0
sejarah erotika
Melacak literatur erotis menurut waktu, dari era kolot Victoria sampai Anne Rice

Sex sering bergerak di 'bawah tanah' dan secara diam-diam dibicarakan. Ini nakal dan punya rating R dan mempunyai batas pada apa yang dapat diceritakan pada orang lain dan apa yang tidak.

Karene Howie dan pasangannya Geoff Haselhurst, keduanya filsuf, pemilik website filosofi: spaceandmotion.com. Howie menjelaskan filosofi sebagian besar telah mengabaikan seks, namun seks adalah pusat keberadaan manusia dan kelangsungan hidup spesies manusia.

"Budaya dan agama memberi label seksualitas sebagai sesuatu yang 'terlarang' atau 'berdosa' dan menyamakannya dengan melakukan hubungan seksual. Akan tetapi buah terlarang tetaplah sangat menarik, dan karena itu, meningkatkan gairah dan membuat evolusi dianggap menarik secara seksualitas. Kita diprogram untuk mencari seks, berkembang biak untuk menyebarkan gen kita, dan dengan demikian bertahan dan berproduksi."

Ia menguraikan rincian sastra erotis, yang meliputi novel fiksi, cerpen seks, puisi dan syair, memoar seksual, otobiografi, drama, dan buku panduan seks atau manual.

"The Decameron Giovanni Boccaccio (1351) adalah karya terkenal dari literatur erotis dari abad pertengahan. Tema cinta, nafsu, rayuan, keberuntungan dan kesialan, kebahagiaan, gairah, dan kemurahan hati dieksplorasi dalam cerita. Namun, buku itu dilarang di banyak negara, bahkan setelah 500 tahun!" Katanya.

Kama Sutra ditulis oleh oleh orang bijak Vatsysayana, yang oleh Anne Hardgrove di Open Magazine menjelaskan, adalah seorang biksu yang mengumpulkan semua pengetahuan seksual bertahun-tahun sebelum dia, untuk bermeditasi dan merenungkan tentang Sang Pencipta. Ini adalah satu-satunya catatan tertulis yang tersisa dari periode kuno sejarah India.

Tyler Smith, seorang karyawan di City Lights Bookshop di London, Ontario, sama-sama terbuka tentang pendapatnya pada apa yang ia lihat sebagai perbedaan antara fiksi erotis dan pornografi.

"Dalam hal aspek yang lebih luas, ada kehalusan dan keindahan dalam fiksi erotis - ini adalah perjalanan proses untuk bertindak," katanya. "Tapi dalam pornografi, itu hanya semata 'melakukan' tindakan tersebut."

Dengan penemuan mesin cetak di abad 15, Howie menambahkan, datanglah zaman baru dari distribusi sastra erotis, serta pembatasan lebih ketat dengan penyesoran dan hukum kecabulan.

Kedua era yaitu era Victoria (1837-1901) dan era Edwardian (1901-1910) ditandai oleh struktur kelas yang kaku, kemurnian moral, dan represi seksual yang parah.

"Itu sangat memukau untuk membuka lembaran tipis sastra erotis yang datang dari Inggris dan Perancis selama periode ini. Ketika gairah seksual yang alamiah ditekan, mereka tidak mati, tetapi terwujud dalam cara-cara menyimpang atau berkembang di 'bawah tanah',"kata Howie.

Selama Era Victoria, banyak gairah muncul. Hal itu ditandai dengan ketertarikan yang mendalam spanking, inses, deflorasi perawan, perkosaan, orgy, pedofilia, penyiksaan seksual, disiplin dan hukuman, homoseksualitas, cross-dressing, dan banyak lagi.

John Cleland merupakan salah satu penulis erotika dari zaman tersebut. Dia menulis Fanny Hill, Memoirs of Pleasure di tahun 1748, salah satu karya paling terkenal dari literatur erotis dan yang paling teraniaya di dunia Barat.

Smith berpendapat bahwa erotika, pada awalnya, terutama yang ditulis oleh pria untuk pria, dengan perempuan sebagai objek seksual. Kemudian, erotika ditulis oleh wanita untuk wanita membuktikan bahwa mereka memiliki gairah penuh nafsu sama tingginya dengan pria.

Pauline Réage, yang menulis Histoire d'O ("Story of O") menghancurkan kritik yang menyatakan bahwa erotika tidak dapat ditulis oleh seorang wanita. Bukunya dirilis pada 1954 dan membawa kontroversi atas sifat sadomasokisnya. Tak ada yang tahu itu ditulis oleh dia: banyak orang pikir itu hasil karya seorang pria. Empat puluh tahun setelah buku itu diterbitkan, Réage maju dan mengakui bahwa itu adalah tulisannya.

Anais Nin adalah penulis wanita lain yang oleh Smith dan Howie juga disebutkan. Anaïs Nin unik dalam hal eksplorasi grafis dan seksualitas. Ia menangkap kedalaman sifat dari jiwa wanita. Hasil karyanya termasuk Delta of Venus dan Little Birds, yang keduanya membangkitkan gairah dan sangat kuat.

Pada abad ke-21, fiksi erotis menjadi sangat mainstream tapi agak sulit dipahami dalam konteks. Banyak fiksi erotis dapat ditemukan dalam fan fiksi dan juga mengacu pada fiksi ilmiah, fantasi, atau program televisi saat ini.

"Pasti ada aspek paranormal pada erotika saat ini," jelas Smith. Seri seperti Twilight oleh Stephenie Meyer atau Harry Potter karya JK Rowling adalah contoh dari genre roman remaja. Meskipun buku-buku ini tidak mengandung erotika hardcore, mereka muncul secara halus dan mengoda, Smith menjelaskan.

Howie menambahkan bahwa pembaca modern berada di tempat yang sangat unik. "Kita sekarang memiliki akses yang sangat mudah untuk sejarah sastra erotis. Membaca buku erotis berkualitas dari masa lalu membantu untuk menumbuhkan aspek seksual dan estetika dari pikiran kita, meningkatkan nafsu seksual kita dan menambahkan bumbu dan variasi pada kehidupan seks kita."

Jadi apa yang ada di masa depan?

Anne Rice menyelidiki sisi nakalnya untuk memproduksi seri The Chaining dari Sleeping Beauty, tiga cerita longgar didasarkan pada dongeng Sleeping Beauty. Trilogi itu membuatnya masuk daftar buku terlaris, dan melewati puncak kesuksesan finansial dari buku pertamanya, Interview with the Vampire (kemudian difilmkan dan dibintangi oleh Tom Cruise, Brad Pitt dan Antonio Banderas).

Saraf adalah sesuatu yang fantastis, koleksi modern selama 10 tahun dari esai, wawancara, fiksi, dan fotografi dari majalah dengan nama yang sama atau novel bersampul warna pink neon dengan foto telanjang seseorang mirip Angelina Jolie dapat mengobsesi pembaca untuk membeli.

Mark Twain menciptakan istilah, "Alam tak tahu apapun tentang ketidak sopanan; manusia yang menciptakannya." Jadi ketika menunjukkan sebuah buku erotis untuk para tamu di rumah mungkin itu tampaknya tidak pantas, Yah, tapi  itu terserah bagi anda untuk memutuskan.

Sumber: the-peak.ca

Poskan Komentar

Berkomentarlah dg sopan dan saling menghargai:
1. No SARA & pornografi.
2. Jangan menulis komentar berisi spoiler & spam.
3. Buat tmn2 yg masih silent reader ditunggu komentar perdananya.

 
Top