Join Us On Facebook

Please Wait 10 Seconds! or closed here

Terbaru

Lieing - Epilog

19 Juni 2013


lieing-thumb
Gelombang lautan pasifik begitu tenang, gerakannya lambat serta sangat nyaman, cuaca tidak terlalu terik namun juga tak mendung, angin lembut bergulir kencang menampar-nampar udara kosong diantara awan biru muda dan garis putih yang mem-batasi Bumi dengan tanah. Bagi Jemma Vallerwood, situasinya begitu kondusif untuk dia bisa mengistirahatkan otaknya sejenak. Namun tidak bisa jika disebelahnya seorang pria muda tampan, bertubuh seksi menggiurkan tengah, bermain-main dengan dua orang perempuan yang dijuluki Jemma sebagai Barbie kembar.

Padahal Jemma sudah memasang earphone-nya sekencang dia bisa, mengeraskan volume suara ipadnya pada takaran batas nyaris maksimal. Tapi tetap saja suara desahan mengerikan dari mulut kedua Barbie kembar itu mampu menembus tebalnya busa tebal pada alat pemasang telinganya.

Jemma bangkit duduk dari posisi tidur nyamannya diatas kursi lipat, melepaskan earphone, mengangkat kacamata hitamnya, gadis itu mengerang dengan suara kanak-kanak yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya selama 3 tahun terakhir ini.

"Please deh James!! Bisa tidak kamu cari kamar saja sana!!" bentak Jemma jengkel sejadi-jadinya, matanya melotot, tangannya bersedekap didepan bikini bertali satu ungu tuanya. Rambut coklat kemerahannya telah kembali ke warna semula, hitam, lurus sepunggung, berkibar menampar wajahnya akibat angin. Kemudian, ekspresi kesalnya berubah menjadi seringaian licik. "Atau, lebih suka kupanggil dengan nama Tuan Detektif terhebat sepanjang masa Brandon Wood…"

Pria yang tidur diatas kursi lipat santai berjarak semeter dari Jemma, mengangkat alis coklat lebatnya hingga menyatu dan seperti membentuk jembatan diatas wajahnya. Sepasang iris hazel didalam kedua bola mata bulat memancarkan ekspresi nakal. Rahang perseginya bergerak membentuk cengiran membuat bibir merah tomatnya merekah mempesona. Rambut gelap cepak lurusnya berkibar lembut akibat pengaruh angin. Kedua lengan kokohnya sengaja direntangkan untuk memberikan ruang kepada kedua gadis berambut pirang seksi yang sedang menelungkup diatas dada telanjangnya yang bidang dan mempesona.

Jika Jemma bukanlah sepupu Brandon Wood a.k.a James Vallerwood, lidahnya pasti sudah berada diatas tubuh seksi, dan perut ramping berotot milik pria itu. Sayangnya kilau pesona aktor Hollywood dari James takkan mempan bagi perempuan yang sudah mengenalnya selama puluhan tahun, bertetangga bahkan kadang tinggal satu atap, hingga bersekolah kemana-mana selalu berbarengan. Jika orang tidak tahu akan mengira me-reka kembar, kadang-kadang James malah dengan sengaja tampil bak pacar bagi Jemma saat mereka berjalan didepan umum.

Alih-alih menggilai James seperti wanita normal diluar sana, dia lebih sering merasakan jijik sekaligus sebal. Pernah sekali waktu saat orang tua Jemma berada diluar kota, Brandon mempergunakan rumah mereka untuk pesta seksnya dan menyogok Jemma dengan sekantung coklat asli swiss serta CRV keluaran terbaru yang tentunya terlalu menggiurkan untuk ditolak.

James sedikit menegakkan tubuhnya sementara kedua wanita pirang dikedua sisinya sibuk mencumbui perut bisep seraya memijat pelan kejantanannya yang sudah sejak tadi ereksi. Jemma yakin jika dia sedang tidak berada disini mereka bertiga pasti sudah bergulat diatas dinginnya lantai kapal pesiar pribadi milik Vallerwood Company ini.

"Oh, ayolah sepupu, kamu cuma iri karena dua mainanmu tidak ada disini. Lagipula siapa suruh kamu menerbangkan mereka ke daratan jauh di Hungaria." tukas James diikuti senyuman mengejek.

