53

swtd-thumbMikail keluar dari kamar mandi dengan masih menyimpan kemarahan. Rambutnya basah kuyup. Dan seluruh pakaiannya yang basah teronggok di lantai.

Sebuah gerakan di sudut kamar membuatnya menoleh, Norman berdiri di sana, bekas-bekas pukulan Mikail masih menimbulkan memar-memar di sana sini, tetapi lelaki itu sepertinya sudah diobati,

“Bagaimana dia?” tanya Mikail dingin.

“Dokter sedang menanganinya, paru-parunya kemasukan cairan...Anda sendiri Tuan Mikail, anda tidak apa-apa? Terjun dari lantai dua seperti itu hanya untuk menyelamatkan perempuan itu...”

Mikail melirik pada Norman dengan tatapan tajam, lalu meraih handuk untuk menggosok rambutnya yang basah,

“Tadinya aku berniat membunuhnya.”

“Kalau begitu kenapa anda menyelamatkannya?”

Mikail membalikkan tubuhnya dan menatap Norman dengan mata menyala-nyala,

“Karena aku memutuskan, belum saatnya dia mati,” mata cokelat Mikail bagaikan berbinar di kegelapan, “dan kau...Kenapa kau sengaja membiarkannya lolos?”

Norman menatap Mikail, tampak ada keterkejutan di matanya meskipun sekejap kemudian dia langsung memasang wajah datar, “Saya tidak sengaja membiarkannya lolos.”

“Kau pikir aku bodoh?” suara Mikail menajam, setajam tatapannya, “Kau adalah pengawalku paling berpengalaman, tak mungkin kau bisa diperdaya gadis itu, kecuali kau memang membiarkan dirimu diperdaya.”

Norman menelan ludahnya, “Saya ingin membebaskannya, saya takut dia akan membawa masalah untuk kita.”

Mikail melempar handuknya dengan marah ke sofa,

“Dalam dua hari ini kau sudah dua kali mengambil keputusan sendiri dan menentangku, dengarkan ini baik-baik Norman,” suara Mikail dalam dan mengancam, “sekali lagi kau membuat kebodohan yang merepotkanku, bukan hanya pukulan yang kau dapat, aku akan menghabisimu secepat aku bisa!”

Suara ancaman itu masih menggema di kegelapan, bagaikan janji Iblis yang memanggil-manggil meminta nyawa.

***

Ketika Lana terbangun, yang dirasakannya pertama kali adalah rasa sesak di dadanya, dia menggeliat panik, mencoba menarik napas sekuat-kuatnya, dalam usahanya mencari oksigen sebanyak-banyaknya.

“Tenang, kau sudah ada di daratan, kau bisa bernafas secara normal.” Suara Mikail membawa Lana kembali pada kesadarannya.

Dengan waspada dia menoleh dan mendapati Mikail sedang duduk di tepi ranjangnya, Lana beringsut sejauh mungkin dari Mikail dan tingkahnya itu memunculkan secercah cahaya geli di mata Mikail,

“Apakah kau takut padaku setelah kejadian tadi?” nada gelipun tersamar dalam suara Mikail.

Kurang ajar. Batin Lana dalam hati. Dia berjuang meregang nyawa, dan lelaki ini malah duduk disini menertawainya.

Tetapi, apakah benar Mikail yang terjun ke kolam waktu itu dan menyelamatkannya? Kenapa? Bukankah jelas-jelas dalam kemarahannya Mikail sudah memutuskan untuk membunuhnya? Kenapa lelaki itu berubah pikiran?

“Ya aku memang menyelamatkanmu,” Mikail bergumam seolah-olah bisa membaca pikiran Lana, “tetapi itu bukan demi dirimu, itu demi kepuasanku.”

Lana menatap Mikail geram,

“Apa maksudmu?”

Dengan tenang lelaki itu melepas dasinya, gerakannya pelan tetapi mengancam hingga tanpa sadar Lana bergidik dan beringsut menjauh.

