10

bbtb-thumb
Sisa minggu itu berlalu dengan lambat. Jumat pagi, ia menanyakan pada dirinya sendiri terus menerus kenapa ia melanjutkan hidup dalam ketegangan ini. Pekerjaan ini memberinya gaji yang bagus dan beberapa keuntungan, namun tidak menghalangi antara Renee dan keinginannya. Terutama setelah percakapan yang dilakukannya dengan putrinya malam sebelumnya.

Ia sedang meringkuk menonton sebuah film lama mencoba menjauhkan pikirannya dari bayangan Robert Thibodeaux yang begitu mengancam ketika handphonenya berdering. Foto putrinya berkedip, dan ringtone khusus berbunyi memenuhi udara. “Hey, sayang. Apa kabarmu?”

“Ma. Coba tebak?”  Brittany berhenti sementara sebelum melanjutkan dengan suara meninggi. “Aku berhasil mendapatkan posisi R.A!!” katanya dengan nada antusias.

Renee tidak tahu apa artinya, tapi dapat mengetahui bahwa itu mungkin sesuatu yang bagus. “Hebat, sayang. Apa itu R.A?”

Brittany menjawab dalam kalimat yang terburu-buru. “Resident Advisor (Penasehat Asrama). Aku terlalu muda untuk dapat menduduki jabatan itu karena aku masih ada di tahun kedua. Tapi aku pasti mengesankan mereka karena aku tidak perlu datang lagi untuk wawancara kedua. Mrs. Cobb, wanita yang bertanggungjawab di asrama, membaca C.V dan formulir aplikasiku dan mempekerjakanku saat itu juga.”

“Mempekerjakanmu untuk apa? Apa itu Penasehat Asrama?” Renee bahagia untuk anaknya, tetapi ia tidak ingin anaknya terbebani dengan pekerjaan. Brittany harus tetap memiliki nilai bagus, jadi uang beasiswanya tidak akan di cabut.

“Artinya aku akan tetap tinggal di asrama freshmen (mahasiswa tingkat pertama) tahun depan, dan jadi seperti kakak bagi mahasiswa baru. Mahasiswa baru akan mendatangiku kalau mereka punya masalah, atau hanya bertanya saja dan aku akan membantu mereka. Tentu saja, aku harus melaporkan penggunaan alcohol, narkoba atau sesuatu yang seperti itu, tapi kupikir tugasku takkan terlalu banyak karena aku belum pernah menemui masalah seperti itu tahun ini. Well, bukan di asrama mahasiswa baru.”

“Dan mereka akan membayarmu?” Tanya Renee.

“Well, tidak juga. Aku cuma boleh tinggal—secara gratis. Yang harus Mama lakukan hanyalah membayar biaya makananku tahun depan. Dan kuharap setiap tahunnya setelah itu.”

Renee merasa sebuah simpul yang menekan dengan sangat kuat telah terangkat dan digantikan dengan kelegaan. “Kau serius? Kita tidak harus membayar uang asrama? Dan kau tidak harus kerja sampingan apapun? Kau hanya wajib tinggal disana dan menjawab pertanyan-pertanyaan?”

“Yeah, Ma. Pada dasarnya memang seperti itu. Sebelumnya aku tidak mau bilang apa-apa padamu ketika aku melamar posisi itu karena aku tidak mau membuatmu berharap terlalu banyak. Tapi sekarang kita bisa merayakannya. Hore!!”

Renee memikirkan kembali percakapannya dengan Brittany kemarin malam dan masih tetap merasa takjub akan perasaan lega yang dirasakannya. Beban keuangan untuk kuliah Brittany hampir sama sekali hilang sekarang. Ia merasa beruntung memiliki seorang anak gadis yang pintar dan bertanggung jawab. Dan sekarang ia bebas keluar dari pekerjaannya dan meninggalkan kantor yang memicu histeria ini. Jadi kenapa ia tetap disini? Itu membawanya pada pilihan yang harus ia ambil saat ini.

Ia bisa keluar dari pekerjaan ini atau…atau ia bisa berhenti menghindar dari Robert dan membiarkan Robert menangkapnya. Tiba-tiba banyak bayangan yang memicu keingintahuan Renee. Robert benar-benar pria terseksi dalam hidup Renee. Robert telah menjadi objek yang dikagumi bagi Renee sejak pertama kali Renee bertemu pandang dengannya.