"Dean dan Peter bukan mainanku!" bentak Jemma marah, mata coklat besarnya melotot selebar dia bisa. "Lagipula, semakin jauh mereka dari Anderson maka akan lebih baik. Pria itu takkan bisa mencari mereka disana, bahkan memikirkannya saja tidak."

Dan itu benar, pikiran Paul akan menemukan dan mengoyak Kakak Beradik Dean dan Peter Finnigan, sahabat baiknya sejak lahir sekaligus love interest Jemma yang dengan kerelaan hati bersedia terlibat dalam sandiwara berbahaya ini hingga demikian jauh. Membuat wanita itu sering mengalami mimpi buruk saat malam. Melihat mayat mereka berdua tergantung dalam posisi termutilasi pada pagar depan rumahnya di L.A atau hal-hal buruk lain. Dan selalu diakhiri oleh adegan Paul mencoba membunuhnya dan Jemma berlari dari dia, jika beruntung mimpi Jemma takkan berakhir dengan kematiannya.

Seluruh bulu halus ditubuh Jemma bergidik hebat dan tak ada hubungannya dengan udara dingin yang sekali lagi menerpa kulit telanjangnya yang hanya berbalut dua lem-bar kain bikini. Jemma memelut tubuh dengan kedua tangan, ketika mendengar bunyi langkah berkelotakan diikuti suara halus bernada tajam yang sudah sangat familier ditelinga Jemma.

"Tak usah pikirkan Anderson. Aku yakin dia sudah terlalu sibuk mengurus masa-lahnya sendiri sekarang."

Jemma menoleh dengan bersemangat, wajahnya berbinar secerah matahari saat melihat sosok tinggi jangkung, bertubuh ramping tegap bahkan diusia menjelang 70an, berambut pirang platinum lurus berpotongan pendek rapi, janggut dan kumis putihnya tumbuh tipis-tipis, sepasang mata hazel bulatnya berkilauan seindah berlian.

Donald Vallerwood turun dari atas geladak diikuti dua pasangan berumur dua kali Jemma dan James. Mereka memakai atasan santai dan bawahan masing-masing celana pendek untuk pria, dan Julia serta Crista Vallerwood (Ibu James) mengenakan terusan selutut dengan dua tali bermotif kembang-kembang beda warna berbahan katun. Serta seorang wanita seumuran kakeknya, mengenakan terusan satin berlengan pendek selutut berwarna putih, rambut pirang pendek lurusnya berkilauan oleh cahaya, kecantikan semasa mudanya sebagai Miss. Alabama masih tergambar jelas hingga saat ini. Tangannya tak berhenti menggengam erat lengan Donald.

Maureen Conrad adalah Ratu kecantikan seabad, mantan kekasih Kakeknya dimasa muda, yang ternyata merupakan Bibi jauh Crista, dan menjadi pengasuh tetap Donald dimasa-masa sulitnya dulu. Mereka baru menikah sebulan lalu di Tahiti dan meskipun terdengar bodoh. Jemma sangat bahagia melihat Kakeknya akhirnya mendapatkan pasangan hidupnya kembali setelah segala pengkhianatan Clara dulu padanya. Maureen tidak hanya baik, tapi juga tepat dan mengetahui apa yang paling dibutuhkan Donald. Ketulusan dan cinta sederhana.

Julia, Ibu Jemma menjadi orang pertama yang memberikan restu ketika Donald mengungkapkan niatnya untuk menikahi wanita beranak 4 bercucu 6 yang hanya lebih muda 3 tahun darinya itu, dan masih tampak luar biasa.

Jemma melirik ke arah James yang langsung cegukan melihat kedatangan keluarganya yang begitu mendadak. Terkikik ketika James dengan paniknya bangkit berdiri dan memberikan instruksi pada kedua teman kencannya agar menunggu dikamarnya. Meski tampak jengkel karena diusir mendadak, mereka menurut dan bergegas meninggalkan James yang sibuk merapikan dirinya padahal tidak memakai apapun selain celana pendek mendekati mirip boxer.

Jemma berbalik kearah keluarganya yang sudah berjalan mendekati mereka. "Granddy…" jeritnya manja, layaknya anak balita berlari pada Donald dan memeluk Kakeknya seraya mengalungkan kedua lengannya pada lehernya. Barulah pria tua itu melepaskan genggaman Maureen darinya. Jemma tidak terkejut merasakan betapa kokoh tubuh Kakeknya, serta dada bidang mengingat usia Donald telah memasuki batas senja.

