor ya.
untung lucas cpt.
haduh
tp miris jg nasibnya mati mengenaskan gt.

kyaaa
g sabar mbak pengen tahu lanjutannya
apa yg akan sharin dpt setelah usaha kaburnya gagal.
lucas makin gmn nih sm dia

ngak sabar mbak
hehe

semoga aja daren cepat kembali.. tapi lucas baik sama sharin, bisa2 sharin juga akan jatuh cinta sama lucas.. hmmm, penasaran dengan kelanjutannya..
terima kasih mas yudi dan mbak santhy.. ^_^

WAW AMAZING PART INI!!!Yes!!!Mampus juga itu Ricky si baj*ng*n tengik!!!!#pelukLucas *loh
Sharin memang selamat tapi??????!!!Hwaaaaaaaaaaa gatega untuk hidup Sharin selanjutnya yang bakal jadi budak sexs-nya My Lucas#nangisdiatasflat

Makasih Mbak Shanty dan Mas Yudi

Makasih mbak shanty dan mas Yudi *peluk*

Aku sukaaaaa
Makasih mbak Shanty n mas Yudi :)

semoga lucas bisa berubah

Kyaaaaaa!!!! Selalu merinding kalo baca ini. Secara si Lucas itu psikopat akut x_x
Tapi, kali ini terimakasih buat Lucas karna udh nyelamatin Sharin dari Riicky. Gila ya, si Ricky picik bgt. Udh gila informasi, gila tenar, gila uang, gila nafsu juga. Rasain ditusuk sm Lucas. Wkwkwk. Oia, tapi aku tuh pengen tau banget deh. Roh Lucas itu roh anak2 / orang dewasa / bapak2 / kakek2 nih ? -____-

Hwaaaa....gak sabar nunggu lanjutannya. :( Abisnya bikin penasaran sih...
Ditunggu kelanjutannya ya ;)
Makasih Mas Yudi dan Kak Santhy (´⌣`ʃƪ)♡

lucas kayanya sayang deh ama sharin ..klo dket pngen getok si ricky da !!maruk amat dia hish .. kangen ama darren nih mba kpan darren muncul nya ???mksih mas yudi and mba shanty !!

Ada Untungnya juga ya ada lucas..

Ada Untungnya juga ya ada lucas..

mendingan blik ma lucas drpd ma ricky yg gila.mksh mba santhy n mas mimin

Yeeee....
Hidup lucas,,,,,

lucas memang psyco berat,ckckckkkckck

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top