25

ee-thumb
Beberapa sesi berikutnya dipakai Bastian untuk mendekatkan diri kepada Helena dan Katarina.

Mereka sudah menganggap Bastian sebagai teman curhat yang baik.

Di sesi terapi yang sekarang, Bastian harus mempertemukan Silvia dengan kedua alternya.

"Helena….." Bastian memanggil.

Perubahan roman muka yang berarti switching karakter sedang terjadi, nampak sangat jelas di wajah Silvia.

"Helena…bisakah kamu bicara kepada Silvia?"

"Tentu saja gua bisa! Hell!"

"Helena, tolong jangan pergi, tetap disana ya, aku cari Silvia…"

Bastian memperhatikan raut wajah kasihnya.

"Silvia….kamu dengar aku?"

Swithching terjadi dengan cepat! Silvia hadir!

"Silvia…..kamu lihat seorang gadis cantik disana? Namanya Helena Djody…kenalkan diri kamu padanya…."

Bastian melihat switching yang sangat cepat.

Antara suara agak serak Helena dan suara lemah Silvia terdengar bergantian saling menyapa.

"Aku akan memanggil Katarina sekarang…Helena….apakah kamu mengerti bahasa isyarat Katarina?"

"Eh, elo ngeledek Bas? Gua ngasuh anak itu udah 21 tahun….dan otak gua masih sehat untuk menelan ilmu…..bahasa isyarat? Kecciillll….!"

"Aku tahu kamu punya kemampuan luar biasa Helena, bisa kamu bantu saya menterjemahkan omongan saya atau sebaliknya?"

"Huh, gua bokek, elo harus bayar gua untuk ini Bastian. Serius. Elo meminta kita nggak keluar selama terapi. Gua dapat duit dari mana?? Dari pohon jambu??"

Bastian tersenyum dalam hati menghadapi Helena yang begitu meledak-ledak dan masih sempat memikirkan masalah keuangan yang sebenarnya terdengar 'lucu' pada situasi begini.

"Iya, nanti aku akan bayar kamu. Aku titipkan ke Silvia. Uang ini akan cukup buat bayar 2 paviliun selama dua tahun lebih. Cukup?"

Helena terkekeh.

"Katarina…kamu disini?" Switching dari roman Helena ke Katarina terjadi.

Dalam beberapa menit berikutnya, switching cepat obrolan antara Silvia dan kedua alter egonya terjadi.

Suara Helena mendominasi percakapan itu. Seperti seorang kakak tertua yang memarahi kedua adiknya.

Ketika dirasanya sudah waktunya selesai, Bastian menutup pertemuan itu.

Silvia kembali dengan wajah heran dan ketakutan.

"Bas, suara-suara itu terasa nyata di kepalaku…..yang namanya Helena membuatku bergidik. Dia memiliki…nngggg apa gitu…yang membuat aku takut, Bas….Bagaimana kalau mereka berdua nggak mau pergi?"

Bastian memeluk Silvia erat, menenangkan.

"Jangan khawatir sayang…semua akan baik-baik saja…."

###

Hari penentuan untuk membuat Silvia menjadi sebuah pribadi yang utuh.

Silvia berbaring di sofa dalam kondisi hypnotic trance.

"Apakah kalian bertiga hadir?"

Sebuah suara menjawab, Bastian mendekatkan telinganya untuk menelaah siapa yang barusan menjawab.

"Silvia? Ini kamu?"

Silvia menjawab iya.

"Helena, Katarina dan Silvia. Semua tahu bahwa, Silvia adalah pribadi utama dalam raga ini. Saya tahu kalian berdua, Helena dan Katarina, sudah seperti teman baik bagi Silvia. Tetapi pribadi Silvia harus menjadi pribadi tunggal disini agar kehidupannya utuh."

Tidak ada suara apapun keluar. Silvia terlentang dengan nafas teratur. Matanya tidak terlihat bergerak-gerak seperti biasanya.

"Helena?"

Tidak ada jawaban.

"Silvia?"

Masih hening.

"Katarina?"

Juga tidak ada suara apapun.

Bastian mendekati Silvia, menggenggap jemarinya erat.