Jemma melepaskan pelukannya kemudian mencium pipi Maureen, dan berkutat pada keluarganya.

"Oh sayangku, aku sangat-sangattt-sangatttt merindukanmuu…" Julia memeluk putrinya erat, rambut coklat lurus sepunggungnya seakan membungkus Jemma didalam tirai.

"Ibumu nyaris koma karena rindu dan aku hampir saja mematahkan hidung Anderson saat mendengar cerita dari para Finnigan." Suara Mark Skylar terdengar berapi-api. Membuat Jemma berjengit setiap kali ada orang membahas mengenai Paul.

"Oh, hentikanlah adik ipar. Sudah cukup putrimu mendapatkan mimpi buruk tiap malam tentang si brengsek itu." bentak David Vallerwood serius. Rambut pirang lurus berpotongan acaknya menari-nari indah diatas udara, mata hazelnya berbalik menyorot tajam kepada putra tunggalnya yang bergerak lambat-lambat kearahnya. Mulutnya membentuk sudut lurus sehingga tak bisa dibedakan antara marah atau bangga atas kelakuan James yang sok cassanova.

"Like father like son." bisik Jemma yang hanya didengar oleh Julia. Ibunya memahami kepada siapa kalimat itu ditujukan.

"Hai, Dad…" sapa James kikuk, merentangkan kedua tangannya tapi untuk memeluk Ibunya, "Dan Mom, wow, sungguh kulit coklatmu sangat sempurna…" rayunya. Crista merengut tapi meraih pelukan putranya.

"Berhenti bermain-main James. Kapan kamu mulai serius." kata David dingin, membuat James memutar bola mata dan Jemma menggumamkan sesuatu yang didengar Mark sebagai 'oh tidak, mulai lagi'.

Dimata Jemma, David, putra sulung Donald mewarisi watak, sikap, serta fisik sempurna Kakeknya. Copycat, itulah kalimat yang selalu ditujukan Julia merujuk Kakak tunggalnya. Terkadang, sikap David dirasa Jemma lebih parah daripada Donald sekalipun. Untungnya suasana tegang tersebut segera mencair setelah Donald muncul sebagai penengah.

"Jangan bersikap sekeras itu padanya Dave, berkat putramulah rencana brilliant ini berhasil terlaksana." tukas Donald seraya menepuk pundah James, dadanya membusung karena kebanggaan.

James nyengir lebar memperlihatkan sederetan gigi putih rata yang bagi Jemma lebih mirip gigi hiu. David menarik nafas panjang sejenak tapi Crista lah yang pertama menyahuti." Sejujurnya Dad, aku tidak pernah menyetujui rencana ini. Satu-satunya alasan aku bersedia mengumpankan putraku adalah, karena anak tirimu itu nyaris meledakkan tubuhku didalam rumahku sendiri." kemudian Crista kembali murung. Maureen dengan sigap langsung memeluknya selayaknya pekerjaan Ibu kandung kepada putrinya.

"Dan putramu adalah cucuku." Donald memperingatkan dengan satu alis terangkat.

"Berbicara tentang kemenangan, harusnya kita memberikan tepuk tangan meriah untuk ide luar biasa dari Nona Jemma Augustine Vallerwood." mood David berubah menjadi riang kembali. Membalikkan tubuh tingginya hingga menghadap Jemma yang tengah berdiri diantara kedua orang tuanya sambil menyilangkan kedua tangan didepan dada.

"Siapa sangka rencana kita dapat berjalan lebih mulus dan cepat dari seharusnya." Maureen tertawa.

Jemma menaikkan satu alis, tampak sombong. "Bukankah ini waktunya kalian mengangkat gelas sampagne sambil meneriakkan namaku?"

"Yah, tentu saja. Atas kehebatanmu sebagai perayu ulung!" goda James dengan senyum nakal, tangannya keatas kepala dengan gerakan seakan memegang gelas kristal.

Jemma mendengus sementara Mark dan Julia menahan nafas.

"Nanti kita harus bicara mengenai bagian 'perayu' itu." tukas Mark, nadanya defensif khas kebapakan terang-terangan.

"Daddy…" rengek Jemma tak ubahnya anak kecil. Dahinya berkerut semakin dalam saat Julia melemparkan pelototan tajam padanya.

Jemma bergerak keluar dari lingkaran orang tuanya menuju bagian ujung geladak kapal, tubuhnya disandarkan santai pada pinggirannya yang terbuat dari besi berlapis cat keemasan, bertumpu pada satu kaki dan tangan.

