20

make-out
Penulis: Nenden Faridah


Florencia Erviane atau lebih dikenal dengan panggilan Flo, perempuan berusia 24 tahun yang masa hidupnya selalu berpenampilan terlalu biasa, kini terlihat sangat cantik dengan sebuah mini dress tanpa lengan berwarna merah maroon yang membungkus tubuhnya dengan pas. Rambut coklat lurus sepunggung yang biasanya ia ikat kini dibiarkan tergerai. Flo terpana melihat pantulan seorang perempuan luar biasa yang ada di dalam cermin.

"Pantas saja lelaki brengsek itu terobsesi untuk bercinta denganku," Flo meringis ketika ingatannya kembali kepada kejadian mengerikan yang membuatnya terpuruk selama beberapa minggu terakhir. Betapa besar sakit hatinya karena penghianatan dari laki-laki yang telah 2 tahun menjadi kekasihnya. Betapa remuk perasaannya dulu, saat melihat dengan mata kepalanya sendiri sang kekasih, Nathan,  tengah bermadu kasih dengan seorang wanita di dalam ranjang apartemen lelaki itu.

Yah, mungkin ini resiko karena ia tidak mau memberikan apa yang Nathan mau.

***

"Flo, sudah siap?" sebuah suara yang mendekat menyadarkannya dari lamunannya. Flo segera berdiri dan kini berhadapan dengan temannya, Anna. Ia hanya tersenyum kecut tanpa mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya.

"Astaga, Flo! Kau membuatku pangling." Anna memekik, teman Flo itu kini terlihat menganga melihat penampilan Flo yang berubah drastis. Sangat cantik.

"Sayang, kurasa rencanamu malam ini untuk melupakan Nathan yang brengsek itu akan sukses besar." Anna yang masih terkesima melihat penampilan Flo, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Sudahlah, Ann! Tidak perlu memujiku, lebih baik kita segera pergi agar rencanaku ini segera bisa terlaksana." Flo yang tidak menghiraukan pujian Anna, hanya berjalan melewati Anna, yang akhirnya di ikuti oleh Anna di belakangnya.

Flo memang tengah dilanda frustasi karena meskipun kenyataan begitu menyakitkan, Nathan selalu ada dalam benaknya. Hanya ada satu jalan, satu cara, rencana terakhir yang bisa ia lakukan untuk bisa melupakan perasaan cintanya pada Nathan.

Hanya satu. Dan itu adalah bersenang senang di club, yang selama hidupnya selalu dijauhinya dan maybe making love with random guys yang dirasa akan berhasil, menurutnya.

Flo sudah tak peduli dengan prinsipnya untuk tetap mempertahankan keperawanannya hingga menikah, karena sekarang Flo bahkan sudah tidak berminat dengan yang namanya pernikahan.

***

Flo kini tengah duduk sendirian di depan sebuah meja bar utama dari sebuah club elit di daerah Kemang, dengan seorang bartender yang menemaninya. Banyak lelaki hidung belang di dalam club yang mendekatinya dan mencoba untuk membawanya pergi untuk melakukan one night stand dengannya tapi belum ada yang membuatnya tertarik.

Anna yang tadi datang bersamanya, sudah pergi meninggalkannya bersama kekasihnya untuk bersenang senang di tempat lain.

Flo yang sudah setengah mabuk, mengacungkan gelas minuman ke-5 nya yang sudah kosong kepada bartender, dan berseru "Hey, aku minta lagi minumannya!"

Sang bartender hanya menggelengkan kepalanya, "Nona, kau sudah hampir mabuk. Kau sendirian, sebaiknya kau pulang. Aku tidak ingin kau nanti merepotkanku." jawabnya.

"Shit! Bartender sialan kau! Disini aku tidak minum gratis, kenapa kau malah mengusirku?" seketika Flo menggebrak meja bar dengan cukup keras, ia melotot tak terima dengan perkataan sang bartender.

"Bu...bukan begitu, nona." sang bertender terlihat ketakutan.

"Lalu apa, hah? Kau ingin aku menemui managermu dan menyuruhnya untuk memecatmu sekarang juga?" ancam Flo.

"Tidak, nona. Bukan seperti itu." sang bartender membantah. "Cih, lalu apa, hah?"