"Silvia, kembali….sekarang…."

Jantung Bastian mulai berdetak kencang.

Biasanya penolakan dari alter ego akan terlihat secara langsung baik verbal maupun non verbal.

Bastian berjongkok dekat Silvia, dia cium tangan Silvia….

"Silvia…kamu dengar aku? Kembali sekarang Silvia..."

Silvia mulai bergerak, matanya terbuka perlahan, menatap Bastian dan tersenyum.

"Kamu nggak apa-apa Silvia?"

Silvia menggelengkan kepalanya.

"Tadi kamu bertemu Helena dan Katarina?"

"Iya. Mereka sudah pergi, selamanya……" Silvia duduk di sofa.

"Ohhh syukurlah semua baik-baik saja Silvia….."  Bastian merasa lega bukan main, Helena dan Katarina rupanya cukup kooperatif untuk membantu Silvia.

Bastian membatu Silvia berdiri.

Dipeluknya erat dan dipanggutnya bibir Silvia penuh cinta…..

Silvia memegang tangan Bastian, mengangkat lengan berototnya ke mulutnya. Perlahan dia tempelkan bibirnya yang basah ke punggung tangan Bastian yang terkepal, lidahnya terjulur merasakan kulit tangan yang berbulu halus……dia gerakkan lidahnya, mengecap-ngecap tangan Bastian…..

Bastian menegang.

Silvia terus menjelajahi lengan Bastin hingga ke lengan atasnya….

Bastian mengangkat wajah Silvia, matanya sudah berubah warna, jakunnya turun naik, nafsunya sudah terbakar. Otaknya sudah membayangkan bagaiman mulut dan lidah yang basah dan hangat itu kalau berada di tempat yang tepat!

Dihisapnya bibir kekasih hatinya itu dengan lembut, bibir sensual yang membuatnya lupa diri. Lidahnya mencari-cari lidah Silvia, berpilin liar didalam mulutnya….

Bastian menurunkan ciumannya makin ke bawah, ditariknya baju Silvia ke atas, memperlihatkan dada yang tertutup bra. Payudara yang membusung seakan akan menantang kejantanan Bastian.

Bastian menciumi bahu terbuka Silvia, kedua tangannya mengelus-elus punggung yang hampir polos. Makin lama tangannya makin turun ke bawah. Dengan sekali sentakan, rok Silvia ditariknya ke bawah.

Silvia sudah merasakan pangkal bawahnya basah.

Bastian menyentuh cd Silvia dan matanya semakin kelam merasakan daerah itu sudah basah…..

Tiba-tiba di gendongnya Silvia.

Silvia berpegangan di leher Bastian, meletakkan kepalanya di dada Bastian yang bidang.

Bastian membaringkan Silvia di ranjangnya, tanpa melepaskan matanya dari mata Silvia, Bastian melepaskan baju nya sendiri satu persatu hingga tersisa celana dalamnya saja.

Dia naik ke ranjang, mengangkangi Silvia yang setengah telanjang. Dielusnya dengan jari-jarinya seluruh permukaan tubuh Silvia, dengan pandangan penuh cinta…..

Silvia mengerang, menggerak-gerakkan pahanya yang dijepit kaki Bastian.

Jari Bastian berhenti di perut Silvia yang mulus, lalu turun kea rah pahanya, paha dalamnya, mengitari seluruh lingkar cd Silvia, tanpa menyentuh pangkalnya sedikitpun!

Silvia kelonjotan! Nafsunya sudah di ujung tanduk, matanya sudah kalap melihat tonjolan besar di selangkangan Bastian!

"Bastian…." erang Silvia, meminta….

Bastian tidak memperdulikan isyarat itu…

Sekarang bibir dan lidahnya mengganti tugas jari-jarinya. Diulanginya lagi  menyusuri leher Silvia, kemudian turun  kea rah bahunya.

Disentaknya keras penutup payudara Silvia, kedua bukitnya menyembul menantang. Bastian mengulum puting merah disana, bergantian, sesekali dia menggigit lembut lalu menghisapnya keras!

