26

toc-thumb
Monica sudah siap dan menunggu Jumat malam saat bel pintunya berbunyi.

Kyle tidak pernah menelpon. Dia juga tidak pernah menulis SMS. Dia hanya muncul.

Walau bagaimanapun Monica sudah siap.

Monica membuka pintu dan berdiri mundur, memberikan ruang bagi Kyle untuk masuk.

Kyle masuk, menyapukan pandangannya kepada Monica, menutup pintu, berbalik dan bersandar pada pintu.

Monica berdiri dengan kaki yang gemetar saat Kyle bersandar pada pintu dan memandangnya. “Hai,” Monica bicara.

“Hey.” Mata Kyle menyapukan pandangannya ke atas dan ke bawah tubuh Monica.

Monica mengigit bibirnya dan menarik nafas dalam. “Apakah kau lapar?”

“Tidak, kau?” Suaranya terdengar santai, tapi monica tahu Kyle tidak santai.

“Tidak,” Monica menjawab Kyle dengan lembut.

Sunyi.

Monica mencoba lagi. “Apakah kau ingin sesuatu untuk di minum?”

“Tidak.” Jawaban Kyle pendek, final.

“Ok.”

Kyle mengangkat satu alis, “Hanya itu? Semua basa-basi sudah ditanyakan, sayang?”

Monica gemetar. “Ya.”

Kyle mendorong pintu dengan sepatu boot-nya dan berjalan menuju Monica. Kyle mengayunkan tubuh Monica dan menggendongnya, satu lengan gagah di bawah punggung Monica dan satu lagi di bawah kakinya.

Kyle berjalan melewati ruang keluarga menuju lorong yang menuju ke beberapa kamar tidur. “Yang mana?”

Monica mengarahkan Kyle dengan tangannya,terlalu terpukau untuk bicara.

Kyle menurunkan Monica di atas tempat tidur dan Kyle duduk di tepi tempat tidur dan membuka sepatu boot-nya. Sepatunya jatuh ke lantai satu persatu dengan suara keras.

Kyle menarik kaosnya lewat bahunya dan melemparkannya ke lantai. Kyle duduk sebentar dengan ketampanannya, punggung telanjangnya menghadap Monica dan Monica tidak dapat menahan godaan ini.

Monica berlutut di belakang Kyle dan memeluk Kyle, tubuh bagian depan monica menempel pada punggung Kyle. Tangan Monica meraih bahu Kyle lalu Kyle meraih tangan Monica dan menempatkannya diatas tangannya dan memandang Monica lewat bahunya.

Monica meraih bibir Kyle di atas bibirnya.

Kyle membiarkan Monica mendapatkan ciumannya lalu Kyle berdiri dan mengangkat tubuhnya. Kyle menelanjangi Monica, berawal dengan kaos dan branya lalu diikuti celana jeans dan celana dalamnya.

Tangan monica meraih restleting celana Kyle dan Kyle menolong Monica dengan membuka kancing celananya. Mereka mendorong celana jeans Kyle ke bawah pinggulnya juga bersamaan dengan celana dalamnya.

Akhirnya telanjang, akhirnya bersama, mereka kembali ke atas tempat tidur.

Mereka saling memandang saat Kyle memegang wajah Monica dengan telapak tangannya. “Kau seperti deman yang tidak pernah bisa pergi.”

Monica menarik nafas “Apakah kau ingin demam itu menghilang?”

Mata Kyle memancar dengan liar. “Bagaimana menurutmu?”

Kyle mendorong Monica. Kakinya berada di antara paha Monica dan Kyle mendorong lutut monica jauh ke samping sampai Kyle berada tepat di mana yang selama ini dia inginkan.

Tubuh Monica sedikit gemetar dan Kyle sadar tubuhnya juga demikian.