“Aku tidak suka bercinta dengan mayat,” Senyum di bibir Mikail tampak kejam, “kau lebih nikmat kalau hidup dan bernafas.”

Ketika Lana menyadari maksud Mikail, sudah terlambat, lelaki itu mencengkeram kedua lengannya dengan satu tangan.

Kekuatan Lana tidak sebanding dengan kekuatan tubuh Mikail yang besar dan kuat di atasnya, dengan mudahnya lelaki itu mengikat kedua pergelangan tangannya dengan ikatan mati yang sangat rapi, lalu menalikannya di kepala ranjang,

“Kau...Kau mau apa??" Lana mulai panik ketika Mikail yang setengah duduk di atasnya membuka kancing kemejanya.

Senyum Mikail tampak penuh kepuasan melihat kondisi Lana yang tidak berdaya, Lelaki itu membuka seluruh kancing kemejanya sehingga dada dan perutnya yang berotot terlihat.

Sejenak Lana terpana melihat kulit berwarna perungggu yang berkilauan bagai satin itu, tetapi kemudian dia sadar bahwa dia ada dalam kondisi genting, dengan panik Lana mulai meronta dan menendang, sedapat mungkin bergerak untuk melepaskan diri.

Tapi percuma, ikatan Mikail ke tangannya sangat kuat, dan dalam kondisi terikat seperti itu, Lana benar-benar tak berdaya.

“Semalam kau bercinta denganku, panas dan memabukkan...Tapi kau mungkin tak bisa mengingat dengan jelas dan aku tak suka itu...” suara Mikail merendah, penuh gairah, “Malam ini, akan kubuat kau mengingat setiap detiknya.”

*** 

Dalam kondisi terikat dan tak berdaya, Lana melihat ketika Mikail melepas kemejanya dan setengah menindihnya. Mulutnya sangat dekat dengan bibir Lana, hingga napas mereka beradu,

Mikail menundukkan kepalanya, mencium sisi leher Lana, membuat Lana berjingkat dan berusaha meronta lagi,

“Sshhh...Kau akan menyakiti lenganmu kalau kau meronta-ronta terus seperti itu.” Bibir Mikail merayap dan mendarat di bibir Lana. Lelaki itu mengecup sedikit ujung bibir Lana, lalu lidahnya menelusup masuk, membuka bibir Lana yang lembut, mencecapnya dan merasakan seluruh tekstur bibir Lana yang hangat dan panas, lidahnya mengait lidah Lana dan memainkannya dengan intensitas yang sangat ahli.

Ketika Mikail melepaskan bibirnya, napas Lana terengah-engah, ciuman ini adalah ciuman yang paling intens yang pernah di rasakannya.

“Kau menyukainya bukan?" Mikail berbisik lembut dengan nafasnya yang panas di telinga Lana, “Aku sangat menyukai bibirmu, dan sensasi kelembutannya di bibirku...” Tangan Mikail merayap ke bawah, meraba kulit leher Lana, “Seluruh tubuhmu hangat sayang, seakan menggodaku...” Jemari Mikail menyingkap rok Lana dan menelusup ke dalam sana, menggoda pusat gairahnya, “Di sini...Yang paling panas.”

Lana menggelinjang, mencoba meronta, tetapi tubuh kuat Mikail yang setengah menindihnya membuat gerakannya terbatas, apalagi tangannya yang terikat di atas, membuat lengannya terasa kram dan pergelangan tangannya ngilu ketika dia menggerak-gerakkannya.

Mikail melirik ke pergelangan tangan Lana yang terikat, dan menyadari bahwa ikatan itu menyakiti Lana.

“Jangan bergerak-gerak, atau kau akan mengalami memar-memar ketika ini selesai.”

Setetes air mata mengalir di sudut mata Lana, dia putus asa dalam usahanya untuk melepaskan diri.

“Jangan lakukan ini, please...”

Mata Mikail sedikit melembut ketika mendengar permohonan Lana, tetapi kemudian senyumannya tampak mengeras,

“Aku hanya ingin membuatmu sadar dimanakah tempat kau seharusnya berada Lana.” Mikail membuka kancing kemeja Lana satu persatu, membiarkan payudara Lana terbuka bebas untuknya,

“Ini milikku,” Mikail menyentuh payudara Lana dan menggodanya, menikmati ketika mendengar erangan tersiksa Lana, “seluruh tubuhmu milikku.” Mikail mengecup ujung payudara Lana, mencecapnya dengan lidahnya, lalu bibirnya berpindah menelusuri bagian samping payudara Lana, menikmatinya dengan bibirnya sehingga meninggalkan jejak-jejak basah dan panas di sana.

Lana melengkungkan punggungnya atas sensasi yang menyiksanya tanpa ampun. Dalam kondisi terikat dan tak berdaya, merasakan lelaki iblis itu mencumbunya, dan menyiksanya dengan godaan-godaannya yang sangat ahli, ada perasaan aneh yang menjalar di tubuhnya, seperti gelenyar panas yang bergulung-gulung, terasa seperti arus listrik yang mengalir dari jemarinya, dan menjadi semakin panas ketika menyatu di pusat dirinya.

Dan jemari Mikail menyentuh kesana, dengan begitu ahli, memainkan Lana sesuka hatinya. Tubuh Lana meronta tak tahan akan alunan sensasi permainan jemari Mikail, tapi lengan MIkail yang kuat menahan tubuhnya.

Kemudian bibir Mikail mengikuti jemarinya. Lana terkesiap merasakan hembusan napas panas di pusat dirinya, seketika dia menegakkan tubuhnya dan tertahan oleh ikatan di pergelangan tangannya.

Jangan!!” teriaknya panik, mencoba merapatkan kaki, mencegah bibir Mikail menyentuhnya.

Tetapi lengan Mikail yang kuat menahannya, dan kemudian, Lana melengkungkan punggungnya dan mengerang keras merasakan sensasi itu. Sensasi sentuhan bibir dan lidah Mikail di pusat dirinya, dengan hembusan nafasnya yang panas. Panas bertemu panas dan dia terbakar, pandangannya menggelap karena sensasi kenikmatan yang tak tertanggungkan.

“Sshhhh...Semua bagian tubuhmu milikku Lana, milikku.” Mikail mencumbu pusat gairah Lana menyatakan kepemilikannya.

Dan ketika Mikail selesai bermain-main, Lana sudah terbaring, lemas dan tak berdaya dengan nafas terengah-engah dan tubuh membara.

Mikail menaikkan kembali tubuhnya dan mengecup lembut bibir Lana, dada bidangnya menggesek payudara Lana, dan Lana merasakan kejantanan Mikail yang begitu keras menyentuh pahanya dengan begitu menggoda seolah mengerti apa yang paling Lana inginkan.

Mikail menempatkan dirinya dengan begitu tepat, seolah telah mengenal setiap jengkal tubuh Lana. Dan Lana merasakan tubuh Mikail yang keras dan panas menyatu dengan tubuhnya, memberikan geleyar kenikmatan yang makin menghujam.

“Lana...” Mikail mengerang merasakan tubuh Lana yang panas, halus dan membungkusnya dengan begitu erat, menggodanya untuk mencapai kepuasan secepat mungkin. Tapi tidak, malam ini untuk Lana. Mikail ingin Lana mengingat setiap detik percintaan mereka malam ini.

Ketika Mikail bergerak, Lana mengerang. Semua ini terlalu nikmat untuk ditanggungnya, dia tak bisa menjangkau kesadarannya lagi, hampir frustasi karena pada akhirnya tubuhnya menyerah dalam pusaran gairah Mikail.

Mikail menundukkan kepalanya, lalu mengecup sudut bibir Lana dengan posesif, menyatakan kepemilikannya, dan menghujamkan dirinya dalam-dalam.

“Kau milikku Lana. Ingat itu baik-baik.”

Sedetik kemudian, Mikail membawa Lana melewati pusaran gelombang semakin dan semakin naik hingga guncangan orgasme menerjang mereka berdua. Menyatukan mereka dalam satu titik kenikmatan.

***

Mikail mengangkat tubuhnya dari Lana yang terengah-engah, dengan pikiran masih berkabut karena orgasme. Dengan lembut jemarinya membuka ikatan tangan Lana, ikatan itu menimbulkan bekas kemerahan di sana. Dan Mikail mengecup kedua pergelangan tangan Lana,

“Kau milikku, ingat itu. Kalau kau mencoba melarikan diri lagi, aku akan menghukummu dengan hukuman yang lebih berat.”

Lalu Mikail bangkit, mengenakan jubah tidurnya dan  menatap Lana yang memalingkan muka darinya, tak mau menatapnya,

“Kuharap kau tidak melupakan malam ini, setiap detiknya.” Gumamnya dingin, lalu melangkah pergi meninggalkan Lana yang terbaring diam di ranjang.

Setetes air mata mengalir kembali di sudut mata Lana, Mikail benar, Lana tidak akan pernah bisa melupakan malam ini, setiap detiknya.



Poskan Komentar

53 comments

makasih mba santhy, mas yudi. Hehehe :3

tidak!!!... koment dolo dah, baru baca... tq mimin n mbak shanty.

Akhirnyaaa.. Thanks for the story..
Hot, as always..
Lam kenal semuanyaaa... :*

mimin.. you made my day :)

ahhhh, iniiii bikin gak konsen TL *kepanasannn*
mbk santhyku syng trims yaa *cium n peluk*
mas mimin bosku yg baik, trims jg yaaa

Makasih Mb Santhy, Makasih Mas Yudhi...

akhirnya.....kau milikku..kwkwkwkwk mau dong thanks mr yudi dan mbak santhy...... nice story

mba santhy..inimah kentaaaaaaaaanggggg..
kena tangguuuunggg..
pinter banget nge cut nyah :3

Horrreeee.... Thanks mba shanty... And mas yudi... *pelukerat

All mikail kayaknya lebih hot yah hihihi :D *pelukpeluk*

WOOOOWWWW...
mbak santhy.. ini benar benar CETAAAARRR bagai LAHAARR, PANAS MEMBAKAR...!!!
hosh hosh hosh.. aku ikut ngos2an bacanya mbaakk..
keren bangeeeeeeeeeett..
Mikail raja devil deh ini.. bener2.. sumpah..!!!
speechless, ga tau mo ngomong apalagi.. udah keburu sesak nafas duluan.. hhh... hhh...

mas Yudii.. makasih yaaaa...

duh duh,panas,panas thx mba santhy,thx mas admin.taq terlupakan sdetik pun,ahh ngebayangin *eeh

ya ampuunn,,,kereend, ,:)

tdnya aq ngntug bgt,,stlh mampr PN,,,kagt add postigan SWTD,,,jd gg ngntug,,mlah gg bsa.tdur,wkekeke,,

mksy mbk shanty n ms admin,,,,*muach2

Kok dikit banget sich ceritanya
hehehhehehe maunya yang puuuuuuuuuuuuuaaaaaangjang

tapi thks untuk mas yudi ama m santhy ya....

Yah (つ_-) panas yah !!!!
Besok ulangan bakal enggak konsen buat nunggu kelanjutan yah nih !!!!!

. setelah di baca2..dan dilihat2 dan ditrawang2.. no koment yah.. cuma kok Hp q ikutan kepanasan yah. buru2 ah keluar dr pornov. takut hp q over heat nih.

peluk mba santhy n mas yudi.
thanks a lot..