Silvia benar-benar menyerah, mulutnya meracau, tangannya menggapai pantat dan selangkangan Bastian, meremas-remas tidak sabar…

Bastian menurunkan mulutnya ke perut  Silvia, tidak menghiraukan agresi Silvia di daerahnya, dia tetap menjelajah setiap senti dengan bibir dan lidahnya. Lalu turun ke paha dalamnya.

Bastian membalikkan tubuh Silvia, melakukan hal yang sama dari bahu hingga tulang ekornya….

Bastian menyentak turun celana dalam Silvia dari belakang. Dibukanya lebar kedua kaki silvia. Tangannya mengelus kedua bukit pantat Silvia. Dengan kedua tangannya dibukanya kedua bukit itu, diusapnya lubang belakang Silvia dengan jemarinya.

Bastian menarik pinggul Sivia ke belakang dan menekuk lutut Silvia ke depan hingga Silvia dalam posisi menungging. Lubang Silvia yang basah kuyub terpampang jelas di depan mata Bastian yang kini totally sudah gelap gulita!

Bastian mengelus lubang basah dan hangat itu dengan jemarinya. Tidak disentuhnya clit Silvia sedikitpun!

Silvia semakin merasa uring-uringan dengan perlakuan Bastian! Sprei dan bantal Bastian sudah habis lecek oleh tangannya yang meremas-remas….

Bastian membalikkan Silvia telentang lagi, menurunkan celana dalamnya sendiri.

Silvia terperangah dengan keperkasaan yang ditunjukkan Bastian, begitu panjang….berurat….diamater yang pasti akan membuatnya menggelinjang!

Bagi Bastian, Silvia sudah lebih dari siap untuk menerima dirinya.

"F^ck me Bastian!" Silvia menjerit ketika lutut Bastian membuka lebar kaki dia, memposisikan badannya dan langsung menancapkan masuk ke dalam Silvia!

Bastian menggerakan pinggulnya naik turun, merasakan hangatnya lubang Silvia. Silvia mengerang keras, kedua titik nya tersentuh dengan tepat!

Silvia mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi seakan ingin menelan seluruh bagian Bastian!

Bastian sudah tahu Silvia akan segera klimaks!

Dia merubah gerakan pinggulnya, memutar perlahan, lalu semakin cepat, dan semakin cepat……

Silvia menjerit keras ketika dia mendapatkan klimaksnya, dikempitnya erat pinggang Bastian dengan kedua kakinya.

 Bastian semakin mempercepat gerakannya…dia mencoba bertahan selama mungkin untuk menikmati rasa nyaman di dalam Silvia.

Dia menggeram keras dan menyodokkan batangnya sedalam mungkin, menyemprotkan jutaan sel sperma di dalam Silvia. Dia menengadahkan wajahnya sambil memejamkan matanya……menikmati denyutan demi denyutan yang keluar dengan deras.

Matanya membuka menatap Silvia, tersenyum melihat kasihnya terpuaskan. Dia membaringkan dirinya di sebelah Silvia tanpa mengeluarkan batangnya. Diangkatnya badan Silvia yang basah keringat hingga terbaring diatas badannya.

Silvia tersenyum puas, menyandarkan kepalanya di dada Bastian yang memberinya kepuasan luar biasa

Bastian memeluk Silvia dan mengecup kepala Silvia. Nafasnya sudah mulai teratur.

Keduanya terdiam.

Bastian memejamkan matanya, tiba-tiba sel-sel kecil dalam otaknya mengirimkan aliran listrik mengingatkan dia sesuatu…..

Tadi Silvia menjerit ‘f^ck me bastian’, itu bukan bahasa Silvia….itu bahasa Helena…..

Bastian membeku.

###

Hampir dua bulan berlalu….bayangan Katarina tidak pernah bisa hilang dari benaknya. Ryo sudah lama tidak ke cafenya lagi, dia merasa terlalu banyak kenangan tentang Katarina di sana.

Bolak-balik dia baca sms di handphonenya:

'masih mau bertemu Katarina-mu?'

Dari nomer tidak dikenal, semenit yang lalu masuk.

Dia sudah membalas, bertanya balik apa maksud si pengirim pesan itu.

Bunyi pesan singkat mengagetkan Ryo.

