17
bared-to-you-cover
Kesan pertama setelah membaca "Bared to You" adalah bahwa novel ini mempunyai beberapa kemiripan dengan Fifty Shades of Grey (FSoG) walaupun banyak juga perbedaannya. Novel ini penuh dengan emotional rollercoaster, naik turun secara mendadak dan tak terduga. Buat kalian yang mencari bacaan dengan tema yang hampir mirip dengan FSoG novel ini pantas direkomendasikan. Bedanya "Bared to You" ditulis jauh lebih bagus dan adegan seksnya jauh lebih panas (hei..ingat ini erotika).

"Bared to You" diceritakan oleh orang pertama yaitu Eva Tramell, ia baru saja lulusan kuliah dan pindah ke New York untuk mulai bekerja sebagai asisten seorang eksekutif biro iklan. Eva ditemani sahabatnya dan juga teman satu apartemennya Cary, yang digambarkan sebagai seorang yang tampan, manis, dan bi.

Eva dan Cary tinggal di apartemen di Manhattan pemberian ayah tirinya, seorang milyuner  bernama Richard Stanton. dengan kata lain Eva punya stabilitas finansial karena dukungan ayah tirinya. Pada awal cerita sudah jelas bahwa Eva menderita trauma saat masih anak-anak dan akibatnya ibunya jadi overprotektif (sampai-sampai HPnya disadap). Ibu dan ayah tirinya melakukan segala cara untuk menjauhkan dia dari bahaya, yang membuat dia merasa sedikit sesak napas.

Akhir pekan sebelum dia mulai bekerja, Eva pergi ke gedung Crossfire, di mana dia nantinya bekerja, dalam rangka untuk membiasakan diri dengan tempat itu. Dia kehilangan keseimbangan saat membantu seorang wanita lain mengambil uang receh yang jatuh, dan seorang pria yang karismatik dan sangat menarik datang membantunya.

Pria itu yang Eva akhirnya baru tahu, adalah Gideon Cross, milyuner yang tak hanya memiliki gedung Crossfire tapi juga properti lainnya (bahkan apartemen tempat Eva tinggal). Gideon sangat tertarik pada Eva dan begitu juga sebaliknya, dan dimulailah pengejaran tanpa henti.

Gideon membeli sebuah perusahaan vodka hanya agar ia bisa menyewa perusahaan periklanan tempat Eva bekerja dan dengan demikian dia bisa berhubungan dengan Eva.


"Tunggu sebentar, Eva," kata Cross dengan lancar, menahanku pergi dengan menggenggam sikuku.

"Dia akan segera turun," katanya pada Mark, saat pintu lift tertutup wajah bosku tampak terkejut.

Cross tak mengatakan apapun sampai lift itu dalam perjalanan turun, kemudian ia menekan tombol memanggil lift lagi dan bertanya, "Apakah kau tidur dengan seseorang?"

Pertanyaan itu diucapkan begitu biasa, hanya butuh waktu satu detik untuk memproses apa yang ia katakan.

Aku menarik napas tajam. "Mengapa itu jadi urusanmu?"

Dia menatapku dan aku melihat apa yang aku lihat saat pertama kali kita bertemu - kekuasaan luar biasa dan kontrol membaja. Keduanya membuatku mengambil langkah mundur secara spontan.

"Karena aku ingin tidur denganmu, Eva. Aku perlu tahu siapa yang menghalangi jalanku, jika ada."

Keinginan mendalam yang mendadak diantara pahaku membuat aku meraih dinding untuk menjaga keseimbangan. Dia mengulurkan tangan untuk menenangkanku, tapi aku menahan dia menjauh dengan mengangkat tangan. "Mungkin aku tidak tertarik, Mr. Cross."

Sebuah senyum samar menyentuh bibirnya dan membuatnya mustahil lebih tampan lagi. Ya Tuhan ...

Bel yang menandakan lift datang mendekat membuatku melompat, aku diikat begitu ketat. Aku belum pernah begitu terangsang. Belum pernah begitu tertarik pada manusia lain. Belum pernah begitu tersinggung pada orang yang juga membuatku begitu bernafsu.

Aku melangkah ke lift dan menghadap kearahnya.

Dia tersenyum. "Sampai lain kali, Eva."


Tapi meskipun sebagian dari diri Eva akan dengan senang hati bersama dengannya diranjang, dia menolak keras karena cara Gideon dianggap dingin tanpa perasaan layaknya akuisisi bisnis.

Karena itu Eva dan Gideon harus menegosiasikan hubungan mereka, yang mana jadi rumit karena adanya trauma masa kecil yang dimiliki mereka berdua. Keduanya terluka oleh masa lalu yang menyakitkan, tapi sementara trauma itu membuat Eva jadi rentan dan membutuhkan kasih sayang, trauma Gideon membuatnya membutuhkan kontrol.


"Apa yang membuatmu berpikir bahwa kita akan berhasil?"

Sambil mendesah, dia mengangkatku seperti seorang pengantin dan membawaku ke sofa. Dia menjatuhkanku di pantat, kemudian duduk di sebelahku. "Penolakanmu. Apa yang harus dilakukan agar membuatmu berada di bawahku?"