Tidak diragukan lagi, Robert menginginkannya. Renee tidak bodoh. Renee tahu tanda-tandanya. Robert seperti banteng dengan kain merah di depan wajahnya. Berapa banyak yang harus dilakukannya untuk mendorong Robert melewati batas? Bisakah Renee melakukannya dengan begitu halus hingga Robert tidak menyadari apa yang menyerangnya?

Renee menggigit bibirnya dan berharap apakah ia harus mencobanya.

***

Renee mendapatkan kesempatannya sore itu ketika Robert keluar dari kantornya, mencari berkas yang sedang dikerjakan Renee. Renee memulai godaannya dengan baik, tetapi berhenti di tengah jalan karena terlalu pengecut.

Menyerahkan berkas-berkasnya pada Robert, Renee mendorong kursinya menjauh dari meja untuk memancing mata Robert pada kakinya ketika Renee pelan-pelan menyilangkannya. Dengan gerakan halus, Renee meraih ke bawah ke pahanya dengan tangan gemetar dan meluruskan kerutan yang tak kelihatan. Selagi pandangan Robert mengikutinya, Renee merendahkan tangannya ke pergelangan kakinya dan menariknya kembali ke atas ke pahanya lagi, kali ini sampai di bawah roknya dan menariknya beberapa inchi di atas lututnya sebelum mencoba berusaha menutupi kakinya.

Renee mengangkat wajahnya kearah Robert dan membeku. Pandangan mata Robert terpaku padanya, cuping hidungnya mengembang dan rona merah merayapi tulang pipinya.

Robert merasakan tendangan di perutnya tepat di tempat sasaran yang Renee incar. Dampak dari gerakan Renee memukulnya. Mata Renee menahannya selama dua detik dan kemudian menjauh.

Tetapi tidak cukup cepat.

Permainan baru saja berubah.

Nafsu langsung melanda diri Robert. Ia meraih dan mengambil pulpen yang dipegang Renee di jarinya. Robert melihat Renee tersentak dan berusaha menyembunyikannya. “Kau pikir kau mungkin bisa menang dariku, sayang?”

Renee merasakan getar ketakutan merayapi tulang belakangnya. Ia tidak berharap Robert akan seketika menanggapi. Ia belum siap untuk ini. Ia menggertakkan giginya dan mencoba menggertak. “Aku tidak mengerti apa maksudmu.”

“Benarkah? Kau makhluk kecil yang sempurna, tapi jangan pernah berpikir kau berharap bisa mempengaruhiku dalam waktu singkat.” Robert meraih dagu Renee diantara jari-jarinya dan mengangkat wajah Renee. “Percayalah padaku. Kau takkan bisa mengatasi akibatnya.”

Robert berbalik dan membanting pintu kantornya.

***

Geez...Renee nekad nggodain (dengan aksen jawa kental) bosnya sendiri!!! Apa sih yang akan dilakukan Robert selanjutnya? Stay tune on portalnovel


Penerjemah: +Kunta
Edit: +portalnovel

Poskan Komentar

10 comments

thanks mbak kunta and mas mimin :)

Wooaah
Kentang banget
Hihihiih
Makasih mb kunta, mas mimin :D

Makasiiih yaa admin n mbak kunta meski cmn dikit...hehehehehehe..lanjutannya lg dooong

umm.. mm.. dikit ya. x)
jadi greget sm ulah renee

beban deh biaya in anak kuliah. free asrama, beban yg di pikul jd kurang deh. fiuuh~. apa rencana renee selanjut nya ya..

makasih mba kunta dan mas yudi.

◦"̮◦τнäηκ чöü ◦"̮◦ mb kunta
◦"̮◦τнäηκ чöü ◦"̮◦ mas yudhi

Seru...makasih mbak Kunta n mas Yudi :)

huahhhh.... yang ini muncul dikit2 bikin penasaran.... gregetannnn....

hemmm,mabk kunta bikin penasaran aja seh...

aaaaaahhhh kenapa sih tiap babnya tu dikit-dikit banget? kan penasaraaaaannnnn.........
maturnuwun Mbak Kunta & Mas Mimin

Astaga Renee . .
Semoga Renee selamat .

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top