"Aku hanya melakukan apa yang harus kujalankan, semuanya hanya sebatas akting. Sungguh. Anderson berhak mendapatkan pembalasan atas segala perbuatan keluarganya pada kita." Jemma berusaha tampak terdengar serius meskipun saat mengucapkan tiap kalimatnya tenggorokannya terasa sakit dan lidahnya menjadi kelu. Ada kepedihan aneh menjalari dadanya setiap kali kepalanya mengingat Paul. Serta sebuah kesedihan mendalam setiap kali melihat keluargannya begitu membenci pria itu, bahkan menyebut nama depannya menjadi sebuah kejijikan. Seakan dia sampah tak berguna.

Memori Jemma terlempar pada kejadian masa lalu dimana nyawa orang tuanya dan James nyaris terenggut dari kecelakaan sabotase yang dibuat oleh Benjamin Anderson, Ayah Paul. Untungnya mata-mata didalam tubuh Ben, yaitu Gareth, memberikan informasi terlebih dahulu kepada Donald sehingga pria itu bisa menyelamatkan keluarganya. Berusaha menghindari kecurigaan, Donald tetap mengadakan acara pemakaman palsu dimana saat itu terjadi Julia, David, Mark, dan Crista sudah berada jauh di Tuscan. Mengelola perusahaan lain yang dibangun Donald selama belasan tahun terakhir yang berhasil berkembang luar biasa pesat di wilayah Eropa. Dibantu para sekutunya, Donald menciptakan The New Global Company, untuk menyaingi Vallerwood Corp. yang takkan mungkin bisa dipertahankan Donald lagi.

Donald harus menunggu waktu yang tepat, untuk bisa menjatuhkan Ben. Dan saat itu tiba Donald melemparkan semua bukti kejahatan Ben tepat didepan mukanya, saat kondisi fisik mantan anaknya tersebut melemah. Ben akhirnya meninggal akibat serangan jantung dan over dosis akibat ketakutannya sendiri malam itu.

Lalu tiga bulan lalu, Donald sengaja menyiapkan rencana kematiannya sendiri untuk mengelabui Paul dan semua lawannya dalam kecelakaan pesawat yang dirancang oleh sekutu Ben yang berniat membalas dendam pada Donald. Sekali lagi Kakek Jemma berhasil mengantisipasinya berkat informasi James yang menyamar sebagai Detektif Brandon. Menggunakan jasad si co-Pilot yang berniat membunuhnya untuk menggantikan diri Donald dan terbang memakai parasut lain. Dan sudah ada kapal layar yang dikemudikan David sudah menunggunya disekitar lautan tempat ledakan pesawat, menunggu Donald.

Melempar keras-keras perasaan bersalahnya kepada Paul jauh didalam lubang kemarahan dirinya, Jemma meninggikan dagu, dengan suara terkejam yang dia bisa buat Je-mma berkata. "Benar, ini semua salah keluarganya.Siapa suruh mereka jadi egois, mereka adalah musuhku."

Kemudian, ledakan tawa menggema. Donald mendekati cucu perempuan kesayangannya sambil memeluk bahunya. "Kamu tahu tidak, sikapmu ini mengingatkanku pada nenekmu, Cynthia."

Jemma menegak ditempatnya, raut mukanya kembali berbinar. "Benarkah?"

Donald mengangguk. "Ya. Nyaris semua ucapannya selalu benar. Dan harusnya aku mendengarkan ucapannya untuk tidak buru-buru menikah lagi sampai kesetiaan seseorang itu benar-benar teruji." raut wajah pria tua tersebut berubah murung.

Jemma meremas tangan Kakeknya keras-keras, memberikan senyumannya yang benar-benar tulus. "Berhenti bersikap begitu. Sekarang sudah ada Maureen, dan dia Nenek yang luar biasa hebat." Jemma mengerling pada wanita tua berambut pirang yang su-dah berdiri disamping kiri Kakeknya.

Donald mengangguk. "Kamu benar. Lagipula aku hanya mempertahankan serta mengembalikan apa yang seharusnya menjadi hak Vallerwood. Dan cuma Vallerwood sejati pemiliknya."

James, Julia, David, Mark, Crista bergabung bersama dengan mereka bertiga diujung geladak.

"Untuk Jemma…" James sekali lagi membuat gerakan melayangkan gelas diatas kepala, tersenyum lebar,

"Untuk Jemma Vallerwood atas ide brilliant, keberanian, serta kesetiannya pada keluarga ini…" David mengikuti jejak putranya.

Dalam sekejab semua orang menyebut-nyebut nama Jemma sambil melakukan gerakan konyol mengangkat gelas bayangan ke atas udara. Jemma tertawa lebar melihat keluarganya.

'Benar, memang disinilah tempatku. Bersama keluargaku yang sangat mencintaiku. Tak ada yang salah dengan berjuang demi keluarga, meskipun harus bertaruh dengan iblis sekalipun' bisik batin Jemma. Gembira melihat keriangan mengelilinginya.

Jemma memutar tubuhnya, kedua tangannya terentang santai seperti kepakan sayap diudara, dipangkukan diatas besi penghalang penyangga. Mata coklatnya jauh memandang ke atas birunya awan, sementara gema gegap gempita menjadi latar belakangnya. Senyum Jemma perlahan memudar saat mengingat betapa miripnya warna langit itu dengan mata seseorang.

Dingin, namun dalam dan tulus didalam.

Hati Jemma bergetar akibat kesedihan aneh.

Dan ketika batinnya mendesahkan nama Paul, sadarlah sudah betapa dalam luka di hatinya.

Bersambung...

Selengkapnya | comments (13)

Review Bad Things (Tristan & Danika #1) by R.K. Lilley

Hai...I'm come back again guys *sambil tebar sepona senyum maniez hihihiiii

Ok guys lets go ripiunya ya, setelah ane mengkhatamkan "Bad Things", OMG i really don't know what can i say about this book but damn it i am fvcking love this book :D (jjiiaaahhh giaya ngeinggris padahal languange + grammar awut-awutan haha) so tak herman klo mas goodreads kasih star 4.57 dikit lagi 5 bintang yach chhiinnn buat buku satu ini. Ane bener-bener suka :)) So tengkyu so maj buat seseorang yang menyapaku di imel dengan "Wǎnshàng hǎo Shila..." setelah haha hihi finally berbuntut kasih kado epub ini hehe.

Ane baca novel Bad Things ini penuh perjuangan banget chhiinn berjuang antara menghandel waktu aktivitas wajib, rehat, makan, bobok senam 3x seminggu & baca postingan di PN coz ane nggak mau suatu hari si Bos nyodirin selembar kertas pemutusan kontrak kerja secara sepihak gara-gara kerjaan ane ancur so sama aja ane bunuh diri donk hehe *loh kok malah curcol haha sorry chhiinn.

Buku ini mengisahkan seorang cewek Danika 21 tahun yang tiap harinya berkutat di rumah Jerry & Beverley (sepasang mantan pasutri tapi jadi orang tua yang membanggakan) selama dua tahun. Mengurus 2 anak yg amat sangat lucu spontan & tentunya menggemaskan sekali, bawa 5 ekor anjing jalan-jalan yang begitu cute, menakjubkan plus penurut banget meskipun kadangkala bawa bencana karena suka menyantap ayam hidup-hidup hehe dan masih banyak lagi kerjaan yang  yang meski jadi rutinitas wajibnya.

Hingga suatu hari Jerry membawa Tristan Vega untuk menginap seminggu kedepan, cowok 26 tahun ini seorang vokalis band, tinggi, berlesung pipi, pinter bgt bikin breakfast, bertato di bisepnya *hemm bagi penggemar cowok bertatto pasti suka dech :D.

Singkat kata singkat cerita sejak munculnya Tristan di kehidupan Danika merubah segalanya a.k.a berubah total, mereka berteman dari awal dan tidak hanya sekedar teman tapi juga berubah jadi partner seks (whattt? OMG speechless). Berawal Danika nggak bisa menyetop kebutuhannya dan suka main sendiri (I hope you understand what I mean ok girls) Tristan menawarkan untuk membantunya hingga mendapatkan pelepasan but you must be remember guys tanpa kutip yach just help her only ok? Hehhe

Lebih baik ane kasih warning sekalian ya *meskipun nggak mempan haha, buku ini dikhususkan buat yg bener-bener udah adult so di bawah 18 nggak boleh ngintip apalagi menyantap ampek abiz,  coz ada beberapa bab terus-menerus hot scene story bener-bener bikin kegerahan ngos-ngosan *lap keringet yang mengucur deras hehe, tak herman Tristan & Danika sering di teriaki CARI KAMAR sama temen-temennya haha, plus bikin ketawa cekikikan sekaligus tepuk jidat sendiri dikala Danika teler akan kejujuran yang dia lontarkan, bener-bener seru.

Ada yang bilang orang teler itu bicara jujur sejujur-jujurnya dan itu bener coz ane sendiri pernah ngalamin ngobrol ngalor-ngidul eh gak taunya ternyata dia teler waduhh ya ampuunnnnn tobat dech ane. Selain baca kisah uhuk-uhuk mereka berdua yang bikin panas dingin, untung hujan so lumayanlah buat penghangat sementara hehe #abaikan, ane juga sangat terkesan sekali dengan hubungan antara Danika dan Bev yang lebih seperti keluarga dan berasa seperti teman sendiri nggak ada rasa canggung Bos & Lady's maid. Di tiap akhir pekan mereka berkumpul khusus untuk kaum cewek saling curhat kisah asmaranya, memberi dukungan, sebagai pendengar yang baik, sekedar minum dan makan bareng dan berteriak FVCK ANONYMOUS, why like that? Gimana kisahnya? Oh...

Meskipun Danika mempunyai kisah sedih di masa remajanya karena dipaksa (dipaksa? Kok bisa tow mbak...pukpuk peluk sebentar) siapa yang tega memaksa anak dibawah umur di usia baru 15 tahun? pengen bgt rasanya itu orang ane cincang-cincang ampek ancurr. Finally Danika tak bisa menghentikan rasa yang semakin hari semakin meluap pada Tristan dan meluncurlah kata WO AI NI berkali-kali dari mulut manisnya dan apa yang terjadi kisah selanjutnya chhiinnnn? And gimana kisahnya Tristan kok ampek bisa bertekuk lutut pada Danika?? Yang dia anggap Danika adalah nyawanya?? Dan masih banyak lagi...lagi..& lagi...more...more & more hehe...

Hemmm Moga aja para angel berbaik hati utk ngete-el novel ini coz seriously nice story for us chhiinnn so rugi banget klo nggak di posting di PN *modus mode on but sweer dech wkwkwk.

See you next time hug and kiss, happy reading chhiinnn :))

+Ashia Shila

Download: Bad Things (Tristan & Danika #1) by R.K. Lilley

Selengkapnya | comments (9)

Sinopsis The Edge of Never

18 Juni 2013


Judul: The Edge of Never

Pengarang: J.A. Redmerski

Sinopsis:

"Terkadang hidup membawamu kejalan yang lain...

Camryn Bennett, gadis dua puluh tahun mengira ia tahu persis kemana hidupnya akan menuju. Tapi setelah malam liarnya di klub terpanas di pusat kota Raleigh, North Carolina, ia mengejutkan semua orang termasuk dirinya sendiri ketika ia memutuskan meninggalkan satu-satunya kehidupan yang pernah dikenalnya dan melakukan perjalanan sendiri.

Meraih tas dan ponselnya, Camryn naik bus Greyhound siap untuk menemukan jati dirinya. Sebaliknya ia malah menemukan Andrew Parrish.

Seksi dan menggairahkan, Andrew menjalani hidupnya seperti tak ada hari esok. Dia membujuk Camryn untuk melakukan hal-hal yang tak pernah terpikir akan ia lakukan dan menunjukkan padanya bagaimana menyerah pada gairah terdalam dan terlarang miliknya. Segera Andrew menjadi pusat kehidupan barunya, Mencabut keluar cinta, nafsu dan emosi dari dirinya dengan cara yang tak pernah mungkin ia bayangkan. Tapi ada lebih banyak sisi pribadi Andrew yang belum Camryn sadari. Apakah rahasianya akan mendorong mereka bersama hingga tak terpisahkan atau menghancurkan mereka selamanya?"

Camryn Bennett (Cam) bosan dengan hidupnya yang monoton. Dia menginginkan lebih namun tak tahu persis apa yang hilang darinya dan peluang apa yang terbuka untuknya. Ketika kehidupan lamanya berantakan, dia memutuskan untuk membuat perubahan dan melompat naik ke bus Greyhound dengan hanya membawa barang seperlunya dan siap melihat kemana jalan hidup akan membawanya.

Di sinilah ia bertemu Andrew Parrish, pria tampan maskulin yang ia anggap sangat misterius. Dalam beberapa hal Andrew begitu mirip dengannya namun juga sama sekali berbeda. Mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan bersama.

