23


TRISTAN:
Dengan riang Tristan merapikan kedua kopernya yang super besar. Semaleman dia nggak bisa tidur, nggak pernah mengira impiannya tercapai begitu mudahnya.

MAGNUS:
"Ini yang terbaik bagi Aline….." benaknya terus mengucapkan kalimat ini bagaikan mantra yang bisa menguatkan hati dan jiwanya.

SANDY:
"Aku sudah menduga mereka akan melakukan hal ini…." Sandy memegang keningnya, ada rasa takut akan kehilangan terbersit.

AKU:
Aku merasa wajahku kehilangan darah. Untuk sepersekian detik aku merasa limbung, aku pegangi tepi meja kerja Magnus. Tanpa diperintah air mata ku sudah mengalir deras. Magnus memelukku erat, tanpa kata.


Sehari sebelumnya:

"San, gue perlu ngomong sesuatu sama lo. Penting." Magnus menghampiri Sandy yang sedang bersantai di beranda belakang rumah.

Sandy meletakkan koran yang sedang dibacanya. Dia sangat hafal Magnus. Kalau Magnus membuka percakapan seperti itu, artinya dia sedang sangat serius dan membutuhkan perhatian lawan bicaranya seratus persen.

Magnus mengambil sebatang rokok, menyodorkan ke Sandy dan menyalakan rokoknya sendiri.

"Kenapa lo?" tanya Sandy

Magnus menghembuskan asap rokoknya keras-keras.

"Gue mau pindah ke Belanda, bareng Tristan. Gue udah pikirin hal ini lama sekali, San. Gue gak mungkin di Indo kalau gue menjalani hubungan seperti ini sama Tristan."

Magnus menghembuskan asap rokoknya ke atas, tangannya mengepal keras pegangan kursi, melawan rasa terhempas di sudut hatinya.

"It’s your life, Bro. Lo dah dewasa untuk menentukan sikap. Kapan lo berangkat?"

"Minggu depan."

"Gue anter lo ntar Mag, gue harap sesekali lo balik kesini nengok Mama dan Mora."

Magnus mengangguk, sembari membuang rokoknya yang baru habis setengah. Terasa sepet di mulutnya.

"Gue punya sesuatu buat elo San, ini tablet gue, lo pake. Gue gak hapusin file gue. Lo liat aja ntar, banyak ilmu buat nyenengin istri lo."

Magnus membayangkan file-file yang dia download dari internet, sengaja dia ke adiknya, agar lambat laun Sandy akan bisa mengoreksi kekurangannya dan membahagiakan Aline.

Dari artikel serius tentang rumah tangga, suami-istri, Kamasutra, hingga beberapa film semi porno yang menonjolkan keromantisan suami terhadap istrinya.

Sandy nyengir sambil menerima device pemberian kakaknya.

"Omong-omong San, gue liat lo makin sibuk kerja di luar rumah. Jaga kondisi lo San, kalau lo bisa ngatur semua dari kantor lo atau dari rumah, ngapain lo berhari-hari ninggalin anak istri?"

Sandy merenung. Beberapa hari ini dia juga sempat memikirkan hal itu. Aline, istrinya, terlihat sering murung walaupun dia ada di rumah. Mau ngobrol selalu nggak sempat karena di rumah pun dia harus ngurusin kerjaan.

"Lo tau kalo Aline sebenarnya merasa tersiksa dan kesepian kalau lo ninggalin rumah San? Kasian dia San, gue sering mergokin dia nangis atau ngelamun berjam-jam. Lo coba pikirin San, duit dan karir bisa dicari. Tapi kebahagiaan? Biar kata lo punya duit Trilyunan, tapi lo ga bisa bikin anak istri lo bahagia, apa arti kekayaan itu?"

Sandy tercenung lagi.

"Gue cinta banget istri gue Mag….Gue pengen lihat dia bahagia….Gue ngerti maksud lo. Gue punya beberapa planning, gue rasa gue bisa pindahin kantor gue ke rumah ini…"

"Gue juga pengen liat Aline bahagia San…." Magnus membatin lemah.

***

Bandara Soekarno-Hatta, Terminal 2E.

Mora merengek-rengek minta digendong Magnus. Mungkin di hati kecilnya dia merasakan juga nggak akan melihat om-nya dalam waktu lama.

Aku membersihkan  lagi ingus yang keluar dari hidung, air mata nggak habis-habisnya mengalir.

Sandy memeluk bahuku, seakan-akan menunjukkan bahwa dia mengerti kesedihanku karena Magnus akan ke Belanda.