SWTD menurut sya lebih berkesan, karena sya melalui malam2 panjang, dimana hrus tidur sendiri sambil menunggu istri yg begadang semangat nulis novel ini haha. Pokoknya ga rugi nunggu ni novel, endingnya mengaduk2 emosi, worth it!!

cuaca yang dingin jadi puanas ...

huwoo dasar mikail yah biar evil ttp aja seksi
Wkwkwkwk

Ayo udah mulai2 benih cinta tumbuh tp msh pd gengsi yah
Haha

Makasih om admin n mbak santhy
Ditunggu bab selanjutnya

kyaaaaaa.. mas irawan muncuuull
hihihihi, pengen ketawa... yang sabar ya mas... mbak santhy, peluk2 dong suaminya biar ga cemberut krna ditinggal tidur sendiri...
tp skrg ga ditinggal tidur sendiri lagi kan mas??
*ini apaan aku nanya2 ya.. Ditoyor mas irawan pake sepatu!!!

aduh mas, jgn bikin deg2an gini dong, baru juga bab 3, mas irawan udah ngomongin ending.. bisa2 ga tidur aku nungguinnya maass.. *panjat tebing!!!

Thanks to mas admin dan mba shanty.... makin penasarannya critanya hehehehe... ditunggu bab selanjutnya yang semakin hottttt hehehehe..

Aaaaakkkkkk Mbaaaa Santhy emg plg bisaaaaaaa bkn crta yg akhr babny bkn gntung n g bs lepasss dr pnasaran lnjutanny...
Mikaiiiiilllll selamatkan akyuuuu,,, *jitak diri sendiri*
Mksh Maaasss Yudiii nan baiikkk hatiiii yg brsdia post g jauh2 hr..
*peyuk2*

hmmmm....mpe pegel niy tangan..kipas2 trs dri td...^^ makasiy y om miiinnn krn uda posting...makasiy y mba shanty bwt novelñ yg superb....but mostly...makasiy y mas irawan..uda ngijinin mba shanty bgadang nulis novel2ñ yg superb..xixixi^^..

Ak melting....
Thanks mas yudi

Semangat mba santhy (งˆ▽ˆ)ง
*peluk*

dear mb shanty dan mas admin...

Mikai bener dah raja devil di ranjang. Cetar, panas dan membahana... hahahaha

tiap malam nunggu SWTD ga rugi kalo hasilnya sungguh SESUATU.

love

@all : hihiihihi *langsung ngumpet* soalnya ada yg protes ditinggal begadangan *lirik suami ganteng di sampingku*

iyaaa all semoga tambah makin sabar menunggu ya + tambah gemes heee *peluk erat* ------> semakin dekat menuju kemunculan Damian *spoiler*

mbak santhy....pengen deh bisa nulis crita kayak mba....iri iri iri deh...

Yaaa...sekalinya si Om nongoL malah nambah galau saking penasaran. Kasi tau dikit dong,spoilernya...Mb Santhy,don't forget the deadLine...kayak yg dibilang Om I,it's worth it.coba deh,udah terbukti banyak yg suka kan...

Ga sabar nunggu cerita selanjutnya... Semangat mba santhy n makasih mas admin...

@aini : om I nya sudah tertidur lelap hihihi ... heee iyaaaa aini kamis beres, langsung dikirim *mepet banget yah* hehe
@chi cha : ayooo menulis dear, mulai dr catatan kecil dan cerpen2 pendek :D *peluk erat*
@Fika : iyaaaa dear *peluk*
@all : peluk erat semuanya yaaah

ya Ampun kasian banget Lana seperti dilecehkan . *huuu ciumin mikail* wkwk
Ntar kalo Mikail udah jatuh Cinta , balas dendamlah kau Lana *evil laugh haha*

Mbk shanty kherennnnnnnn mbkkk ditunggu mbk kelanjutannya tetap sehat yah mbk biar kita bs ngerasain karyanya

thanks mbk shanty(peluk erat)
thanks mas yudi.
ntar posting bab 5 ya please.............(kedip kedip mata)

