25

Penulis: +Mary Regina


hottest-snow
“APA?” Aku langsung melonjak dari duduk tenangku yang sedari tadi kuusahakan. Badanku menegang dan mungkin bola mataku juga akan ikut keluar tanpa kuminta. “APA MAKSUDMU KITA TERJEBAK???”

Pria jangkung dan atletis berambut mohawk serta bermata zambrud itu mengangguk dengan mantap. “Kita terjebak. Salju turun lebih cepat dari yang kita kira, ah maaf…dari yang kau kira! Anggap saja kita seperti nasib para pemain drama percintaan yang sering kalian—para gadis tonton di akhir pekan.”

Aku langsung sigap membalikkan tubuhku, menutup wajah dan mengacak topi rajutku yang sempurna menutupi sebagian kepalaku yang kedinginan. Aku! Seorang Gisellena Jasmine, yang dikenal berkepala dingin dan penuh perhitungan, selalu waspada dan tidak pernah luput dari segala macam kontrol diri, sekarang malah terjebak dengan pria matang yang teramat seksi. Dan yang terparah, dia ini mantan pacarku!

“Udaranya semakin dingin, dan pakaian kita cukup lembab. Kau tak seharusnya ceroboh menerjang hujan salju seperti ini. Apa yang sebenarnya kau lakukan, Giselle?”

Nada suara yang tenang ini kembali menghunjamku. Aku harus bersikap tenang dan tak terlihat bodoh. Kuambil nafas terbaikku dan membalikkan badan.

“Ah, Mr. Knightleey. Aku hanya mencari barangku yang berharga.” Giselle memperlihatkan jari manisnya yang kosong tanpa tanda pengikat. “Dan yang kuingat, aku pasti sedang bernasib sial karena malah bertemu denganmu.” Kataku tegas. Memberikan penekanan pada kalimat terakhir. Namun wajahnya tetap datar, tak terbaca dan tak mampu kudeteksi emosinya. Sial, batinku. Aku tak menyangka perpisahan kami yang berumur dua tahun akan membuatnya terlihat seperti ini.

Dulu ia tak sekekar ini. Tingginya pun tak jauh dariku yang berangka 174 cm. Namun Tuhan sudah memahatnya sedemikian rupa sehingga ia kini terlihat begitu menjulang, mungkin sekitar 185 cm? Aku tak yakin. Kematangannya pun terlihat nyata, dan yang paling sial, dia terlihat begitu berbahaya. Aura dominan cukup pekat di ruangan sempit ini.

Kami terpaksa berlindung di sebuah pos penjagaan terdekat karena salju itu turun lebih cepat dari perkiraanku. Ya, benar…perkiraanku! Aku tak menyangka perubahan cuaca bisa sedemikian ekstrem. Beruntung, pos tersebut memiliki barang-barang penyelamat yang cukup bisa menghangatkan badan. Di rak ada setumpuk selimut tebal, bergulung-gulung handuk, matras lipat yang kokoh. Sedihnya, air minum yang tersedia sepertinya tidak sehangat impianku.

Dan mau tak mau, aku jadi teringat sebuah drama Asia yang memang dulu sering kutonton. Aku tahu kemana arahnya dan aku yakin aku mampu mengatasinya! Aku berbeda dari pemain wanita yang selalu pasif oleh semua kata-kata pria kurang ajar karena pandainya mereka merangkai kata. Namun tiba-tiba aku merasakan sepasang tangan kokoh menarik tubuhku dan akupun limbung dipelukannya karena lamunan konyolku sendiri.

“Mr. Knigtleey, a...apa yang anda lakukan?” suaraku bergetar, meski mati-matian aku berupaya untuk tak tampak panik.

“Lepaskan jaketmu. Juga celana jeansmu.”

Aku merasakan rahangku sudah menyapu lantai kayu dibawahku dengan sukses. Melepaskan semua yang kupakai? Mantanku ini ternyata tak cuma terlihat lebih dewasa, tapi juga luar biasa lebih brengsek dari yang selama ini kukira.