The Edge of Never ini penyajiannya lebih fresh dan anak muda banget, kalo lagi bosen sama om-om kaya raya penguasa dunia, pas banget deh novel ini sebagai hiburan tambahan. Penasaran??? Harus baca novel ini ya guys.


Genre: Novel, Young Adult, Roman

Copyright© 2012 by J.A. Redmerski
.......................................................................................................................

Bab 1 Bab 2 Bab 3 Bab 4
Bab 5 Bab 6 Bab 7 Bab 8
Bab 9 Bab 10 Bab 11 Bab 12
Bab 13 Bab 14 Bab 15 Bab 16
Bab 17 Bab 18 Bab 19 Bab 20
Bab 21 Bab 22 Bab 23 Bab 24
Bab 25 Bab 26 Bab 27 Bab 28
Bab 29 Bab 30 Bab 31 Bab 32
Bab 33 Bab 34 Bab 35 Bab 36
Bab 37 Bab 38 Bab 39 Bab 40
.......................................................................................................................

Selengkapnya | comments (28)

Review Thoughtless & Effortless by S.C. Stephens

Dear all citizen of PN Kingdom…

Hello again, kali ini aku pingin ngrepiuw buku dari tante Stephens yang judulnya Thoughtless & Effortless, bagi temen-temen yang rocker mania apalagi rockernya cakep, ganteng, keren, sweet...mm…mayan romantis plus unbelievably sexy bad boy kayaknya perlu buat ngintip bukunya si tante satu ini…xixixi^^

Jadi...kita mulai bersiaaapp...1…2…3…yak…

Thoughtless adalah buku pertama yang bercerita tentang Kiera Allen, cewe yang polos, lugu, but not really innocent (if you know what I mean) udah memantapkan hati and niat banget ngikut kemanapun pacarnya, Denny Harris, pergi untuk cari pekerjaan, saking niatnya doi sampe bela-belain pindah kuliah demi bersama sang kekasih.

Naaahhh cerita dimulai ketika Keira & Denny sampai di Seattle, mereka berdua memutuskan untuk kontrak bareng sama sahabat lama yang udah dianggep sodara sama Denny yang tak lain dan tak bukan adalaaaaahhh…Kellan...main vocal dari the D-bags yang super duper hawt...sekseeeh abizzz yang jago bikin cewe klepek-klepek cuma dengan disenyumin doank, disenyumin doank??? kebayang duonk kalo sampe disentuh, dipeluk, dicium…di…*ups…sorry ganks…agak daydreaming gini..hehe

Entah kenapa yaa klo ngebayangin si Kellan ini ujug-ujug yang ada di kepala adalah si ayang Adam Levine but without tatoos, come on girls, can you imagine him…super hot, sexy, charming…mo pake tux, pake kaos oblong plus jeans tetep aja cakep, apalagi kalo shirtless atau…*damn Dara…will you stop it???!!

Eniwei, jadilah mereka bertiga berteman baik. Keira and Denny mulai sering main ke Pete's, pub tempat Kellan dan bandnya manggung, juga kenalan sama D-bags member, Evan, drummer yang baik hati, Matt, gitaris yang manis dan pemalu, Griffin, bassist yang ga bisa ngliat cewe nganggur dan sepupuan sama Matt.

Keira yang udah mulai nyaman tinggal di lingkungan baru dan bahkan mendapatkan pekerjaan sebagai waitress di pub yang sama, mendapat kejutan yang kurang menyenangkan dari Denny. Denny mendapatkan promosi yang mengharuskan dia bekerja selama 2 bulan di luar kota dan meninggalkan Keira di kota yang masih terbilang baru baginya. Those sweet couple sama sekali ga pernah kepisah, paling lama mereka pernah kepisah cuma 2 minggu..lha ini?? 2 bulan! kebayang kan gimana shock-nya si Keira?? Tapiii…demi kekasih tercinta, even its hard, she's still happy for him, though.

Dengan kepergian si cutie Denny, Kellan dengan baik hatinya, dengan manisnya, dan dengan setianya selalu menemani Keira kemanapun dan dimanapun, bahkan Kellan menemani hari pertama Keira kuliah di campus baru, alesannya simple, Kellan tau Keira selalu gugup n berisiko terkena panic attack di tempat yang baru...(Aaww…so sweet of him yaa…^^). Kellan juga selalu jadi temen ngobrol and curhat buat Keira, di saat dia sedang terserang demam malarindu tropikangen sama Denny. Kenyamanan yang Keira rasakan dengan adanya Kellan, membuat dirinya sudah tidak begitu merana kalau Denny lama tidak menghubungi.