"Flo, hentikan!" seorang lelaki tampan, berpostur tubuh tinggi dengan umur yang mungkin terlihat seperti 27 tahun yang diketahui dari tadi terus memperhatikan Flo kini sudah berada dibelakang tubuh Flo dan memegang pergelangan tangan kiri Flo dengan kencang.

Lelaki itu tak memperdulikan tatapan garang yang Flo lemparkan padanya dan malah membawa Flo dengan cepat kesebuah ruangan yang diketahui merupakan salah satu ruangan yang disediakan oleh pemilik club untuk para pelanggan yang akan menginap –atau making love lebih tepatnya.

Lelaki itu hanya memberikan kartu kreditnya kepada salah satu pelayan dan langsung memasuki ruangan yang lebih terlihat seperti kamar suite hotel berbintang lima.

"Bagaimana kau bisa tahu namaku?" Flo yang sudah setengah mabuk, dengan sempoyongan mendekati sang lelaki yang kini sudah melepaskan tangannya. "Flo..."

Pandangan Flo menyelidik, "Sssst. Sudahlah! Aku tidak tertarik untuk mengetahui. Yang kutahu sekarang bahwa...aku...sepertinya tertarik dengan kau, tampan." dengan terhuyung-huyung, Flo semakin mendekat kepada tubuh sang lelaki dan dengan penuh keagresifan Dikalungkannya tangannya pada leher lelaki tersebut.

"Siapa namamu, tampan?" suaranya penuh desahan.

"Dennis drymon."

"Dennis...Drymon? aku seperti pernah mendengar namamu sebelumnya," gumamnya berpikir. "Tapi... aku tak peduli..." dengan suara menggoda, Flo mendekatkan bibirnya pada telinga Dennis dan berbisik, "Aku ingin bercinta denganmu, se..ka..rang".

"Tapi Flo..." belum sempat Dennis melanjutkan ucapannya, Flo sudah membungkamnya dengan sebuah ciuman yang begitu menggoda.

"SIAL! Flo cukup! aku tidak bisa menahannya lagi jika kau meneruskannya." Dennis menggeram disela sela ciuman Flo yang begitu membuat gairahnya meningkat drastis.

"Maka, kau tidak perlu menahannya," Flo membalas dengan ciuman yang terus menerus dilayangkannya hingga pada akhirnya Dennis pun menyerah.

Lelaki tampan itu balas mencium Flo dengan sangat ganas. Di peluknya dengan sangat kencang tubuh ramping Flo, hingga dada mereka yang masih terbungkus oleh pakaian yang mereka pakai bersentuhan dan itu berhasil membuat Dennis semakin menggeram ketika gairahnya semakin dibawa melayang oleh Flo. Perlahan Dennis menaikkan tangannya menuju kedua tali yang menahan dress Flo. Hingga pada detik selanjutnya tali itu dibukanya, dan meluncurlah dress itu kebawah dan terkulai diantara kaki Flo.

"Ya Tuhan, kau sangat indah." erang Dennis dan dipeluknya kembali tubuh yang kini hanya terbungkus bra dan cd merah berenda itu. Ciumannya dengan perlahan digerakan ke bawah dan menelusuri leher jenjang Flo hingga akhirnya berakhir dengan hisapan diantara gundukan yang begitu menonjol yang tak terbungkus sepenuhnya oleh bra. Erangan demi erangan tak tertahankan keluar dari bibir Flo dan itu membuat Dennis semakin tak kuasa menahan hasratnya.

Miliknya semakin mengeras dibawah sana, semakin membutuhkan kepuasan. Jika Tangan Dennis tidak memeluk pinggangnya dengan erat, sudah pasti Flo jatuh terkulai di lantai karena tubuhnya tiba tiba saja melemah setelah sesaat mengejang karena sebuah kenikmatan yang datang menyergapnya. Tangan kiri Dennis kini beralih menuju belahan paha Flo. Di telusupkan olehnya jari jari tangan kirinya hingga memasuki celana dalam Flo hingga jari-jarinya sudah berada di dalam milik Flo.

"Sayang, kau sudah basah," bisik Dennis yang hanya dibalas erangan oleh Flo. Detik selanjutnya, Dennis membimbing tubuh Flo menuju tempat tidur berukuran king dengan spray berwarna satin yang menambah suasana erotis diantara mereka hingga akhirnya tubuh Flo terjatuh dan terlentang diatas ranjang dengan Dennis yang berlutut diatasnya. Dennis kembali menerjang, melumat bibir Flo hingga lidahnya menelusup kedalam mulut Flo dan menyesap betapa manisnya isi dari mulut Flo itu.