“Aku tidak kedinginan, terima kasih untuk perhatiannya.” tanganku berusaha keras mendorong tubuhnya menjauh, tapi rasanya seperti mendorong gunung saja. “Mr. Knightleey, aku akan sangat menghormatimu apabila kau melepaskanku.”

Ia menyeringai. Oh, tidak! Ini buruk! Aku menyesal kenapa aku selalu melewati kelas Taekwondo yang sudah disediakan pihak kampus Magister dengan gratis.

“Giselle, Sayang. Kuharap kau tak lupa ketika kau selalu memanggilku ‘Adam’ dengan nada manjamu yang menggemaskan itu. Aku tahu pasti apa yang membawamu kemari dan kau tak bisa lagi berpura-pura tak mengenaliku di kelas ketika aku sedang memberikan materi. Aku terlalu mengenalmu.” Tangannya merayap dari punggungku dan turun ke pinggangku. Ia merapatkan tubuh kokohnya yang menjulang didepanku dengan mantap. Oh, ini double brengsek!

“Tolong lepaskan aku, Mr. Knightleey, tunanganku takkan suka dengan apa yang kau lakukan denganku sekarang. Kau mempertaruhkan kariermu, kau tahu hal ini juga, bukan?” aku melemparkan senyuman tersinis yang kumiliki. “Jangan pernah lakukan hal yang lebih jauh dari ini. Demi kelangsungan hidupmu.” Hatiku bersorak puas. Malaikat gelapku bergemuruh hebat, seakan mendapatkan thropy utama.

Namun kemenangan yang barusan kurasakan langsung luluh lantak. Aku tak pernah melihat seorang Mr. Adam Knightleey berwajah begitu keras. Ia terlihat mengetatkan rahangnya. Matanya tajam serta berkobar. Dan tibalah juga, dimana ia menumpahkan semua emosi dimana aku meninggalkannya begitu saja dua tahun lalu tanpa pesan apapun. Bibirnya mengunci rapat bibirku yang kering. Aku benar-benar tak siap akan serangannya yang brutal seperti ini. Ini terlalu tiba-tiba, dan reaksi pengkhianat tubuhku yang panas menggelinjang membuatku semakin jengkel.

“Mr. Knight…Aaawhh!” sia-sia saja teriakanku yang berusaha menyadarkan otak jernihnya. Karena semakin aku berontak, ia malah terlihat semakin ganas. Ia menjatuhkan tubuhku diatas matras lipat yang cukup kokoh, diikuti tubuh beratnya diatasku. Oke, aku panik sekarang!

“Ayolah Giselle, jangan bersikap konyol. Kau bisa mati kedinginan bersama dengan arogansimu! Dan panggil aku Adam, kepala batu!”

Perintah Adam hanya disambut dengan alis sebelah Giselle yang naik. “Oh, ayolah Mr.Knightleey!” Aku tetap pada pendirianku soal nama panggilan. “Aku cukup baik mengenalmu. Apa kau ingin memanfaatkanku lagi seperti dulu kau menggunakan aku sebagai tamengmu kepada mantanmu yang liar itu? Jangan bercanda…”

Kali ini bibir Adam terlihat membentuk garis tegas. Rahangnya mengeras dan tatapannya menjadi lebih kelabu. “ Sedalam itukah kau membenciku? Sampai kau mengumbar kembali kesalahanku? Aku sudah berjuta kali meminta maafmu dan yang kudapat hanyalah kau meninggalkanku begitu saja dua tahun yang lalu. Sekarang hentikan omong kosong ini. Cepat lucuti pakaianmu! Aku tak mau dijadikan tersangka untuk mayatmu besok!”

Ucapan Adam kali ini terdengar seperti dengungan lebah yang teramat berisik di telinga Giselle. Ya ampun orang ini! Ingin rasanya ia mengayunkan sekop salju didepannya dan tepat mengenai mulut kurang ajarnya Adam.

“Aku menikmati diriku yang menjadi mayat daripada harus tampil vulgar! Aku tidak seperti pacar-pacarmu!”

