15

1h3s-thumb
"Hai, gua Tristan, Tristan Handoko." Tristan menjulurkan tangannya ke Magnus sambil memperkenalkan diri.

Magnus berdiri, menyambut uluran tangan Tristan.

"Magnus. Magnus Dinata."

"Dari perusahaan apa?" Tanya Tristan sembari menarik sebuah kursi plastik mendekati Magnus.

"Art and Deco." jawab Magnus.

"Gua nggak dari mana-mana, interior designer panggilan." jelas Tristan.

Magnus tersenyum.

Beberapa jam ke depan mereka terlibat pembicaraan seru, sesekali bersikap sebagai marketing ketika ada pengunjung Wood Furniture Exhibition mengunjungi stand. Tristan tanpa canggung juga melibatkan diri.

Sejak saat itu mereka selalu bersama.

Magnus sangat memahami bahwa Tristan memiliki orientasi seks yang berbeda. Dari cara bicaranya, tatapan matanya, sentuhan-sentuhan ringan di tubuh Magnus sangat menggambarkan betapa Tristan sangat mendambakan Magnus.

Pada saat-saat tertentu Magnus merasakan kebimbangan yang sangat besar. Dia merasa sangat terhibur dengan kehadiran Tristan di sisinya, tapi disisi lain dia juga mengharapkan bisa menjadi Magnus seutuhnya seperti dulu lagi.

Ketika mereka berada di apartemen Tristan, beberapa kali Tristan mencoba mendekati Magnus secara seksual.

"Mag….shower yuk…." Tristan mengajak Magnus yang sedang serius menonton film. Tristan yang sedang membaringkan kepalanya di paha Magnus, mulai mengelus-elus leher Magnus.

Magnus hanya membeku. Beberapa kali dia merasakan rangsangan dari sentuhan-sentuhan Tristan.

Dengan halus Magnus menangkap tangan Tristan dari lehernya. Menggenggam erat jemari Tristan yang tergolong lentik. Magnus merasa belum bisa "menyeberang".

Tristan merengut, menenggelamkan kepalanya dalam-dalam di pangkuan Magnus. Sesekali dia menggigit perut Magnus.

Magnus menutup matanya.

Sudah 2 tahun dia bersama Tristan, ciuman dan cumbuan sudah sering mereka lakukan. Hanya satu hal yang dia belum bisa berikan.

Tristan menjadi satu-satunya teman dekat sekaligus tempat dia menghilangkan keresahan karena Tristan mempunyai bakat alam untuk bisa membuat orang lain tertawa karena omongan dan tingkah lakunya.

Sebagai "istri" Magnus, sikap dingin Magnus sudah sangat dimaklumi oleh Tristan dan dia nggak pernah berani sekalipun untuk menentang keinginan Magnus. 

Tristan terlalu mencintai Magnus, dan Magnus…… Entah, Tristan terkadang bisa merasakan kasih sayang itu, terkadang dia juga merasakan Magnus menjadi sosok yang sama sekali berbeda.

Apabila libidonya sudah meningkat, Tristan hanya bisa menyalurkannya di kamar mandi dengan hanya membayangkan Magnus yang berjongkok di depannya…..

Nggak banyak masa lalu Magnus yang diceritakan ke Tristan.

"Elo pernah berhubungan dengan seseorang Mag?" suatu ketika Tristan bertanya kepada Magnus.

"Pernah. Dulu. Lagi SMA." Magnus menjawab sekedarnya.

"Cowok apa cewek?" Tanya Tristan hati-hati. Dia tahu sedang memasuki area sensitive Magnus.

Lama Magnus terdiam dan ketika dia selesai mempertimbangkan untuk menjawab secara jujur, Magnus menjawab pendek "Cewek".

"Sekarang?" kejar Tristan.

"Ga ada apa apa lagi", jawab Magnus.

"Elo….elo sayang gua kan Mag?...." Tristan memeluk Magnus erat.

Magnus membalas pelukan Tristan sekilas.

"Gua belum siap bercerita apapun Tris, tolong jangan paksa gua", Magnus meninggikan nada bicaranya sembari menggenggam jari Tristan.

Tristan terdiam. Setiap kali Magnus mengeluarkan ketegasan atau kata-kata bernada tinggi, dia tahu dia harus mundur dulu. Magnus bukan type orang yang bisa diatur  dan ditekan begitu saja.

Magnus mengeluarkan sebatang rokok mild, menyalakannya dan menghisap dalam-dalam.

Kejadian dua minggu lalu berkelibat dalam pikirannya.  Dia sedang menunggu proses rendering design interiornya ketika Aline datang menangis kepadanya,

Bagaimana dia merasakan kesedihan Aline, ketika Aline bercerita tentang perasaannya dua tahun ini dicuekin oleh Sandy, adiknya. Ketika Sandy mengeluarkan amarah yang tidak semestinya kepada Aline untuk tidak selalu mengganggu Sandy dengan telepon-telepon ataupun tuntutan Aline agar suaminya tidak terlalu lama di luar rumah, Magnus melihat kerentanan Aline, ketidak berdayaan Aline, yang menyebabkan dia memiliki perasaan kuat untuk melindungi, menyayangi dan memenuhi hasrat Aline!

Ketika tadi siang dia  membawa Aline ke ranjangnya, dia merasa mendapatkan kembali kepingan hatinya yang selama ini mengeras dan retak.

Ada amarah  terpendam kepada Sandy, adiknya, karena men sia-sia kan istrinya dan lebih mementingkan pekerjaannya.

Masa lalu berkelebat dalam benak Magnus. Aline, Sandy dan Magnus berteman baik sejak kecil. Dia ingat hari Minggu itu, dengan baju yang rapi wangi, dengan setangkai mawar segar pink, dia ingin menyatakan perasaannya kepada Aline.

Hanya seling beberapa jam, Sandy, adiknya, melompat-lompat memasuki kamar mereka berdua-bercerita dengan antusias dan kegirangan bahwa dia akhirnya 'jadian' dengan Aline. Magnus hanya terdiam, perlahan dia lempar mawar pink nya ke kolong meja…..

Hati Magnus tertutup rapat setelah itu. Beberapa kali dia mencoba berhubungan dengan cewek lain, tapi selalu kandas di jalan. Hasrat nya hanya kepada Aline.

Saat ini hatinya penuh dengan kebimbangan. Dia sangat sadar pengkhianatan yang telah dia lakukan.

Pagar makan tanaman. Musuh dalam selimut. Duri dalam daging.

"Aku harus melakukan sesuatu….." benak Magnus berbisik.


Poskan Komentar

15 comments

Whoa ternyata magnus maho yach () () ,,sâ♈ãΩg b⌣ªª⌣ªª⌣ªªñgêt,
° • · ♡·♥​♡†ћªЙк'ς♡♥·♡ · • ° mas admin

Maho terpaksa dian...

Pelarian karna ƍäªk dpt aline...
Sandi Чªήğ dpt aline malah nyia2n aline. Ayo magnus kejar aline sampe dpt...

Thanks mas yudi n mba KY... Big hug 4 both of you...

eh si Magnus mau ngaoain itu sama Aline,
ya ampun kasihan ya si Aline ditinggalin pergi ke luar kota ma Sandy,
hm... ntar nyesel llo kalau dia pergi, heheheheh

wah ternyata maho bisa menular yah. kalo gaul ama yang model gt.

Huaaaa ksian magnus,jd galau..jgn benci am cwe ya say..º°˚˚°º♏:)Ą:)K:)Ä:)§:)Ǐ:)♓º°˚˚°º ya mba kaye n mamas

Depresi sih depresi tp knapa jadi maho...
Oh magnus!

Cinta terpendam akhir Πγª terbalas, tpi hnya jdi pelarian Aline. Kasian Magnus.....

Eh astagaaa kok gay sih
Hahahahah
Sumpah
Ga ketebak banget mb kaye :D
Thanks mas yudi :D

oh,, wow...
ternyataaa...
keyen,,cerita semakin bergulir, makasih Mba KY n Mas yudi

Mmmm...maaf teman2...maho apaan siyy..???

waaaaaa~ magnusnya galauu yah? ceritanya bikin reader ga sabar nunggu kelanjutannya nih~ :)

uhukkkk...semangka magnum...
kamu harus yakin klo kamu tuh normal..
makasih mb KY n mas mimin..

Ganteng ganteng kok maho sich... Whoaaaaaa
Makasih mas Yudi , mbak YK yang maniez.... Kecup sayank drkoe... :)

woaahh aku berharap magnus bsa normal lagi mba ky ...
jngan ampe deh magnus jd gay huhuhhu ...ga bsa trima !!!

wah, bagian ini kok rasanya pendek banget.. thanks mas yudi dan mbak KY.. lanjut..

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top