27

enigma-ego-thumb
"Bas, Uwin mau cerita……." Windy mendekati Bastian yang tengah membaca buku di ruang tengah.

Bastian meletakkan bukunya, memusatkan perhatian penuh pada adiknya itu.

Windy duduk di depan Bastian.

"Mau cerita apa kamu? Psssttt…ada cowok kece nembak kamu?" tebak Bastian.

Windy mendelikkan bola matanya.

"Bukan…..kemarin Minggu Uwin kan diajak teman ke café, uuummmm namanya café Lentera. Café itu keren deh kak,banyak sekali tumbuhan yang masih kecil-kecil tapi buahnya banyaakkk banget! Nggak kayak pohon mangga seberang tuh, tinggi banget! Susah metiknya!"

Bastian tersenyum. Mengucek rambut Windy penuh rasa sayang.

"Disana Uwin melihat ada cewek miirrrriiipppp banget Silvia! Beneran! Suer!"

Bastian menegakkan badannya.

"Uwin panggil-panggil, 'Silvia, silvia!' tapi dia nggak nengok-nengok. Waktu Uwin tanya ke pelayan disana, katanya namanya Katarina, calon istri bosnya."

"Cuman mirip kali Win…." Kata Bastian.

"Ih, banget Bas! Banget! Cuma beda baju dan cewek itu pake kacamata. Selain itu semuaaaaanya sama!"

"Eh, Uwin ada fotonya ding! Pake hp. Bentar diambil."  Windy melesat ke kamarnya.

Dibukanya hpnya itu dan menunjukkan foto – yang tidak begitu jelas – ke Bastian.

"Iya, mirip Silvia…..mirip banget…..."

###

Silvia terbangun dengan terengah-engah lagi. Jam 4 sore. Hari apa tanggal berapa sekarang? Dia bingung. Keringat membanjiri seluruh tubuhnya. Kepalanya terasa pusing. Mimpi yang sama berulang. Tangannya gemetar ketika hendak mengambil obatnya.

Gelas terjatuh seketika ketia dia sadar dia memakai baju yang bukan baju miliknya!

Silvia menangis tersedu-sedu, dia merasa tidak tahan lagi! Dibukanya baju panjang katun itu dari tubuhnya, dilemparkannya dengan perasaan jijik ke sudut kamarnya!

Dengan tangan gemetaran, di menelepon Bastian.

Hanya dengan mendengar suara tangis Silvia, Bastian tanpa berpikir panjang lagi langsung ke tempat Silvia.

Bastian menemukan pintu kamar Silvia tidak terkunci. Silvia meringkuk seperti janin di pojok tempat tidurnya, tanpa baju! Hanya cd dan bra saja yang dipakainya!

Bastian menghampiri cepat, mengambil satu set baju tidur Silvia, menarik tangan Silvia perlahan tanpa berkata apa-apa. Silvia menggigil, antara rasa takut dan dingin yang menerpanya…..

Dipakaikannya baju tidur itu ke badan Silvia, lalu dipangkunya Silvia, dipeluknya erat kekasih hatinya itu. Masih dalam diam.

Silvia masih tersedu menangis, menumpahkan emosinya dalam uraian air matanya……

Dibiarkannya Silvia seperti itu.

Setelah lebih dari setengah jam, Silvia tertidur. Wajah capeknya yang pucat dan tirus mengalahkan rasa "baal" kaki dan tangan Bastian yang menahan berat Silvia.

Dipeluknya erat Silvia, diciuminya wajahnya yang mulai terlihat tenang…..ketegangan di wajahnya sudah hilang….

Bastian merasakan emosi luar biasa tadi di mata Silvia.

Silvia tidur berjam-jam dalam dekapan Bastian. Bastian menggeser duduknya hingga dia bisa bersandar ke tembok.

Ketika Silvia terbangun, wajahnya mulai menampakkan semburat kemerahan.

Bastian tersenyum dan mencium bibir Silvia sekilas. Silvia tersenyum, mencoba menggerakkan badannya yang berasa kaku.

Bastian meluruskan kakinya sejenak, lalu membersihkan lantai yang basah karena Silvia menjatuhkan gelasnya tadi. Kemudian dia mengambil air minum untuk Silvia.

Silvia tercenung dan dia memutuskan akan bercerita semua yang dia rasakan kepada Bastian, sekarang.

Silvia menarik tangan Bastian, seakan mencari kekuatan….

"Bas, aku mau cerita…."

Silvia menarik nafas dalam-dalam…..

"Aku sering bingung dengan diriku Bas. Aku sering lupa sesuatu. Sesuatu yang seharusnya aku nggak mungkin lupa….Seperti minggu lalu, aku terbangun, dan aku sama sekali nggak ingat apa yang aku kerjakan selama 4 hari kemarennya….sumpah…aku nggak bohong…..Aku bahkan nggak ingat apakah aku udah makan atau belum. Saat ini aku nggak ingat aku ngapain aja kemaren. Tiba-tiba aku terbangun memakai baju orang lain…." Silvia menunjuk ke arah baju yang dia lempar asal tadi.

Bastian berdiri, mengangkat baju itu, gaun katun panjang….memang bukan baju yang biasa dipakai Silvia selama ini. Bastian meletakkan baju itu ke tempat sampah, untuk menenangkan Silvia.

"Semua ini membuat aku ketakutan…..aku sering merasa ada seseorang yang selalu membuntuti aku Bas….dia juga berani masuk ke paviliun ini, menghabiskan semua makanan yang ada di kulkas…atau dia memasukkan makanan yang aku nggak suka ke dalam kulkasku…..kamu bayangin Bas, ada orang asing menyelinap masuk kesini untuk menakut-nakuti aku!"

Bastian merengkuh bahu Silvia.

"Beberapa bulan yang lalu, aku rasakan nggak seaneh ini. Sekarang semuanya terasa lebih aneh dari biasanya Bas. Ketika aku terbangun, tiba-tiba waktu seakan akan berlalu sangat cepat….seakan akan aku tidur berhari-hari, tapi tiap kali bangun aku selalu merasa kecapean….."

Bastian menyodorkan air minum lagi ke Silvia yang meneguknya sampai habis.

"Mimpi burukku yang sama berulang-ulang hadir tiap kali aku tertidur…..dulu aku jarang minum obat anti depresan itu Bas, sekarang hampir tiap bangun tidur aku harus minum itu…..Aku selalu merasa gelisah….takut ……"

Silvia mengusap air matanya yang mulai menetes.

"Makanya sebenarnya aku nggak mau berhubungan sama kamu Bas, tapi aku jatuh cinta sama kamu dari pertama kali kamu mencium aku di perpus….." Silvia tersenyum ketika Bastian membelai pipinya lembut.

"Aku nggak pernah bergaul dengan siapapun disini Bas, aku nggak mau jadi bahan omongan orang. Aku memilih bekerja part time di perpus, agar kerjaanku nggak terganggu penyakitku ini…."

"Waktu kamu tanya tentang keluargaku, aku jujur waktu itu Bas, aku benar-benar nggak ingat masa kecilku…..hanya saat aku keluar Panti saja yang aku bisa ingat…..aku nggak akan marah kalau  kamu mau meninggalkan aku Bas. Aku nggak cocok buat kamu…." Silvia menutup ceritanya. Menangis sesegukan. Memilin-milin ujung bajunya gugup, menyiapkan mentalnya untuk kemungkinan terburuk…..kehilangan Bastian - pelita hidupnya……

Bastian memeluk Silvia erat, mencium bibirnya yang bergetar dengan penuh kehangatan….

"Langkahi dulu mayatku sebelum memisahkan aku dari kamu Silvia…..Aku mencintai kamu apa adanya. Aku mencintai kekurangan kamu sebesar aku mencintai kelebihan kamu….kamu sudah menjadi separuh jiwaku….kalau kamu pergi, aku akan mati…..." Bastian memanggut bibir Silvia lagi memberikan penekanan akan keseriusannya.

Silvia memeluk Bastian, jantung dan hatinya…….