Adam pun frustasi. “Gisellena Jasmine! Jangan sampai aku memaksamu! Kau yang melepaskan baju basahmu atau aku yang akan melakukannya! Suhu sudah semakin dingin dan kau berteriak sampai menggigil! Kalau syarat untuk menyelamatkan nyawamu dari kerasnya kepalamu itu adalah menjadi setan kurang ajar, maka aku akan menjadi setan itu! Lakukan saja perintahku!!!”

Bibir Giselle tersungging sinis. “Sudah kubilang, aku tak seperti pacar-pacarmu yang bersedia melemparkan bra mereka ke kepalamu. Aku.”

Akhirnya ia melepas paksa jaket musim dinginku dengan kasar. Dan ia mulai berusaha melucuti celana jeans ketatku dengan susah payah, karena sepertinya dua tendangan berhasil kusarangkan tepat di perutnya. Ia hanya sedikit meringis dan kembali menyeringai.

“Giselle, kau ternyata lebih liar dari yang kuduga. Kuharap kau tidak lupa bahwa aku penyuka tantangan!”

Mantan pacarku, sekaligus dosenku, terlihat lebih berapi. Ia berhasil mengunci semua seranganku dan membuatku menonton paksa otot perutnya yang menggoda. Sejak kapan ia melepas jaketnya?

Dan ciuman bertubi-tubi kembali kudapatkan. Namun kali ini tanpa ampun. Kedua tanganku tertahan lekat diatas kepalaku hanya oleh satu tangannya saja. Aku semakin panik karena aku meraskan celana jeansku berhasil ia loloskan dari kedua kakiku yang mengamuk namun tak berdaya. Nafasku pun seakan berhenti ketika aku merasakan kulit telanjang Adam di tubuhku yang hampir polos.  Adam tetap mencumbuku dan membelaiku dimana saja tangannya mampu meraba. Ini salah, teriakku tanpa suara. Karena lidah Adam tetap membelit lidahku dengan intens.

Ku akui aku membenci reaksi tubuhku yang terus berkhianat dan mulai basah dibawah sana. Ini...sangat salah, teriakku kembali dalam hati.

Giselle akhirnya menyerah, tenaganya cukup terkuras karena faktor kedinginan menembus salju tadi dan sekarang ia harus menembus bara api seorang Adam Knightleey. Adam pun segera menyadari penyerahan Giselle yang sangat familiar. Gadis ini merindukannya. Dan Adam sangat meyakininya. Ciuman brutal yang tadi Adam hunjamkan semakin melembut dan memabukkan.

“Giselle…Ya Tuhan…Sayang...”

Giselle tak bisa berpikir jernih lagi. Ia mengutuk bir yang tadi sempat ia teguk sebagian. Ia tak kuat minum. Namun ia memaksa membakar tenggorokannya dengan minuman keras itu untuk menghilangkan bayangan Adam dikepalanya. Dan sekarang, ia merasa seperti berada dilautan bir yang tak terbatas. Gesekan kulit Adam di dadanya yang ranum sukses menghipnotis Giselle untuk siap menerima kokohnya pria itu. Tubuhnya menempel sempurna saat ia melengkungkan tubuhnya kebadan Adam yang panas. Ia terbakar. Dan tersesat.

“Ssshh…Giselle sayang…Aku masih sangat mencintaimu. Kau tak tahu betapa hancur duniaku mengetahui kau tak lagi disisiku. Sekarang kau ada di sini, disisiku, dibawah tubuhku yang sangat merindukanmu.”

Jantung gadis itu terasa berhenti berdetak. “A…Apa?”

“Aku mencintaimu. Aku sangat menginginkanmu.” suara Adam terdengar serak dan berbau hasrat. Bibirnya masih merapat di bibir Giselle yang agak bengkak oleh ciuman.

Uh-oh!

“Kalau alasan kau menerjang badai salju ini karena kau kehilangan cincin tunanganmu, maka aku sangat tahu kau berbohong. Aku menemukannya disaku jaketmu bagian dalam.”

Mata Giselle membesar. Wah, ini namanya double Uh-Oh!

Mata Adam melembut dan serangan kasarnya berubah menjadi lebih tenang. “Kau mencariku karena kau tahu bahwa aku tersesat dari walkie-talkie-ku, bukan begitu?”