Perlahan dibukalah baju yang melekat pada tubuhnya satu persatu. Tak lupa Dennis pun membuka dan melemparkan dengan sembarangan pakaian tersisa yang membungkus tubuh Flo hingga akhirnya mereka berdua kini benar benar telanjang. Dengan gerakan membabi buta, Dennis kembali menerjang Flo dengan ciuman ciuman ganas dan tanpa jedanya. kedua milik mereka bersentuhan sehingga membuat mereka mengerang seketika seolah sengatan listrik berkekuatan tinggi tengah mengaliri tubuh telanjang mereka.

Ciuman Dennis beralih kepada gundukan kenyal yang terpampang di hadapannya, dimainkannya kedua puting yang sudah sangat keras itu bergantian dengan tangannya. Setelah puas memainkannya, dilahapnya dengan ganas satu persatu gundukan itu sampai terbenam seluruhnya di dalam mulut laparnya.

Tak kuat dengan gairah yang semakin melenyapkan kesadarannya, dengan pelan Dennis menggerakan miliknya untuk mengelus, menggesek milik Flo dibawah sana hingga Flo kembali mendesis tak tertahankan. Dennis mulai menggerakan miliknya masuk kedalam milik Flo. Diketahuinya dengan jelas bahwa ini adalah pengalaman Flo yang pertama membuat Dennis harus bersabar dan bersikap lembut. tidak ingin menyakiti perempuan yang selama ini dicintainya membuat ia harus menahan gairahnya ke titik dimana perempuan itu tidak akan merasakan kesakitan yang sangat dari penyatuan mereka.

Sebuah teriakan akhirnya keluar bersamaan dengan milik Dennis yang merobek sesuatu didalam milik Flo. Perempuan itu terlihat begitu kesakitan, Dennis yang merasa tak tega akhirnya mendiamkan miliknya dan beralih memeluk tubuh Flo yang bergetar dengan penuh kelembutan.

"Tenanglah, sayang, aku akan berhenti sampai disini jika kau tak kuat untuk melanjutkannya," Dennis berbisik dengan lembut ditelinga Flo. Sebagai jawaban, Flo hanya memberikan reaksi dengan memeluk pinggang Dennis, dan menekan pinggulnya sampai miliknya bergerak semakin dalam.

Dennis yang mengerti keinginan Flo untuk meneruskan kegiatan mereka, pada akhirnya kembali memasukan miliknya lebih dalam dan seketika membuat Flo memekik hingga lama kelamaan suara Flo berubah menjadi sebuah erangan nikmat. Klimaks pun mememenuhi mereka.

Kedua insan itu akhirnya terus mendayung didalam lautan kenikmatan yang menghembuskan mereka kedalam surga yang tiada duanya. Membuat mereka terus trombang ambing didalam gejolak yang terus meledakan perasaan mereka sepanjang malam.

***

Waktu menunjukan pukul 04.00 am ketika Flo terbangun dan menyadari tubuhnya yang telanjang tengah berpelukan dengan lelaki asing. Walaupun ia tidak mengingat keseluruhan kejadian yang ia alami semalam, tapi ia tahu bahwa kini keperawanannya sudah ia berikan kepada lelaki asing yang ada di sampingnya.

Sekarang, Nathan memang sudah terhapus dari dalam benaknya, namun malah digantikan oleh lelaki di dalam pelukannya ini. Perlakuan lelaki di sampingnya,yang sepanjang malam tadi begitu lembut dan entah kenapa dirasakannya penuh akan perasaan cinta itu terbayang- bayang terus dalam memorinya.

"Ingat ini hanyalah one night stand, Florencia." desisnya mengingatkan diri sendiri, dalam hati. Detik selanjutnya, Flo melepas pelukannya pada lelaki itu dan bangkit dari tidurnya. Dengan tanpa menghiraukan gerakan Dennis yang terlihat gelisah didalam tidurnya, Flo berjalan memungut semua pakaiannya yang berceceran dilantai dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.