"Please Mag, aku butuh kamu…jangan pergi…please….."

Aku menatap nanar Tristan yang bergayut manja dilengan Magnus.

Cemburu? Iri?

Sekarang waktu menunjukkan 18.00, udah waktunya mereka check-in. Penerbangan ke bandara Schipol Amsterdam jam 19.45.

Sandy menghampiri Magnus dan Tristan, memeluk mereka bergantian.

Aku menghampiri Magnus. Pelukan terakhirku. Aroma Pinus ku akan pergi.

Magnus mendekap erat tubuhku. Matanya menyiratkan rasa sedih dan kehilangan yang dalam.

"Berjanjilah kamu akan bahagia Aline. Berjanjilah……" Magnus berbisik pelan di telingaku.

Aku makin terisak, hanya anggukan kecil yang bisa aku berikan sebagai jawaban.

"Kamu jaga diri baik-baik, Mora membutuhkan kamu. Kamu bisa hubungi aku kapan saja. Kalau kamu minta aku datang, aku akan datang Aline……I love you……"

Magnus membisikkan kalimat terakhirnya sebelum dia menepuk-nepuk punggungku pelan. Senyum kecilnya terlihat palsu.

Tristan kembali menggenggam jari Magnus, ketika bayangan mereka menghilang di pintu departure, aku merasa rapuh.

***

Poskan Komentar

23 comments

Makasih Bunda Marry,,
Makasih Mbak KaYe,,
Makasih Mas Yudi,,
Makasih PN~United,,,,
Mmuuuaacchh,,,

Haaahhh???emot kaget
Jdi jg magnum am tristan??g trima ah
Thks mba kaye,bunda,mamas

Yah si magnus kok ama tristan *super duper ga trima...

ending bikin galau mksh mbak ky.mksh mbak marry

Kalo Magnus ga bisa sama Aline, ya jangan sama Tristan donk...sama cewek yang lain ajah...hiks, jadi mikir dech aku :(

Knp mesti gay ya magnumnya??? But thanks all mimin :)

ending nya "Bukan Epilog"
Bkin galau.... :'(
Ya sutra lah.. Di bkin ending bhgia di benak msing2 :D xixixixi *mengkhayal...
Mba KY, great n funny story... Mksih..
Mas yudi n mba marry jg mksih...

Cerita romantis yang bikin miris dan nangis tapi ini sungguh realistis kaya yang terjadi jaman sekarang.....

mmmm.. ni msh ada lanjutanna kan yak???????????? yaaaa jgn buat kentang dunkkkkkk HIIIIIKKKK T_T

Hiks hiks hiks jd kebawa suasana...... masih ada part 2 frens.... tp siapin mental yaaaa, pas baca nanti sambil dengerin lagu yg saya sebutin di judul bab......*bocoran dikit : siapin broken angel, kenangan terindah nya samson dan thousand years..... got it? Pis!

Thanks mba KY, mba marry n mas yudi

Yaampun astagaaa
Kok jadi ama tristan
*bergidik ngeri*
Makasih mb kaye, mb marry

ada lanjutannya?? wajib ada ya mbak KY.... sng bgt baca cerita ini...

koq jd gni,mendadak bt.tragis,knp jg ma tristan huhuh.thx mba KY n mas mimin :*

@arsita : saya ada sedikit clue tentang kelanjutannya :-) tuh di atas....^ tks apresiasinya buat semua...... salam KY

Heheh makan french friech sebentar, tenang saja hidangan utamanya sudah di siap kan oleh Mba yovita kristina ,di iringi oleh lagu romantis yang menggetarkan jiwa, di jamin penantian kita ga akan sia-sia ,

Love u all :)

Keputusn Ɣªήğ terbaik bgi smua ya. ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴.. Mba KY, mba Merry dn mas Yudi.

Huwaaaa...
Bete ih sama si magnus...
Pengen masukin si tristan ke kopernya trus kirim ke antartika biar sm beruang kutub...

Lanjutkaaan mbk. Aku mendukungmuu :D

Ya ilah si magnus najong petong dah!!
Masa timun ama timun kan kasian cw cw jomblo yg lain!

trim mbak ky, d tunggu cerita yg lainnya

mba KY. . .critanya happy ending dong. . .
Wah jd galau. .kshan Magnus. .sama aku aja deh drpd ma Tristan

magnuuuus T.T
gentle banget~~

bukan epilog (^.~)
mkasii mba ky n pn :*

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top