12

bbtb-thumb
Rabu pagi, Renee duduk di meja kerjanya dan mencoba berkonsentarasi pada pekerjaannya. Robert berada di luar kota bertemu dengan kontraktor baru yang disewanya, dan karena Mrs. Argenot mulai bekerja dengan waktu yang lebih pendek, ketenangan di kantor seharusnya membuatnya lebih mudah untuk berkonsentarasi. Itu adalah perjuangan yang ia coba untuk ia menangkan.

Ia tidak punya banyak pengalaman dengan plat maps (peta suatu kota, atau bagian/subdivisi yang menunjukkan lokasi dan batas-batas tanah milik pribadi), namun organisasi dan matematika dasar adalah nilai tambah baginya, dan angka-angka yang ia lihat tidaklah sesuai. Ia memperhatikan angka-angka itu untuk yang ketiga kalinya. Pasti ada suatu kesalahan.

Pada pukul sebelas, Robert masuk dan memberikan tatapan padanya sebelum mengunci dirinya sendiri di kantornya.

Renee berusaha menenangkan kegupannya sebelum ia menemui Robert. Renee mengumpulkan kertas-kertas dan berdiri. Ia menutup matanya dan menghitung hingga sepuluh, lalu berjalan ke pintu kantor Robert dan mengetuk pintunya.

Robert menggeram, Renee masuk.

Robet menatap Renee dan mata mereka bertabrakan dalam ketertarikan yang intens. Ya Tuhan, Robert benar. Renee tidak bisa terus bekerja di sini.

Renee buru-buru bicara. "Aku m-mau menunjukkan sesuatu padamu."

Ketika Robert tidak mengatakan apapun, atau memberi indikasi apapun terhadap apa yang dikatakannya, Renee meninggalkan ambang pintu dan menuju meja Robert. Dengan perlahan Renee berjalan memutar hingga ia berdiri di sebelah kursi tempat Robert duduk.

Robert menegang ketika Renee mendekat dan berharap trik penyihir apa yang Renee coba mainkan. Ia memperhatikan pakaian sederhana yang dipakai Renee dan mempertanyakan dari mana sumbernya.

Ketika Robert melihat apa yang diletakkan Renee dihadapannya, ia mencoba mengumpulkan kembali pikirannya. Robert mengalihkan lagi otaknya ke mode bisnis. Namun hal itu tidaklah mudah dengan adanya wangi Renee di hidungnya.

Renee mulai dengan minta maaf untuk kurangnya pengalaman di bidang itu. "Aku minta maaf. Aku masih baru soal hal ini. Aku t-tak tahu apa yang kutemukan. Tapi kupikir mungkin ini penting. Mungkin kau tidak paham ini. Mungkin kau tahu dan itu bukanlah apa-apa." Renee melantur.  Ia berhenti, menghirup nafas dalam dan menempatkan sebuah jari yang dimanikur di sebuah kolom. "ke-enam belas nomor akun sepertinya berurut secara sequensial." Jari Renee bergerak sedikit. "Nomor-nomornya identitas properti kebanyakan dalam urutan numerik. Tapi li-lihat ini?" Renee menunjuk dan mata tajam Robert mengikuti. "Ketika nomor halaman dibalik, urutannya berubah." Renee meringkas permasalahan. "Kupikir properti itu ti-tidak berada di La Fourche Parish."

Robert terpana. Dari semua bukti yang ada, mungkin Renee benar. Robert tidak bisa menerima kesalahan yang hampir mereka buat. Yang hampir dia buat. Robert tidak menyadarinya. Mrs. Argenot tidak menyadarinya.

Tapi, Ya Tuhan, komisi penetapan wilayah akan mengetahuinya. Hal ini mungkin menyelamatkan dirinya dari 3 minggu larangan pemerintah dan sakit kepala. Robert melihat pada tempat dimana Renee telah melangkah menjauh dari mejanya dan membuat dirinya seperti patung.

Segi baru karakter Renee terbentang di hadapannya dan membenturnya. Sebuah pemahaman baru terhadap Renee yang sebelumnya tidak pernah dia pedulikan.  

Robert membersihkan tenggorokannya. "Kerja bagus, Renee. Aku terkesan. Bagaimana kau menemukannya?"

Renee sudah mulai bergerak ke pintu. "Aku tak tahu. Aku suka angka-angka. Mereka menyenangkan." Renee membuka pintu dan berhenti sebentar.

"Menyenangkan?" Robert tercengang.

"Angka-angka itu selalu melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan. Mereka selalu konsisten." Renee berhenti. "Engkau selalu bisa percaya pada angka."

Robert mengamati pintu yang tertutup di belakang Renee dan menurunkan dahi ke tangannya.

***

Dua hari yang menekan berlalu dengan lambat ketika dengan susah payanh Robert mencoba meninggalkan Renee seorang diri. Ia mulai memperhatikan hasil kerja dan konsistensi Renee.

Hasilnya bagus.

Robert belum pernah memikirkan mengenai hal itu sebelumnya. Ia sudah terlalu terobsesi dengan memecatnya dan tidur dengannya hingga etika kerja Renee tidak diketahuinya.

Namun standar kerja Renee tinggi. Detail kerjanya tak tercela. Mereka sudah berganti 5 orang berusaha mencari kandidat yang cocok untuk pekerjaan ini. Seseorang yang pintar. Seseorang yang mandiri.

Renee adalah jenis sekretaris yang akan dibutuhkannya ketika Mrs. Argenot benar-benar pensiun.

Brengsek.

Selangkah lagi untuk membawa dirinya bertambah gila.

***


Penerjemah: +Kunta Aya
Edit: +portalnovel

Poskan Komentar

12 comments

cm dikit yaaa mb kunta.. btw makaci mas mimin ud dposting.. mlm ini mr. n mrs. grey dposting yaaaa...

Kayakny tiap chapt emg hny sdikit yagh critanya???
Penasaran degh aq ma endingny,,
Danke mbak Aya & mas Yudi

Kok cuma sedikit mbak???? Kurang nich...tambah lagi hehe.. :)

Duh dikit buanget.......bikin penasaran

Duh dikit buanget.....PenasaRan

Irit irit...but makasih y kunta n mas yudi*big hug*

Pelit amat mbak kunta...?
Anyway thanks ....mbak kunta mas yudi

ah,,,pelit amat ceritanya,,,,,,jdi penasaran? ??

Wuaaah dikiitnyaa
Penasaraan...
Makasih mb kunta,mas mimin :D

Bab ini Pendek bgt ya mba Kunta.... Rsa Πγª blm puas mbaca Πγª .

waahh dilema, milih dijadiin pacar ato sekretaris yah?
maturnuwun Mbak Kunta & Mas Mimin, ditunggu bab selanjutnyaaaaa..... ^^

Knpa pendek bnget ?
Ahahaha~
Robert d bkin hmpir gila sama Renee #plakk

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top