Dari nomer yang sama.

'ke tempat Katarina, sekarang'

Ryo menyambar kunci mobilnya cepat, langsung ke paviliun Katarina.

Tangannya gemetar ketika mengetuk pintu kamar kos Katarina.

Pintu kamar terkuak lebar, dengan rambut dikepang, gaun katun panjang, wajah putih bersih, tersenyum manis menyambut Ryo.

Ryo terbelalak kaget.

Dengan bahasa isyarat Katarina menarik Ryo masuk.

Ryo masih ingat berita dari Bastian beberapa hari yang lalu, bahwa Silvia sudah terbebas dari kedua alternya.

Tetapi di depan dia ada Katarina! Katarina-nya…..

Ryo memegang wajah Katarina, mengelus seluruh permukaan wajah Katarina dengan punggung tangannya. Rasa rindu yang membuncah selama ini, meluap-luap keluar dari hatinya……

Katarina meletakkan tangannya di leher Ryo, menariknya perlahan, mendekatkan kepala Ryo ke kepalanya sendiri…..

Ryo meletakkan tangannya di pinggang Katarina….

Wajah mereka berdekatan satu sama lain, hidungnya mereka bersentuhan, merasakan hembusan hangat nafas masing-masing.

Katarina membuka bibirnya, menahan nafas nya yang mulai terengah-engah…..Ryo menyodorkan bibirnya, dikecupnya perlahan bibir Katarina yang terasa manis diujung lidahnya…..

Keduanya berciuman, lidah mereka berbelit satu sama lain, meraih apapun yang bisa mereka raih di rongga mulut pasangannya….

Ryo menghisap bibir Katarina yang makin lama makin merapatkan tubuhnya.

Dada Katarina menempel erat di dada Ryo, terasa kenyal dan tidak memakai apa-apa lagi dibalik bajunya.

Kejantanan Ryo merespon dengan cepat!

Ryo melepaskan ciumannya. Membuka resleting belakang Katarina dengan perlahan. Jemarinya mengelus permukaan kulit punggung  Katarina sampai resleting itu mentok di pantat Katarina yang juga polos tanpa memakai apa-apa lagi.

Baju Katarina melorot, jatuh terpuruk di kaki Katarina.

Di pindahkannya baju Katarina ke samping.

Ryo berjongkok di depan Katarina yang polos.

Dibelainya segitiga dengan bulu yang dicukur rapi dengan bibirnya. Tangannya mengelus pantat dan paha belakang Katarina.

Ryo menyerudukkan hidung dan bibirnya ke dalam surga hatinya itu…..

Bibirnya merasakan basah dari arah liang Katarina. Ketika Ryo menjilat clitnya, Katarina melenguh, dan membuka kakinya lebar-lebar. Tangannya sibuk mempermainkan rambut Ryo…Menjambaknya perlahan dan sesekali mengelus putingnya sendiri dengan dua jarinya.

Ryo semakin agresif, dihisapnya semua cairan disana dan dicucuk-cucukkannya ujung lidahnya ke clit Katarina dengan berirama, mula-mula perlahan hingga cepat!

Ketika dia sudah mendekati klimaksnya, Katarina semakin membuka lebar kakinya, menutupi seluruh mulut dan hidungnya dengan selangkangannya!

Katarina mendapatkan klimaksnya yang pertama ketika Ryo membenamkan lidahnya penuh ke dalam liangnya!

Katarina terengah-engah penuh kenikmatan.

Ryo menarik tangan Katarina ke ranjang. Membaringkan Katarina di sana, Ryo cepat cepat membuka bajunya sendiri.

Di mengangkangi kepala Katarina, disodorkannya batangnya ke dalam mulut Katarina yang melahap dengan rakus.

Di jilatnya ujung kejantanan Ryo dengan lidahnya, lalu mengitari ujung kepala yang mengkilat karena ereksi yang maksimum.

Ryo memasukkan semua batangnya ke dalam mulut Katarina yang dengan semangatnya menyedot seluruh batang itu.

Ryo merasa sudah hampir mendapatkan orgasmenya. Dia mencabut batangnya, lalu memasukkannya dalam liang Katarina.