Mba shanty: saya bingung Mikail pke kemeja kan kenapa tiba2 berubah jd jubah tidur y?
*garuk2 kepala

makasih mba shanty n mas yudi

@mutiara : hihihi anggap aja Mikail punya persediaan jubah tdr di kamar itu, soalnya kalo mau keluar buru2 trus pasang kemeja sama celana dulu kelamaan, kalo pake jubah kan tinggal samber, ikat, pergi *ngeles dengan mencurigakan* hihihihi
@ all : heee semoga sabar menunggu yaaah, maap bab 4 pendek yah kesannya soalnya hanya 1 scene doang :) semoga bab berikutnya bisa terasa panjang dan kompleks :)
@Ara : hmmm pastiii Lana akan balas dendam hihihihi :)

sebelumnya mkc banyak mas yudhii +++ py bezday iah mf telat ngucapinnya :)

mba shantyyyy mu nanya,, mu nanya,, mu nanya :P
damian yang di sini pas udah nikah sama serena belum???
satuuuu lagiii :P
kalo lana bajunya gimana mbaaa di kc sama mikail iah?? :P
*mf teriak-triak komentnya,,, antusias soalnya hehehe

akhir nya .. stlah bbrapa hari nuggu ada jga yg bab 4 !!
bner2 speechls yah baca novel mba !!mikail si mr arogan tp kereeeennn !!

kerreennnn.... awwas tuh mikail jatuh cinta sama lana.. kkkk
tapi masih bingung.. lana dari bar-rmh mikail-kecebur-sadar itu masih pake baju sama atau gimana ya? kog masih pake rok?

@Dike : waaah pertanyaan dike tentang Damian akan terjawab di bab berikutnya kok #spoiler hehehe
kalau baju meskipun ga diceritakan, Lana selalu disediakan baju oleh Mikail di kamar itu (didalam lemari), juga setiap hari para pelayan juga datang membersihkan kamar dan mengantar baju ganti serta membawa bajo kotor Lana
@ida : heeee beda jauh sama Damian yah ;)

Ihhhh kentang abiiiiiissss hahaha... tp se-devil apapum mikail, aku ttp menyukaimu *dilempar sendal*

Mksh mba santhy n mas mimin yg kece badai :D

malaaaaam ini di post please huhuhu sering banget aku mantengin PN buat liat Sleep with the devil huhuuuu :p

iyah ... jadi ga sbar pngen cpet2 baca bab 5 !!
hm coba aja klo novel mba di buat versi film nya !pasti seruu bnget !!(ngarep.com)hhhe

huwaaa makasih mas admin n mb shanty...
salah ney baca setengah SWTD d office..alhasil br bisa lanjut skrg...
mikail...aku padamu lahhh...

trims mas admin n mba shanty....penasarannnnnn. mogax bsok dipost bab5 ya #wait

thanks mbak santhy,selalu hot pokoknya............

@Santhy Agatha : mbak ditunggu nih lanjutan ceritanya, jangan sampe mandek cuma gara2 ada yg kritik, ada rencana untuk dijadiin hardcopy lagi gak ?

mbak santhy..... kapan nih bisa pesan hardcopy untuk seluruh serinya?? buka2 blognya mbak koq malah tambah banyak yg bagus2 yah??? penasaran nich....hihihihihihi

Mbakkkkk tanggung jawab aku jadi ketagihan baca novelnya gegara secara gak sengaja nemuin serena dan semangat nyari judul yg lain eh ketemu blog ini
Dan baca SWTD makin harus tanggung jawab mbak bikin g konsen kerja
Great job mbak ^^b

waduh
panas
bnrn panas
setiap mikail bertemu lana pasti panas terus

aish
sukaaaa bgt sm cerita ini ^^

kyk mn y caranya mendapatkan epub novel mbak santhy...soalny dikota ku gk ad toko buku jd gk bs cari buku nya.....

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top