"Sebuah keajaiban." Aku mundur menjauh darinya, memperlebar ruang di antara kita. Aku menarik ujung rok hijau zamrudku, berharap aku memakai celana panjang. "Aku menganggap pendekatanmu kasar dan ofensif."

Dan luar biasa merangsang, tapi aku jelas tak akan pernah mengakuinya.

Dia merenungkan kata-kataku dengan mata menyipit. "Ini mungkin blak-blakan, tapi jujur. Apa kau malah ingin omong kosong dan sanjungan?"

"Aku akan puas dipandang memiliki tawaran lebih banyak daripada boneka seks tiup." Alis Cross terangkat.

"Yah, kalau begitu."

"Apakah kita selesai?" aku berdiri.

Melingkari pergelanganku dengan jari-jarinya, dia menarikku ke bawah. "Sama sekali belum. Kita telah menetapkan beberapa poin pembicaraan: kita memiliki daya tarik seksual yang intens dan tak satupun dari kita ingin berkencan. Jadi apa yang kau inginkan, sebenarnya? Rayuan, Eva? Apakah kau ingin dirayu?"

Aku sama-sama terpesona dan terkejut oleh percakapan ini. Dan, ya, tergoda. Sulit untuk tidak tergoda saat dihadapkan dengan pria yang sangat tampan, jantan dan sangat bertekad untuk melakukan sesuatu yang panas dan berkeringat denganku. Namun, rasa cemas yang menang. "Seks yang direncanakan seperti transaksi bisnis mematikan gairahku."

"Menetapkan parameter dalam merger membuat kecil kemungkinannya akan ada harapan berlebihan dan kekecewaan."


Sementara karakter Eva digambarkan cukup konsisten (hampir bisa diprediksi), karakter Gideon kurang begitu konsisten, berubah sesuai dengan kondisi emosionalnya. Masalah Gideon sendiri berasal dari latar belakang yang sama. Seseorang menyiksanya, meskipun tidak sepenuhnya jelas siapa yang melakukannya. Karena itu dia memiliki manifestasi fisik dari trauma emosional yang menjadi halangan bagi mereka berdua mampu untuk hidup bersama dan saling mencintai. Jelas bahwa mereka berdua memiliki sejumlah hambatan untuk diatasi.

Ada pengulangan peristiwa emosional yang jadi sedikit melelahkan menjelang akhir cerita meskipun penulis memberi alasan yang masuk akal terhadap apa yang dilakukan oleh tokoh utamanya.

Meskipun novel ini mempunyai banyak celah, novel ini yang cukup memuaskan secara emosional. Ceritanya penuh dengan kecemasan emosional, adegan percintaan yang panas, dan alur cerita yang menarik.

Rencananya novel ini akan di terjemahkan ke bahasa Indonesia oleh kontributor blog ini (jadi nggak mbak Tika? ;D) ... so stay tuned on this blog.



Mirror link: Bared to You (Crossfire Series, #1) by Sylvia Day

Poskan Komentar

17 comments

Baca review nya aja udah merindinggg... :) tiap hr update blog ini utk liat klanjutan fifty shades darker ... Dan spertinya bared to you akn mnjdi the next fifty shades...
Next project ya bared to you... Please...

mbak ertika FSOD bab 6 nya mana???ditunggu translate bared to you nya....

emng sih adegan seks di buku ini lebih panas drpd FSG trilogi, tp diluar itu tetap msh ada yg kurang dari segi ceritanya, walaupun ttp bisa dinikmati klu kita tidak menggali terlalu dalam.
Jadi kok aq translatenya, sabar ya, soalnya fokus msh FSD. krn skrng bab 6 ud posting, bru aq mulai ngrjain bared to you.ok

semangat mba Ertika Sani
:)

semangat, semangat! :)

ditunggu bgt mba bab selanjutnya FSD& Bared to you,, semagat mba tikaaa

FSoD aja dh panas dingin hehe
Kpn tayang ya?
mbk tika LOVE YOU.......

@agustine: dah lama tamat mbak, coba buka link "bacaan" (format mobile linknya ga keliatan). Enjoy

yg bahasa Indonesianya dong mbk :D

makasih mbk :) ditunggu ya

Ini blum di translate ya mba... ayo dong...

@resa mulyani: anda blm beruntung :(( BTY & RIY udh lama kita translate, tp berhubung GPU mau rilis terjemahannya mk kita tarik dari peredaran, silahkan kl mau baca beli aja bukunya, thx

Oh gt.. pntesan mas yud aku cari" ga ada... yah.. apes dah.. bukunya y ditranslet y jdulnya crossfire bkn mas..

Oh gt.. pntesan mas yud aku cari" ga ada... yah.. apes dah.. bukunya y ditranslet y jdulnya crossfire bkn mas..

@resa: dua buku pertama udh pernah kita translate, bared to you sm reflected in you. crossfire itu nama serinya

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Aku ketinggalaaann... Belom sempet baca, udah keburu dihapus T__T
Mas Admin, ada versi PDF atau epub-nya ngga?? Tapi yang udah diterjemahin. Aku mauuu.. *kedip-kedip*

Ditunggu updatenya ya mba Tika,,,
Salam kenal,,,

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top