Kyle menunduk dan mencium Monica dengan semua rangsangan dan gairah yang lama terkekang dan melanda tubuhnya. Monica akhirnya berada di pelukanya, akhirnya berada dimana dia seharusnya berada. Sudah berapa tahun dia menginginkan Monica? Sudah berapa kali Kyle melihat kaki enam-belas-tahun Monica yang mengintip di bawah kaos yang dia kenakan saat dia bermalam dengan Ashley? Berapa kali Kyle sudah mandi air dingin hanya untuk meredakan apa yang dia rasakan lalu mengganti airnya menjadi panas saat Kyle menempatkan tangannya ke bawah dan melakukan masturbasi sebagai pelepasan sementara Kyle membayangkan monica? Terlalu banyak untuk bisa dihitung.

Kyle mencium Monica cukup lama, selama yang mampu Kyle lakukan, selama dia memeluk Monica, siap untuk menusuk seperti yang sudah dia inginkan sepanjang dia hidup.

Lidah Kyle mengeras di mulut Monica saat Kyle mencoba untuk menarik oksigen dan mencoba untuk tidak melepaskan Monica dari pelukannya. Kebutuhan dalam diri Kyle memohon untuk tidak melepaskan mulut Monica. Kyle sudah lama menginginkan hal ini. Kyle mencium Monica dengan kemarahan yang melanda ke dalam aliran darahnya dari bertahun-tahun penantian terhadap Monica.

Kyle tak akan pernah ingin melepaskan Monica lagi.

Monica tenggelam ke dalam gairah. Gairah akan Kyle. Kyle menciumnya dengan kebutuhan yang buas dan Monica secara fisik harus melepaskan mulut Kyle untuk menarik oksigen.

Bibir Kyle bergerak ke telinga Monica dan tangan Kyle erat di payudara Monica. Nafas panas Kyle membasuh telinga Monica. “Ya Tuhan, aku sudah lama menginginkanmu, sampai rasanya sakit untuk memikirkannya.”

“Aku juga.” Monica berbisik.

“Aku tidak ingin menunggu lagi.”

“Jangan menunggu.” Monica mendesak Kyle.

Kyle menggerakkan tangannya ke wajah Monica dan memandang mata Monica.

Monica memandang Kyle saat Kyle mulai mendorong ke arahnya. Perasaan yang tidak bisa digambarkan. Monica tidak pernah merasakan hal seperti ini, semua ini seperti apa yang dia impikan.

Kyle menusuk ke dalam Monica sedikit demi sedikit dan panas, Emosi yang manis melanda Kyle dengan cengkeramannya sampai Kyle berada di dalam diri Monica sejauh yang dia bisa lakukan. Kyle menutup matanya dan mendorong lebih keras lalu lebih keras.

Kyle membuka matanya untuk melihat Monica yang memandangnya, melihat ke dalam jiwanya.

“Kau sudah tahu, kan?” Suara Kyle serak.

Monica memejamkan matanya perlahan saat suara Kyle membasuh panca inderanya.

Kyle menarik ke luar dengan lembut dan menusuk kembali.

Monica mendesah dan membuka matanya.

Kyle menusuk kembali. Monica mulai bergerak bersama Kyle, dengan gerakan yang singkron yang membuat mereka berdua mendesah mencari udara.

Kyle menunduk dan mencium Monica dengan lembut lalu menggerakkan mulutnya ke telinga Monica. “kau sudah tahu kan, Monica?” Kyle menarik ke luar dan mendorong ke dalam. “Kau tahu aku mencintaimu, kan? Kau tahu aku mencintaimu dan selalu mencintaimu?”

Dengan kalimat pengakuan lembut itu, Monica bergelimang orgasme dalam pelukan Kyle dalam aliran gairah dan kenikmatan. Monica memeluk Kyle dengan erat dan orgasme Monica pelan-pelan mereda sementara Kyle terus memompa ke dalam Monica dengan pandangan nafsu posesif di wajahnya.  Kyle begitu tampan. Kyle persis seperti apa yang Monica inginkan.

Monica menyapukan tangannya ke atas dan ke bawah bisep Kyle saat pinggul Kyle terus menusuk ke dalam dirinya berkali-kali. Kyle membuka matanya dan Monica memandang ke dalam jiwa Kyle.

“Aku juga mencintaimu.” Monica mengangkat tangannya ke wajah Kyle. “Dan aku akan selalu mencintaimu.”

Kyle menggeram, getaran dalam muncul dari dalam dadanya dan melayang melewati batas, aman di lengan Monica.

***

EPILOG

Monica Weldon membawa keranjang buah ke halaman belakang dan meletakkannya di atas meja piknik. Monica memandang ke sekeliling halaman dengan kebahagiaan. Semua sudah siap untuk second Saturday (*hari Sabtu kedua setiap bulannya, hari libur dimana orang tidak perlu bekerja yang biasa digunakan untuk berpesta.)

Ia, Ashley dan Julie mulai merayakan second Saturday enam tahun lalu, satu bulan setelah Monica dan Kyle pulang dari bulan madu mereka.

Awalnya hanya enam dari mereka yang hadir, tapi hal itu hanya berlangsung beberapa bulan saja sebelum Julie melahirkan bayi perempuannya. Anak perempuan yang mengagetkan semua orang, tapi tidak diragukan membuat Julie bahagia dan membuat Gibson merasa luar biasa. Julie pergi berkerja pada hari Senin setelah second saturday dan bulan depannya, mereka sudah membawa bayi perempuan bersama mereka. Emma Gibson-Jones merupakan pecapaian besar dan dicintai oleh semua bibi dan pamannya.

Tiga wanita ini sudah lama memutuskan bahwa semua orang dewasa akan menjadi bibi dan paman, walaupun secara teknis hanya anak Ashley dan Monica yang merupakan sepupu. Cukup membingungkan untuk sepupu kedua, atau sebutan sepupu pertama sudah dihilangkan atau apapun nama hubungan diantara mereka, untuk mengetahui siapa bibi atau paman atau siapa sepupu tertua.

Dan sejak hari itu Julie dan Gibson sudah memperkenalkan Bayi Emma ke keluarga tambahannya, keluarga tambahan yang telah berkembang.

Ashey hamil dalam bulan madunya dan Ryan merasa sangat bahagia untuk kembali menjadi pemenang saat Ashley melahirkan bayi kembar Sembilan bulan kemudian.

Gibson tidak kalah untuk waktu cukup lama. Gibson dengan segera bicara dengan Julie untuk kembali mencoba dan tidak lama kemudian, mereka mendapat bayi laki-laki yang mereka pikir akan mereka dapatkan pada kehamilan pertama Julie.

Sejak itu, kedua pasangan ini sudah memiliki tiga bayi. Jadi Monica dan Kyle sekarang adalah bibi dan paman dari enam anak. Enam anak yang mereka kagumi tanpa perbedaan.

Monica mengalihkan pandangannya dari atas meja saat mendengar pintu belakang terbuka. Kyle berjalan ke luar dengan keranjang daging yang siap untuk dipanggang di satu tangan dan seorang anak perempuan balita menggantung di pinggulnya. “Sayang, bisakah kau ambil gumpalan ini? tangannya lengket.”

Monica tersenyum dan menjulurkan tangannya. Anak perempuan balita itu mengelurkan suara dan meraih Monica. Monica mencium dahi anak perempuan itu dan memandang ke suaminya. “Apakah seseorang sudah datang?”

“Belum, hanya kau dan aku dan putri kecil ini.” Kyle tersenyum kepada istrinya, menempatkan keranjang ke atas meja dan memeluk Monica serta anak perempuan mereka bersama. “Kau pikir kita membuat keputusan yang tepat?”

Monica bersandar kepada Kyle. “Tentang menunggu beberapa tahun lagi untuk menambah bayi?”

“Ya.”

“Tentu, kurasa kita membuat keputusan yang tepat.”

Kyle memandang Monica seperti Kyle tidak sepenuhnya yakin.

Monica menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

“Apa?” Kyle bertanya kepada Monica.

“Kita mungkin sudah membuat keputusan yang tepat, tapi itu tidak berarti kita butuh memiliki pilihan dalam urusan ini.” Wajah Monica bersinar.

Pandangan mereka bertemu dan Monica bisa mengetahui Kyle berusaha untuk memikirkan arti dari perkataannya. Kyle terlihat sedikit bingung.

Mereka saling memandang saat pintu belakang rumah terbuka dan enam anak kecil liar meluncur keluar dari pintu berteriak "sissy", yang merupakan panggilan mereka untuk sepupu mereka yang berumur satu tahun.

Julie dan Gibson dan Ryan dan Ashley tidak jauh di belakang mereka, membawa pendingin dan mainan.

Dalam tiga puluh detik halaman belakang akan menjadi berantakan.

Monica memandang kepada Kyle dan memutuskan untuk sedikit berbelas kasihan padanya. “Ya sayang, kita akan mendapat bayi lagi.”

Mata Kyle berubah menjadi senyuman, bibirnya mendarat di atas bibir Monica dan pesta pun dimulai.

*** THE END ***


Whoa bisa buat kesebelasan sepak bola nich kyaknya mereka waakakakakaka...Happy ending is always good in every book, right? Fiksi berarti harus happy ending kalau tidak happy ending, itu berarti reality hehehehe.... See you soon di Judul lainnya guys. Semoga yang satu ini cukup menghibur kalian. Stay Tune in Portalnovel... ~Dee



Penerjemah: +Diana Dee
Edit: +portalnovel

Poskan Komentar

26 comments

Thanks deee (◦˘ з(◦'ںˉ◦)

keluarga bahagiaa..
yg begini nih sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget..
makasih Mbak deeee..
ditungggu sweet stories selanjutnya..
*kecuuupps

Endingnya cepet banget,,tapi ditutup dengan manis oleh komen mbak dee
Ayo mba segera luncurkan judul lainnya,,:)

Huaaaa
Akhirnya tamat juga, happy ending
Makasih mb dee
Komentarnya bikin senyum2 mulu deh
Makasih jg mas mimin ;D

Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

kerennn,,,nie mbk dee,,happy ending,,,i like it,,

komentar mbk dee sllu bwt aq ngkak,,haha

mksy ya mbk dee syg,,n mksy jg om admin,,,
**kiss all

Makasih mba dee n mas yudi...
I like it...

Happy Big Family :D
Wah udah pada punya anak..
Tp syukrulah.. Monica akhr'y brsma Kyle..
Mba dee.. Di tunggu yg lain'y ya.. :)

° • · ♡·♥​♡†ћªЙк'ς♡♥·♡ · • ° dee ditunggu novel selanjutnya yach Ђε̲̣̣̣̥☆♌Ђε̲̣̣̣̥☆♌Ђε̲̣̣̣̥☆♌Ђε̲̣̣̣̥☆♌

Ini mah super bahagiaaa..
jd ikut bahagia deh.
tq mas yudi n mba dee ;-)

senangx klo hidup bagai d novel ini..
*jd pengen terjun ke novel*hihihi
mksh mb dee n mas mimin..

Hm.....akhirny yg happy
jd pengen ya mba dee

Hm.....akhirny yg happy
jd pengen ya mba dee

mksh mba De. keren translatenya.

yeeeeh sik aseeeeek happy ending kirain bakal lebih lama nin novel .
Thank you Mbak Dee kang mimin :)

Wah akhirx tamat, makasih mbak Dee, bagus bgt ceritax, Epilogx lucu juga antara Gibson n Ryan yang lomba teruz bikin bayi...hadechhh...dasar cowok. Oh iya gantix apa ya?

makasih mbak dee en mas minmin ...

Gracias sistah Dee..
Mercy mas Yudi,,,

whoaaaaaa Kyle cool banget, gak pake lama, langsung hajarrrrr.... b(^^)d
xie-xie Mas Yudi, Mbak Dee.... ^^

makasih mbak dee and mas mimin... :D

Tengkyu mbak Dee n mas mimin, kerennnn...

cetarrrrr membahanaaaa

Suka dech cowok kya Kyle ga pke basa basi ...... Heheh. ✽̶┉♏∂ƙ∂șîħ┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴.. mba Dee & Mas Yudi

thank you mbak DEE @

Huwwaaaaa.... Tamat ~~ T.T
mkasii mba dee :* :* :*
yahh bakal kangen sama tulisan mba dee dehh, huhuu...
nice ending~~ semua bahagia~~ dan semua bersaudara~~ *pluk*

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top