Flo berdiri di depan wastafel dan melihat bayangan dirinya dengan seksama di dalam cermin. Seluruh tubuhnya penuh dengan noda biru bekas ciuman dan hisapan ganas Dennis terutama pada leher dan kedua buah dadanya. Dan ia tersenyum kecut. Tanpa menunggu lama, Flo segera membasuh seluruh tubuhnya yang lengket dengan air dingin, mencoba untuk mendinginkan pikirannya, melupakan Dennis dan perlakuan lembutnya tadi malam.

Begitu Flo selesai dengan ritualnya di kamar mandi, ia segera berjalan mendekati pintu dan keluar dengan hati-hati. Dilihatnya Dennis tengah duduk dengan punggung yang menyender pada kepala ranjang.

"Kau akan pergi kemana?" geram lelaki itu begitu melihat penampilan Flo yang sudah rapi.

"Pulang." jawab Flo singkat sembari mengambil sebuah blazer dari dalam tas Bulgari nya.

"Tapi Flo..."

"Tidak ada yang perlu kita bicarakan, Dennis." potong Flo.

"Flo bisakah..."

"Cukup, Dennis. Hubungan kita selesai...sampai...disini. terima kasih atas malam yang sudah kau berikan untukku dan terima kasih juga karena kau sudah membantu mensukseskan rencanaku. Dennis, maaf. Aku harus pergi." tanpa berkata kata lagi, Flo bergegas keluar dari dalam ruangan tersebut, meninggalkan Dennis sendiri yang terpaku, terpuruk atas ucapan Flo barusan, tanpa mencoba untuk mengejar Flo yang sudah pergi menjauh.

***

Poskan Komentar

20 comments

akh! apakah ada terusanya??? penasaran... semangat terus ya!? :D

Keren gaya bahasanya :D
Kok Flo kaga terkejut ya sama Dennis , aku kira dia kaga inget kalo ternyata one night standnya sama Dennis yang ternyata di kenalnya "maybe"
Mohon di lanjut ceritanya :)

Keren gaya bahasanya :D
Kok Flo kaga terkejut ya sama Dennis , aku kira dia kaga inget kalo ternyata one night standnya sama Dennis yang ternyata di kenalnya "maybe"
Mohon di lanjut ceritanya :)

pa ya.. ? pa ya.. ?
ini gantung. serius, ini bnr2 one shot ya ?
sy engga rela nih.
skali liat, sy langsung terpesona deh sm dennis.
pasti dy udah cinta bgt sm flo.

thanks mas yudi.

Aaakkkkkkk,,,Mbaaa Nenden d rncanakah mw dbkin lnjutanny??
Hehehe,,,
Mksh Mba Nenden n Mas Yudi..

hot hot hot....ceritanya bisa jadi bersambung nih kalo emang ada.
tapi.................?

Ne ceritanya ( Ơ̴̴͡ ټ ^ ) °ºoĸế kok ƍќ>:/ masuk finalis y °=-?..нмм..=-?° <8-| )(> _/ \_.. Hmmm... ??

kereen... mba nenden pnya blog ga?
nieh crita wajib dilanjutin nieh keren bgt... terlalu syng klo cmn one shot... keren...

Wow...bikin penasaran aja, sama kelanjutanx... Hmmm ...

Adakah klanjutannya?
Ptus d tngah jlan.. Aargh..
Bwt org pnasaran stgh mati.. Ck

Yg dcari2 ga muncul orgny,,
dear sistah Nenden,,,critanya menarik,,,
Wamita yg frustasi sangadh kmudian mlampiaskn hny dg one nite stand???
Bener2 kereeeeenn,,,
Makasih mas Yudi,,makasih Nenden,,

di sambung donk, penasaran nih

Apah apah?!
Wah nanggung :o

Lagih Lagih Lagih
*teriak pake toa*

hey ladies jangan ikutin gaya Flo yach.... gawat :D
tp buat baca2 cerbung boleh nih hehheee
semangat mbak Nenden :)

ini ada lanjutannya? aaa penasaran T-T

Lanjotinnn..... Lanjotinnnnnn..... Lanjotinnnnnn..... *demo critana, mba Nenden lanjotin dunkkk pleaseeeeee.... Buat pnasaran ^.^*

Yach... Penasaran dech.

Kayak nya dennis itu baik deh flo
Lanjutin dooooong....
Pleez...

lenjutin dong ceritanya,,,penasaran niee
tolong ya mbk semangat ya????

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top