Join Us On Facebook

Please Wait 10 Seconds! or closed here

31 Januari 2013

Satu Hati Tiga Sudut Bag. Kelima: Bukan Epilog



TRISTAN:
Dengan riang Tristan merapikan kedua kopernya yang super besar. Semaleman dia nggak bisa tidur, nggak pernah mengira impiannya tercapai begitu mudahnya.

MAGNUS:
"Ini yang terbaik bagi Aline….." benaknya terus mengucapkan kalimat ini bagaikan mantra yang bisa menguatkan hati dan jiwanya.

SANDY:
"Aku sudah menduga mereka akan melakukan hal ini…." Sandy memegang keningnya, ada rasa takut akan kehilangan terbersit.

AKU:
Aku merasa wajahku kehilangan darah. Untuk sepersekian detik aku merasa limbung, aku pegangi tepi meja kerja Magnus. Tanpa diperintah air mata ku sudah mengalir deras. Magnus memelukku erat, tanpa kata.


Sehari sebelumnya:

"San, gue perlu ngomong sesuatu sama lo. Penting." Magnus menghampiri Sandy yang sedang bersantai di beranda belakang rumah.

Sandy meletakkan koran yang sedang dibacanya. Dia sangat hafal Magnus. Kalau Magnus membuka percakapan seperti itu, artinya dia sedang sangat serius dan membutuhkan perhatian lawan bicaranya seratus persen.

Magnus mengambil sebatang rokok, menyodorkan ke Sandy dan menyalakan rokoknya sendiri.

"Kenapa lo?" tanya Sandy

Magnus menghembuskan asap rokoknya keras-keras.

"Gue mau pindah ke Belanda, bareng Tristan. Gue udah pikirin hal ini lama sekali, San. Gue gak mungkin di Indo kalau gue menjalani hubungan seperti ini sama Tristan."

Magnus menghembuskan asap rokoknya ke atas, tangannya mengepal keras pegangan kursi, melawan rasa terhempas di sudut hatinya.

"It’s your life, Bro. Lo dah dewasa untuk menentukan sikap. Kapan lo berangkat?"

"Minggu depan."

"Gue anter lo ntar Mag, gue harap sesekali lo balik kesini nengok Mama dan Mora."

Magnus mengangguk, sembari membuang rokoknya yang baru habis setengah. Terasa sepet di mulutnya.

"Gue punya sesuatu buat elo San, ini tablet gue, lo pake. Gue gak hapusin file gue. Lo liat aja ntar, banyak ilmu buat nyenengin istri lo."

Magnus membayangkan file-file yang dia download dari internet, sengaja dia ke adiknya, agar lambat laun Sandy akan bisa mengoreksi kekurangannya dan membahagiakan Aline.

Dari artikel serius tentang rumah tangga, suami-istri, Kamasutra, hingga beberapa film semi porno yang menonjolkan keromantisan suami terhadap istrinya.

Sandy nyengir sambil menerima device pemberian kakaknya.

"Omong-omong San, gue liat lo makin sibuk kerja di luar rumah. Jaga kondisi lo San, kalau lo bisa ngatur semua dari kantor lo atau dari rumah, ngapain lo berhari-hari ninggalin anak istri?"

Sandy merenung. Beberapa hari ini dia juga sempat memikirkan hal itu. Aline, istrinya, terlihat sering murung walaupun dia ada di rumah. Mau ngobrol selalu nggak sempat karena di rumah pun dia harus ngurusin kerjaan.

"Lo tau kalo Aline sebenarnya merasa tersiksa dan kesepian kalau lo ninggalin rumah San? Kasian dia San, gue sering mergokin dia nangis atau ngelamun berjam-jam. Lo coba pikirin San, duit dan karir bisa dicari. Tapi kebahagiaan? Biar kata lo punya duit Trilyunan, tapi lo ga bisa bikin anak istri lo bahagia, apa arti kekayaan itu?"

Sandy tercenung lagi.

"Gue cinta banget istri gue Mag….Gue pengen lihat dia bahagia….Gue ngerti maksud lo. Gue punya beberapa planning, gue rasa gue bisa pindahin kantor gue ke rumah ini…"

"Gue juga pengen liat Aline bahagia San…." Magnus membatin lemah.

***

Bandara Soekarno-Hatta, Terminal 2E.

Mora merengek-rengek minta digendong Magnus. Mungkin di hati kecilnya dia merasakan juga nggak akan melihat om-nya dalam waktu lama.

Aku membersihkan  lagi ingus yang keluar dari hidung, air mata nggak habis-habisnya mengalir.

Sandy memeluk bahuku, seakan-akan menunjukkan bahwa dia mengerti kesedihanku karena Magnus akan ke Belanda.

"Please Mag, aku butuh kamu…jangan pergi…please….."

Aku menatap nanar Tristan yang bergayut manja dilengan Magnus.

Cemburu? Iri?

Sekarang waktu menunjukkan 18.00, udah waktunya mereka check-in. Penerbangan ke bandara Schipol Amsterdam jam 19.45.