###

"Kita kemana nih?" Windy tersenyum kegirangan masuk ke dalam mobil Bastian.

"Kita ke Café Lentera, kita beli beberapa pohon disana ya….Setelah itu kita ke rumah Silvia." Bastian menjawab pertanyaan adiknya.

Bastian berpikir keras, untuk mengeluarkan Silvia dari masalahnya. Dia sudah menyuruh Silvia keluar dari tempat kerjanya dan memaksa Silvia untuk membiarkan dirinya membiayai seluruh kebutuhan hidup Silvia – sebagai calon istrinya.

Café Lentera sesuai dengan penjabaran Windy, beda dari café biasanya. Seorang pramusaji melayani dan menyediakan duduk untuk mereka berdua. Windy memberi kode agar mereka duduk di dekat kasir agar bisa menikamati Live music di sana.

Bastian mendekati meja kasir, meninggalkan Windy yang asyik bersenandung mengikuti lagu yang bergema.

"Mbak, numpang nanya. Kalau yang punya tempat ini siapa ya?"

"Tempat ini milik pak Ryo Reinhart Toshi…." jawab bagian kasir itu.

"Kalau ibu Katarina itu siapa ya." tanya Bastian lagi.

"Ibu Katarina adalah tunangan pak Ryo….ada perlu apa pak? Nanti saya sampaikan."

"Mmm saya ingin bertanya tentang pohon mini disini….Bisa bertemu dengan ibu Katarina?" Bastian mengarang alasannya dengan cepat.

Bagian kasir itu mengangguk, lalu masuk ke sebuah ruangan.

Bastian menunggu dengan cemas, siapa Katarina sebenarnya?

Dari ruangan itu keluar seorang wanita, rambut dikepang, dengan gaun katun panjang, berkaca mata…SILVIA!

Bastian terbelalak melihat wanita di depannya itu!

"Silvia?" panggil Bastian ragu.

Katarina terlihat hanya tersenyum, tidak menjawab apa-apa. Tiba-tiba dari ruangan yang sama keluar seorang laki-laki muda, mendekati Katarina lalu memandang Bastian penuh tanya.

Bastian segera mengulurkan tangannya.

Ryo menerima uluran tangan Bastian dan memperkenalkan diri masing-masing.

"Maafkan calon istri saya Bastian, dia seorang tuna rungu dan tuna wicara." Ryo menjelaskan sembari merangkul pundak Katarina, seakan-akan memberi batasan jelas territorial dia terhadap perempuannya.

Bastian terkesiap. Bisu dan tuli? Pantas panggilan Windy waktu itu tidak dihiraukan, dan panggilan dia juga tadi tidak direspon sedikitpun oleh wanita ini.

Bastian menatap Katarina, berusaha mencari sesuatu di mata wanita ini.

Tidak ada setitik tanda – apapun – kecuali rasa bahagia dan cinta yang terpancar jelas keluar dari wajahnya kepada Ryo, calon suaminya.

Bastian masih merasa gamang, 2 orang yang sangat mirip ada di dunia ini seakan-akan kembar identik?

Bastian merasa harus mengikuti insting dia sebagai seorang psikiater.

"Ryo, bisakah kita berbicara secara pribadi – berdua saja?" Bastian mengerling kepada Katarina.

Katarina ternyata mengerti maksud Ryo, dengan bahasa isyarat dia mengatakan akan ke kebun buah. Ryo meng-iya-kan dengan bahasa isyarat juga, yang mulai dikuasainya dengan cepat.

Katarina menganggukkan kepala kepada Bastian, Ryo mengecup pelipis Katarina mesra sebelum wanita itu berlalu.

Ryo mempersilahkan Bastian masuk ke dalam kantornya. Bastian melihat ke arah Windy, memberi isyarat agar adiknya itu tidak kemana-mana dan menunggu dia sampai selesai.

"Apa yang bisa saya bantu Bastian?"

"Sulit bagi saya untuk mengungkapkan ini Ryo. Saya seorang psikiter, saat ini saya sedang menjalin hubungan serius dengan seorang gadis bernama Silvia. Dan Silvia saya secara jasmani seperti kembar identik dengan calon istri kamu."

Ryo mengerutkan dahinya, mencoba menerka maksud dari laki-laki yang baru dikenalnya ini.

Bastian mengeluarkan smartphone dia, menunjukkan beberapa foto dirinya bersama Silvia.

Ryo menatap foto-foto terbelalak, seakan-akan tidak percaya dengan penglihatannya. Menatap berkali-kali antara foto dan Bastian!

"Tetapi Silvia nggak punya kelebihan sebagai tuna rungu dan tuna wicara….tetapi saat ini Silvia sedang dalam masa terapi saya untuk depresi beratnya…" Bastian mengambil handphone nya kembali.

"Maafkan saya membawa kamu dan calon kamu ke dalam masalah pribadi saya, tetapi saya akan melakukan apapun untuk menyingkap masalah yang dialami calon istri saya…."

Ryo mengangguk menyetujui, tentu saja dia akan melakukan hal yang sama.

"Apakah boleh saya menanyakan beberapa hal Ryo?" 

Ryo mengangguk lagi, beberapa flashback menyergap ingatannya sekilas menumbuhkan rasa takut di lubuk hatinya…..

"Saya akan merekam pembicaraan kita Ryo, bukan untuk membuktikan apa-apa, ini untuk bahan analisa saya dalam terapi Silvia." Bastian mengutak-atik smartphonenya dan mengaktifkan audio recorder.

"Berapa usia Katarina sekarang?"

Ryo: 21 tahun

"Apakah Katarina masih memiliki keluarga?"

Ryo: nggak ada, ayah ibunya sudah meninggal ketika dia masih kecil, kakak dia satu-satunya laki-laki juga meninggal 10 tahun yang lalu. Ryo menyampaikan apa yang sudah diceritakan oleh kasihnya itu.

"Siapa nama kedua orang tua Katarina dan kakaknya?"

Ryo: ayahnya Robert Lim dan ibunya Selena Rompis. Kakaknya Edwin Lim.

"Sudah berapa lama kalian berhubungan?"

Ryo: 6 bulan.

"Apakah Katarina tinggal bersama kamu selama ini?"

Ryo: nggak.

"Apakah kamu bersama Katarina setiap hari?"

Ryo: (terlihat ragu hendak menjawab) nggak.

"Berapa kali dalam seminggu kamu ketemu Katarina?"

Ryo: 2 atau 3 kali.

"Dimana Katarina tinggal saat ini?"

Ryo: (menatap Bastian lama ) maaf, saya nggak bisa bilang tentang informasi yang ini.

Bastian mengangguk memaklumi lalu mematikan recorder nya.

"Terima kasih bantuannya Ryo, saya sangat menghargai kerjasama kamu, saya belum bisa mengambil analisa apapun atas kondisi ini."

Pada saat hendak melangkah keluar, sebuah ingatan menyerang otak Bastian.

"Pernahkah Katarina tiba-tiba seperti menghilang? Maksud saya melewatkan kegiatan rutinnya tanpa ada kabar sedikitpun, sehari bahkan berhari-hari?"

Ryo terdiam. Menjawab dengan nada kering: Iya.

"O ya, saya ingin tahu, adakah luka goresan di lengan atas sebelah kanan? Luka itu hampir kering, panjangnya sekitar 3 senti, cukup dalam."

Ryo: (hatinya mulai berdetak kencang, ada sesuatu yang memaksanya untuk tidak mengungkapkan semuanya kepada Bastian)
Nggak ada.

Jawaban Ryo membuat Bastian tepekur sedetik.

Bastian mengucapkan salam perpisahan, meninggalkan nomer telponnya, alamat email dan alamat rumahnya kepada Ryo.

Di luar café, Bastian menekan nomer handphone Silvia. Aktif tapi tidak diangkat. Dia memutuskan untuk langsung ke tempat Silvia.

###

Ryo masuk ke ruangannya lagi setelah Bastian pergi. Pertemuannya dengan Bastian hari ini seakan akan kepingan puzzle yang mengelilingi hidupnya sejak bertemu dengan Katarina.

Cintanya yang begitu besar kepada Katarina, menutupi beberapa kejanggalan yang akhirnya dia pendam.

Bergegas dia menyusul Katarina ke kebun.

Hal ter positif yang sanggup Ryo pikirkan adalah semoga Katarina dan Silvia adalah saudara kembar yang terpisah sejak bayi, seperti yang sering ditayangkan di sinetron-sinetron tv.

Katarina berada di area showroom tambulampot yang siap dijual. Dia tampak jongkok dan membelai puluhan jeruk Medan  yang bersemu kuning.

Ryo merasa dadanya hangat oleh cinta.

Dipeluknya Katarina tiba-tiba dari belakang. Katarina menoleh dan tersenyum manja kepada Ryo. Dipeluknya erat Ryo. Ryo menundukkan wajahnya, mencium bibir Katarina, tidak memperdulikan keringan yang membasahi leher Katarina, Ryo menyusuri leher putih jenjang itu dengan bibirnya.

Ditariknya tangan Katarina memasuki ruangan khusus dia disebelah dalam. Ruangan kecil dengan 1set meja kursi kerja dan sofa panjang, tidak ada yang berani memasuki ruangan itu selain Ryo. Ryo mengunci pintu dan menyalakan ac.

Ryo melanjutkan ciumannya di leher Katarina. Menyelipkan tangannya ke balik gaun panjangnya, membelai paha Katarina. Katarina memejamkan matanya. Mengeluarkan erangan kenikmatan yang dialirkan Ryo langsung ke pusatnya!

Ryo menuntun Katarina ke mejanya. Mendudukan Katarina disana. Ryo membuka celananya sendiri. Batangnya yang keras menyembul. Dia mengambil tangan Katarina dan mengarahkan tangan lentik kasihnya itu untuk mengusap dan membelai. Katarina membelai dengan penuh perasaan cintanya…..

Sementara tangan Ryo mulai menurunkan  celana dalam Katarina.

Disentuhnya pusat Katarina yang ternyata sudah basah kuyup!

Dengan sekali rengkuh diangkatnya pantat Katarina, diarahkannya langsung ke batangnya yang begitu mudah masuk ke liangnya……

Katarina melenguh, Ryo benar-benar jantan….lubangnya terasa penuh, membuncah syaraf-syaraf kenikmatan didalamnya.

Dengan menggendong Katarina, Ryo duduk di kursinya. Katarina menapakkan kakinya dilantai, menaik turunkan pinggulnya dan menjepit keras batang Ryo, membuat Ryo mengejang, menengadahkan wajahnya merasakan kenikmatan berada di dalam Katarina.

Katarina merasakan betapa kejantanan Ryo menggesek bagian inti dalam dan clit nya bersamaan.

Tangan Katarina memegang leher Ryo, di usapnya perlahan belahan jiwanya itu.

Tatapan matanya menyatu, tidak perlu mengumbar seribu kata menyatakan cinta kepada pria di pelukannya ini.

Tangan Ryo sudah membuat bra-nya terbuka ke atas, jari Ryo memainkan puting keras Katarina, memutar-mutar…memilin-milin…. membuat Katarina merasa nikmat dari atas  dan bawah sekaligus.

Kepalanya menengadah penuh kenikmatan, wajah dan lehernya mengkilap oleh rembesan keringat cinta…..

Pinggul Katarina naik turun dan berputar, mencari alur yang membuatnya menanjak naik – naik – dan naik menuju puncak!

Katarina melenguh kencang, mendorong keras pinggulnya, menelan semua batang Ryo! Bersamaan dengan semburan benih Ryo di dalam nya!.

Mereka terkulai, berpelukan, baju mereka terlihat basah oleh keringat.

Ryo mencium bibir dan kening Katarina, memeluknya erat, benaknya dipenuhi oleh rasa takut kehilangan. Tangannya mengusap-usap lengan atas Katarina yang terbuka.

Di telusurinya bekas luka goresan sepanjang 3 senti yang membekas dalam disana…


Poskan Komentar

27 comments

Waduh jangan jangan tokoh wanita y punya Alter Ego...

Jd punya kepribAdian Ganda ya...
Kayak sybil ..,,

wuah...kepribadian ganda lagi kayaknya

w0w, bnr2 kepribadian ganda...
Kok bsa ya??? Thanx mbak KY and mas mimin :D

Tuh kan silvia punya kepribadian ganda

trima kasih mas yudi dan mbk ky

tuh kn berkepribadian 3org...

3 kepribadian?? Wow

Omaigaat
Bener
Kepribadian ganda
Uwaaah keren mb kaye
Ga sabar nunggu kelanjutannya
Makasih mas yudi

tinggal 3 bab lagi ama epilognya. makin penasran. msih ada stu lagi si helena. bukan cuman ganda tapi triple nih kepribadianya kali ya?
tpi di sinop umur mreke beda2.
salute buat mba KY...
ditunggu pengungkapan misterinya :)

ohhhhhhhhhhh ternyata ! Mba kayeee kau membuat diriku terkecoh ! Bravo :)

wah kuereennnn habis mbak KY. gak nyangka. hauhauhuaaua... empat jempoll.. makasi ya mbak KY, mas Yudi n PN :D

Wahhh.. 3 kepribadian yahh???? Makin penadarannn... Mba KY

Wah triple yah??†ђąηk ўσυ mba kaye n mas yudi

mantab kali,ih trz yg atu lg gmana.duh ksian cwo2nya,keren mba KY mksh y.mksh jg mas mimin

♒:ω̃̃ő:Oω̃̃·::♒ :o sekaleeeeeee 3 kepribadian bnr2 diluar nalar wkwkwk

mb ky kereeeeeenn..
aq pernah bc novel ttg kepribadian ganda yg pnya 16 kepribadian.. aq smpe pusing tp aq suka yg ini..
makaci om mimin..

whoaaaa,,,
Ini seperti nonton Shattered Series di Univ. Channel...
Tapi bedanya dsitu yg 3 kepribadian si Lelakiny,,,

Kereeeeennnnn,,,
SALUTEE !
Maakaasiih mbak KaYe,,,mas Yudi,,,

waaa,,,, ga sabar nunggu lanjutannya, tap ko kaya pernah baca ya, 3 kepribadian karya sidney sheldon "Tell Me Your Dream"

But, keep Posting, i can't wait

AHA, pantesan aku jg kyknya familiar dgn cerita ini. Silvia itu mirip Ashley, Helena mirip Toni dan Katarina itu mirip Allete. Perbedaannya Helena itu hypersex sedangkan Toni punya killing instict yg tinggi. Kalau Allete seniman pemalu sedangkan Katarina itu punya disable.

Tuh kan Apa kata hatiku... Silvia itU ya katarina hehehee ... Kok tumben tebakanku bener hehhee
Makasih mbak KY n mass Yudi :)

Keren mba ky.... lnjutin dooo............ng...!!!!!

Keren mba ky.... lnjutin dooo............ng...!!!!!

@ Irma Evelyne Natasha, tks sharing nya ya.... saya barusan cek di wiki, kamu benar, di tell me your dreams karakter utamanya memiliki 2 alter juga, sama seperti cerita enigma ego saya ini, tetapi untungnya karakter dan ceritanya nggak mirip sama sekali ya Irma , kalo mirip juga saya bisa di jitakin rame rame sama warga PN semua....dan rame rame ngecap jidat saya pake merek plagiator ........heheeehh jadi pengen ke toko buku beli novel tell me your dreams ini..... :)

Salam, KY

whoaaaahh.... ga nyangka ini beneran kepribadian ganda, ckck..
bukan ganda tapi triple >,< gimana bisa yakk^^' *garukgarukpala* emank ada penyakit kaya gt yakk~~
wow...
ryo egois -____-

lanjut mba KY :D
makasii PN :*

woahhh.. Triple nie..
Seru bgt mbk KY
Thnks mbk KY n mz yudi , PN

Alter ego itu kepribadian ganda, nah kalau enigmo ego itu berkepribadian tiga, gitu ya kalau ga salah :)

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top