Air mata kekhawatiran yang sedari tadi ditahannya mulai meleleh. Giselle memang sangat panik ketika mendengar bahwa Adam terpisah dari rombongannya dan terancam terjebak badai salju. Ia mengabaikan teriakan tunangannya dan melesat menaiki snow jet yang tersedia di pelataran depan hotel. Kini ia merasakan kelegaan luar biasa karena menemukan Adam yang yang tengah berlindung di balik tebing batu yang sama sekali tak mampu melindunginya dan berhasil membawa Adam ketempat yang lebih layak.

Adam menciumi kedua mata Giselle dengan mesra dan menghapus jejak air matanya. “Karena itu, aku sangat berterima kasih kepada penyelamat nyawaku sekaligus minta maaf atas ketidak-tahu-dirianku yang bersikap sangat kurang ajar. Aku terpaksa melakukannya, karena aku sangat ingin menyeretmu ke altar bersamaku kelak.” Adam bisa menangkap keterkejutan Gissell. “Aku sangat ingin menikahimu dan memiliki anak dari rahimmu.”

Giselle terenyuh. Ia memeluk bahu Adam dengan erat dan kembali menangis tergugu. “Tidurlah sayang, aku akan menjagamu, seperti kau menjagaku. Aku takkan bersikap seperti pria brengsek yang mencari kesempatan. Aku akan mendapatkanmu dengan cara yang lebih layak. Aku mencintaimu.”

Mata Giselle terasa semakin berat. Ia pun terhanyut dalam aroma khas Adam yang hangat dan menghantarkannya ke alam mimpi dengan segera.

***

Poskan Komentar

25 comments

Ceritax CLBK ya... Suka bgt sama tokoh Hero yang berusaha minta maaf n memohon utk kembali lagi :)

aaaahhhhh Mba Mary klo mw dilanjutin n udh selesai dilanjutin vie mauuuuu tau kelanjutanyaaa....
keyeennn..
mksh Mas Yudi n Mba Mary....

So sweeeet......
Bagus mb mary ceritanya :D

nice..
bgus ceritanya:))

Nice short story....!
Di lanjutin donk... :D

Wouw... bagus penguasaan bahasa lumayan nggak monoton... asyik..

Mantap mba .... Cerita Πγª ga bsa dtebak.

Nice story mbaa mary..

kereeen... :)
thx mba Mary,
makasih mas Yudi.

suka ama yang ini seruuuuuu!!!!!
good job Mary b(^^)d

Waa mary gk nyangkaposting cerita dsini jg! TOPppp bangethehe tp kependekaaan

Waa mary gk nyangkaposting cerita dsini jg! TOPppp bangethehe tp kependekaaan

Bagus critanya
◦"̮◦τнäηκ чöü ◦"̮◦ marry

Wahhhh seru banget ceritax!!! Jdi penasaran ma lanjutan ceritax. Good job mary

Waaaahhhh...bagus banget,,so sweet..pemilihan kata2 romantisnya bagus bgt..
Cm sedikit agak bingung,,sudut pandangnya org ke satu apa ke tiga yaa???ada "aku",,ada "giselle" jg...tp g papa,,,ceritanya buagus bgt..good luck ya...

Oh...mbak mery...ini cerita double he eh...
Mau lgdong yg lainnya..

makasih buat apresiasinya yha all. mohon maklumnya klo banyak bgt kekurangan disana sini mengingat sy penulis newbie *alesan* :b
hehehehhehe...

Bagus mom,cuma.......masih kuranggg...aarrgghhhh

Bagus mom,cuma.......masih kuranggg...aarrgghhhh

Bagus mom,cuma.......masih kuranggg...aarrgghhhh

Bagus mom,cuma.......masih kuranggg...aarrgghhhh

lha ini ngikut rulesnya PN, bates ngetiknya cuman seginih, hi3... *alesan part-2* XDDD

Mom Ginaaa..eike baru baca.. Keren iihh~~bener2 hottt..!! Ditunggu karya selanjutnya.. #kecupbasah#muaacchh... XD

muaaach! hi3.....

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Dlm rangka vote lomba cerpen komen anonim sementara kami disable.

 
Top