Sandy menghampiri Magnus dan Tristan, memeluk mereka bergantian.

Aku menghampiri Magnus. Pelukan terakhirku. Aroma Pinus ku akan pergi.

Magnus mendekap erat tubuhku. Matanya menyiratkan rasa sedih dan kehilangan yang dalam.

"Berjanjilah kamu akan bahagia Aline. Berjanjilah……" Magnus berbisik pelan di telingaku.

Aku makin terisak, hanya anggukan kecil yang bisa aku berikan sebagai jawaban.

"Kamu jaga diri baik-baik, Mora membutuhkan kamu. Kamu bisa hubungi aku kapan saja. Kalau kamu minta aku datang, aku akan datang Aline……I love you……"

Magnus membisikkan kalimat terakhirnya sebelum dia menepuk-nepuk punggungku pelan. Senyum kecilnya terlihat palsu.

Tristan kembali menggenggam jari Magnus, ketika bayangan mereka menghilang di pintu departure, aku merasa rapuh.

***
Share on :

23 comments:

riska nova mengatakan...

Makasih Bunda Marry,,
Makasih Mbak KaYe,,
Makasih Mas Yudi,,
Makasih PN~United,,,,
Mmuuuaacchh,,,

melani mengatakan...

Haaahhh???emot kaget
Jdi jg magnum am tristan??g trima ah
Thks mba kaye,bunda,mamas

astrid mengatakan...

Yah si magnus kok ama tristan *super duper ga trima...

nira lovesket mengatakan...

ending bikin galau mksh mbak ky.mksh mbak marry

erna widyaningsih mengatakan...

Kalo Magnus ga bisa sama Aline, ya jangan sama Tristan donk...sama cewek yang lain ajah...hiks, jadi mikir dech aku :(

henny pebrinawati mengatakan...

Knp mesti gay ya magnumnya??? But thanks all mimin :)

Sila Chaniago mengatakan...

ending nya "Bukan Epilog"
Bkin galau.... :'(
Ya sutra lah.. Di bkin ending bhgia di benak msing2 :D xixixixi *mengkhayal...
Mba KY, great n funny story... Mksih..
Mas yudi n mba marry jg mksih...

ANNISA JAMEELA mengatakan...

Cerita romantis yang bikin miris dan nangis tapi ini sungguh realistis kaya yang terjadi jaman sekarang.....

Mrs.Gandy mengatakan...

mmmm.. ni msh ada lanjutanna kan yak???????????? yaaaa jgn buat kentang dunkkkkkk HIIIIIKKKK T_T

yovita kristina mengatakan...

Hiks hiks hiks jd kebawa suasana...... masih ada part 2 frens.... tp siapin mental yaaaa, pas baca nanti sambil dengerin lagu yg saya sebutin di judul bab......*bocoran dikit : siapin broken angel, kenangan terindah nya samson dan thousand years..... got it? Pis!

Ashia Shila mengatakan...

Makasih makasih

liatanubrata mengatakan...

Thanks mba KY, mba marry n mas yudi

Herlina Santi mengatakan...

Yaampun astagaaa
Kok jadi ama tristan
*bergidik ngeri*
Makasih mb kaye, mb marry

Arsita Yunita mengatakan...

ada lanjutannya?? wajib ada ya mbak KY.... sng bgt baca cerita ini...

Rena Septiana Onggatz mengatakan...

koq jd gni,mendadak bt.tragis,knp jg ma tristan huhuh.thx mba KY n mas mimin :*

yovita kristina mengatakan...

@arsita : saya ada sedikit clue tentang kelanjutannya :-) tuh di atas....^ tks apresiasinya buat semua...... salam KY

Marry Sanders mengatakan...

Heheh makan french friech sebentar, tenang saja hidangan utamanya sudah di siap kan oleh Mba yovita kristina ,di iringi oleh lagu romantis yang menggetarkan jiwa, di jamin penantian kita ga akan sia-sia ,

Love u all :)

nira btl mengatakan...

Keputusn Ɣªήğ terbaik bgi smua ya. ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴.. Mba KY, mba Merry dn mas Yudi.

Dhinie si RaDheeA mengatakan...

Huwaaaa...
Bete ih sama si magnus...
Pengen masukin si tristan ke kopernya trus kirim ke antartika biar sm beruang kutub...

vikasucy.com mengatakan...

Lanjutkaaan mbk. Aku mendukungmuu :D

lutfi akhmad mengatakan...

Ya ilah si magnus najong petong dah!!
Masa timun ama timun kan kasian cw cw jomblo yg lain!

trim mbak ky, d tunggu cerita yg lainnya

lylian intan mengatakan...

mba KY. . .critanya happy ending dong. . .
Wah jd galau. .kshan Magnus. .sama aku aja deh drpd ma Tristan

wulan Choi mengatakan...

magnuuuus T.T
gentle banget~~

bukan epilog (^.~)
mkasii mba ky n pn :*

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
© Copyright Baca Cerita Online: Portal Novel Erotis Terjemahan 2011 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates