94
arsas-thumb
Serena berlari, tanpa sadar melepaskan diri dari pelukan Damian, dia berlari penuh air mata, ke kamar perawatan Rafi, kerinduannya membuncah, rasa syukurnya tak tertahankan.

Ketika sampai di depan pintu perawatan nafasnya terengah, dia berhenti karena pintu itu masih di tutup rapat, suster Ana tergopoh-gopoh mengejarnya,

"Serena, jangan masuk dulu, dokter baru menstabilkan kondisinya."

Penantian itu terasa begitu lama, sampai kemudian Serena diijinkan masuk, hanya lima menit untuk sekedar menengok Rafi, setelah itu dokter harus mengevaluasi kondisinya Rafi lagi.

Dadanya sesak tak tertahankan ketika mata itu balas menatapnya, mata yang selama ini terpejam, tertidur dalam damai, membuat Serena menanti, mata itu sekarang terbuka, hidup, dan balas menatapnya,

"Rafi,"

suara Serena serak oleh emosi, dan tangisnya meledak, dia menghampiri tepi ranjang, ke arah Rafi yang masih terbaring, pucat dengan alat-alat penunjang kehidupan yang masih menopangnya, tapi hidup dan membuka mata.

Serena meraih tangan Rafi dan menciumnya, lalu menangis.

"Rafi."

Banyak yang ingin Serena ungkapkan, dia ingin mengucap syukur karena Rafi akhirnya bangun, dia ingin merajuk karena Rafi memilih waktu yang begitu lama untuk terbangun, dia ingin menangis kuat-kuat, tapi semua emosi menyebabkan suaranya tercekat di tenggorokan.

Air mata tampak menetes dari pipi Rafi, lelaki itu mencoba berbicara, tetapi tampak begitu susah payah,

“Stttt...Kau tidak boleh bicara dulu,” gumam Serena lembut, mencegah Rafi berusaha terlalu keras, “mereka memasang selang di tenggorokanmu, untuk makanan, kau koma selama kurang lebih dua tahun."

Mata Rafi menatap Serena, tampak tersiksa, dan dengan lembut Serena mengusap air mata di pipi Rafi,

“Nanti, setelah mereka yakin kondisimu membaik, mereka akan melepas selang itu dan kau akan bisa berbicara lagi, tapi sekarang, kau cukup mengangguk atau menggeleng

saja ya, sekarang...” Serena menelan ludah, menahan isak tangis yang dalam, “Sekarang kita harus mensyukuri karena kau akhirnya terbangun, ya?”

Rafi menganggukkan kepalanya, dan seulas senyum dengan susah payah muncul dari bibirnya,

“Sekarang istirahatlah dulu, dokter akan mengecek kondisimu lagi” bisik Serena lembut ketika melihat isyarat dari dokter yang menunggui mereka.

Ketika Serena akan beranjak, genggaman Rafi di tangannya menguat, Dengan lembut Serena menoleh dan memberikan senyuman penuh cinta kepada Rafi,

“Aku tidak akan kemana-mana, aku harus menyingkir karena dokter akan memeriksamu lagi, tapi aku tidak akan kemana-mana, aku akan berada di dekat sini sehingga saat kau butuh nanti aku akan langsung datang.”

Pegangan Rafi mengendor, lelaki itu mau mengerti. Dengan lembut Serena mengecup dahi Rafi dan melangkah menjauh keluar ruangan perawatan. Air matanya mengucur dengan derasnya ketika dia melangkah menghampiri suster Ana. Suster Ana masih berdiri di sana dan Serena langsung berlari ke arahnya, menangis keras-keras.

“Dia sadar suster...dia akhirnya sadar...aku masih tak percaya, selama ini aku hampir kehilangan harapan. Mulai berpikir kalau Rafi memang tidak mau bangun, mulai berpikir kalau semua perjuanganku ini sia-sia... Tapi sekarang...”, Serena terisak, “Aku tak percaya bahwa pada akhirnya dia sadar... dia kembali dari tidur panjangnya, dia ada di sini untuk aku...“

Dengan lembut Suster Ana mengelus rambut Serena,

“Ini semua karena perjuanganmu Serena, Tuhan melihat keyakinanmu maka ia mengabulkannya.” mata suster Ana juga berkaca-kaca, terharu melihat pasangan yang sudah hampir menjadi legenda karena kekuatan cintanya di rumah sakit ini, akhirnya akan berujung bahagia.

Tapi kemudian, suter Ana menyadari kehadiran Damian di ujung ruangan, masih bersandar di pintu lorong ruang perawatan, dengan wajah tanpa ekspresi.

Dengan lembut dilepaskannya Serena dari pelukannya,

“Eh mungkin aku harus pergi dulu Serena, mungkin masih ada hal-hal yang ingin kalian bicarakan?“ suster Ana mengedikkan bahunya ke arah Damian,

Baru saat itulah sejak pemberitahuan suster Ana tadi, Serena menyadari kehadiran Damian di ruangan itu. Pipinya langsung memerah mengingat pernyataan cinta Damian, sesaat sebelumnya. Tapi dia sungguh tidak bisa berkata apa-apa.

Setelah Suster Ana meninggalkan ruangan itu, suasana menjadi canggung, dalam keheningan yang tidak menyenangkan.

“Dia sadar.” gumam Damian akhirnya, memecah keheningan.

Serena menganggukkan kepalanya, belum mampu bersuara.

Damian tampak berfikir,

“Kau bahagia?” tanyanya kemudian, lembut.

Serena mengernyitkan keningnya, Damian telah berubah, menjadi sedikit lebih manusiawi, menjadi sedikit mudah disentuh. Damian yang dulu tidak akan mungkin menanyakan itu padanya. Damian yang dulu pasti akan langsung memaksa membawanya pulang tanpa peduli perasaan Serena.

“Ya, aku bahagia.” seulas senyum kecil muncul di bibir Serena, membayangkan Rafi.

Damian mengernyit melihat senyuman itu. Senyuman itu bagaikan pisau yang menusuk hatinya, senyuman yang diberikan Serena ketika membayangkan lelaki lain, ketika membayangkan Rafi.

“Bagus,” gumamnya datar, kemudian menatap Serena lembut, “mungkin kita harus melakukan pengaturan kembali dengan perkembangan yang mendadak ini, tetapi aku tidak mau mengganggumu dulu, kau pasti ingin fokus dulu dengan kondisi Rafi... jadi kupikir aku akan kembali lagi saja nanti.”

“Terima kasih Damian.” akhirnya Serena bisa berkata-kata, pelan.

Damian tersenyum miring,

“Aku meminta maaf, dan kau malah menjawabnya dengan ucapan terima kasih, Serena yang aneh.” dengan hati-hati Damian mendekat, lalu setelah yakin bahwa Serena tak akan menjauh, dia merengkuh Serena ke dalam pelukannya,

“Ingat kata-kataku tadi.” bisiknya lembut, lalu menunduk dan memberikan Serena sebuah ciuman yang singkat tetapi menggetarkan kepada Serena.

Dan pergilah Damian, meninggalkan Serena yang masih berdiri terpaku, memegangi bibirnya yang terasa hangat, bekas ciuman Damian.

***

"Dia sadar." Damian menyesap minumannya sambil berdiri terpaku menatap ke pemandangan dari jendela lantai atas kantornya.

Vanessa, yang masih bersama Freddy hanya diam terpaku. Damian sudah menceritakan semuanya kepada mereka tadi, tentang sadarnya Rafi dari komanya. Dan sekarang lelaki itu hanya terdiam dan mengulang-ulang kata 'dia sadar' 'dia sadar' sambil menatap keluar.

Vanessa menarik napas mulai tak sabar, sedangkan Freddy hanya mengetuk-ketukkan tanggannya di lutut. Damian masih belum menunjukkan tanda-tanda memaafkannya jadi dia memilih diam dan tidak mengatakan apa-apa.

"Kurasa karena perkembangan baru yang tidak terduga ini, kau akhirnya memutuskan untuk melepaskan Serena?"

Pertanyaan Vanessa itu membuat Damian mendadak memutar tubuhnya dengan tajam menghadap Vanessa dan menatapnya dengan mata menyala-nyala.

"Dia belum memilih," gumam Damian setengah menggeram. "detik terakhir sebelumnya, dia menerimaku dalam pelukannya, membalas pelukanku dan aku yakin akan menerima ajakanku untuk pulang bersamaku."

"Sudahlah Damian, sekarang kan tunangannya yang setia ditungguinya selama dua tahun sudah sadar, kau tidak bisa......" tanpa sadar Freddy bersuara memberikan pendapat seperti kebiasaannya sebelumnya. Tapi langsung berhenti mendadak ketika menerima tatapan tajam penuh permusuhan dari Damian, "Aku....aku hanya mencoba memaparkan kenyataan di depanmu." suara Freddy hilang tertelan karena tatapan Damian makin tajam.

Vanessa menghela napas sekali lagi,

"Damian, Freddy benar, sadarnya Rafi ini bukankah merupakan tujuan hidup Serena selama ini? Biarkan mereka berbahagia Damian, mereka pantas mendapatkannya setelah tahun-tahun penuh penantian dan ketidakpastian yang menyiksa."

"Tidak!" Damian tetap bersikeras, "aku tidak bisa menyerah begitu saja dan membiarkan Serena salah memilih. Dia mencintaiku. Perasaannya pada Rafi mungkin hanya kasihan."

"Kenapa kau tidak bisa berpikir kalau perasaannya kepadamulah yang mungkin hanya perasaan sesaat karena keadaan yang dipaksakan? Kau pernah dengar apa itu Stockholm Syndrome?" sela Vanessa jengkel.

Damian tercenung, tentu saja dia tahu apa itu Stockholm Syndrome, dan menyakitkan kalau menyadari bahwa perasaan Serena kepadanya mungkin ditumbuhkan oleh situasi keterpaksaan. Dengan gusar diusapnya rambutnya,

"Aku akan menanyakan langsung padanya. Nanti. Setelah kondisi tunangannya lebih baik."

Vanessa tidak berkata-kata. Dan Freddy hanya diam, tak tahu harus bicara apa lagi.

***

Dua hari kemudian, Serena berdiri di depan ruangan perawatan Rafi dengan cemas, tangannya menggenggam tangan suster ana setengah menangis. Matanya semakin berkaca-kaca ketika mendengar suara teriakan dari dalam. Teriakan Rafi,

"Suster...." hati Serena terasa di iris-iris, menyadari bahwa suara pertama yang dikeluarkan Rafi setelah 2 tahun adalah teriakan kesakitan.

"Tidak apa-apa Serena, itu pertanda bagus, Rafi memang kesakitan, mereka sedang melepas selang di tenggorokan dan di dadanya, tetapi kalau Rafi bisa mengeluarkan suara, itu pertanda kondisinya sudah semakin membaik." suster Ana menggenggam tangan Serena, membagikan kekuatannya.

Suara teriakan itu terdengar lagi, begitu serak hingga Serena hampir tak mengenalinya. Air matanya mulai menetes satu-satu tanpa dapat ditahannya,

"Berapa lama lagi suster?" menunggu di luar seperti ini terasa bagaikan siksaan yang paling mengerikan.

"Sebentar lagi, nanti mereka akan mengizinkanmu menemuinya," dengan lembut suster Ana mengusap-usap Serena, "dia harus melalui ini Serena, dan nanti akan banyak kesakitan lagi, tapi ini proses penyembuhan, dia pasti akan sembuh."

Serena menganggukkan kepalanya, memejamkan matanya, menunggu.

Penantian itu terasa begitu lama, lama sekali sampai tim dokter dan perawat keluar dan mengizinkan Serena masuk,

Dengan hati-hati, Serena melangkah masuk ke ruangan perawatan Rafi. Ruangan yang sangat akrab, sangat dikenalinya. Tetapi sekarang berbeda, Rafinya tidak tidur. Rafinya tidak menutup mata, dia bangun, sadar dan hidup. Hati Serena sesak oleh euforia yang membuncah.

Serena duduk di sebelah ranjang, dan Rafi langsung menyadari kehadirannya, tangannya membuka dan dengan lembut Serena menyelipkan jemarinya kesana,

"Hai", sapa Serena lembut.

Rafi tersenyum, lalu mengeryit karena gerakan sederhana itu ternyata menyakitinya,

"Sa...kit", gumamnya susah payah.

Serena tersenyum lembut, sebelah tangannya mengusap dada Rafi yang kurus, berhati-hati agar tidak menyentuh luka di dadanya,

"Mereka sudah melepas selang di tenggorokan dan dadamu",

Rafi mengeryit lagi,

"Berapa lama?", suaranya serak dan terpatah-patah,

"Apanya?"

"Tidur... Berapa lama?"

Serena mendesah lembut,

"Dua tahun", jawabnya pelan. Dan langsung menerima tatapan penuh kesedihan dari Rafi, "Tapi dua tahun tidak terasa lama kok, yang penting kau bangun, kau berjuang dan aku bangga padamu." sambung Serena cepat-cepat.

Rafi tampak sedikit lega mendengar penjelasan Serena, tapi lalu dia mengernyit lagi,

"Mama... Papa....?"

Serena menggenggam tangan Rafi erat-erat,

"Mereka meninggal pada saat kecelakaan itu Rafi."

Dan hati Serena bagaikan diremas-remas ketika melihat Rafi memejamkan mata dan menangis, dengan lembut diusapnya air mata Rafi, dikecupnya pipi lelaki itu yang pucat dan tirus,

"Tapi aku yakin mereka sudah tenang disana. Mereka pasti bahagia sekarang, mengetahui kau sudah sadar."

Rafi membuka matanya dan menatap Serena lembut,

"Maaf."

"Kenapa?" Serena mengernyit.

"Karena... Kau... Ditinggal..sendiri..."

Air mata ikut mengalir di pipi Serena,

"Aku tidak apa-apa, lihat? Aku sehat dan baik-baik saja. Aku bertahan buat kamu. Dan sekarang kamu yang harus berjuang buat aku ya, kamu harus berjuang untuk pulih lagi, bersamaku."

Rafi mengangguk dan memejamkan mata, percakapan singkat itu membuatnya begitu kelelahan,

Dengan lembut Serena mengusap rambut Rafi,

"Istirahatlah sayang, tidurlah, aku akan ada saat kau terlelap, aku akan ada saat kau bangun lagi."

Dengan lembut Serena terus mengusap rambut Rafi sampai nafas lelaki itu berubah teratur dan tertidur pulas.

"Dia kuat, dia akan baik-baik saja."

Suara dari arah pintu yang terdengar tiba-tiba itu mengejutkan Serena, dia menoleh dan mendapati dokter Vanessa sudah berdiri di sana, entah sejak berapa lama.

"Dokter Vanessa?"

Vanessa tersenyum dan melangkah mendekat,

"Yah kau pasti tidak menduga kedatanganku, aku kesini bersama seseorang." Vanessa mengedikkan kepalanya ke arah pintu, Serena mengikuti arah pandangan Vanessa dan wajahnya memucat melihat Freddy berdiri di sana, tidak melangkah masuk, hanya berdiri di ambang pintu dengan ragu-ragu.

"Dia datang untuk minta maaf." jelas Vanessa lembut begitu melihat ekspresi takut Serena, "dia sudah meminta maaf kepada Damian dan Damian mengusirnya, menyuruhnya meminta maaf padamu karena kaulah yang dilukainya."

Damian. Nama itu melintas di benak Serena. Damian dan pernyataan cintanya. Tiba-tiba dada Serena terasa penuh, tapi lalu dia mengernyit. Tidak, dia harus membunuh perasaan apapun itu yang muncul untuk Damian. Dia harus fokus kepada Rafi,

"Mungkin kita bisa berbicara di luar?" Vanessa berucap setengah berbisik, melirik ke Rafi yang sedang tertidur pulas.

Serena mengangguk mengikuti dokter Vanessa sampai ke ujung lorong, dengan diam-diam Freddy mengikuti mereka.

"Maaf," gumam Freddy ketika mereka sudah ada di lorong yang sepi, dia mengeryit sedikit ketika melihat bahwa Serena menjaga jarak kepadanya, sedikit berlindung di belakang Vanessa, terlihat takut kepadanya.

Freddy mengusap rambutnya penuh perasaan bersalah, "aku sendiri tak tahu setan apa yang menghinggapiku saat itu, aku salah paham dan berbuat fatal... Mungkin aku memang pantas menerima luka-luka akibat semua pukulan ini...." Freddy mencoba menatap Serena selembut mungkin, menunjukkan ketulusannya sebesar mungkin agar Serena yakin, "kumohon jangan takut kepadaku Serena, aku minta maaf, aku benar-benar menyesal, aku malu."

Kata-kata itu merasuk ke dalam jiwa Serena, dia menatap lelaki di depannya ini. Dia memang tidak terlalu akrab dengan pengacara Damian ini, mereka berinteraksi hanya kalau perlu dan kebanyakan Freddy hanya berinteraksi dengan Damian, mengabaikannya. Tetapi sekarang lelaki ini terlihat begitu tulus, tulus dan berantakan, dengan memar di mana-mana, meskipun tidak mengurangi ketampanannya.

Serena mencoba menganguk dan memunculkan senyum kecil meskipun dia masih menjaga jarak,

"Iya", jawabnya pelan.

Freddy menatap Serena dalam-dalam, mencari kepastian di sana, dan yang dilihat di mata Serena adalah ketulusan,

"Aku dimaafkan?" tanyanya pelan.

Serena akhirnya tersenyum lepas,

"Iya."

Dengan lembut Freddy membalas senyuman Serena,

"Sekarang aku tahu kenapa hati Damian yang keras itu bisa melumer menjadi begitu lembut." gumamnya pelan, membuat pipi Serena merona.

Dengan lega Vanessa menarik napas panjang,

"Kalau begini masalah sudah selesai," Vanessa menoleh ke arah Freddy, "nah Freddy bisakah kau ke tempat lain dulu? Aku ingin berbicara berdua dengan Serena, percakapan dokter dengan keluarga pasien, kau tahu."

Freddy meringis dengan pengusiran itu, lalu mengangguk,

"Oke, telpon aku kalau kalian sudah selesai." gumamnya dan membalikkan tubuh melangkah pergi setengah diseret mengingat kondisinya yang babak belur setelah dihajar habis-habisan.

Mereka berdua menatap kepergian Freddy dan Vanessa tersenyum,

"Dia sangat menyesal kau tahu."

Serena mengangguk,

"Saya mengerti," lalu Serena menatap Vanessa dengan penuh ingin tahu, "Dokter ingin berbicara tentang apa kepada saya?" kecemasan tampak terdengar dari suara Serena, apakah terjadi sesuatu dengan Rafi?

Vanessa tersenyum mencoba menenangkan Serena,

"Tenang saja, Rafi akan baik-baik saja. Aku sudah berbicara dengan dokter yang menangani Rafi, dia bilang Rafi bisa kembali pulih meski proses pemulihannya bisa berlangsung lama," dengan lembut Vanessa menggenggam tangan Serena, "Serena apakah dokter sudah memberitahukan kepadamu tentang kemungkinan.... Kemungkinan bahwa Rafi bisa lumpuh selamanya?"

Serena mengangguk, tidak tampak terkejut,

"Pada saat Rafi jatuh koma pun, dokter sudah memberitahukan kemungkinan itu kepada saya, dokter bilang kalau meskipun nanti Rafi sadar, dia bisa lumpuh selamanya."

"Tapi kemungkinannya tidak seratus persen, masih ada harapan 20 persen bahwa Rafi bisa berjalan lagi kalau dia ada di tangan yang tepat....."

"Maksud dokter?", Serena mengernyitkan keningnya,

"Maksudku, aku merekomendasikan diriku untuk merawat Rafi, kau tahu aku sedang mendalami spesialisasi pemulihan tulang dan saraf, jadi aku bisa merawat Rafi dengan baik..... Nanti ketika dia sudah boleh keluar dari rumah sakit, Rafi harus terus menjalani terapi dengan begitu masih ada kemungkinan dia bisa berjalan lagi."

"Apakah.... Apakah dokter diminta Damian melakukannya?" Serena menatap dokter Vanessa sedikit curiga. Kebaikan hati perempuan cantik di depannya ini tampak diluar dugaan, apakah Damian memaksa dokter Vanessa menawarkan ini kepadanya?

Vanessa mengangkat bahu dan tersenyum lagi,

"Damian memintaku memang, tapi bukan itu alasan aku ingin merawat Rafi," Vanessa menepuk pundak Serena hangat, "Kau tahu almarhum suamiku.... Dia meninggal dalam kecelakaan beruntun di jalan tol, kecelakaan yang sama yang menewaskan kedua orang tuamu dan melukai rafi."

"Astaga", Serena menutup mulutnya dengan jemarinya, terkejut,

"Yah astaga", Vanessa tersenyum, "dunia ini sempit bukan? Kadang kebetulan-kebetulan yang terjadi sering membuatku bertanya-tanya," tatapan Vanessa berubah serius, "tapi sungguh Serena, kondisi Rafi ini kupandang sebagai kesempatan kedua,

aku tidak bisa merawat suamiku pada saat itu, tapi kurasa Tuhan memberiku kesempatan untuk merawat korban yang selamat dari kecelakaan yang sama, itupun kalau kau mengizinkan."

Serena menganggukkan kepalanya, terharu,

"Iya dokter, saya akan senang dan lega sekali menyerahkan perawatan Rafi di tangan dokter."

***

Poskan Komentar

94 comments

yippi... baca dulu ah.

*tunda dinner

Tambah pEnasarannnn ... Aaaaaaaaaaa

thx ya mas admin n mbak santy..

Huaaaaa,,,keyeeennnnn hr ni bnr2 dmnjain sm Mas Admin nan baik hti.. *kedip-kedip mata*..
Mskh Mas Admin n Mba Santhy..
Makiiiiinnn pnasaaraaannn sm klnjutannya... *geleng-geleng pasrah*

Yeah ARSAS udh d posting..tx mas admin n mba shanty.. D

Wah berarti nanti vanessa jadian sama rafi..serena tetep sama damian..

Maaciih mbak Santhy~~ *cium cium cium*
Maaciih jugaaaa Mas Admiiiinnn~~~

Tq Mas Yudi... M Santhy + penasaran nie... Rafi dirawat sm dr. Vanessa trus mereka falling in love deh~~~ tul g M ? #hug M Santhy n Mas Yudi~~~

Sampe lupa..makasih ya mas. Admin..dan mbak santy..novelnya emang keren..

tengkyu mas Admin n Mba Shanty..:D
Hmm...jgn2 tar dokter vanessa jtuh cinta sama si Rafi krna ngerawat dy..trus Serena am Damian deh...xixixi.."tetap maksa"

akhirnyaaaaaa..tq bgt buat mas admin n mba shanty ;))

mb shanty aq mw nebak nie atau mgkn saran kali y hehehe si rafi sm dr vanessa aj jd damian ttp sm serena..
☺ "̮ ЂoºoЂoºoЂoºo "̮ ngarep.com
bwt om mimin big hug
bwt mb shanty tq bwt awesome story a thousand hugs :-D

So touched..
Tq mb shanty n mas admin.
Tetap semangat!

Aih... Udah si Rafi sama dr. Vanessa ajalah. Freddy sama suster Ana hehehe

Damiaaaaaaann.. langkah malang nasibmu naakk..
*tepuk2 pundak Damian..

mbak santhyyyyyy... aku terharu dengan bab ini..
damian baik bangeeeeettt...
Serena, kamu balik aja ke damian ya..
trus Vanessa sama Rafi aja...
udah deh, sama2 seneng dua2nya..
yayayayayaya...

pasti aq akan bilang "wow" beneran arsas dah diposting sama mas admin....tq..tq

Cuma 1 kata: ASYIIIIIIIIIIKKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Hmmmm.... kasihan liat damian begitu sedih.. hiksss hikksss... makasih ya mbak shanty n mas admin... gak sabar tuk mengetahui ending nya... hope it still happy ending...

eh lupa bilang...
"mas admiiiiiin, makasih udah posting ARSAS nyaaaa..."
*peluk2*

Makin menarik ... terlalu menarik malahan. Terima kasih sudah di berikan kesempatan baca novel yang mengagumkan.
Mba Agatha jago meramu cerita jadi sedemikian kerennya :)
mas admin juga jadi makin ngak terduga, bayangin mas admin, gantengnya melebihi Damian, romantis kayak Cristian, emm semangatnya pantang menyerah seperti John ^_~

Perkembangan yg tak terduga...Dr.vanessa mau merawat Rafi......Hmm...mudah-mudahan mereka jadian aja dech...Serena ama Damian.......ya khan mbak Shanty...?

mbak shanty..bocorin dikit donk..ARSAS nya berapa bab nih?
biar bisa direka2 (dalam kepala sendiri) akhir ceritanya.
hehehehehe.....

Perkembangan yg tak terduga...Dr.vanessa mau merawat Rafi......Hmm...mudah-mudahan mereka jadian aja dech...Serena ama Damian.......ya khan mbak Shanty...?

omg,, curi2 wkt ni bca ge dirmh pcar,, hihihihi thx mas admin, thx mba santhy :) mauuu lgiii

akhir bab ini meredakan semua rasa yg meluap" d sebelumnya. serena begitu tulus y.

thx mas admin....
thx mbak shanty, Rafi berjuang, semangatttt....
Damian jangan mau kalah dunk...
Big hug....

lagi..lagi..lagi penasaraaannnn :D

WaAh makasih yah udah baca bab 12nyaa *peluk peluk*
Bocorannya apa yah? Hmmm bahwa tidak semua tokoh disini mengalami happy ending :)
*tersenyum menyesal* hiks hiks hiks

malam ini kayaknya bisa tidur nyenyak deh, tanpa harus ngintip2 pn....dah baca arsas dah baca fsd...ngarepnya besok lagi...."big hug" untuk mas admin. mbak helda, mbak santhy.....tq....tq....tq....dah kasih bacaan yg bagus2....hobby lama jadi hidup lagi..

Ketauan nie M zhuzhy anak baru ya??? Sebagai sesepuh/senpai d PN (ngaku2... :D, ntar d jitak sm Mas Yudi, M Helda, M Tika dll... Hihihi)
Klik back to index (Ada 16 bab)~~~ ;))

Eh tambahan bocoran : tidak semua tokoh disini bisa mengalami happy ending, kadangkala harus ada yg menerima kekalahan, tetapi yg terpenting adalah bagaimana menerima dengan lapang dada dab bertekad untuk bangkit *sambil sengaja pasang muka bijaksana biar cocok* hehe

Ooh iyaa lupa jawab td @zhuzhy arsas tamat di bab 16, bentar lagi kan :)
Tp damian dan serena kadang2 masih muncul di novel2 lainnya cuma sebagai cameo/bintang tamu doang, jd muncul sebentar dibeberapa bab novel :)

Mas admiiin makasih yaaa *peluk mas admin -- mas adminnya kabur, mas irawan cemberut* xixixixixi

M Santhy kog cm Mas admin yg di peluk ??? #jeleous nie :(( (nangis sambil guling2)

wah mba shanty mau donk novel2 yg lain, pasti ceritanya ga kalah seru n bagus ky arsas *winkwink*

antara damian, serena n rafi pasti ada ga yg happy ending donk, mba' shanty. khan serena ga mungkin dibagi 2. hmmm... cinta segitiga pasti ada yg sedih akhirnya. hiks hiks..

waduuh... bocorannya mba' shanty koq hawa"nya damian yg sad ending y.. "menerima kekalahan"

hmmm...

Please don't say that... It's a nightmare !!! Damian udah klop sm Serena ;)

banyak yg harapin serena ma damian. tp klo akhirnya serena ma rafi... mba' shanty jgn dilemparin botol y. hehe.. ntar mba' shanty ga share ke portalnovel lg. huhu..

yaaa... klo damian emg hrs sad ending y brarti ada makna lain dlm ARSAS..

terus berkarya y, mba' shanty.

we love you...

Ga dijitak kok mbak gigi :) malah kita makasih soalnya udh bantuin jwb pertanyaan2 dr reader hehe :* makasii ya mbak

Kalau serena dan damian jadi cameo di novel lain, berarti arsas endingnya serena ma damian dobg. Hehehehehe

Mba... damian & serena jadi cameo di bbrp bab novel lainnya. Artinya...??? Mereka "wow" gitu??? *penasaran bangettt.. garuk2 kepala*

Kayaknya sih gitu... ngarep.com

@desi : belum tentu hehe, krn jd cameonya ga barengan. freddy juga ada di novel lain , malah banyak dapat jatah jd cameonya, ada rafi. Ada dokter vanessa muncul lagi.. Tp semuanya beda-beda bab dan novel *tersenyum misterius tp menggemaskan*
Hehehehe

@all : peluk balik kesemuanya barengan sampai tangganya ga cukup hihihi
Makasih ya all.... Hmmm semua trgantung Serena nih, dan tergantung perjuangan Damian dan Rafi :)

Heeee lupa bilang, jd cameo-nya ga barengan di beda novel, kadang di beda bab hehehe :D yg lain jg ada yg muncul kyk freddy, vanessa, rafi dll..tp tokoh utamanya bukan mereka :) .

because a true love will happily ever after... ya kan mbak Shanty? hehe. Mbak, nanya deh,jadi di 3 novel selanjutnya itu kayak ada hubungannya gitu ya? maksud aku misalnya tokoh utama di novel selanjutnya itu misalnya kayak adiknya Serena atau saudaranya Damin gitu ya contohnya? tapi jalan sama alur ceritanya tdk berhubungan sama novel sebelumnya gitu ya?

4bab lg,
berharap serena sama damian.
:-P
klo it terjadi jadi g sbr bwt tambh koleksi buku..

tapi klo serena sama rafi.
hmm
kecewa :-(

mas admin n mba shanty lgi dong arsasnya,,, makin penasaran dibuatnya xixixixixi

Aku yakin deh, yakinin diri sendiri, klo serena pst milih damian.. klo ga, ak bacanya ampe sni aja *looh ngambek :p hahahaha
thanks anyway bwt mba agatha n mas admin..

jiahhhh mba adys, ngambek nih ceritanya hehehehe,,,,
@mba shanty dgrkn permintaan mb adys xixixixixixi

sepeertinya bgtu cassavani :) we'll see mnunggu jnji dbgi epub 3 nvel lainnya stlh ARSAS Project heheheheh yaa mba santhy???! *kedip2melaaasss

Mba... damian & serena jadi cameo di bbrp bab novel lainnya. Artinya...??? Mereka "wow" gitu??? *penasaran bangettt.. garuk2 kepala*

Mba... damian & serena jadi cameo di bbrp bab novel lainnya. Artinya...??? Mereka "wow" gitu??? *penasaran bangettt.. garuk2 kepala*

Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

huhuhuhu....aq ketiduran jam 8 td mlm, pdhl postingny jam segitu
kasian damian, tp mmng cinta hrs berkorban ya, tp aq ttp optimis damian ama serena, ya kan mbk shanty? kedip2 mata k mbk shanty
klu ngk jadian aq ikutn ngmbek breng adys aja :P
thank you mbk shanty and mas admin...kiss

Aku si maunya serena sm rafi, lebih cocok dan seharusnya.
Tp ku yakinya sih andingny sm damian.
Dan rafi lapang dada dan menerima, krna rafi sadar bkan 100% keslahan serena.
Rafi sdar bahwa dia trlalu lma meningalkan serena sendirian dan membiarkan seorang dri berjuang ngurusin dia.
Akhirnya rafi tetap kmbli berjuang untk hdupnya dan bangkit seprti kta mb.santi diatas.

Karna sbenernya disini yg harus bangkit adlh Rafi, bkan damian. Kan damian udah mah udah sukses,.!


Tp andai kenyataan ni ya, aku bener2 dihadapkan sm keadaan itu, ak pasti mlih rafi, klo damian tkutny setelah menikah lma sm damian conth udah 10thun nikhny, ntar dia kembli lg dngan gila kerjany trus w di tngal krja trus dong. Klo rafi kan lbih manusiawi dan pasti sllu perhatian dn menntut untk diperhatikan krna slma ini sbtang kara.

Mas admin thanks ya, untk hari ini, dimanjaain trus. Peluk erat mas admin

Mb.shanti trimakasih untk mengaduk2 hatiku,
(.̮)‎​​ђёéђё(.̮)‎​​ђёéђёђё...​
Sllu jd yg trbaik pluk dan ciuum (˘⌣˘)ε˘`) mb shanti.

bukunya sudah terbit gak mbak?

td malam g bisa online coz lg d perjalanan dari kampung k kota jambi,,, menempuh perjalan yang melelahkan dan 1 malam penuh... sunyal g ada lagi... baca dulu ah..................
mksh mas admin dan mbk santhy.....

Wwaaaww..
Ini mah harus dibuat film..
Kudu dibuat filmnya..
Wajib..
*maksa nii...
Pastii bakalan seru bgt..
.
Kl aq sih maunya serena sm damian trus dokter vanesa sm freddy sementara rafi dirawat sm suster ana, diangkat jd anaknya..
Hehehehe...
..
Mbak santy oke bgt nii bikin alurnya..aq semakin penasaran..

mba santhy..lam kenal yaaa... critanya kereeeennn bangeeettzzz...the plot is soooo amazing....two thumbs up for mba santhy..!! d(^o^)b
mbaaaa..nti boleh mnta epub-nya yaaa...plus novel2nya mb santhy yg brikut2nyaaa...makasiy sblmnya ya mbaaaaa...heee *wink"*

jadi bingung.. antara mendukung serena-damian ato serena-rafi.. hiks..

iya ikutan ngambek kaya mba Adys, ga rela klo Serena sma Rafi...

bisa nggak ceritanya kayak gini : " Dokter Vanessa memandang Rafi sebagai pengganti suaminya. jadi dia jatuh cinta, menikah dan membiarkan serena bahagia bersama Damian.." *ngarep
oh ya, makasih ya buat mas admin dan mbak agatha yang baik.. love ya...

Doh.....telaattt.... kasian Rafi, kasian Damian juga T_T
Rafi dijadiin sama Vanessa aja deh mba Shanty...
ahh... speechless

aq setuju ma egyta...kya'x sie endingx serena-damian *ngarep bgt*
cz rafi tau diri dgn kondisi dia yg seperti itu (kemungkinan cacat) dia akan selamax menggantungkan hidupx ke serena, jd beban serena...
jd krn rafi ingin serena bahagia jdx dia ngerelain serena ke damian..
trz rafi ttp berjuang utk dirix sendiri...

hmm aslix sie ttp aja ngarep serena ma damian....hehehehe

@chassavani : yup bener bangettt
@mba eka, mba adys, melani : huwaaa jangan ngambek *tatapan berkaca2 sambil bawa bunga* hehehe
@all : waaa eluk erat yah... makasih yaa semuanyaa,,, hehehe pagi2 diriku sarapan komen di arsas, bikin makin semangat :D :D

@mba shanty, ceritanya bagus sekali sekali mba...pas bca sinopsisnya aja udah penasaran n ternyata gak slah baca ARSAS TOP BGT, jd pnasaran jga sma 3 novel mba yg lainnya pasti gak kalah sama arsas :)
aku mau dong mba krimin epub.a *smbil kedipin mata

Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

mbak santhyyyyyyyyyyyyyyyy... *teriak pake toa mesjid disamping rumah*
nnti aku juga mau epub gimana cara dapetinnya???
aku mau epub ke empat novelnya.... puhliiiiiiiiiiiiiisss...
*sodorin bunga buat ngerayu, sama sodorin mas irawan juga, hehehe
*di toyor mbak santhy dan mas irawan
*melipir kepangkuan Rafi, cos Damian dah punya Serena, hiks!!
*readers stress!!! =______='

aku mau ya mbaaaakkk... mauuuuuuuuuuuuuuuuuuuu bangeeettttt....
*tarik2 baju mbak santhy

wah wah, seru nih Mba Santhy, pasti menarik membaca dan membayangkan peperangan batin Serena. kalau ending nya Serena dengan Damian, kayaknya bakal ada kejadian khusus yang terjadi sama Damian yang membuat Serena tersadar dan jujur akan cintanya sama Damian. Menarik juga pasti melihat perjuangan Damian untuk mendapatkan hati Serena.
4 bab lagi nih, mudah2 an diposting tiap malam ya mas Admin.. hehehe

Mba Shanti terima kasih buat cerita yang begitu hebat, alurnya cepat , gak monoton undah gitu selalu ada kejutan.
Tapi kok semua maunya Dokter Vannesa sm Rafi yah, kalau aku terus terang lebih seneng Dokter vanessa sama Freddy :)

Mas Admin thank u yah, untuk ARSAS tinggal 4 Bab , seemoga di posting tiap malam... "ngarep"

BIMBANG... hr ini trus kepikir lanjutan arsas.. kata mbak shanty pasti ada salah satunya yg berkorban.. taaaapiii... jgn ya.. Damian yg berkorban.. benar2 gak rela klo dia gak bisa sama Serena.. huhuhhh... hikksss... hikssss. Gimane bisa kerja... kepikir ARSAS trussssssssssss..... mas admin n mbak shanty ntar mlm lanjutann nya yaaa.... ngaaareeeppppp.com... ^^

mewekkk..kasian jg liat Rafi, ga tega..tp gimana dunk hatiku dah tertambat ma Damian...Rafi sama dokter vanesa aja deh, heee....

@ Putri Agustina N Merry Jane: Ak cba bantu jwab ya mba...hehe
Epub nya di krim pas udh diposting ampe bab 16..
caranya krim email ke Mba Ertika Sani, tar d daftarin sm mba Tika'a..:D

@melani, makasi ya ats infonya :) slm kenal...

@Melani : waah.. makasih melaniiiiiiiiiiii... *hugs*
^___^

@putri n Merry :sma2 say, salm kenal jg "Big hugs"...:D

whuuuaa...hati kecilku terbelah antara Serena akan berakhir dg Rafi ato Damian.Secara betul kata @chassavani=true love will live happily ever after (it should be),tp kalo ama Damian(it will sounds like a Cinderella story syndrome...tp seringkali kita berharap yg kayak gini).
Haduh,mb Santhy PUOOOL deh meramu konflik romance n alur yg mengaduk emosi para readers

mas admin.............nanti malam arsas 13 yaaa............ #tatapan mata polos memohon &berair air ala shinchan#

mb santhy@pleaseeee.......comentnya jangan buat penasaran , kenapa hrs ada yg ga happy ending #nangis sambil jeduk jedukin kepala didinding#

@alat terapi sehat, kupangil apa dirimu ????
Komenya sadis jeduk2in kepala ke tembok,
"̮ ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ ๑ˆ⌣ˆ๑ "̮ ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇

Mb.shanti kan akhirnya damian dan serena.

Aku akan dgan setulus hati menjaga rafi, kalo diijinin. Jadi assisten dkter vanesa.

Hihihihi,,,,,
Sambil misek2 nii bacany,,
Kasihan damian,rafi juga
tapi kayaky endingy nnti rafi sama dr vaneesa deh,,,
Mas admin ..entar malem bab 13 di posting yaaa
hahaha,,,, mau

heyaaaa....pada nangis nih..
bikin voting aja kali ya... pendukung Rafi sama pendukung Damian
#digetok

Mba... damian & serena jadi cameo di bbrp bab novel lainnya. Artinya...??? Mereka "wow" gitu??? *penasaran bangettt.. garuk2 kepala*

malem mas admiiiiiiiiiiiiinn yang baik hati dan tidak sombong serta rajin memposting... hehehe...
malem ini posting ARSAS Bab 13 ga???
aku selalu setia menunggu maass..
mau posting kapanpu aku tungguuu...
*sediain pop corn yang banyak*

huwaaaaaa gara2 mati lampu jadi ketinggalan T___T
Mba Santhy baca yg BAB ini jadi semakin galau nih ...
Damian oh Damian.. *nangis dibawah shower*
Mimin ganteng deh... *kedip2 kode biar ntar malem ada ARSAS lagi*

Iya tuh mbak, aku juga stuju kan tresno jalaran soko kulino

wahh.. belum ada posting bab 13 yaa?

lam kenal mbak shanty...
Koq bab 13 lama banget yah.. :( harap2 cemas nie...

bab ini sukses buat aku menitihkan air mata..
sedih bgt, biarpun cerita ini bukan based on true story tapi.......
ya ampun serasa nyata, kaya baca pengalaman hidup seseorang..
perasaan yang mau di sampein tuh dapet bgt...

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top