Sodokan Ryo membuat Katarina mau lagi. Di tekannya pantat Ryo dengan kedua tungkainya. Batang Ryo mampu menyentuh titik kenikmatan yang ada di dalam.

Ryo memutar mutar batangnya dengan instens, namun semakin lama semakin cepat. Katarina meracau, megeluarka suara-suara lenguhan penuh kenikmatan. Kuluman bibir Ryo di ujung payudaranya menambah kualitas rangsangan….

Jemari Katarina merengkuh perineum Ryo dari belakang, menggosok daerah itu dengan jari tenganya…..Ryo menggeram! Dan sodokan terakhinya membuat Katarina berteriak puas dibarengi cairan Ryo menyemprot bagian dalam Katarina……

Mereka berpelukan…tak bosan-bosannya Ryo memandang Katarina. Mungkin Bastian salah memberi informasi kedia. Tapi Ryo tidak perduli, yang menjadi fokusnya adalah bagaiman dia bisa sering bertemu Katarina…..

Katarina berdiri, berjalan telanjang mendekati kulkas.

Diambilnya segelas air putih untuk Ryo dan sekaleng minuman soda untuk dirinya sendiri, menghabiskan isi kaleng itu dengan sekali minum….

Ryo menatap Katarina heran….

Katarina tidak pernah mau minum minuman soda yang akan membuat perutnya kembung……!


Poskan Komentar

25 comments

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

hemm kyny yg pribadi utama nya helena yaa? thx mba KY n mas mimin

katarina dn silvia pergi? Dan helena yg ada? Thank u mas mimin and mbak KY *lope*

aduhh jadi siapa nih alter yang sesungguhnyaa penasarannnnn tingkat akut

loh loh.. kok malah helena yang tinggal? kasian atuh Bastian dan Ryo, kasian silvia juga.. aduh bastian, di hipnoterapi lagi aja supaya pergi beneran helena dan katarina nya.. hehehe

ini pasti helena .. trus silvia nya kmna ???waduuh ksian bastian yah klo silvia yang asli ngilang ....

Gpp lah.. Ketiga2 nya dapet. Huahahhahahahahahahahaha...

ahhhhhhhh Up side downnnnnn *garuk2 kasur

Wah...Helena yang menang ya? Silvianya mana?

Lah np helena yg d sn...dy yg paling kuat ya?hmmm
si bastian diem aj lgi

kl Helena yg menang, berarti gak milih Bastian ato Ryo yaa...

Waduhhh jd binggung...

Waaah di dominasi ma helena yach

Helena ngerjain bastian ama ryo...
wkwkwkwkwk..
Thanks PN

waduh kok malah tuker2an tempat gitu...
waduh...tambah parah ni silvia n kedua alter egonya,,,
nyampur.nyampur bikin Bastian bingung nah loh...

ohh tidak, jan bilang helena ingin menguasai silvia T-T

aauuwwwwwwwwwwwwwwwwwww!!!!....makin seru!!! thanks ...mas min

Helena... Emang Jempol hahaha...
Thanks mbak KY n Mas Yudi :)

Aaaaaa. Gila! Keren banget ceritanya. Alter ego'nya top banget. Baru kali ini baca cerita begini. Kasian bgt ya Silvia. Helena parah. Bukannya pergi, malah menguasai tubuh Silvia. Pantes aja, tadi kok si Silvia hot banget sm Bastian, gak seperti biasanya, ternyata dia itu Helena. Wkwkwk. Helena iseng^^

ini helena seperti lucas yang menguasai tubuh daren

kasian silvia,dy kan yg cinta sm bastian,,,,
nga sabar nunggu kelanjutan'y
makasih mba ky
makasih mas yudi

hmm... sepertinya karakter Helena yg akhirnya menang...

Kayaknya helena yg kuat ya,,,
Dapat 2 donk dia,,

Helena mendominasi kdua alter.... Bener2 Helena haus sex. Heheh.

yahhh kok helena yg mndominasi, silvia mna?

ayo bastian buat terapi lagi, kmbalikan silvia.....

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Dlm rangka vote lomba cerpen komen anonim sementara kami disable.

 
Top