118
arsas-thumb
Hampir sebulan sejak kejadian itu, dan Damian menepati janjinya. Tidak menemui Serena lagi. Atas bujukan dan desakan Vanessa, Serena kembali bekerja di perusahaan Damian, lagipula bujukan Vanessa ada benarnya juga, Serena butuh gajinya untuk menghidupi mereka semua. Dan selama sebulan itu Damian, sang CEO menjadi orang yang paling sulit dilihat di kantor, jika tidak sedang melakukan perjalanan bisnis, lelaki itu mengurung diri di ruangan kerjanya dan tidak keluar-keluar. Sesekali Serena masih berpapasan dengan Freddy, lelaki itu masih bekerja di sini, Damian tidak jadi memecatnya, sepertinya dia dan Damian sudah berhasil menyelesaikan kesalahpahaman di antara mereka.

Dan Serena merindukan Damian. Dia sudah bertekad melupakan Damian, tetapi hatinya punya mau sendiri, kadang dia menatap lift khusus direksi yang menyambung langsung ke ruangan Damian dengan penuh harap. Berharap tanpa sengaja dia melihat Damian keluar dari sana, melangkah ke parkiran mobilnya. Tuhan tahu betapa ia bersyukur seandainya saja dia bisa melihat Damian, biarpun cuma satu detik, biarpun cuma dari kejauhan. Tapi entah kenapa Damian seperti punya pengaturan waktu sendiri agar tidak bertemu Serena.

Sore itu Serena melangkah memasuki apartemennya dengan lunglai, dia tidak enak badan, sedikit panas dan meriang, jadi dia minta izin pulang cepat.

Ketika memasuki ruang tamu, dia mendengar suara tawa dari ruang tengah. Suara Rafi dan dokter Vanessa. Dokter Vanessa sudah mendapat izin Damian menggunakan setengah hari kerjanya untuk melakukan terapi khusus pada Rafi. Terapinya sudah membuahkan hasil, Rafi sudah bisa menggerakkan jari-jari kakinya, sedikit mengangkatnya dan melatih saraf-sarafnya. Optimisme bahwa Rafi akan bisa berjalan lagi semakin besar.

Serena melangkah ke ruang tamu dan melihat Rafi sedang duduk di kursi rodanya sedang dokter Vanessa menuangkan teh untuknya, sepertinya session terapi sudah selesai.

Rafi mendongak ketika merasakan kehadiran Serena dan tersenyum lebar, mengulurkan tangannya,

"Hai sayang,"

Dengan senyum pula Serena melangkah mendekat, menyambut uluran tangan Rafi. Lelaki itu membawanya ke mulutnya dan mengecupnya,

"Bagaimana session terapi kali ini?" tanyanya lembut.

Rafi tertawa dan Serena mengamatinya dengan bahagia, Rafi banyak tertawa akhir-akhir ini. Lelaki itu makin sehat, warna kulitnya juga sudah jadi cokelat sehat, tidak pucat pasi seperti dulu. Badannya sudah berisi dan tampak lebih kuat. Rafi sudah menjadi Rafinya yang dulu, yang penuh tawa dan vitalitas, dengan semangat hidup yang memancar dari dalam dirinya.

"Aku tadi sudah belajar berdiri, sulit sekali Serena sampai keringatku bercucuran, tapi aku senang sudah sampai di tahap sejauh ini", jelas Rafi bahagia.

Serena membelalakkan matanya senang,

"Benarkah?", dengan gembira ditatapnya dokter Vanessa, "benarkah dokter?"

Dokter Vanessa mengangguk dengan senyum dikulum,

"Perkembangan Rafi sangat pesat Serena, aku optimis dia akan bisa berjalan lagi."

Dengan bahagia Serena memeluk Rafi erat-erat,

"Oh aku bangga sekali padamu mendengarnya sayang!" serunya dengan kegembiraan murni.

Tapi tiba-tiba Rafi melepaskan pelukannya dan menatap Serena sambil mengerutkan alisnya,

"Sayang, badanmu panas."

Gantian Serena yang mengerutkan keningnya lalu meraba dahinya sendiri,

"Benarkah? Aku memang merasa tidak enak badan, makanya aku pulang cepat."

Dengan cemas, Rafi menoleh ke arah Vanessa,

"Dokter, badannya panas bukan?"

Vanessa segera mendekat dan menyentuh dahi Serena lembut,

"Benar, kau panas Serena, apakah kau terserang flu?"

Serena menggelengkan kepalanya,

"Tidak, saya tidak pilek ataupun batuk dokter, tapi ada masalah dengan perut saya, akhir-akhir ini saya sering memuntahkan makanan yang saya makan, makanya badan saya terasa lemah dan..."

"Memuntahkan makanan?" dokter Vanessa mengernyitkan keningnya, begitu serius.

Serena menganggukkan kepalanya, tidak menyadari betapa seriusnya pandangan dokter Vanessa menelusuri tubuhnya.

"Sudah berapa lama?" tanya dokter Vanessa lagi.

Serena tampak berpikir,

"Baru beberapa hari ini, mungkin seminggu terakhir ini."

"Apa kau kena maag Serena?" Rafi menyela tampak semakin cemas.

"Mungkin," Serena mengusap perutnya, "Soalnya aku sering mual."

Dokter Vanessa mengikuti arah tangan Serena dan menatap perut Serena,

"Kau tampak pucat Serena, berbaringlah dulu, aku akan menyusul dan memeriksamu nanti setelah selesai dengan Rafi."

Serena menganggukkan kepalanya, lalu menunduk dan mengecup dahi Rafi,

"Aku berbaring dulu ya." bisiknya lembut dan Rafi mengangguk, balas mengecup dahi Serena.

Seperginya Serena, Vanessa memijit kaki Rafi untuk session pelemasan akhir sambil berpikir keras...... Tidak enak badan, mual, memuntahkan makanannya.... Jika dihitung-hitung tanggalnya, semuanya tepat. Apakah Serena sudah hamil dan tidak menyadarinya?

"Dokter?" Rafi yang menyadari kalau Vanessa melamun menegurnya hingga Vanessa tergeragap, "Dokter tidak apa-apa?"

Vanessa berdehem salah tingkah,

"Ah, maafkan aku Rafi, aku sedang memikirkan Serena."

"Kalau begitu sebaiknya dokter memeriksa Serena dulu, aku juga mencemaskannya dok," Rafi tersenyum melihat Vanessa ragu-ragu, "Tidak apa-apa dok, aku sudah lebih kuat sekarang, aku bisa membawa diriku sendiri ke kamar dan mengurus diriku sendiri. Kumohon, uruslah Serena dulu."

Sambil mengangguk, Vanessa bergegas menyusul Serena ke kamarnya.

Serena sedang berbaring miring memegangi perutnya, tampak kesakitan dan pucat pasi.

Vanessa duduk di sebelah ranjang, menyentuh dahi Serena lagi, panas membara, meskipun keringat dingin mengalir deras,

"Saya muntah-muntah lagi barusan dokter." Serena memejamkan matanya dan tidak berani membukanya, seolah takut kalau dia membuka matanya, rasa mual yang hebat akan menyerangnya lagi.

"Berbaringlah dulu, aku akan membuatkan teh mint untukmu, untuk mengurangi mual, nanti aku akan membuatkan resep obat untukmu." obat untuk wanita hamil. Vanessa mulai merasa yakin melihat kondisi Serena. Serena hanya mengangguk patuh masih memejamkan matanya.

Beberapa saat kemudian, Vanessa kembali datang dan membantu Serena duduk, lalu membantunya meneguk teh mint itu, setelah itu dia membaringkan Serena yang lemas di ranjang, Serena meletakkan kepalanya di bantal dengan penuh syukur,

"Terima kasih dokter, tehnya sangat membantu, perut saya tidak begitu bergolak lagi seperti tadi."

Vanessa tersenyum lembut,

"Cobalah untuk tidur." gumamnya sebelum melangkah keluar kamar.

Ketika merasa suasana cukup aman, dengan Rafi yang sepertinya sudah masuk ke kamarnya, Vanessa meraih ponselnya dan memejet nomor telepon Damian.

Damian memang menghilang dari kehidupan Serena, tetapi lelaki itu tetap memantau setiap detik kehidupan Serena, lelaki itu menuntut laporan yang sedetail-detailnya dari Vanessa setiap saat. Dan menurut Vanessa,  Damian berhak mengetahui dugaannya ini.

"Vanessa." Damian mengangkat teleponnya pada deringan pertama.

"Damian," Vanessa berbisik pelan, bingung memulai dari mana. Sejenak suasana hening, dan tiba-tiba suara Damian memecah keheningan.

"Dia hamil." itu pernyataan bukan pertanyaan.

"Aku tidak bisa menyimpulkannya seakurat itu sebelum dilakukan test urine dan test lainnya, tapi kemungkinan besar dia hamil, dia memuntahkan semua yang dimakannya, dan mual-mual setiap saat."

"Dia hamil." kali ini rona kegembiraan mewarnai suara Damian,

"Aku akan melakukan test urine dulu Damian, kau tak bisa...."

"Aku akan segera kesana." dan Damian menutup telepon. Membiarkan Vanessa ternganga di seberang, lalu menggerutu dengan ketidaksabaran Damian.

Damian mau kesini, lalu apa? Langsung melemparkan bom itu ke muka Rafi dan Serena? Dasar! Vanessa berniat menunggu Damian di depan apartemen, berusaha mencegah Damian bertindak gegabah, lelaki itu harus berusaha pelan-pelan, apalagi kehamilan Serena belum dipastikan secara akurat.

Lama sekali Vanessa menunggu di ruang tamu, hampir satu jam. Kenapa Damian lama sekali? Apakah Damian membatalkan niatnya kemari? Vanessa mulai bertanya-tanya. Saat itulah Rafi mendorong kursi rodanya ke ruang tamu,

Vanessa menoleh dan tersenyum,

"Hai Rafi, bagaimana kondisimu?"

Rafi balas tersenyum,

"Tidak pernah lebih baik, aku tadi membaca di kamar, dan mulai merasa bosan jadi aku keluar, bagaimana keadaan Serena?"

Vanessa menarik napas,

"Dia sudah tidur pulas sepertinya, kasihan sepertinya perutnya bermasalah."

Rafi mengernyitkan keningnya,

"Dia bekerja terlalu keras," gumamnya sendu, "dan itu semua gara-gara aku."

"Rafi," Vanessa menyela dengan lembut, "Kita sudah pernah membahas ini kan? Kau tidak boleh menyalahkan diri sendiri, lagipula Serena melakukannya dengan sukarela."

"Benarkah?" suara Rafi menjadi pelan, "kadang-kadang aku merasa dia hanya kasihan kepadaku."

"Rafi....", Vanessa tidak melanjutkan kata-katanya karena tiba-tiba ponselnya berdering, dengan cepat diliriknya layar ponselnya. Freddy.

"Freddy?" panggilnya setelah mengangkat telepon, "Freddy kau tahu di mana Damian? Dia bilang akan ke sini, tapi sampai sekarang dia belum datang....."

"Vanessa, Damian kecelakaan di tol."

***

"Serena." dengan lembut Vanessa menggoyangkan pundak Serena yang tertidur pulas. Sementara Rafi mengikuti di belakangnya.

Dengan sedikit lemah Serena membuka mata dan agak waspada melihat wajah dokter Vanessa yang pucat pasi, dengan segera dia duduk, gerakan tiba-tiba itu langsung membuat kepalanya pening, tapi Serena menahannya sambil mengernyit,

"Ada apa dokter? Rafi kenapa?"

"Aku baik-baik saja di sini." gumam Rafi dalam senyum.

Serena menatap Rafi dengan lega, tapi lalu menatap dokter Vanessa yang begitu pucat pasi,

"Serena, aku.... Ah aku bingung bagaimana mengatakannya, tapi aku harus segera pergi, ini darurat... Tapi aku bertanya-tanya mungkin kau mau ikut.."

"Ada apa dokter?", Serena mulai tegang ketika dokter Vanessa tidak juga mengatakan maksudnya.

"Damian, barusan kecelakaan di jalan tol, dia sudah dibawa ke rumah sakit, tapi kami belum tahu kondisinya, Freddy juga sedang dalam perjalanan menuju kesana."

"Apa?" warna pucat mulai menjalar ke wajah Serena, lalu segera digantikan dengan kepanikan luar biasa, "Ya Tuhan, aku ikut ke rumah sakit, dokter!!"

Rafi mengamati kepanikan Serena dari kejauhan, tapi dia hanya diam dan menatap. Serena tampak pucat pasi dan ketakutan luar biasa. Kenapa sampai begitu? Seolah-olah kondisi Damian benar-benar membuatnya cemas. Padahal Damian kan hanya atasannya di perusahaan? Atau..... Jangan-jangan lebih dari atasan ? Pikiran buruk itu menyeruak dalam benak Rafi, dan dia cepat-cepat menyingkirkannya. Tapi ketika dia melihat betapa Serena mulai gemetaran karena cemas dan panik ketika bersiap-siap berangkat, mau tak mau pikiran buruk itu memenuhi benaknya, ada hubungan istimewa apa antara Damian dengan Serena?

Perjalanan ke rumah sakit berlangsung begitu menyiksa bagi Serena, dia terus menerus berdoa, seakan semua trauma masa lalu menghantamnya lagi keras-keras. Ini hampir sama dengan kecelakaan yang membunuh kedua orangtuanya dan melukai Rafi dulu. Dan Serena tidak akan kuat menanggungnya kalau sampai terjadi apa-apa kepada Damian. Ya Tuhan!! Jangan sampai terjadi apa-apa pada Damian, dia belum sempat mengatakan... Dia belum sempat mengatakan dengan jelas, bahwa dia... Bahwa dia mencintai Damian.

Serena berlari di depan menuju ruangan gawat darurat sementara Vanessa mendorong kursi roda Rafi di belakangnya.

Dia melangkah memasuki ruang perawatan itu dan langsung bertatapan dengan Damian.

Lelaki itu duduk di meja perawatan, telanjang dada, kepalanya terluka dan sudah di tutup perban, dokter sedang membalut luka di pundak dan lengannya. Banyak darah, tapi sudah dibersihkan. Selebihnya, Damian tidak apa-apa. Lelaki itu masih hidup, masih untuh, dan ketika Damian memalingkan kepalanya lalu menatap Serena dengan mata birunya yang menyala-nyala.

Serena pingsan.

***

Damian berteriak memanggil Serena, begitu juga dengan Vanessa dan Rafi yang ada di belakang Serena. Tapi Serena pingsan mendadak dan jatuh ke lantai.

Dengan kasar Damian menyingkirkan tangan dokter yang sedang membalut lukanya dan melompat turun, setengah berlari menghampiri Serena, perawat datang menghampiri, tapi Damian menyingkirkannya,

"Biar aku saja." gumamnya serak, mengeryit sedikit ketika mengangkat Serena menyakiti luka di lengan dan bahunya, tapi dia tidak peduli, dipeluknya Serena dengan posesif dan dibaringkannya ke meja perawatan,

"Tuan, saya belum menyelesaikan membalut lukanya." gumam dokter di ruang gawat darurat itu sedikit jengkel,

"Nanti saja." Damian bergumam tajam dengan arogansi yang sudah seperti pembawaan alaminya sehingga membuat dokter itu terdiam, mengangkat bahunya lalu pergi.

"Sayang," Damian menepuk pipi Serena, tapi perempuan itu begitu pucat pasi, dengan panik, Damian menoleh ke arah Vanessa di pintu, mengabaikan Rafi, "Dia tidak apa-apa?"

Vanessa mendorong Rafi mendekat, lalu menyentuh Serena,

"Dia demam Damian, dia sedang sakit ketika memaksa mengikuti aku kesini, terus tepuk pipinya pelan-pelan dan sadarkan dia, sepertinya dia shock," Vanessa menatap Damian tajam, "dan kau..kau tidak pernah kecelakaan selama hidupmu, apa yang kau lakukan di jalan tol tadi sehingga berakhir di rumah sakit ini?? Apakah kau mabuk??"

Damian mengeryit,

"Aku tidak mabuk, aku hanya terlalu buru-buru ingin cepat sampai jadi kurang hati-hati." saat itulah Serena bergerak membuka mata, "ah, sayang…..sayang, kau baik-baik saja?”

Serena mengerjap-ngerjapkan matanya, begitu mendapati wajah Damian ada di dekatnya, airmata mengalir di pipinya, tangannya bergetar ketika terangkat dan menyentuh wajah Damian, meyakinkan dirinya bahwa betul-betul Damian yang ada di depannya,

Dengan lembut Damian meraih tangan Serena dan mengecupnya,

“Aku ada di sini, aku baik-baik saja.” gumamnya setengah berbisik.

Serena membiarkan tangannya dalam genggaman Damian, merasakan kulit Damian yang panas, mensyukuri bahwa lelaki itu masih hidup. Tadi rasanya seperti mau mati saja ketika mengetahui bahwa Damian kecelakaan, pikiran-pikiran buruk melandanya, membuatnya ingin menangis dan berteriak, membuatnya hampir menyalahkan Tuhan. Karena dia sudah memutuskan akan menerima tidak bisa bersama-sama dengan Damian lagi asalkan lelaki itu tetap hidup, asalkan lelaki itu masih ada, hidup dan bernafas di dunia ini, biarpun Serena tidak bisa melihatnya lagi. Pikiran bahwa Damian bisa saja meninggal dan tidak ada di dunia ini hampir membuatnya ingin menyusul saja. Karena itulah tadi ketika melihat Damian masih hidup meskipun terluka membuatnya lega luar biasa sehingga pingsan. Serena merasakan dadanya sesak ketika menyadari, bahwa cinta barunya, cintanya yang tidak diduga, cinta yang bertumbuh tanpa disadari karena kebersamaan mereka yang tidak direncanakan itu ternyata sudah mencapai tingkat intensitas yang sangat besar.

“Jangan pernah ulangi lagi,” suara Serena bergetar ketika mencoba berbicara serius kepada Damian, “Jangan pernah ulangi lagi melakukan seperti ini kepadaku.”

Damian meraih kedua tangan Serena dan mengecup jemarinya dengan lembut,

“aku berjanji,” jawabnya penuh perasaan, “Sekarang tidurlah sayang, aku ada di sini.”

Dengan lembut Damian mengusap dahi Serena yang panas, membuat pikiran Serena melayang, dia merasa lelah sekali, tubuhnya, jiwanya dan raganya. Tubuhnya sakit dan lunglai sedang jiwanya kelelahan menahan perasaan. Usapan tangan Damian di dahinya membuatnya dipenuhi kelegaan luar biasa, membuatnya dipenuhi rasa damai tidak terkira sehingga Serena akhirnya terlelap lagi.

“Kemari, lukamu harus dibalut.” Vanessa mencoba menarik perhatian Damian, lelaki itu menatap Serena dengan serius, memastikan bahwa Serena sudah tidur, lalu menurut menggerakkan tubuhnya agar Vanessa lebih mudah membalut luka di pundak dan lengannya.

Saat itulah Damian menyadari kehadiran Rafi, yang hanya diam saja menatap semua kejadian itu tanpa berkata-kata. Mata Damian berkilat-kilat,

“Aku mencintainya.” gumamnya terus terang, membuat Vanessa tersedak dan saat itulah dia juga baru menyadari kehadiran Rafi.

Rafi hanya terdiam, menatap Serena yang tertidur pulas dengan sedih,

“Aku tahu.” gumamnya pelan.

Damian mengangkat dagunya, mengernyit ketika perban itu membebat kencang lukanya,

“Dan dia juga mencintaiku, tetapi dia memilihmu.” sambungnya getir.

Rafi menghela nafas,

“Itupun aku juga tahu.”

“Sudah selesai.” Vanessa menyela cepat, lalu menepuk pundak Damian, “Berbaringlah dulu di ranjang sebelah”, Vanessa mengedikkan bahu ke ranjang di sebelah ranjang yang dipakai Serena yang masih kosong. “Kau harus berbaring, kepalamu terbentur dan jika kau tidak segera berbaring kau akan mengalami vertigo.” sambungnya tegas ketika melihat Damian akan membantah.

Semula Damian akan membantah, dia ingin melanjutkan pembicaraan dengan Rafi, menjelaskan semuanya. Tetapi Vanessa benar, rasa pusing mulai menyerangnya, pusing dan nyeri di bahu dan kepalanya. Obat penghilang rasa sakit yang disuntikkan dokter jaga tadipun mulai bereaksi, membuatnya merasa lemas dan lunglai. Akhirnya Damian mengangkat bahu dan melangkah ke ranjang kosong itu.

“Kita belum selesai bicara.” gumamnya pada Rafi, mulai menguap.

“Nanti saja.” sela Vanessa mengernyit, lalu meraih kursi roda Rafi dan mendorongnya keluar, “Ayo Rafi, kita harus membiarkan mereka beristirahat.” bisiknya lembut dan mendorong mereka keluar dari ruangan perawatan itu.

Vanessa mendorong Rafi sampai di ruang tunggu yang tenang dan sepi, lalu duduk di sofa di sebelah Rafi. Suasana hening, dan Rafi hanya termenung tidak berkata-kata sampai lama. Vanessa menunggu, menunggu sepatah pertanyaan dari Rafi sebelum menjelaskan semuanya, dan akhirnya pertanyaan itu datang setelah menunggu sekian lama,

“Apa yang terjadi di sini?”, gumam Rafi serak, dia tetap bertanya meskipun kebenaran itu sudah menyeruak dalam kesadarannya, membuat dadanya sesak.

Vanessa menghela napas mendengarnya,

“Ceritanya panjang...”

“Aku punya banyak waktu”, sela Rafi tak sabar, “Jelaskan semuanya”

“Serena tidak pernah bermaksud mengkhianatimu kau tahu,” gumam Vanessa sedih, “Dia selalu berusaha setia kepadamu.”

“Kau bicara begitu padahal jelas-jelas di depan mataku tadi dia jatuh cinta setengah mati kepada lelaki lain?” gumamnya getir.

“Kau tahu, Serena putus asa ketika dia akhirnya berhubungan dengan Damian... biaya operasimu... operasi ginjalmu – dokter mengultimatum kau harus segera dioperasi ginjal untuk menyelamatkan nyawamu – sangat mahal, hampir mencapai tiga ratus juta, sementara seluruh harta Serena sudah habis, dia menanggung hutang yang sangat besar di perusahaan... jadi... jadi Serena memutuskan menjual keperawanan dan tubuhnya kepada Damian.”

“Oh Tuhan!”

Wajah Rafi pucat pasi, keringat dingin mengalir di tubuhnya. Jadi semua ini bermula dari dirinya? Semua kegilaan tak diduga ini bermula dari keinginan Serena menyelamatkan nyawanya? Menjual keperawanannya!! Oh Tuhan, Rafi tidak pernah peduli apakah Serena masih suci atau tidak, baginya Serenanya adalah Serena yang sama. Tapi... Mengetahui bahwa Serena melakukan itu demi dirinya benar-benar menghancurkan hatinya. Mengetahui bahwa pada akhirnya Serena menyerahkan hati pada lelaki lain yang disebabkan oleh dirinya sangat menyakiti perasaannya.

“Dan Damian, atasan Serena itu pasti laki-laki brengsek karena mau mengambil manfaat dari gadis lemah yang sedang kesulitan.” desis Rafi marah.

Vanessa menggeleng,

“Tidak seperti itu Rafi, Damian sangat kaya, dia bisa mendapatkan gadis manapun yang dia mau, Tapi sudah sejak lama dia menginginkan Serena, menurutku sebenarnya sudah sejak lama Damian mencintai Serena tetapi dia tidak menyadarinya, karena itu mungkin Damian menganggap satu-satunya cara untuk memiliki Serena adalah menerima tawarannya.”

Rafi mengernyit mendengar penjelasan Vanessa, hatinya sakit menyadari bahwa sekarang dia menjadi penghalang antara dua orang yang saling mencintai.

“Kenapa Serena tidak membiarkan aku mati saja?” rintihnya dalam geraman penuh kesakitan, “Mungkin lebih baik aku dibiarkan mati saja sehingga aku tidak menghalangi kebahagiannya...”

Vanessa menyentuh pundak Rafi lembut,

“Jangan pernah punya pemikiran seperti itu,” selanya tegas, “Serena mencintaimu sepenuh hati, dia berjuang mati-matian demi kehidupanmu, jangan pernah menghancurkan hatinya dengan kata-kata seperti itu.”

“Dia sudah tidak mencintaiku lagi, dia hanya kasihan padaku, tatapan lelaki itu, tatapan Damian kepadaku ketika mengatakan bahwa Serena lebih memilihku dibanding dirinya tadi begitu penuh penghinaan dan kemarahan, seolah lebih baik aku tahu diri dan menyingkir saja.“

“Damian memang seperti itu, dia marah karena Serena memilih untuk bersamamu. Tapi Damian mencintai Serena, karena itu dia menghormati keputusan Serena.”

“Lelaki itu, apakah benar dia mencintai Serena? dia terlalu berkuasa, terlalu mendominasi, terlalu arogan… aku takut dia hanya ingin menunjukkan kekuasaannya, hanya ingin memuaskan arogansinya untuk memiliki Serena...”

Vanessa menggeleng,

“Damian yang dulu memang seperti itu, tapi ketika bersama Serena, gadis itu dengan segala kepolosan dan kebaikan hatinya telah merubahnya. Damian benar-benar mencintai Serena, aku mengenal Damian sejak dulu kau tahu, dan dia tidak pernah seperti itu sebelumnya, begitu mencintai seorang perempuan, begitu tergila gila hingga hampir dikatakan bisa gila karenanya.”

Rafi menghela nafas panjang,

“Kalau begitu, kau ingin aku yang melepaskan Serena?”

Vanessa mengangkat bahunya pedih,

“Keputusan ada di tanganmu... Serena sendiri tidak akan pernah meninggalkanmu, dia terlalu setia dan menyayangimu untuk meninggalkanmu. Dia rela mengorbankan perasaannya demi kamu. Jadi, kalau kau tidak melepaskannya, dia juga tidak akan pernah mengkhianatimu demi Damian.”

Rafi memegang pangkal hidungnya, mengernyit seolah kesakitan,

“Aku sangat mencintai Serena.” gumamnya perih.

Air mata Vanessa mulai menetes melihat kepedihan Rafi, pelan dia berjongkok di depan Rafi dan memeluk lelaki itu. Rafi tidak menolak, dia juga tidak menahan air matanya menetes. Kepedihan itu begitu dalam, kepedihan untuk merelakan diri melepaskan sesuatu yang paling berharga di tangannya, agar sesuatu paling berharga itu bisa menemukan kebahagiaannya.

“Aku tahu dan aku bisa mengerti kesedihanmu, kau tak perlu melepaskan Serena kalau kau tak bisa.” bisik Vanessa lembut, mengusap kepala Rafi di bahunya, membiarkan lelaki itu terisak dengan kepedihannya.

Lama Rafi menumpahkan perasaannya, dengan isakan tertahan dan keheningan yang dalam, lalu dia mundur, melepaskan diri dari pelukan Vanessa, duduk tegak dengan tekad kuat di matanya.

“Aku tidak mungkin membiarkan Serena menderita dengan bertahan bersamaku, tidak setelah aku melihat betapa dalamnya perasaan Serena kepada Damian tadi, tapi sebelumnya aku ingin berbicara dengan Damian.”

***

Poskan Komentar

118 comments

Wowwwww... suprise... pagi2 ada arsas... thanks mbak santhy n mas admin... enjoy ur weekend.. ^^

kyaaaaaaaaaaaaa.. ga nyangka postingnya siang2 gini..
mas admin suka bikin kita kaget deeh...
makasih maaaaaaaaaass.. ^___^
*brb baca

Aaaaaaaaa jejeritan kaya' orgil... Kirain salah liat :))

waaah udah keluar pagi2 di weekend yg mendung dan melow ini, makasih mas admin
*deg2an krn bentar lagi tamat* heee

Aduhh.. Kirain bakalan koma si damiannya -..-

aku bisa ngerasain gimana perasaan Serena yang cinta bgt sama Damian tp juga sayang sama rafi.. ibarat makan buah simalakama..

aku deg degan, kirain tadi Damian bakalan parah..
untunglah tidaaakk... fiuuuww.. *bernafas lega*

Rafi cowok yang baik, dia pasti bs ngelepas serena..
damiaaan, nikahin Serena yaaaaaa......
*undang aku klo bikin pesta, hehehehe...

mbak santhyyyy.... mas admiiiin...
thank uuuuuuuuuuuuuuuu.... *peluk2

@Conchita : heeee jangaan kasihan serena nanti kalo Damian koma ;)
@Merry : heeee semoga yaah , ayo kasih semangat Rafi :D

@all bagi yang sudah order arsas di nulisbuku.com
tapi belum dapat konfirmasi berapa ongkos kirimnya
rajin nanya aja kirim email ke admin@nulisbuku.com
biasanya langsung dijawab cepat kok
cuma kalau sabtu/minggu kantornya libur hiks
;D

Mba santhy..
Lucu kali mba kalo damin koma, rafi sembuh, eh serena suka lg sama rafi, trus damiannya sadar.
Muter muter aja mereka. :p

gue harus bilang wow

"WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOW"

:D

WOOWWW,,,, seneng bgt mksh mas admin, dpt cemilan ni.mkash mba santhy :* satu bab lg,, si rafi bs berdiri y?? sediih bgt :((

iya ni mba, aq blom da email konfirmasi ongkirnya :(

Iya mbak shanty.. uda nunggu 2 hari msh blm dikonfirmasi lagi... hikksss.. hiksss... nambah lama lg nunggu nya...

surprise dapat bab 15 siang2 begini..... pengen jejeritan tp lagi di kantor...terpaksa jerit2 dalam hati..hehehehehehehe

aqu udah order n udah bayar ba.santhy tinggal nunggu konfirmasi selanjutnya dari admin.nulisbuku....
^_^

aku udh order tp blm ada email konfirmasi ongkir....hiks

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

@Conchita : hiks jangan ntar kalo ditambahi amnesia plus test dna bisa jd sinetron hiks
@Melissa : *peluk erat sambil ikutan bilang wooww* hihihihi
@Rena, Hopeluv, Tikha, Yani, Anastasia : Barusan aku mesenin temen dapat email balasan konfirmasi ongkir lho... coba ntar email terus aja ke admin@nulisbuku.com, sertakan nomor orderannya, pokoknya tanya aja terus sampai dijawab,.. biasanya kalo hari kerja jawabnya cepet kok :)
kabari yah nanti kalo udah dijawab

Kyaaaaaa...... Penasaran bab 16 nya...... *Sabar sabar*

Wah gk sabar ma endingnya..:D

Kyaaaa..
Mas admin sungguh baik hati.
Tq mas.
Tq mb shanty.

eehhh...kok siang2 gini udah di posting?? baca duluuu..
Thanks Om Admin, Mba Shanty

mbak santhyyyyyyyyyyyyyyyy..
nnti klo ARSAS udah tamat, novel2 yg lain bakalan di publish disini juga kan mbak?? iya kan mbak, ya mbak yaaa.. ya ya ya ya....
Mas admin, mau kan ngepublish (posting) novelnya mbak santhyyyy.. puhliiiiiiiiisss...

*mondar-mandir nungguin jawaban*

huaaaa...buru2 bacanya...
@Mba Conchita : duhh, jangan mba..nanti malah jadi kayak sinetron..muter2 pembaca nya jadi pusing..

@Mba Shanty: akhirnyaaaa...perkiraan ku dulu ada benernya juga.. Serena hamil!! eh, udah pasti hamil kan mba? hehehehe..
tapi kasian Rafi nya juga :( Rafi jadiin aja sama Vanessa mba..
btw, tinggal 1 bab lagi selesai ya ini arsas nya? huks..
kayak ga mau berpisah sama Damian..
novel lainnya di posting di portal novel juga ya Mba Shanty..janji lho *finger cross*

oke mbak santhy...tq info nya *peluukk

@Merry Jane: Kita siap publish novel karya mb Santhy berikutnya, tp nunggu demam arsas-nya turun dulu hehe...

Wow.... Kejutan apa nih di siang bolong ada arsas...
thanks min, emg doyan bikin readers nya terkejut bahagia dgn postingan tiba2 nya...

Makasih mad admin, hmm posting siang" gini,
Demian kl nikah sm serena ky'y mau pake jasa WO ku deh, hehe *ngayal*

arrgh penasaran bgt sm endingnyaaaa *galau
posting lg dooong, nanggung hahaa :p *ditimpuk admin

makasi om mimin siang2 lunch arsas *kecup2 becek* *kabuuur* bab 16 ntr mlm ya *ngerayu om mimin smbl kedip2 mata*
mbshanty big hug
abz arsas novelnya apa lg yg diposting? ksi bocoran duuuunk?? aq sll stia menunggu kryamu.. *peyuk erat mbshanty* *dipelototin mas irawan*

Huaaaaaa,,,aaakkkkkkkkk....
Surprise bgtz diposting lg galau2 gni cuacanyaaa... Haahaahaaa...
Mksh Mas Admin n Mba Santhy,,bner2 g sabaaarrrr sm endingny..
Td bnr2 udh su'uzon ajja damian dbkin meninggal,,huhuhuhu....
Smg serena sm damian,,rafi sm dr.vanessa ajjaa... *kedip2 k Mba Santhy*

iyaa ni tnggung, posting bab 16 nya dunk? hehehehheee ya yaa yaa mas admin mba santhy :( penasaran *ditimpuk mas admin kaaaabbbbbbbooooorrrrr

iseng" bka PN eeii liat ARSAS 15 :)
bbeeerrrr, bacanya smpe gak ngedip
mksih ya mas Admin n mba Santhy
mas admin n mba santhy ada link buat download Epub ARSASnya gak???

@all : heeee semoga makin sabar menanti bab terahkir yah, duh tinggal 1 bab, deg2an banget :D *peluk erat semuanya*

iya nih masih bingung novel yg mana yg mau ditawarkan ke mas Yudi duluan, pinginnya sih yang terbagus hiks hiks *menunduk malu*
tapi postingnya masih nanti yah, takutnya pada bosen lagi dgn gaya menulisku, jd biar pada beristirahat sejenak sambil mengenang endingnya arsas yang... ups hampir aja spoiler hehee :D

@Putri : nanti e-pub nya di share kok sekalian barengan sama bab 16 tunggu yaaa :D

iyaa ni tnggung, posting bab 16 nya dunk? hehehehheee ya yaa yaa mas admin mba santhy :( penasaran *ditimpuk mas admin kaaaabbbbbbbooooorrrrr

ga percaya ada ARSAS siang2... *tepok2 pipi*
Mba Santhy istirahatnya jangan lama2 ya,request Unforgiven Hero *peyuk Rafael*
Mimin you made my day *ketjoep betjek*

mas admin mau malming ya? maka nya posting siang...hehheee *piissss

om min..makasiy bgt surpriseñ yaa...
mb santhy..g perna capek blg"GREAT SALUTE FOR YOU MBAAAA.." ceritanya bnr2 superb bgt...!!! not only two..but four thumbs up..klo perlu six or eight deh..*pinjem jempol tetangga dl*..hee..
btw,om min arsas ad e-pubnya ga ya..???pgn pesen jg..tp pgn bntuk e-pub...boleh ya mba santhy...????*wink"*

mbshanty prtanyaanq g pernah djwb.. (≧▼≦).. *merenung sedih* melaz.com
mbshanty rayu mas mimin dunk bwt posting arsas ending mlm ini.. *kedip2 mata*

hwuaaa....bru bca komentñ dgn lengkap...tyta pertanyaanku dh djwb..xixixi..*tersipu mode on*... stuju sama yana...mb santhy jgn lama2 istirahatnya yaa...novelñ mba tuw dah jd salah 1 yg tercinta....djamin akan slalu jd salah 1 yg dnanti sama all readers PN...hee^^

Waaaoow...
Siang2 panas2 buka pornov ternyata...
Jreeeeeng ada Arsas..langsung mantengin deh... :D
.
Anyway sempet nahan nafas pas damian kecelakaan..
Udah netthink ajah.. :'(
.
Eh tinggal satu bab agy yah..
Hmmm...
Sabar dhinie sabar... :p
kira2 happy ending gag yaa???
.
Pengen baca novel mbak santhy yang lainnya..
Pasti nggak kalah bagus deh..
:)

Tq banyak mas admin!!! You're the best, tau aja sarapan kita...hahhahayyy


Duhhhh...... Senengnya pas damian bilang "aku mencintainya" didepan rafi. Gentlement banget bikin hati klepek2...wkwkwkkwkwkwkwk


Mb santhy@ panggil Sari aja, trus novel2 selanjutnya konsepnya sama dg arsas? Maksudnya di tayangin dl di PN baru di buat hardcopynya? *ngarepnya di buat hardcopy nya jd #ngedip2 mb santhy biar dikeluarin hardcopy yg lain#

Ga bosen koq dg bahasanya mb santhy, malah demen*cium ciumin mb santhy yg banyak*

Seneng siang2 dikaih menu ARSAS 15...nggak sabar nunggu endingnya.....keknya Rafi merelakan Serena ama Damian dech ya khan mbak shanty...

OMG~~~~~
BIG THANKS TO MR. ADMIN and MRS. SANTHY,
ehhehehehehe

ah~~~~
kira-kira Rafi mau ngomongin apa ya ke Damian,
uh tinggal bab final ni,
heheheh

si Serena hamil ya....
ah, kira-kira anaknya kayak gmna ya ntar, kkekekeeke

Makasih banyak mbak Santhy :'''') makin lama makin unyu aja Damiannya... :*
Mas admin bikin shock nih, postingnya pagi2 hehe makasih mas *peyuk*

makasih mas admin n mbk shanty "peluk2"
mas admin skrng pinter deh kasih kejutan k kita ya,
mas klu ud ad epubny, sgera kirimn tika ya, biar ntr dsebarin k semua reader, okeh

@kireina : waa td udah dijelasin di atas tp ga nyebut namanyaa hiks hiks... Iya kireina aku masih bingung mana yang duluan ditawarin ke mas admin buat di posting, bantuin polling dong heee :D kalo mau baca sinopsisnya ke blog - ku yah. Trus kasih pendapat kira2 suka yg mana :).

@Dara : hihihi iyaaa e pub nanti di share sama mas admin yg ganteng yah makasih yah udah suka sama arsas :D


@dhinie : hmmm iyaaaa novel lainnya semoga bisa dishare di portnov yaaa *peluk erat*

@Sari : iyaaa mungkin sama yah postingan per bab di portnov :) yang pasti e-pub nya akan dishare gratis di ahkir cerita *peluk* makasih ya sariii, ah ahkirnya bisa kupanggil namamu :D

@Nelfa : heee ayoo coba tebak *tinggal 1 bab lagi deg2an* hee

@winda, helda dan semuanyaa yg ga kusebut satu2 tp komennya kubaca semua dan membuatku bahagiaaa, makasih yaaa *peluk erat* :D semoga ending arsas menyenangkan semuanya :D

@mba Tika iyaaaaa pasti pertama langsung ke mba Tika heeee :D

senaaaaaaaaangny arsas bab 15 udah ad.. dan dr td pagi trnyata.. thanks a lot mba santhy dan mas admin, yg 16 ny kpn??? mlm ini ya.. heehe

@mb shanty,aq request unforgiven hero yaaaaaa.. utk novel slnjutny diposting di PN..
@om mimin postingin yaaaaaa.. *ngerayu om mimin*
@reader,setuju kaaaaah??? yg setujuu angkat tangan *angkat kaki jg blh* ^^,

Hwaaa...mas Admin emang jago bwt kejutan di akhir pekan.Senangnya...berharap smoga aja Mas Admin mau kasi surprise lagi.*Midnite Surprise ya*kedip2 penuh permohonan...readers PN seantero Nusantara pasti setuju.Mb Santhy,gmn kalo next novel,SLeep With The DeviL...biar Mas Irawan ikutan baca cerita per bab.wkwkwk....

Damian sweety bgt... >.< mau punya cowo kayak damiaaan! Huaaa

Mb Santhy,please...gak usah pake jeda waktu terlalu lama donk,postingan novel berikutnya sesudah rilis ARSAS EPUB version.**yakin 1000% readers PN ndak bakal bosen dg gaya menulis Mb Santhy**mak cemungudh!ayok para readers pada ngomporin kasi semangat mb Santhy!Oiya,mb Santhy smoga positive yach,biar barengan ama Serena.hihihi

request Sleep With The Devil, mbak santhy...yah yah :D

Sedihhhh, di bab ini aku jadi kesian Rafi ...
Tinggal satu bab lagi, truss rafi ama sypa, kalo ama vanessa kesannya maksain Happy Ending ...# mata masih berkaca2, sampe cwo aku nanya " kenapa? Ada apa kok sedih? ... my real Damian :D

aw..aw... aq kecolongan.... tq mas mimin... @mbak agatha: novel selanjutnya. A Romantic Story Abaut Serena Again. trus dilanjutin dengan novel A Romantic Story Abaut Serena Again and Again ..he..he.. maksa.com.

@mas admin & mbak Santhy:
YUHUUUUUUUU...
novel mbak santhy yg lain bakalan di publish juga...
HORAAAAAAYYY... *loncat2*

makasih mbak Santhyyyy..
makasih mas admiiiiin..
*peluk plus cium satu-satu*
heheheh

waaw.
mb shanty love u.
*big hug


mas admin.
mamingan ya
makanya postingnya pagi2.
hehehe

smpat sesak nafas pas baca damian kcelakaan,pyuuh untungnya g knapa2..mb santhy hebat bgtz dh bkin jntung trun naek g karuan,hehe. Tgl 1bab lg,aah mdah2n malam ni,, mkci bnyak mb santhy n mas admin yg baaaaik hati. Peluk erat.

finally....kejujuran harus diungkap ternyata...walou menyakitkannn...hikss...
* cep cep ..rafi sabar y...
* damian ...jaga serena y...
--->Pnasaran 1 bab lagi siapa merelakan dan mendapatkan SERENA....^^

THANKS TO : MAS ADMIN & MBAK AGA...

panjang bngt udah komentar........
makasih buat mbk santhy dan mas admin....
baca dlw ahhh............

tq mbak santhy..so sweet, sampai g bisa comment, dah panjang yg comment, big hug..

Bener" fantastiss ini...
penuuh dg permainan emosii
Sitimewaa pokoknyaaa
♡̬ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ♡̬

Thx buat
Mimin n mbk shanty
Gbu

Bener" fantastiss ini...
penuuh dg permainan emosii
Sitimewaa pokoknyaaa
♡̬ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮ ♡̬

Thx buat
Mimin n mbk shanty
Gbu

Fiuuuuuhhh... Lega banget rasanya pas Damian gak kenapa2.. Huaaaaaaa >,< dan langsung nyess banget ya hati ini pas ngebayangin jadi Rafi *puk-puk Rafi*
Oiyaaaa 1bab lagi yaa?? Jenggg...jenggg... Penasaran tingkat balai kota deh aku, Mbak Santhy!!!

mau epub nya doongs mas admin u,u
Btw FSD napa ga diposting2 ? Kangen sama Christian juga nih hehehehe *tapi pasti bakal lebih kangen Damian, karna ARSAS dikit lg tamat:(*

ich jd gmana gtu pgn teriak2 krn seneng serena bkal sm damian tp sedih jg bentar lg mau end. Hikz.. Mas admin or mba tika nt mau epubnya ya... Alamat emailku tyo_zany@yahoo.com. Thx yua.
Mbak shanty, ditunggu novel selanjutnya ya... Sukses selalu ya mbak..

Mba shanty blognya apa namanya,,
Mas admin ° • · ♡·♥​♡†ћªЙк'ς♡♥·♡ · • ° udah posting bab 15 ditunggu ya bab terakhirnya nih,,

@all : iya ya, kalo ngebayangin jd Rafi, perlu hati seluas samudera lho ;) , kalo aku jd Rafi pasti udah ngamuk2 lempar sandal ke Damian heeee :D
Semoga kalian makin suka ya dengan kisah Serena ini... Tinggal 1 bab lagi tamat :) semoga endingnya bener2 happy ending yah :) happy ending buat tokoh2 arsas dan happy ending buat all reader :)

Hmmm novel berikutnya apa yah, antara "unforgiven hero" atau "sleep with the devil" yah kayaknya yg diminta all readers :) nanti konsultasi lewat filter duo mas2 yah (mas irawan dan mas Yudi admin hihihi) maunya sih yg paling bagus, supaya all readers seneng baca kisahnya :)

Kita akan pisah sama arsas nih bentar lagi hiks :) tp semoga tokoh2 arsas membekas di hati all readers yah
Tenang aja, damian dan tokoh2 lain masih kadang2 muncul di novel2 berikutnya, jd bintang tamu hihihi :D
*peluk erat buat semuanya*

@dian : blognya www.anakcantikspot.blogspot.com
Kalau mau lihat sinopsis 3 novel lainnya baca yg judul postingannya "empat novel karya santhy agatha" ya :D boleh juga koment polling pilih novel yg mana
@mas Yudi : mas Yudiiiii makasih banyak yaa, arsasnya akan tamat 1 bab lagi, kalau dikenang, aku masih inget dulu pas awal2 aku nawarin arsas ke masYudi sambil ga pede, trus diberi semangat masYudi, rasanya baru kemarin :) *jabat tangan mas Yudi dengan mata berkaca2 terharu*

mbak shanty, mau unforgiven hero dulu aja mbak. Hehehe
jd bnr2 ga sabar nunggu ending arsas nya. Pokoknya happy ending aja dech. Peluk erat jg buat mbak santy.

dua2nya kedengerannya menggiurkan tuh mbak.. *basahin bibir* hahahaha.
oya mas admin boleh minta epub arsas dan fst? Kirim ke email ku yaaa (malicious_bluesky@yahoo.com)
Makasiihhh banyak2 deh.. Mwaaaahh' xoxo ;))

M Shanty, Aq vote sleep with the devil ya... Suka banged sm yg berbau devil gt ;))

keren banget mba Shanty..... lanjut lagi dong. Request Sleep with the devil dong, kyknya seru deh.
@Mba tika : Mba aku mau epub-nya dong vindaannisa@yahoo.com ya... *big hug*

@mbk shanty : sip mbak 'peluk mbk shanty'
to all reader, kalian silakan kirim email duluan k sya at mas admin, bru dtanggapi emailny dgn kiriman novel ok

mbaaa santhy ga mau bikin trilogy ARSAS, doyan baangeth sama Damian!

Wah... Ada epubnya ya??? aku mau jg dong...
Mbak kirimin aku epubnya jg ya afikahikma347@gmail.Com

Wah... Ada epubnya ya??? aku mau jg dong...
Mbak kirimin aku epubnya jg ya afikahikmah347@gmail.com

intinya mba santhy, aq mw bc smw nvel mu.smntra ni 3 lainnya tu :) yg mna ja dluan bleh, brengan jg gpp. lngsung epubnya plgi *bnyakmaunya yaaa hihihihi thx mba udh ksh ksmpatan qt mengenal serena ma damian dll nyaa. sedih sbntr lg tamat, sll brharap happy ending :* peyuuk mba santhy, mas admin thx alot pkonyaa

MaLem ni gK aDa pOsTiNgan yA mas mimin,,??
Mudh2an dpt suRprise di pagi hari ulang tahun ku,,, :)
*belabelain komentar pake account google adekkUw...

Mbak,mau epubnya jg dong...tlg kirimin ke hirorin_spica@yahoo.co.id
Thanks...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Mbak sani....aku sdh 2x kirim email dari sofiemei@yahoo.com buat daftar anggota, tp blm ada tanggapan dari mbak santy:( , apa masuk spam ya mbak?

mba santhy akun fbny ko g bs di add yah? mb asli sragen toh?

saya uda kirim imel k mba tika yaaahhh....^^

saya uda kirim imel k mba tika yaaahhh....^^

saya uda kirim imel k mba tika yaaahhh....^^

Setujuu sama mba tika..
Mau epubnya dooong mba santhy...
:D

kok blm ada postingan yaaaa.. om mimin kmnaaaa? KªΩбέñ Mr Grey *nongkrong dipojokan smbl gigit jari*

mmm...mr. grey bersaing dg mr. damian :D

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

@dafa : email ke aku ya?
Demondevile@gmail.com? Hari ini ol pake
hp ga bisa cek hiks hiks besok aku cek yah
di email :) kalo dafa mau e pub-nya daftar
ke mbak Tika yaah *peluk erat*
@ Hanna Kirei : eh fb-nya apa? Emailin ke :
demondevile@gmail.com yah. Nanti aku yg
nge add, perasaan kmrin settingan fb udah
kubenerin tp kyknya aku salah
ngebenerinnya hikss maapkan aku gaptek
heee :D
@Rena dan semuanya : heeee iyaaa
semoga semuanya bisa diposting di
portnov ya, dan semoga semuanya suka :)
@yang pakai akun adeknya "Bagas
Kusuma" hihi pdahal aku udah lirik2 genit
ada akun lelaki disini :p *plaakkk dilempar
sepatu mas irawan* selamat ulang tahun
yaaaa :D
@all yang mau e-pub nya kirim email ke
mas admin dan mba Tika yah, nanti di
share barengan posting arsas 16 :)

Gimana cara dapetin epubnya mb santy? Ini emailku fatimahkelik @yahoo.co.id makasih byk..buat mas admin jug makasih ya

Emailnya apa mba? thanx...

MakasiH mBak santy belahan jiwanya mas irawan,, hehehhe
mbak akuh gk bsa order online.. *originalgaptek :D
order via phone bsa gk mbak??

To all, alamt emailku sartikasani@yahoo.com, bruan dftr ya bt epub ARSAS, klu kalian ud ngirim email k tika otomatis bkaln dapt kirimn email novel2 trbaru yg ud dreview d blog ini yg pastiny top2 deh 'promosi'

Om Admin, arsasnya malam ini bukan ya??? Aku bolak balik buka euy :-( *galau tingkat dewa*

serru
penasaran sama karya2 mba santi selajutnya terutama sleeping with the devil.
bikin gregeet.

* aq mau tanya epub it g bz diterima di prangkat seluler y?

Mba tika... Aku udah ngirim mail ke mba... Tlg dibuka ya sp tau msk ke spam.. Aku mau daftar bt epub arsas

Mb tika, aku dah kiim email..mohon dicek..makasih mb

Iya tuch...sleeping with the devil kayaknya seru...^.^

@eka febriani: bs aja ko epub ditrma dponsel tp km hrus pnya aplikasi buat baca epub, aq sll bc epub dponsel soalnya...

mba tika... aku adh kirim emial yah... pliss di cek :) :)
dear Mba Santhy and mas mimin thx alot buat ARSAS nya.
TOP BGT dah.. :D :D :D

@mba Tika, mba aku sdh kirim email ke mba Tika tlng di cek ya mba :)
makasih mba :)

huhuhu..sedih bentar lagi g ktmu am Damian lg...
jgn lama2 mba novel slanjutnya ya...terserah deh mau novel yg mna yg penting karyanya Mba Shanty...hehehe
Tks mas Yudi...bab 16nya kapan mas???:D

@mba Shanty, baru x ini sy bc novel pengarang Indo, yg setiap babnya di buat penasaran bagaimana bab selanjutnya...sisa 1 bab lagi gk sabar menanti ^_^

Sy cuman bilang MANTABZZZZZZ, kisah Damian & Serena buat hati menyentuh, penasaran, sedih, dll brasa kaya makan permen nano nano :p

Berharap cerita2 selanjutnya dari Mba Shanty lebih luar biasa lagi dari cerita ARSAS....sukses slalu y mbak....

@Mas Admin, pertama x tau web ini dr temen ^^ pas di baca WOW...WOW...makin keblakang banyak cerita yg makin seru, dan bagus....kl tuk cerita2 awal agak bingung sama bahasanya ^^ (apa krn pakai bhs melayu y :p), tapi kebelakangnya makin mudah dipahami....

Thanks y Mas Admin sudah memuaskan para maniak pembaca ^^ gk sabar menunggu lanjutan2 cerita FSD + Anything + Sarah surrender + Naked, dll deh :P

Aplikasinya apa y mba?aku agak2 gaptek nich..:p

Iya..trus aku yg rias serenanya...hehehe...;p *ngarep*
penasaran kira2 pestanya damian n serena gimana ya?

@fatimah&fira : daftar email ke mbak tika sartikasani@yahoo.com yaah nanti dikasih sama mba Tika yg baik dan cantik :D
@Bagas kusuma : hai kau yg memakai nama lelaki *kedip2 genit* hihihi mau titip order ke aku? aku bantuin ordernya aja sih, nanti tetep berhubungannya sama penerbit langsung :)
@Mba Tika : mbaa mau daftar. lhooo :D demondevile@gmail.com heeee mba Tika baiiiik deh *peluk2*
@Melani dan semua readers lainnya yang tidak bisa kusebut namanya : sampai dengan saat ini polling tertinggi masih novel 'Sleep With The Devil" heeeee ditunggu yah, dirapiin dulu, plus harus acc dr mas admin dulu :D
@Duchess : makasih yaaaa amiiin atas harapannya semoga memang kisah2 novelku nggak mengecewakan all readers yaa *jadi pengin permen nano-nano* heeee

oc deh mba sangat d tgu kisah2 selanjutnya...ceritanya bkin nangis jg ga mba??hehe..

hehehehee :D mungkin ceritanya bikin gemes yah... tp semoga happy ending yah jd all readers ga nangis bacanya hiks :D

@mba santhi... mba udah galau tingkat tinggi nih, endingnya gimana?
Semoga happy ending...

Tergantung, klo sedih pasti nangis tuh mba..hehehe...
ARSASNYA MANA NI?????GA SABAR NUNGGUINNYA,hikssss....

duduk manis didepan loppy sambil bawa popcorn, nungguin ARSAS posting.. hehehe :D

mas admin yg baik dimana ya??? kok blm posting2 juga.. ;)
sabaaaarr.....
*makan popcorn yg banyak u nyiapin diri membaca keputusan akhir...

Asyiiik,stand by trus pantengin web PN berharap Mas Yudi memposting ending ARSAS.Juga berharap mas Yudi n Mb Santhy agree bwt posting SLeep With The DeviL(alasannya:so far PoLLing tertinggi,biar Mas Irawan ikutan baca kyk readers PN dan itu berarti ikut andil kasi The COUPLE mengulang kembali pengalaman masa lalu*yg mampir ke blog mb Santhy,pasti tau*).ayukz para readers ikut ramaikan vote SLeep With The Devil.thank you bwt Mas Admin n the COUPLE

dr. Vanessa punya peran penting di kisah ini

huuuaaa ini bener" menyayat hatii..
nangis bacanya, sempet takut juga kalo damian kenapa"
entah kenapa ya karena adegan pelukan vanessa sm rafi, mungkin mereka cocok bersama wkwkwkwk

rasanya ga prnah ada kata bosan bt bca novel yg satu ini. ceritany bkn gmn.....gt.

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Dlm rangka vote lomba cerpen komen anonim sementara kami disable.

 
Top