Keira mulai "friendly flirting"…istilahnya si Keira, kalau mereka ada di satu ruangan yang sama. Di tengah kegalauan perasaan yang Keira alami, datanglah lagi berita dari Denny yang bikin Keira super duper shock, bahkan lebih shock dari pada berita yang pertama…kesian deh…*pukpuk Keira…Daann datanglah my hunny bunny sweety tweety Kellan. Usaha Kellan untuk nenangin Keira yang lagi sedih banget berakhir dengan manis di atas tempat tidur Kellan…hayooo…tebak mereka habis ngapain hayooo??? ups…xixixixi^^

Kejadian demi kejadian yang Keira alami sejak kedatangan Denny kembali ke Seattle dan tingkah laku Kellan yang membuat Keira semakin bimbang untuk memutuskan lelaki manakah yang dia cintai, Denny dengan make love style yang slow, sweet, and tender…atau Kellan yang hot and passionate, eh..tapi kadang doi bisa sweet and tender juga lhooo.

Kebimbangan, kegalauan & ke-ga jelas-an Keira bener-bener bikin aku esmosiiii…ngomel-ngomel sendiri…kadang kasian siy kalo bayangin situasinya Keira tapi aku lebih kasian sama Denny n Kellan… dan Keira berisiko buat kehilangan Denny dan Kellan, kalau doi tetep keukeuh mempertahankan dua-duanya.

Cerita mereka bertiga berlanjut di buku 2, Effortless…Di sini, debut the D-bags mulai berkembang ga cuma di level lokal, tapi mulai merambah nasional. Kejadian hampir berulang saat Kellan and d'gank harus meninggalkan Keira, membuat Kellan sedikit berat untuk melanjutkan band tour-nya, dan mulai nglakuin hal-hal yang so sweeeeeet bangetz. Di sini, mulai terlihat titik terang dari masa lalu Kellan yang mengakibatkan doi bertingkah laku semacam manwhore...bayangin aja dalam seminggu doi bisa having sex sama 4–5 cewe yang berbeda, yang bahkan doi ga inget namanya. Kebayang dunk selama setahun udah berapa banyak cewe...*ckckck

Sementara Kellan sedang berkeliling dengan bus tour-nya, Denny yang mengambil pekerjaan di Australia, kembali ke Seattle dan mengunjungi Keira dan tentunya bikin masalah baru untuk mereka bertiga…hmmph…#merenung sambil geleng-geleng

Soooww…gimana yaa endingnya kisah mereka? Keira sama Denny, karena ngerasa hatinya lebih nyaman, stabil, tenang, dan aman atau...Keira memutuskan sama Kellan yang ngerasa hatinya jadi lebih hidup, lebih passionate n slalu penuh dengan kejutan??

Gaya penulisan tante Stephen yang simple dan santai bener-bener bisa bikin kita ngerasa ada di dalam cerita itu sendiri, ikut berasa emosi, sedih, tapi juga kadang bikin kita cekikikan ga jelas (sempet diliatin aneh sama orang-orang waktu aku baca niy novel ini di kereta..xixixi^^). Keira yang kadang polos, lucu, apa adanya. Denny yang perhatian, bijaksana, dan selalu berpikiran ke depan, dan Kellan yang cenderung spontan & berkesan wild (the sexy one, baby…*wink), passionate, tapi juga romantis abiz bikin aku pingin cerita mereka berkelanjutan terus…Teman-teman, ada yang bisa bujukin tante Stephen biar bikin cerita tentang mereka lagi???

Kebohongan, kecurigaan dan keragu-raguan mengiringi perjalanan cerita cinta Keira…namun kejujuran, keterbukaan, dan kepercayaan jugalah yang akhirnya menyelesaikan segala permasalahan yang ada.

Okay dey temans, sekian repiuw dariku…Hwuidiihh, maapkan yak kalo repiuw-nya kepanjangan…Happy reading…;)

Salam,

+Dara Alia

Download: Thoughtless Series by S.C. Stephens
Selengkapnya | comments (15)
 
© Copyright Baca Cerita Online: Portal Novel Erotis Terjemahan 2011 | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates